FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Ulster Defence Association (UDA), Kelompok Ekstrimis Anti-IRA Terbesar di Inggris




Mural dari kelompok Ulster Defence Association (UDA). (Sumber)

Antara tahun 1969 hingga menjelang tahun 2000, Irlandia Utara diguncang oleh konflik sektarian (dikenal sebagai "The Troubles") antara komunitas loyalis keturunan imigran Inggris (mayoritasnya Protestan) melawan kelompok nasionalis Irlandia (mayoritasnya Katolik). Selama periode konflik berdarah tersebut, muncul sejumlah kelompok bersenjata dari masing-masing kubu.

Selama ini kita umumnya hanya mengenal IRA (atau lebih tepatnya PIRA) sebagai kelompok bersenjata dari Irlandia Utara karena begitu besarnya porsi mereka dalam pemberitaan media-media dunia. Namun tidak banyak yang tahu bahwa selain PIRA, ada kelompok bersenjata lain yang walaupun tidak sebesar & berhaluan berseberangan dengan PIRA, tapi tetap berpengaruh besar dalam perkembangan konflik, yaitu UDA (Ulster Defence Association). Nah, artikel ini bertujuan untuk memberi informasi mengenai apa itu UDA & sepak terjangnya...



LATAR BELAKANG

Konflik sektarian "The Troubles" di Irlandia Utara dianggap bermula pada akhir dekade 1960-an. Akar dari masalah itu sangatlah kompleks, namun pada intinya konflik terjadi akibat rasa tidak puas warga Katolik setempat yang merasa kerap diperlakukan sebagai warga kelas dua. Kerusuhan itu pada awalnya hanya sebatas kerusuhan antara polisi dengan warga Katolik, namun pada perkembangannya menjadi semakin runyam setelah warga Protestan ikut-ikutan menyerang komunitas Katolik tanpa bisa dicegah polisi.

Tentara Inggris di tengah kerusuhan
yang terjadi di Belfast tahun 1970.
Akhir tahun 1969 yang juga merupakan tahun permulaan The Troubles, terjadi perpecahan dalam tubuh kelompok bersenjata IRA yang berbasis Katolik & terdiri dari sisa-sisa dari pejuang kemerdekaan Irlandia. Salah satu pecahannya yang bernama Provisional IRA (PIRA) menyatakan untuk mengangkat senjata terhadap pihak-pihak yang tidak sejalan dengan komunitas Katolik & nasionalis Irlandia, tak terkecuali komunitas Protestan setempat yang mayoritasnya memang pro-Inggris.

Kabar bahwa IRA kembali mengangkat senjata membawa kekhawatiran bagi komunitas loyalis yang mayoritasnya Protestan. Salah satunya adalah karena PIRA merupakan kelompok pro-Katolik. Sebab lainnya adalah PIRA juga memiliki agenda menyatukan Irlandia Utara dengan Irlandia. Jika agenda itu kesampaian, kaum loyalis Protestan bakal kehilangan hak-hak istimewa yang selama ini mereka miliki dalam pemerintahan Irlandia Utara. Mereka juga khawatir bakal ganti diperlakukan sebagai warga kelas dua begitu penyatuan Irlandia terwujud.



TERBENTUKNYA UDA & PERKEMBANGANNYA

Tahun 1971, sejumlah kelompok kecil bersenjata dari kaum Protestan menggabungkan diri membentuk kelompok baru yang bernama Ulster Defence Association (UDA) dengan pemimpin Charles Smith. Semboyan dari UDA - sesuai dari yang tertera di lambangnya - adalah "quis separabit" (siapa yang akan memisahkan kita). Dalam pendiriannya, UDA menyebut bahwa tujuan mereka berdiri adalah untuk melindungi komunitas Protestan di Irlandia Utara dari serangan-serangan IRA. Meskipun begitu, faktanya hingga tahun 2001, mayoritas dari korban mereka adalah warga sipil Katolik.

Selain UDA, sebenarnya ada kelompok bersenjata pro-loyalis & Protestan lain yang terbentuk lebih dulu, yaitu Ulster Volunteer Force (UVF). Namun hanya beberapa tahun pasca berdirinya, UVF langsung dicap sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah Irlandia Utara karena aksi-aksi vandalisme yang dilakukannya. Selain itu, UVF menyebut tujuan berdiri mereka adalah untuk membasmi IRA, tapi tidak secara spesifik menyebut tujuan lain seperti melindungi warga loyalis & Protestan dari serangan balik IRA.

Logo dari UDA. (Sumber)
Dalam waktu relatif singkat sejak berdirinya, UDA berhasil menarik simpati banyak orang di mana pada puncaknya, anggota UDA mencapai 50.000 orang & segera menjadi kelompok bersenjata pro-loyalis Protestan terbesar di Irlandia Utara. Salah satu sebabnya mungkin karena kebijakan UDA untuk fokus merekrut anggota dari kelas pekerja serta melarang bergabungnya anggota parlemen & pemuka agama.

