FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Chinchilla, Bulunya Sehalus Beludru




Seekor chinchilla dari spesies Chinchilla lanigera. (Sumber)

Chinchilla (genus Chinchilla) adalah nama dari sejenis hewan yang penampilannya mirip tikus bertelinga besar. Bukan hal yang aneh sebenarnya karena chinchilla masih berkerabat dengan tikus karena sama-sama termasuk dalam ordo Rodentia (hewan pengerat) yang juga mencakup tupai, landak, & hamster. Nama "chinchilla" secara harfiah berarti "Chincha kecil" di mana Chincha adalah nama dari suku di Andes yang memakai bulu kulit chinchilla. Di dunia ini ada 2 spesies chinchilla yang masih hidup, yaitu Chinchilla brevicaudata & Chinchilla lanigera di mana spesies yang kedua memiliki fisik lebih kurus & ekor lebih panjang.

Chinchilla adalah hewan nokturnal yang mulai aktif dari senja hingga pagi hari untuk mencari makan. Mereka merupakan hewan omnivora yang makanannya mencakup rumput, buah, biji, serangga, & bahkan telur burung. Saat makan, chinchilla akan berdiri dengan kedua kaki belakang & memasukkan makanan dengan kaki depannya. Di siang hari, chinchilla lebih banyak tinggal di dalam lubang atau celah bebatuan yang memang banyak terdapat di Pegunungan Andes habitatnya. Di alam liar, chinchilla diketahui hidup berkelompok di mana satu kelompok anggotanya bisa mencapai 100 ekor.

Gambar ilustrasi dari 2 spesies
chinchilla. (Sumber)
Chinchilla juga menjadi buruan dari sejumlah predator besar di mana pemangsanya mencakup burung pemangsa, musang, ular, & kucing besar. Bila mengetahui ada bahaya, chinchilla akan bergegas menuju lubang persembunyiannya sehingga musuhnya tidak dapat menggapainya. Metode pertahanan tersebut dibantu oleh kemampuan chinchilla bergerak cepat & melompat-melompat di mana mereka diketahui bisa melompat hingga setinggi 1,8 m. Chinchilla juga bisa melepaskan bulunya atau menyemprotkan air seni ke arah musuhnya.

Chinchilla tidak memiliki musim kawin yang spesifik & bisa melakukan reproduksi kapan saja. Mayoritas dari chinchilla diketahui hidup monogami alias hanya hidup dengan satu pasangan kawin. Sesudah melakukan perkawinan, chinchilla akan memasuki periode kehamilan yang mencapai 111 hari & selanjutnya melahirkan anakan yang sudah berbulu & bisa melihat. Anakan tersebut lalu akan menyusu pada induknya hingga usia sekitar 8 minggu. Seekor chinchilla diketahui bisa hidup hingga usia 10 tahun (20 tahun dalam tangkapan) & mencapai ukuran 30 cm.

Hal yang paling menarik dari chinchilla tentu saja bulunya (atau lebih tepatnya rambut) yang tebal & konon sehalus beludru. Begitu tebal bulunya sehingga kutu pun tidak bisa menusuk kulitnya. Penyebab kenapa bulu chinchilla bisa begitu halus & tebal adalah berkat strukturnya di mana i folikel (kantong rambut) chinchilla bisa memiliki 60 helai rambut. Bulu tebal tersebut berguna untuk melindunginya dari iklim dingin Pegunungan Andes habitatnya. Pewarnaan bulunya sendiri bervariasi di mana warna yang paling banyak ditemui adalah warna abu-abu.

Tumpukan kulit bulu chinchilla. (Sumber)
Karena bulunya pula, chinchilla banyak diburu oleh manusia untuk dijadikan bahan pakaian yang halus & berkualitas. Di awal abad ke-20, bulu chinchilla bisa dihargai $ 100.000 sehingga chinchilla pun diburu secara besar-besaran oleh manusia. Sebagai akibatnya, chinchilla kini menghadapi bahaya kepunahan & dilarang diburu di alam liar. Sekarang, chinchilla juga sudah diternakkan secara massal untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik untuk diambil bulunya maupun untuk dijadikan hewan peliharaan. Selain perburuan liar, perusakan habitat juga ikut memiliki andil atas menurunnya populasi chinchilla.



MEMELIHARA CHINCHILLA

Chinchilla dipelihara manusia karena berbagai sebab. Selain untuk diambil bulunya, chinchilla juga digunakan sebagai kelinci percobaan. Percobaan yang paling sering memakai chinchilla sebagai subjeknya adalah percobaan suara karena chinchilla memiliki jangkauan pendengaran yang mendekati jangkauan pendengaran manusia (20 Hz - 30.000 Hz, sementara manusia sampai 20.000 Hz) & kokleanya mudah diakses. Belakangan, karena penampilannya yang dianggap lucu, chinchilla juga mulai menjadi hewan peliharaan pribadi

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memelihara chinchilla, terutama karena chinchilla memiliki cara hidup yang khusus. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah soal suhu & temperatur. Karena chinchilla berbulu tebal & sulit berkeringat, suhu tempat memelihara chinchilla tidak boleh lebih dari 25 derajat C. Lebih dari itu, chinchilla bisa mati terkena stroke akibat suhu tinggi. Cara untuk melihat apakah chinchilla kepanasan atau tidak adalah  dengan melihat telinganya. Bila telinga chinchilla berwarna kemerahan, berarti ada banyak panas yang dilepaskan dari tubuh chinchilla.

