FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Kepik Air Raksasa, Kapal Selamnya Dunia Serangga




Seekor kepik air raksasa di atas tangan manusia. (Sumber)

Perairan air tawar menjadi salah satu tempat hidup bagi banyak hewan, tak terkecuali serangga. Ada beberapa serangga yang diketahui hidup di perairan air tawar seperti kolam & sungai. Beberapa di antaranya semisal nyamuk & capung hanya hidup sementara di air sebagai larva. Sebagian lainnya seperti kepik perenang punggung & kumbang selam menghabiskan hampir seluruh hidupnya di perairan tersebut. Dari sekian banyak serangga air tersebut, salah satu yang terbesar & paling menarik adalah kepik air raksasa (giant water bug).

Kepik air raksasa adalah salah satu serangga air terbesar yang diketahui manusia. Ukurannya yang terbesar mencapai 12 cm. Mereka bisa ditemukan di berbagai belahan dunia, namun mayoritasnya banyak terdapat di daerah bersuhu agak dingin seperti Amerika Utara & Asia Timur. Kepik air raksasa juga dikenal dengan nama "kepik cahaya listrik" karena mereka juga diketahui suka terbang di dekat lampu yang menyala pada malam hari, atau "penggigit tumit" (toe biter) karena kemampuan mereka untuk menggigit manusia di kolam & menyebabkan rasa sakit. Di sejumlah daerah seperti Thailand, kepik air raksasa juga dimakan oleh penduduk setempat.


CARA HIDUP SANG "KAPAL SELAM"

Kepik air raksasa yang sedang
memakan ikan. (Sumber)
Kepik air raksasa termasuk dalam ordo kepik sejati (Hemiptera) di mana anggota dari ordo ini mengalami metamorfosis tidak sempurna & bermulut seperti jarum. Ada beberapa spesies yang termasuk kepik air raksasa di mana semuanya termasuk dalam famili Belostomatidae dengan ciri khas berupa tubuh berbentuk pipih oval & kaki depan yang melengkung tajam seperti sabit. Uniknya, walaupun hidup di air, kepik air raksasa tidak bisa bernapas di bawah air layaknya ikan. Untuk mengantisipasinya, ia secara berkala naik ke permukaan untuk menghisap udara dari ujung abdomennya & kemudian menyimpan udaranya di bawah sayap saat menyelam. Mereka juga bisa terbang untuk pindah ke habitat lain.

Di habitat aslinya di perairan air tawar berarus tenang, kepik air raksasa merupakan salah satu predator utama di mana makanannya mencakup serangga, ikan kecil, & bahkan katak. Mereka merupakan pemburu pasif & mengendap-endap di mana saat berburu, mereka biasanya hinggap di ranting atau mengapung tak bergerak di dekat permukaan air sehingga sepintas mereka terlihat seperti daun kering. Ketika mangsanya mendekat, kepik air raksasa segera menangkapnya dengan kaki depannya, kemudian menusukkan mulutnya yang berbentuk jarum & menyuntikkan air liurnya ke tubuh mangsanya. Air liur tersebut membantu memecah jaringan korbannya menjadi cair sehingga kepik air raksasa tinggal menghisapnya.

Walaupun merupakan pemburu yang ganas, bukan berarti kepik air raksasa tidak memiliki musuh. Musuh yang memangsa kepik air raksasa mencakup burung, ikan besar, & predator akuatik lainnya. Taktik pertahanan yang paling umum dipakai adalah melarikan diri & bersembunyi di tempat yang aman. Jika tertangkap, kepik air raksasa juga bisa berpura-pura mati & mengeluarkan cairan amis dari anus. Jika benar-benar terpojok, kepik air raksasa akan menggigit musuhnya. Gigitan kepik air raksasa bagi manusia sangatlah menyakitkan & bisa menyebabkan bagian yang digigit membengkak & mati rasa selama beberapa hari.


PERILAKU REPRODUKSI

Kepir air jantan beserta telur-telurnya. (Sumber)
Ketika masa kawin tiba, pejantan akan menarik perhatian betina dengan cara membuat riak-riak kecil di permukaan. Jika betina tertarik, keduanya kawin & sesudahnya adalah bagian yang paling menarik dari perilaku reproduksi kepik air raksasa. Betina yang sudah kawin akan meletakkan telur-telurnya di punggung pejantan & sesudahnya, pejantan yang bertanggung jawab atas telur-telur tersebut. Dalam beberapa kasus di mana pejantan tidak membawa terlalu banyak telur di punggungnya, pejantan akan menarik betina lain untuk kawin & bertelur di atas punggungnya.

Selama merawat telur, biasanya pejantan akan berenang lambat di permukaan air karena telur-telur tersebut memerlukan oksigen untuk menetas. Jika merasakan ada bahaya, pejantan akan segera menyelam ke dalam air & naik kembali ke permukaan ketika merasa sudah aman. Pejantan juga menjaga agar telur-telur tersebut tidak ditumbuhi jamur. Telur-telur tersebut biasanya akan segera menetas dalam waktu 3 minggu, namun waktunya bisa bertambah jika suhu terlalu tinggi. Anakan yang baru menetas bentuknya mirip kepik dewasa, namun warnanya pucat. Setelah berganti kulit berkali-kali, anakan tersebut akhirnya menjadi kepik dewasa.  -  © Rep. Eusosialis Tawon


KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hemiptera
Infraordo : Nepomorpha
Famili : Belostomatidae (Leach, 1815)



REFERENSI

EduWebs - Giant Water Bug
Wikipedia - Giant water bug
H. Oda, dkk.. 1996. "Seri Misteri Alam 19 : Kepik Air Raksasa". Elex Media Komputindo, Jakarta.


        

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

5 komentar:

  1. keren y sob....

    banyak misteri alam yg belum kita ketahui
    subhanallah....

    BalasHapus
  2. @mascip
    Benar. Makanya saya coba berbagi saja disini supaya lebih banyak yg tahu :D

    BalasHapus
  3. ternyata namanya kepik toh.. pas bersihin sekolah,,nampak binatang aneh ini

    BalasHapus
  4. sering liat kapal selam disawah, ditempatku namanya kewangan.

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.