FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Empire of the Rising Sun, Ketika Samurai & Mecha Terlibat dalam Perang Dunia




Pasukan laut Empire of the Rising Sun.

Pernah dengan game Red Alert (RA)? Game tersebut merupakan salah game "sempalan" Command & Conquer (C&C) yang poros temanya seputar perang antara kubu Allies (persekutuan negara-negara liberalis) dengan Soviet (blok negara-negara komunis). Dengan metode permainannya yang menarik & konsepnya yang unik, game tersebut berhasil memikat para penggemar game-game strategi (RTS). Belakangan, muncul lagi satu pihak baru dalam peperangan Red Alert : Empire of the Rising Sun. Nah, pihak Empire inilah yang akan dikupas dalam artikel kali ini.



SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)

Tahun 2003, pihak Westwood Studio yang selama ini mengembangkan game strategi C&C (termasuk Red Alert) dibubarkan oleh Electronic Arts (EA) & pengembangan semua produk C&C selanjutnya menjadi hak penuh dari cabang studio EA, EA Los Angeles (EA LA). EA selanjutnya menetapkan bahwa game C&C akan muncul dalam 3 versi yang berbeda & tidak berkaitan satu sama lain : versi Tiberian seputar perang atas mineral fiktif Tiberium, versi Red Alert, & versi Generals yang bercerita seputar perang melawan terorisme (War on Terror). Keputusan EA tersebut dengan kata lain mengubah konsep cerita awal yang didirikan oleh Westwood di mana menurut salah satu mantan staf Westwood Studio, game C&C versi Tiberian sebenarnya sejak awal memiliki kaitan cerita dengan Red Alert.

Bendera militer Jepang di era Perang Dunia II,
sumber inspirasi motif bendera Empire. (Sumber)
Sebagai pengembang baru seri Red Alert (RA) yang sudah memiliki fansnya sendiri sejak lama, EA berusaha mempertahankan kualitas RA sambil menanamkan aneka konsep baru dalam game RA terbaru yang mereka kembangkan. Salah satu konsep baru tersebut adalah adanya pihak / faksi baru yang bisa dimainkan selain Allies & Soviet. EA akhirnya memutuskan untuk memakai Jepang sebagai faksi baru dalam wujud Kerajaan Matahari Terbit alias Empire of The Rising Sun (biasa disingkat Empire). Alasan mengapa Jepang yang dipilih adalah Jepang merupakan salah satu pihak yang terlibat dalam sejarah Perang Dunia II, namun belum pernah ditampilkan di game-game RA yang terdahulu.

Unit-unit tempur Empire di dalam game terbilang unik karena selain menampilkan unit-unit tempur konvensional macam tank atau helikopter, Empire juga memiliki unit-unit yang tidak pernah ada di dunia nyata semisal robot-robot humanoid (atau dalam istilah populernya, mecha) & kendaraan yang bisa berubah bentuk seperti dalam cerita Transformers. Menurut Amer Ajami selaku produser senior dari game RA 3, ide menambahkan unit-unit tersebut muncul karena para staf EA suka mengkonsumsi karya-karya hiburan modern Jepang seperti manga, anime, & game sehingga mereka pun memakai unsur-unsur dari aneka karya hiburan tersebut sebagai sumber inspirasi saat mengembangkan game RA 3.

Gambar konsep dari Jet Tengu (atas)
& Mecha Tengu (bawah). (Sumber)
Beberapa contoh dari unit-unit tempur Empire yang terinspirasi dari karya fiksi modern Jepang antara lain Mecha Tengu, VX Chopper (Macross), King Oni (anime & manga lain seputar mecha / robot), & Yuriko Omega (Akira). Selain dari karya fiksi modern, unit-unit Empire yang lain juga terinspirasi dari sejarah asli Jepang di era feudal & Perang Dunia II seperti Imperial Warrior (samurai), Shinobi (ninja), Shogun Battleship (kapal perang Yamato di era PD II), & Yari Minisub (kaiten, semacam kapal selam mini kamikaze Jepang di era PD II).

Ada satu hal lain yang menarik & masih sedikit menyinggung Empire. Di game-game Red Alert terdahulu, Soviet selalu memakai roket nuklir raksasa sebagai senjata pemusnah masalnya (di dalam game, senjata macam itu dinamai "superweapon"). Namun di game RA 3, Soviet tidak lagi memiliki senjata tersebut karena menurut cerita dalam game, Soviet pergi ke masa lalu dengan mesin waktu & membunuh Albert Einstein, perumus konsep senjata nuklir. Menurut desainer RA 3 sendiri, senjata nuklir dihilangkan dari game RA 3 karena menurut mereka akan tidak etis jika ada senjata nuklir yang digunakan terhadap Empire (Jepang), satu-satunya negara yang pernah diluluh lantakkan oleh serangan nuklir dalam sejarah dunia nyata.