Tidak seperti UVF yang banyak melakukan aksi pengeboman, aksi-aksi bersenjata UDA lebih terfokus pada operasi penyusupan & pembunuhan memakai senjata api. Dalam aksi-aksi bersenjatanya, UDA kerap memakai nama lain Ulster Freedom Fighter (UFF). Argumen lain menyebut bahwa UFF sebenarnya adalah sayap militer dari UDA. Salah satu aksi bersenjata dari UFF yang paling menarik perhatian di awal-awal aktivitasnya adalah pembunuhan terhadap anggota partai nasionalis Irlandia SDLP, Paddy Wilson, pada tahun 1973. UFF juga dianggap bertanggung jawab dalam percobaan pembunuhan terhadap Gerry Adams, seorang tokoh populer dari kubu nasionalis pro-Irlandia pada tahun 1984.



DEKADE 1970 : AKSI MOGOK MASSAL DI ULSTER

Salah satu aksi UDA yang paling berpengaruh dalam The Troubles adalah ketika mereka - bersama UVF - mengkoordinasikan suatu aksi pemogokan pekerja secara massal di Irlandia Utara. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan mereka terhadap Perjanjian Sunningdale tahun 1974 di mana dalam perjanjian itu, kaum loyalis dalam parlemen diwajibkan berbagai kekuasaan dengan kaum nasionalis republik pro-Irlandia. Dalam aksi mogok massal tersebut, UDA membentuk kelompok bernama Ulster Workers' Council (UWC) yang terdiri dari kaum pekerja simpatisan loyalis.

Aksi pemogokan UWC dimulai pada tanggal 14 Mei 1974 & berlangsung selama 2 minggu. Bagai api yang menjalari sekam, sejak pertama kali dikumandangkan, para pekerja dari berbagai bidang profesi di Irlandia Utara mengikuti perintah untuk berhenti bekerja. Sebagai akibatnya, selama aksi pemogokan berlangsung, aktivitas harian & pelayanan publik di Irlandia Utara lumpuh total karena terputusnya jaringan listrik, telepon, & bahan-bahan pokok. Sektor pertanian juga ikut terpengaruh karena komoditas pertanian mereka membusuk akibat tidak bisa diproses atau dijual di pertokoan.

Mural dari kelompok loyalis Ulster yang
menginginkan supaya Irlandia Utara tetap
menjadi bagian dari Inggris. (Sumber)
Pemerintah Irlandia Utara yang melihat bahwa aksi mogok massal pekerja bisa berdampak serius melakukan berbagai upaya untuk menghentikan aksi tersebut. Demonstrasi tandingan untuk membujuk para pekerja menghentikan aksi mogoknya dilakukan, namun hanya berhasil menarik 200 orang. Ratusan tentara tambahan sempat dikirim ke Irlandia Utara untuk menjalankan aktivitas distribusi BBM. Namun karena keterbatasan personel, tentara Inggris tetap tidak bisa menguasai sektor-sektor layanan publik vital lainnya.

Aksi mogok massal tersebut akhirnya berakhir setelah Brian Faulkner, ketua dari badan eksekutif yang terbentuk pasca Perjanjian Sunningdale, mengundurkan diri setelah partainya & koalisi partai loyalis-unionis lain menolak meneruskan Perjanjian Sunningdale. Begitu kabar tersebut tersiar, wilayah-wilayah kaum loyalis langsung dipenuhi perayaan & pesta pora. Sekretaris Negara Irlandia Utara, Merlyn Ress, menyebut aksi mogok massal tersebut sebagai aksi pecahnya "nasionalisme Ulster".

Di lain pihak, salah seorang anggota partai SDLP yang berhaluan nasionalis Irlandia menyebut aksi mogok massal tersebut timbul karena rakyat Irlandia Utara terlalu lambat dalam memahami isi Perjanjian Sunningdale. Menurutnya, Perjanjian Belfast yang kelak disahkan tahun 1998 & menjadi akhir dari konflik The Troubles isinya tidak berbeda jauh dengan Perjanjian Sunningdale. Selain itu pasca berakhirnya Perjanjian Sunningdale, konflik sektarian antar kelompok paramiliter kembali terjadi setelah sebagian dari mereka sempat melakukan gencatan senjata.



DEKADE 1980 - 90 : KONSPIRASI DENGAN INTELIJEN INGGRIS

Bar Rising Sun, lokasi terjadinya
pembantaian Greysteel. (Sumber)
Selama The Troubles berlangsung, PIRA begitu dominan karena didukung oleh jumlah massa yang besar beserta persenjataan yang canggih. Namun sejak pertengahan dekade 1980-an, kondisinya berbalik. Jika selama ini PIRA yang membuat korban lebih banyak, pada periode itu untuk pertama kalinya kelompok bersenjata loyalis berhasil membuat korban lebih banyak. Korban yang timbul dari pihak loyalis pada masa itu kebanyakan adalah warga sipil Katolik & anggota simpatisan PIRA serta partai Sinn Fein.

