FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Sejarah Perkembangan Metode Pengalengan Makanan




Contoh produk-produk makanan hasil pengalengan. (Sumber)

Di era modern ini, manusia sudah mengembangkan berbagai macam metode untuk mengawetkan makanan agar tahan lama. Salah satu dari metode tersebut adalah pengalengan. Inti dari pengalengan adalah menyimpan bahan-bahan yang mudah rusak ke dalam kaleng yang tertutup rapat. Pengalengan bisa digunakan untuk berbagai produk konsumsi mudah rusak, termasuk ikan. Malahan ikan merupakan salah satu komoditas yang paling banyak digunakan dalam pengalengan.

Sejarah pengalengan dimulai ketika di abad ke-18, kaisar Perancis saat itu, Napoleon Bonaparte sedang memikirkan cara untuk menyediakan makanan yang bernutrisi cukup bagi pasukannya. Sebabnya adalah medan tempur pasukannya yang luas menyebabkan sejumlah makanan segar menjadi rusak selama dalam perjalanan logistik sehingga banyak dari mereka yang meninggal akibat kelaparan & kekurangan gizi. Napoleon lalu membuat sayembara mengenai metode paling praktis dalam menyediakan makanan yang segar & sehat bagi para personil militer Perancis.

Nicolas Appert. (Sumber)
Sayembara itu dimenangkan oleh Nicolas Appert pada tahun 1810 yang menemukan metode penyimpanan makanan dengan cara memasukkan makanan ke dalam wadah mirip toples yang ditutup dengan gabus atau kawat, lalu merendamnya dalam air panas. Metode tersebut masih efektif untuk beberapa jenis makanan walaupun teorinya tidak sepenuhnya benar. Appert mengira kalau sekedar mengeluarkan udara dari wadah sudah cukup untuk mencegah pembusukan makanan. Belakangan diketahui kalau busuk tidaknya suatu makanan ditentukan oleh keberadaan bakteri-bakteri tertentu dalam kaleng.

Tonggak dari perkembangan metode pengalengan modern adalah pemakaian logam sebagai bahan dari wadah penyimpanan makanan yang diawetkan. Pengalengan pertama memakai logam pertama kali dilakukan pada tahun 1819 oleh Ezra Dagget di New York untuk menyimpan ikan. Tahun berikutnya, pengalengan dilakukan pada produk-produk pertanian seperti buah-buahan. Sejak itu, metode pengalengan dengan wadah logam menjadi salah satu metode pengawetan modern terpopuler yang digunakan oleh manusia.

Metode pengalengan ikan harus melalui tahap-tahap tertentu. Ikan yang sudah ditangkap selanjutnya diseleksi & dibuang bagian-bagian tubuhnya yang tidak diperlukan. Dalam waktu yang bersamaan, kaleng yang akan dipakai diisi dengan garam & bumbu-bumbu tertentu untuk memberi rasa pada ikan. Daging ikan yang sudah diolah tapi masih mentah tersebut lalu dimasukkan ke dalam kaleng.

Kaleng-kaleng yang sudah diisi ikan lalu ditutup dengan tutup logam untuk kemudian dimasukkan ke dalam suatu tungku uap raksasa bertekanan tinggi. Di sini, kaleng-kaleng tersebut dipanaskan hingga suhu & waktu tertentu, bergantung pada ukuran ikannya. Tujuannya adalah untuk membunuh semua bakteri yang ada di dalam kaleng. Kaleng-kaleng yang sudah melalui proses pemanasan tersebut selanjutnya didinginkan, lalu diberi label & dikemas dalam boks-boks yang bisa menyimpan sejumlah kaleng produk.

Contoh pabrik pengalengan modern. (Sumber)
Metode pengalengan memiliki banyak keunggulan & manfaat dibandingkan metode lain. Metode ini dianggap sebagai metode paling aman dalam menyimpan daging ikan tanpa khawatir akan terkontaminasi oleh bakteri karena dalam proses pengalengan, daging ikan dalam kaleng dipanaskan hingga suhu & jangka waktu tertentu sehingga seluruh bakteri di dalamnya bisa dipastikan mati. Bakteri yang ada di udara luar juga tidak bisa menembus masuk lapisan kaleng.

Pemakaian logam membuat wadah kaleng menjadi tahan tidak hanya terhadap kontaminasi udara luar, tapi juga terhadap benturan-benturan yang mungkin merusak wadah penyimpanan dari bahan lain. Selain itu, logam juga melindungi makanan dari perubahan kondisi di sekitarnya sehingga kondisi makanan menjadi sangat sedikit atau bahkan tidak berubah sejak pertama kali dikalengkan. Daging ikan yang disimpan dalam kaleng diketahui bisa tahan hingga beberapa bulan, bahkan beberapa tahun.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI


         

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:

  1. Wow..blog yg sangat bermanfaat..terima kasih sharingnya dan tetap lanjutkan

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.