SEJARAH (VERSI FIKSI / GAME)

Kisah dari game RA 3 merupakan sambungan dari game RA 2 versi Allies (ada 2 kisah dengan akhir cerita / ending berbeda dalam game RA 2; satu dari sisi Allies & satunya lagi dari sisi Soviet). Di dalam kisah RA 2, diceritakan bahwa Soviet melakukan serangan militer besar-besaran ke wilayah Allies, namun serangan tersebut berhasil dipatahkan yang kemudian berbuntut pada krisis parah & aksi demonstasi besar-besaran di sejumlah wilayah Soviet.

Seperti halnya dalam game RA 2, kisah dalam game RA 3 juga memiliki jalan cerita & ending yang berbeda-beda, tergantung kisah milik faksi mana yang dimainkan dalam mode campaign (mode dalam game yang memiliki jalan cerita). Ada 3 kisah dengan ending berbeda dalam RA 3 (Allies, Soviet, Empire), namun saya akan mengangkat yang versi Allies saja karena kisah versi merekalah yang kemudian menjadi dasar kisah dalam game lanjutan RA 3, Uprising (selain itu juga biar tidak kelewat panjang).


- Red Alert 3

Usai kekalahan dalam perang melawan
Allies, Soviet dilanda krisis internal &
aksi protes besar-besaran
Di tepi jurang kehancuran negaranya usai kekalahan perang melawan Allies & krisis internal, para pemimpin Soviet mengerahkan ilmuwan-ilmuwan terbaiknya untuk membangun mesin waktu. Tujuannya adalah untuk pergi ke masa lalu & melenyapkan orang yang paling berjasa dalam pengembangkan teknologi-teknologi militer canggih milik Allies : Albert Einstein. Rencana itu berhasil & ketika para pemimpin Soviet kembali ke masa depan, Allies kehilangan sejumlah keunggulan militernya & berbalik menjadi pihak yang nyaris dikuasai oleh Soviet.

Tanpa disadari para pemimpin Soviet, Empire yang berkedudukan di Jepang & sejumlah wilayah jajahannya di Asia Pasifik ternyata sedang membangun angkatan militernya secara besar-besaran. Hal tersebut bisa terjadi karena lenyapnya Einstein juga berarti lenyapnya teknologi nuklir sehingga bom atom tidak pernah dijatuhkan di atas Jepang & pihak Empire pun bisa tumbuh tanpa gangguan. Empire lantas secara mendadak menginvasi wilayah Soviet yang mereka anggap sebagai bangsa barbar sambil menyatakan bahwa hanya pihak Empire yang ditakdirkan untuk menguasai dunia.

Pihak Soviet yang mendapat serangan mendadak dari Empire sudah tentu sangat terkejut, sementara dalam perang melawan Allies sendiri pasukan mereka di front Eropa Barat gagal melaju lebih jauh. Pemimpin Soviet akhirnya memutuskan untuk melakukan gencatan senjata dengan pihak Allies & membentuk semacam aliansi bersama untuk menahan laju pasukan Empire. Aliansi tersebut berbuah manis bagi mereka karena usai dibentuknya aliansi tersebut, pasukan Empire yang dikirim untuk menguasai Eropa berhasil dipukul mundur. Seiring berjalannya perang, pasukan Empire semakin terdesak oleh aksi-aksi pasukan gabungan Allies-Soviet sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke tanah air mereka : Jepang.

Pasukan Empire dalam pertempuran di laut. (Sumber)
Pemimpin tertinggi Empire menginstruksikan segera digelarnya pertemuan rahasia di Tokyo untuk membahas masalah perang yang semakin berlarut-larut. Tanpa mereka ketahui, rencana pertemuan tersebut berhasil disadap oleh mata-mata Allies. Pasukan gabungan Allies & Soviet lantas mempersiapkan diri untuk melakukan serangan besar-besaran ke tanah Jepang. Namun menjelang penyerbuan ke Jepang, Soviet mengundurkan diri dengan alasan "masalah pribadi" sehingga perang di tanah Jepang pun tinggal menjadi "duel" antara pasukan Allies dengan Empire.