Salah satu aksi bersenjata UDA (atau UFF) yang paling diingat pada periode itu adalah pembantaian Greysteel pada tanggal 30 Oktober 1993. Dalam peristiwa itu, 3 anggota UFF menyusup ke dalam bar Rising Sun di Greysteel yang sedang merayakan pesta Halloween & kemudian menembaki seisi bar dengan senapan serbu & pistol. Bar tersebut menjadi target karena berada di kawasan kaum Katolik & nasionalis Irlandia. Tercatat 8 orang meninggal & belasan lainnya luka-luka akibat serangan UFF tersebut.

Keberhasilan UDA beserta kelompok loyalis di masa tersebut berbalik menjadi pihak yang dominan tidak lepas dari dukungan persenjataan baru mereka yang terdiri dari 200 senapan serbu buatan Ceko, 500 buah granat, 30.000 butir amunisi, & 12 peluncur roket. Persenjataan baru tersebut didapat para simpatisan loyalis dengan cara menyelundupkannya dari Afrika Selatan yang kemudian dibagi rata antara UDA, UVF, & Ulster Resistance. Ketiga kelompok tersebut lalu saling bekerja sama untuk membunuhi target utama mereka : para anggota PIRA & Sinn Fein berikut anggota keluarganya.

Para personil UFF / UDA yang sedang
mengacungkan senjata. (Sumber)
Selain dukungan persenjataan baru, kelompok-kelompok loyalis ternyata juga mendapat bantuan informasi dari intelijen Inggris. Tahun 1992, Brian Nelson, salah satu anggota UDA yang terlibat dalam sejumlah pembunuhan sektarian, mengaku bahwa ia aslinya merupakan agen Inggris. Sejumlah anggota UDA yang lain juga mengaku bahwa mereka beberapa kali menerima bocoran informasi dari sejumlah anggota intelijen Inggris & polisi RUC. Ada indikasi bahwa konspirasi tersebut dilakukan agar aparat keamanan Inggris bisa membunuhi para tokoh penting nasionalis Irlandia tanpa membahayakan reputasinya institusinya sendiri.



GENCATAN SENJATA & SESUDAHNYA

Tahun 1994, UDA beserta kelompok paramiliter loyalis lainnya melakukan gencatan senjata menyusul gencatan senjata yang dilakukan PIRA lebih dulu. Gencatan senjata tersebut dilakukan menyusul akan dilakukannya perundingan damai antara pemerintah Inggris & Irlandia dengan perwakilan kelompok loyalis & nasionalis. Kesepakatan damai akhirnya dicapai pada tahun 1998 melalui apa yang dikenal sebagai "Perjanjian Belfast". Pasca perundingan, UDA menyatakan dukungan mereka pada perjanjian itu.

Walaupun sudah memasuki periode gencatan senjata, UDA menolak untuk menghancurkan persenjataannya dengan alasan PIRA belum menghancurkan stok persenjataannya. PIRA sendiri baru dipastikan sudah menghancurkan semua stok persenjataannya pada tahun 2005. Tahun 2010, UDA akhirnya dipastikan sudah menyerahkan semua stok persenjataan mereka kepada tim independen pengawas perdamaian Irlandia Utara.

Beberapa senjata milik UDA. (Sumber)
Sejak mereka melakukan gencatan senjata, UDA menyatakan bahwa mereka sudah mengakhiri semua aktivitas kekerasaannya & berjanji akan memperjuangkan tujuan mereka melalui jalan damai melalui partai politiknya, Ulster Political Research Group (UPRG). UDA sebenarnya sudah memiliki partai politik sendiri sejak tahun 1983 yang bernama Ulster Democratic Party (UDP), namun partai tersebut akhirnya bubar pada tahun 2001 akibat perolehan suara dalam pemilu yang terlalu minim. Peran UDP lalu diteruskan oleh UPRG yang didirikan setahun sesudah bubarnya UDP.

Masalah terbesar bagi UDA dengan kebijakan barunya adalah karena struktur organisasi UDA yang begitu besar, banyak dari anggota UDA yang masih terlibat kasus kriminal seperti perdagangan narkoba, perampokan, & teror kepada komunitas Katolik. Masalah lainnya adalah seringnya terjadi konflik perseorangan, baik antara sesama anggota UDA maupun dengan kelompok loyalis lainnya. Berharap saja agar hal-hal tersebut tidak sampai membesar hingga akhirnya mengganggu periode damai di Irlandia Utara.   -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama resmi : Ulster Defence Association; Ulster Freedom Fighters
Tahun aktif : 1971 - sekarang (berhenti mengangkat senjata sejak 2007)
Area operasi : Irlandia Utara
Ideologi : loyalisme Ulster



REFERENSI

BBC News - A history of the UDA
BBC On This Day - 1984 : Sinn Fein Leader Shot in Street Attack
Scottish Loyalist - UDA
Wikipedia - Ulster Defence Association
Wikipedia - New Ulster Political Research Group
Wikipedia - Ulster Volunteer Force


           

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. Ternyata konflik di Irlandia utara begitu komplex dan rumit ya permasalahannya. Pantas saja gak pernah ketemu jalan keluarnya. Bisa jadi John Lennon menciptakan lagu Imagine karena mendapat insprasi dari kemelut politik bernuansa agama di Irlandia.

    BalasHapus
  2. sejak abad prtngahan irish slalu bnci england.

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.