FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Laba-Laba Bel Penyelam, Laba-Laba yang Hidup di Bawah Air




(Sumber)

Coba sebutkan di mana saja kita bisa menemukan laba-laba. Di hutan, di gurun pasir, atau di rumah-rumah? Semuanya benar karena laba-laba bisa hidup di tempat manapun selama tempat tersebut memiliki iklim yang tidak terlalu ekstrim & dihuni oleh mangsa-mangsanya. Tapi kalau laba-laba yang hidup di dalam air, ada yang pernah dengar? Belum ada? Kalau belum, silakan lanjutkan bacanya biar tidak penasaran lagi.

Meskipun ada beberapa spesies laba-laba yang memang diketahui hidup di sekitar kolam atau perairan lain, hanya satu spesies laba-laba yang diketahui benar-benar hidup di dalam air seumur hidupnya. Spesies laba-laba tersebut adalah Argyroneta aquatica atau yang biasa dikenal dengan nama umum "laba-laba air" (water spider) atau "laba-laba bel penyelam" (diving bell spider). Mereka biasa menghuni perairan berarus tenang & banyak mengandung tanaman air di wilayah belahan bumi utara yang suhunya relatif sejuk seperti wilayah Eropa & Asia Utara. Laba-laba air merupakan 1 dari sedikit spesies laba-laba di mana pejantannya lebih besar daripada betina.



HIDUP SEBAGAI PENYELAM ABADI

Hal yang menarik mengenai laba-laba air adalah meskipun mereka hidup di bawah air, mereka tidak bisa bernapas di air layaknya ikan karena mereka tidak memiliki insang atau alat pernapasan bawah air yang serupa. Lalu, bagaimana cara laba-laba ini hidup? Jawabannya adalah laba-laba ini bisa membuat tabung oksigennya sendiri. Mereka memiliki abdomen (perut) dengan bulu-bulu halus yang bisa menjebak udara di permukaan air. Udara yang melekat di abdomennya lalu membentuk semacam gelembung yang bisa ia gunakan untuk bernapas sambil menyelam di bawah air. Laba-laba air hanya bisa hidup di bawah air selama gelembungnya masih ada. Jika gelembung udara pada abdomennya pecah, maka ia akan mati tenggelam.

Laba-laba & sarang gelembungnya.
Sebagai hewan yang menghabiskan seluruh hidupnya di dalam air, laba-laba air juga membuat sarang di bawah air. Sarang laba-laba air dibuat dengan cara mengumpulkan gelembung udara & menaruhnya di abdomennya, lalu melekatkannya ke semacam kantong jaring (kokon) tanaman air. Laba-laba tersebut melakukan proses tersebut berulang-ulang hingga gelembung udara yang melekat pada kokon sudah cukup besar untuk ia gunakan sebagai sarang. Hal yang menarik adalah sekali sarang terbentuk, laba-laba tidak perlu sering-sering mengganti udara di dalamnya karena suplai oksigen di dalam sarang akan selalu bertambah melalui proses pertukaran udara (difusi) di dalam air.



SANG PEMBURU BAWAH AIR

Laba-laba air memakai sarangnya untuk tempat beristirahat, melarikan diri dari musuh, & mengisi ulang persediaan oksigennya saat akan menyelam. Makanan dari laba-laba air adalah hewan-hewan air berukuran kecil seperti berudu & serangga air. Pejantan cenderung lebih aktif daripada betina di mana bila betina lebih banyak diam di sarang & menyergap mangsa yang lewat, pejantan secara aktif berenang & mengejar mangsa-mangsanya. Mangsa yang berhasil ditangkap kemudian akan dibawa ke sarang & laba-laba bisa menyantapnya dengan aman di sana.

Seperti laba-laba lain, laba-laba air memakai racunnya untuk melumpuhkan & memecah jaringan tubuh mangsanya sehingga jaringan tubuh mangsanya berubah menjadi cair & bisa dihisap oleh laba-laba. Selain untuk melumpuhkan mangsa, laba-laba air juga memakai racunnya untuk mempertahankan diri dari hewan-hewan pemangsanya seperti ikan besar & kodok. Gigitan dari laba-laba air cukup menyakitkan bagi manusia di mana manusia yang tergigit akan merasakan rasa perih di sekitar area gigitan.



PERILAKU REPRODUKSI SANG PENYELAM

Laba-laba air betina (kiri)
& jantan. (Sumber)
Ketika masa kawin tiba, laba-laba air jantan akan membuat semacam sarang gelembung di dekat sarang gelembung betina. Laba-laba air jantan juga membuat semacam terowongan dari gelembung yang menghubungkan kedua sarang gelembung untuk dipakai laba-laba jantan memasuki sarang gelembung laba-laba betina. Perkawinan terjadi di dalam sarang gelembung betina & sesudahnya, laba-laba betina akan menghasilkan 30 - 70 butir telur. Telur-telur tersebut biasanya ditempatkan di sebuah bilik khusus dalam sarangnya yang juga dibuat dari gelembung & akan menetas beberapa hari kemudian.

Laba-laba air yang baru menetas akan segera mencari makan sendiri, namun saat itu mereka belum bisa membuat sarang sendiri di tanaman air. Karena itulah di masa-masa awal hidupnya, anak laba-laba akan memakai lubang-lubang di bawah air semisal cangkang siput air yang diisi udara untuk sarang sementara. Selama bertumbuh, laba-laba air melakukan pergantian kulit beberapa kali di mana mereka biasanya melakukan pergiantian kulit di bagian tanaman air yang tidak terendam. Seekor laba-laba air bisa tumbuh hingga ukuran 1,5 cm & hidup hingga usia 2 tahun.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Arachnida
Ordo : Araneae
Famili : Cybaeidae
Genus : Argyroneta
Spesies : Argyroneta aquatica (Clerck, 1758)



REFERENSI

ARkive - Water spider videos, photos, and facts
Buzzle - Water Spider
Environmental Graffiti - The Incredible Aqualung of the Diving Bell Spider
Wikipedia - Diving bell spider


        

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. Kuasa Tuhan yang menciptakan makhluk unik begini. :D

    BalasHapus
  2. Ada yang jual gak ya..bagus nih buat hewan piaraan

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.