Pertempuran di tanah Jepang berlangsung sengit. Pasukan Empire mengerahkan semua yang mereka punya untuk mempertahankan tanah air mereka, namun mereka gagal & Allies pun selanjutnya menguasai wilayah Jepang. Putra mahkota kaisar Empire, Pangeran Tatsu, lalu diangkat sebagai pemimpin boneka dari Empire untuk patuh pada Allies. Di lain pihak, pasukan Allies belakangan menyadari bahwa ternyata Soviet diam-diam mengkhianati Allies & berencana menyerang wilayah Allies dari Kuba. Serangan tersebut berhasil dipatahkan & pemimpin dari Uni Soviet selanjutnya berhasil ditangkap oleh pasukan Allies untuk kemudian dipenjara. Dunia selanjutnya berada di bawah kendali pihak Allies & ambisi Empire untuk menguasai dunia pun pupus - untuk saat itu.


- Red Alert 3 : Uprising

Tanpa disadari pihak Allies, ternyata diam-diam Tatsu sebagai pemimpin boneka Empire memiliki rencana untuk melepaskan diri dari pengaruh Allies & mengembalikan kejayaan Empire. Di saat yang bersamaan, beberapa tokoh penting Empire juga berencana melakukan pemberontakan (uprising) untuk mengusir pendudukan Allies di tanah Jepang. Lantas, apakah pemberontakan itu berhasil?

Ada 2 hal yang mungkin terjadi (sekali lagi, ini karena adanya 2 versi cerita yang berbeda dalam game). Di versi cerita pertama, pemberontakan Tatsu & tokoh-tokoh penting Empire berhasil digagalkan sehingga riwayat Empire pun akhirnya tamat. Di versi cerita kedua, Tatsu - dengan bantuan senjata baru Giga Fortress - berhasil melepaskan diri dari pengaruh Allies serta Soviet & bersiap mengembalikan kejayaan Empire sebagai salah satu kekuatan penting dunia.



KARAKTERISTIK

Kaisar Yoshiro. (Sumber)
Empire memiliki struktur pemerintahan yang sangat mirip dengan Jepang pra-era Perang Dunia II, yaitu sistem monarki absolut. Pemimpin tertinggi dari Empire adalah Kaisar Yoshiro yang sangat dihormati rakyatnya sebagai manusia titisan dewa. Yoshiro percaya bahwa Empire adalah kaum yang ditakdirkan untuk menguasai dunia sambil menganggap pihak Allies & Soviet sebagai kelompok barbar yang harus dimusnahkan. Untuk tujuan itulah, ia membangun pasukan militer dalam jumlah besar yang dilengkapi dengan teknologi tinggi.

Bicara soal teknologi, Empire memiliki teknologi yang tidak tertandingi pada masanya. Beberapa teknologi yang diketahui adalah pedang sinar milik Imperial Warrior, kendaraan tempur yang bisa berubah bentuk, persenjataan plasma & laser, serta teknologi robotik. Puncak dari teknologi milik Empire mungkin adalah teknologi kekuatan pikiran (psionik); salah satunya bisa dilihat pada infantri elit Yuriko Omega yang bisa mengangkat & melemparkan kendaraan paling berat sekalipun dengan mudah. Lebih lanjut, pihak Empire juga diketahui mengembangkan senjata pemusnah massal berupa ledakan gelombang psionik raksasa pada target yang diinginkan. Daya rusak yang dihasilkan konon tidak kalah dengan daya rusak senjata pemusnah masal lainnya semisal senjata nuklir!

Bangunan-bangunan milik Empire jauh lebih fleksibel dibandingkan bangunan milik Allies & Soviet. Sebabnya adalah sementara kedua faksi itu harus mendirikan bangunannya berdekatan satu sama lain, Empire bisa membangun markasnya di manapun melalui kendaraan khusus bernama "nanocore". Nanocore bisa melintasi aneka medan & ketika mencapai lokasi tujuannya, ia akan berubah bentuk menjadi bangunan yang diinginkan. Hal tersebut membuat Empire sangat lihai dalam menguasai suatu wilayah dengan cepat - berbeda dengan Allies & Soviet yang perlu mengirimkan kendaraan MCV yang mahal tetapi rapuh ketika ingin membangun markas di lokasi baru yang jauh dari markas lama.

Sementara pasukan Allies sangat ahli dalam pemakaian teknologi pelumpuh armada musuh & pasukan Soviet sangat tangguh dalam perang frontal (perang terbuka), pasukan Empire menitik beratkan pada kecepatan & kelincahan beradaptasi. Pasukan inti mereka umumnya tidak sekuat pasukan Allies atau Soviet, namun mereka memiliki kemampuan menembus aneka medan seperti lautan atau pegunungan. Pesawat tempur Jet Tengu misalnya, bisa bertansformasi menjadi robot Mecha Tengu. Kapal laut anti udara Sea Wing bisa mengubah dirinya menjadi pesawat pembom Sky Wing. Unit-unit lain semisal Tsunami Tank & Sudden Transport juga diketahui bisa bergerak di darat maupun laut.

