FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Tawon Ikneumon, Ahlinya "Santet" & "Goyang Ngebor"




Tawon ikneumon betina dari spesies
Megarhyssa macrurus. (Sumber)

Baiklah, para pengunjung. Dalam artikel kali ini, pihak Republik akan membahas soal spesies tawon yang unik & lain daripada yang lain : tawon ikneumon (ichneumon wasp). Tawon yang populer karena kemampuannya untuk melakukan "santet" & "goyang ngebor" kepada serangga-serangga korbannya! Hmmm, penasaran? Kalau begitu, silakan dilanjut bacanya agar kita tahu lebih banyak soal tawon yang satu ini...

Tawon ikneumon (atau sering juga salah disebut sebagai lalat ikneumon) mudah dikenali berkat sengatnya yang sangat panjang. Hanya betina yang punya sengat sepanjang itu & mengenai hal itu akan dibahas di paragraf lain. Ada sekitar 80.000 spesies tawon yang termasuk dimasukkan dalam superfamili Ichneumonidae, payung klasifikasi untuk tawon ikneumon, & mereka tersebar di seluruh dunia. Ukuran mereka sangat bervariasi, mulai dari yang hanya 3 mm hingga yang terbesar bisa mencapai 13 cm (spesies Megarhyssa macrurus).

Tawon ikneumon jantan. (Sumber)
Tawon ikneumon termasuk sebagai tawon soliter (hidup menyendiri) yang hidup sebagai parasit dari hewan lain. Selain tawon ikneumon, ada ribuan jenis tawon lain yang digolongkan sebagai tawon parasit. Apa yang membuat tawon bisa disebut sebagai tawon parasit adalah mereka tidak pernah membuat sarang & mereka menaruh telur-telurnya dalam sarang atau tubuh makhluk lain. Larva dari tawon itu lalu akan menetas & memakan tubuh dari hewan tuan rumah atau inangnya. Inang dari tawon parasit bermacam-macam, mulai dari ulat, kutu, laba-laba, hingga tawon jenis lain yang membuat sarang.

Kebanyakan tawon parasit hanya bertelur di tubuh hewan lain yang berada di tempat terbuka alias yang tidak membuat sarang pelindung. Sebagian lainnya bertelur dalam sarang tawon lain yang penuh dengan makanan untuk anak dari empunya sarang. Namun mereka hanya bisa melakukan itu ketika sarang yang dibuat tawon inangnya belum selesai. Dengan kata lain, ketika sarang tawon inangnya sudah selesai & kemudian disumbat memakai lumpur, mereka tidak bisa lagi menyusupkan telur-telurnya. Sama halnya jika hewan inang mereka tinggal jauh di dalam batang pohon. Tapi bagi tawon ikneumon, tidak ada penghalang untuk menyusupkan telur-telurnya!



"TUKANG NGEBOR" YANG DIBUTUHKAN LINGKUNGAN

Ketika tawon ikneumon betina sudah tiba di batang kayu tempat tinggal korbannya, tawon ikneumon akan diam sebentar untuk merasakan getaran yang timbul dari pergerakan korbannya. Ketika dia sudah menemukan posisi korbannya di dalam, inilah saat bagi sengat panjangnya untuk beraksi. Sengat panjang itu sebenarnya adalah ovipositor, saluran untuk mengeluarkan telur & ukurannya biasanya sama panjang dengan tubuhnya. Walaupun kelihatan berbahaya, sengatan dari ikneumon betina sendiri tidak lebih kuat dibanding sengatan tawon lain.

Tawon ikneumon betina yang
sedang mengebor kayu &
menyuntik korbannya. (Sumber)
Tawon ikneumon yang sudah menemukan posisi korbannya selanjutnya akan memakai ovipositornya untuk menaruh telurnya. Ovipositor itu lentur sehingga bisa dibengkokkan, tapi juga kuat karena bisa menembus batang kayu. Dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya, tawon ikneumon terus-menerus mengebor kayu dengan ovipositornya. Proses "goyang ngebor" tersebut bisa memakan waktu antara 20-40 menit, tergantung dari spesiesnya. Ketika ujung ovipositornya sudah menyentuh tubuh korbannya, tawon ikneumon akan menyalurkan telurnya.

Telur yang berada di dalam tubuh korbannya setelah beberapa lama akan menetas menjadi larva. Larva tersebut lalu akan memakan tubuh korbannya dari dalam (pernah membayangkan tubuh anda digerogoti dari dalam hidup-hidup???) Menariknya, sejumlah spesies tawon ikneumon menghasilkan polydnavirus, suatu zat yang bisa menekan sistem kekebalan tubuh sehingga larva itu bisa hidup dalam tubuh korbannya. Larva yang sudah mencapai ukuran tertentu lalu akan berubah menjadi pupa, menetas menjadi tawon dewasa, & bangkit ke dunia luar dengan keluar dari batang kayu lewat saluran yang dibuat korbannya. Bangkit untuk "menyantet" korban-korban lainnya.

Tawon ikneumon yang sedang
bertengger pada bunga. (Sumber)
Cara hidup tawon ikneumon kelihatan kejam, ya? Begitu kejamnya sehingga Charles Darwin pun sempat menulis surat yang berisi soal pendapatnya mengenai cara hidup makhluk itu. Dalam suratnya kepada seorang botanis asal AS Asa Gray, ia tidak habis pikir kenapa Tuhan bisa menciptakan hewan dengan cara hidup seperti itu.

Walaupun punya cara hidup yang kejam, tawon ikneumon sangat bermanfaat bagi lingkungan setempat karena ia biasa bertelur pada tubuh hewan-hewan pemakan daun atau kayu sehingga membantu mengontrol populasi hama. Dampaknya, beberapa spesies tawon ikneumon dipakai oleh manusia untuk membasmi hama serangga tertentu (biasa disebut bioinsektisida, pembasmi serangga ramah lingkungan). Selain membantu membasmi hama, tawon ikneumon dewasa juga membantu penyerbukan bunga saat memakan nektar bunga.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Subordo : Apocrita
Superfamili : Ichneumonoidea (Latreille, 1802)



REFERENSI 

BBC - Giant ichneumon fly/wasp, sabre wasp
Entomology at Texas A&M University - Ichneumon Wasp
North American Insects and Spiders - Giant Ichneumon Wasp Megarhyssa greenei
Wikipedia - Ichneumonoidea


Video tawon ikneumon yang sedang mengebor kayu untuk menyuntikkan telur.


          

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

3 komentar:

  1. link dah dipasang, mohon link balik, thanks

    BalasHapus
  2. mr.tawon..saya masih belum jelas,,inang yg ditempati tawon ikneumon ini digerogoti sampai mati tidak? tidak ditulis eksplisit di artikel ini

    lalu jika di habitat sekitar hewan yg biasa jd inang sulit didapat bagaimana cara dia melanjutkan reproduksi nya?

    BalasHapus
  3. @guilea
    Lho, belum ditulis ya? Oke deh, biar dijelasin lagi...

    Inang yang ditempati larva tawon pasti akhirnya akan mati karena organ-organ tubuhnya yang vital akan habis digerogoti oleh larva. Makanya dikatakan bahwa tawon ini membantu mengontrol populasi serangga hama

    Soal bila nggak ada inang di sekitarnya, harusnya sih selalu tersedia karena larva serangga herbivora itu sangat bervariasi, entah itu larva kupu-kupu, tawon, atau kumbang kayu. Plus, tawon kan bisa terbang, jadi daya jelajahnya sangat tinggi

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.