Sepasang chinchilla muda. (Sumber)
Chinchilla merupakan hewan malam yang aktif sehingga saat dikandangkan, chinchilla memerlukan semacam "sarana olahraga" seperti roda hamster. Lebih spesifik, roda hamster yang permukaannya rata karena jika rodanya bercelah, kaki atau ekor chinchilla bisa dengan mudah terjepit di sela-selanya. Chinchilla juga memerlukan sesuatu untuk digigit karena seperti hewan pengerat lainnya, gigi depan chinchilla terus tumbuh & perlu dikikis agar tidak tumbuh terlalu panjang. Benda-benda yang bisa dipakai sebagai "sarana gigitan" di antaranya adalah ranting, batu apung, atau mainan kunyah khusus.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah soal makanan. Ada 4 makanan yang harus dibatasi jumlahnya pada chinchilla : yang banyak mengandung air, protein, lemak, & gula. Sebabnya adalah pencernaan chinchilla hanya terbiasa mencerna makanan berserat tinggi dengan kadar air rendah seperti rumput kering. Makanan yang banyak mengandung air bisa menyebabkan chinchilla muntah karena chinchilla hanya sedikit pipis & berkeringat. Makanan dengan kadar protein & lemak tinggi bisa menyebabkan gangguan hati. Sementara makanan berkadar gula tinggi bisa menyebabkan diare atau bahkan diabetes.

Chinchilla juga membersihkan diri, namun bukan dengan air. Bulu-bulu mereka sangat tebal sehingga jika terkena air, air pada bulunya akan sulit menguap & bisa mengundang jamur. Sebagai gantinya, untuk membersihkan bulunya chinchilla akan berguling-guling di atas debu vulkanis atau batu apung. Debu-debu tersebut akan menyerap minyak & cairan yang menempel di bulu chinchilla. Dalam pemeliharaan, chinchilla bisa ditempatkan dalam suatu wadah berisi debu vulkanis supaya mereka bisa membersihkan diri secara mandiri setiap beberapa minggu sekali.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Rodentia
Famili : Chinchillidae
Genus : Chinchilla (Bennett, 1829)



REFERENSI

About.com Exotic Pets - Chinchillas as Pets
ARkive - Long-tailed chinchilla videos, photos, and facts
Wikipedia - Chinchilla


         

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

7 komentar:

  1. hihihihihi
    hewannya imut ya
    lucu

    BalasHapus
  2. @attayaya
    Iya. Tapi sayang, karena bulunya hewan ini banyak diburu & sekarang jadi terancam punah. Sisi baiknya, hewan ini sudah bisa diternakkan oleh manusia & diharapkan populasinya di alam liar bisa dipulihkan

    BalasHapus
  3. Ya Allah.. kesian.. Moga dengan kelucuannya, jd banyak orang yg minat utk mengembangbiakkan, jd kan gk punah.
    Btw, diambil bulunya, otomatis harus mati kan? bukan kayak domba gt, dirontokin bulunya aja, tp gk harus dibunuh, ntar bs tumbuh lg.
    Klo iya, kesian jg yah. Bisa dimakan gk seh neh hewan? Kayak kelinci gt? :p

    BalasHapus
  4. @ai
    Iya, harus dibunuh. Satu jaket panjang itu misalnya, konon memerlukan sekitar 150 ekor chinchilla. Makanya populasinya cepat menurun karena banyak diburu

    Soal dimakan apa nggak, kurang tahu. Kayaknya sih nggak, soalnya yg penting dari hewan ini ya bulunya. Kalau soal hewan pengerat bwt dimakan, penduduk setempat di Andes lebih suka masak tikus belanda (guindea pig), sejenis marmut

    BalasHapus
  5. ada breeder d indonesia kah?atau di luar negeri pun tak apa.butuh bbrapa pasang untuk breeding...^^txs b4
    08978885506

    BalasHapus
  6. @jolie
    Sebenarnya saya juga kurang tahu soal penyedia layanan breeding. Tapi soal breeder luar negeri, coba anda mampir ke situs ini

    http://www.chinchillaclub.com/breeder/

    Kalau ga, anda googling aja pake kata kunci "chinchilla breeder". Semoga membantu

    BalasHapus
  7. wah sepertinya ga cocok klo di Indonesia. di kota ane aja klo malem suhunya cuman 26-28 derajat doang.
    padahal pengen bgt meilhara gara2 ngeliat di animal planet

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.