King Oni, robot raksasa andalan Empire. (Sumber)
Karena kemampuan unit-unitnya beradaptasi pada segala macam medan, Empire sangat ahli dalam taktik pertempuran cepat & perang gerilya. Salah satu taktik yang sering digunakan adalah melakukan serangan pada pangkalan musuh dengan penjagaan lemah, lalu segera melarikan diri ke laut atau berubah bentuk menjadi pasukan udara ketika pasukan musuh dalam jumlah lebih besar sudah datang. Taktik lain yang biasa digunakan Empire adalah taktik kamikaze - serangan bunuh diri - di mana beberapa unit Empire seperti robot capung Burst Drone & kapal selam Yari Minisub bisa meledakkan dirinya untuk menghancurkan musuh.

Pasukan Empire tidak hanya ahli dalam taktik serangan gerilya. Jika diperlukan, Empire bisa menerjunkan unit-unit tempur terkuatnya ketika kemenangan menjadi harga mati. Kapal raksasa Shogun Battleship adalah momok di lautan karena kekuatan & jarak serangannya yang jauh, sementara robot raksasa King Oni bisa menembakkan gelombang penghancur dari matanya & bisa menginjak-injak sebagian besar kendaraan darat. Giga Fortress - sejenis benteng yang didirikan di atas laut - bisa mengubah dirinya menjadi kendaraan terbang raksasa berbentuk kepala iblis yang bisa menembakkan sinar laser raksasa berdaya rusak tinggi dari mulutnya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Command & Conquer Wiki - Empire of the Rising Sun
GameSpot - Command & Conquer: Red Alert 3 Q&A: Empire of the Rising Sun
Wikipedia - Red Alert 3
(Video Game) 2009. "Red Alert 3 : Uprising". Electronic Arts Los Angeles.


        

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

10 komentar:

  1. jgn lupa keberadaan gadis indigho? err gadis supernatural yg bikin perang tambah runyam

    BalasHapus
  2. Yuriko Omega? Pengen nambahin fotonya juga sih di artikel, tapi dah ga ada tempat lagi. Kalau kepenuhan nanti malah nyusahin yg baca. Kalau profil singkatnya kan udah dibahas di bagian "Karakteristik"

    BalasHapus
  3. Hyahahaha, saya udah mainin game iniiii! :D :D
    Cukup seru lah, inilah yang saya suka dari serial Red Alert. Gak lupa, serial Command & Conquer yang GDI dan NOD juga sama seru, ada kelebihan dan kekurangan masing2. :)

    Yup, jepang ini favorit saya kalo main skirmish. Soalnya core-nya bisa bergerak sih. :) Terus, pas saya main pake "trainer" supaya bisa "instant build", "energi tak terbatas", dan "uang tak terbatas" (agak lupa, udah lama terakhir kali main), saya suka ngeluarin Giga Fortress banyak-banyak. :D Gak lupa, unit udara juga. Saya paling ingat ini, entah dari mana lupa, "siapa yang menguasai ruang udara, dia akan memenangi perang." ^__^

    BalasHapus
  4. wadooooh
    aku blom pernah mainin gem ini

    BalasHapus
  5. wah game keren nih,,,,, ayo jalan2 lagi di saya untuk melihat surga dunia yang ada di papua

    BalasHapus
  6. Empire Of Rising Sun : Giga Fortress
    Allied Forces : Assault Destroyer
    Soviet Union : Appocalypse Tank

    mana menurut kalian yang kuat?
    hahaha

    BalasHapus
  7. @mr.violet
    Kalau saya sih jelas pilih Giga Fortress secara dia yang serangannya paling kuat & satu-satunya yang bisa nyerang dari udara. Kelemahan utamanya ya harganya yang mahal itu. Superweapon aja masih lebih murah dibandingin Giga Fortress

    BalasHapus
  8. syaratnya biar bisa beli giga-fortress gmn ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda harus membangun Nanotech Mainframe lebih dulu. Lalu habis itu anda upgrade Breakthrough di bangunan pelabuhannya (Imperial Dock). Kalau sudah, baru anda bisa bikin Giga Fortress di laut.

      Oh ya, Giga Fortress cuma ada di RA3 Uprising. Jadi anda nggak bisa bikin Giga Fortress di game RA3 biasa.

      Hapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.