FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Kalajengking Biru Raksasa




(Sumber)

Kalajengking biru raksasa (Heterometrus spinifer) tidak sesuai namanya, tidak berukuran raksasa & tidak benar-benar berwarna biru. Lho? Hehehe, anda tidak salah baca kok. Alasan hewan ini diberi nama "raksasa" adalah karena ukurannya yang mencapai 15 cm, lebih besar dibandingkan dengan kalajengking kebanyakan. Nama "biru" sendiri diberikan padanya karena walaupun tubuhnya berwarna hitam, dalam kondisi pencahayaan tertentu - khususnya pencahayaan matahari - warna tubuhnya berubah menjadi biru legam. Kalajengking ini juga dikenal dengan nama kalajengking hutan Malaysia, kalajengking hutan Thailand, kalajengking hitam Thailand, & kalajengking Asia.

Kalajengking biru raksasa banyak ditemukan di hutan hujan Malaysia, namun mereka juga bisa ditemukan di wilayah lain di Asia. Mereka adalah hewan nokturnal yang hanya berburu keluar di malam hari & pada siang hari, mereka bersembunyi di liang atau di bawah tumpukan material hutan seperti batang pohon atau dedaunan. Seperti kalajengking lainnya, kalajengking biru memiliki penglihatan yang buruk & sebagai gantinya, mereka memiliki rambut-rambut halus di seluruh tubuhnya yang peka terhadap getaran.

Makanan utama kalajengking biru adalah serangga-serangga kecil yang ditangkap dengan pedipalpus(capit)nya, lalu dibunuh dengan sengat di ekornya untuk kemudian dihisap cairan tubuhnya. Racun pada kalajengking biru raksasa sendiri diketahui tidak begitu berbahaya bagi manusia karena sengatannya dianggap hanya sama mematikannya dengan sengatan tawon - walaupun pada orang yang alergi, kasusnya bisa berakibat fatal.

(Sumber)
Berkebalikan dengan penampilannya yang menyeramkan, kalajengking biru raksasa adalah induk yang sangat peduli terhadap anak-anaknya. Usai melakukan ritual perkawinan dengan lawan jenisnya di mana masing-masing kalajengking saling mengaitkan pedipalpus & ekornya, kalajengking betina akan pergi menuju liangnya untuk bertelur. Ketika anak-anaknya sudah menetas, induk kalajengking turut membawa anak-anaknya dengan cara menaruh mereka di punggungnya. Dengan cara ini, induk kalajengking bisa berburu sekaligus menjaga mereka.

Anak kalajengking biru raksasa tumbuh sangat cepat di mana anakan berumur 6 bulan sudah mencapai ukuran 6 cm. Selama bertumbuh, mereka melakukan pergantian kulit beberapa kali. Kadang-kadang saat digendong oleh induknya, ada anakan yang terjatuh dari punggung induknya. Jika itu terjadi, anakan tersebut akan segera mati karena tidak bisa menjaga dirinya sendiri & induknya sendiri tidak akan bersusah-susah mencari anakan yang hilang. Di alam liar, seekor kalajengking biru raksasa bisa hidup hingga usia 7 tahun.

Belakangan ini kalajengking biru raksasa menjadi salah satu hewan peliharaan eksotis. Sebab utama kenapa mereka yang sering dipilih - bukan kalajengking spesies lain - adalah karena mereka tidak begitu beracun bagi manusia, mudah dirawat, & lebih tahan banting dibanding kalajengking jenis lainnya. Walaupun spesies yang baru ditangkap dari alam liar seringkali menunjukkan sifat agresif, setelah dipelihara selama beberapa minggu mereka bisa segera kehilangan sifat agresifnya.

Hal yang perlu diperhatikan saat memelihara kalajengking biru raksasa adalah kondisi sarangnya. Kalajengking biru raksasa hidup lebih nyaman dalam kondisi lembab. Namun kondisi lembab juga membuat jamur & parasit lebih mudah berkembang sehingga sisa-sisa makanan kalajengking yang tidak termakan harus segera dibersihkan supaya kalajengking tetap sehat. Dengan pemeliharaan yang benar, kalajengking biru raksasa bisa berkembang biak secara teratur dalam kandang.  -  © Rep. Eusosialis Tawon


KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Chelicerata
Ordo : Scorpiones
Famili : Scorpionidae
Subfamili : Scorpioninae
Genus : Heterometrus
Spesies : Heterometrus spinifer (Ehrenberg, 1828)



REFERENSI

Animal-World - Malaysian Forest Scorpion
Wikipedia - Heterometrus


        

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

6 komentar:

  1. gede banget 15 cm ukurannya, ngeri klo ada di rumah tu kalajengking
    btw linknya udah saya pasang, thanks uda mau pasang link blog saya

    BalasHapus
  2. @agung
    Untungnya kalajengking ini tidak ada di Indonesia, jadi gak perlu khawatir...

    Sama-sama. Terima kasih juga mau memasang link Republik di tempat anda

    BalasHapus
  3. wah ...seram juga ya gan. ogah bawa makhluk munster kecil itu ke rumah .... walau di katakan sengatannya tidak begitu berbahaya, tetapi makhluk itu tetap aja kalajengking ... dengan tampang menyeramkan ....he..he...

    BalasHapus
  4. Waow, 15 cm, padaha kalajengking yang pernah saya lihat kecil banget, paling gak sampe 5 cm... :(

    BalasHapus
  5. keren kalajengking nya

    BalasHapus
  6. wahhh...aku barusan nemu kalajenfking biru waktu beres baambu lapuk disamping rumah ajaib!!!

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.