FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Harvestman, "Laba-Laba Palsu" yang Berkaki Panjang




(Sumber)

Laba-laba penuai (harvestman) adalah hewan kecil mirip laba-laba dengan kaki-kaki yang amat panjang. Sepintas tidak ada yang menarik dari hewan ini karena hewan ini terlihat tidak ada bedanya dengan laba-laba lain. Namun justru hal itulah yang menarik karena hewan ini sebenarnya bukanlah laba-laba. Bingung ya? Supaya tidak bingung lagi, silakan dilanjutkan bacanya.

Sebelum kita membahas lebih jauh soal hewan ini, kita bahas dulu soal penamaannya. Di daerah Barat, laba-laba egrang dikenal dengan nama "harvestman" (sang penuai / pemanen) karena laba-laba tersebut paling sering terlihat pada musim gugur, musim di mana banyak orang memanen tanaman budidayanya. Nama lain bagi hewan ini adalah "daddy longlegs". Sebagai catatan, laba-laba gudang (Pholcidae) & lalat egrang (Tipulidae) juga diberi julukan "daddy longlegs" karena kemiripan fisiknya, yaitu sama-sama berkaki panjang.

Dalam bahasa Indonesia sendiri, saya masih belum menemukan penamaan yang seragam seputar hewan ini. Sejumlah literatur berbahasa Indonesia menamai hewan ini dengan nama "harvestman" atau "laba-laba penuai". Literatur lain memiliki sebutan sendiri buat hewan ini : laba-laba egrang, karena hewan ini memang mirip laba-laba & kakinya panjang seperti egrang. Artikel ini sendiri bakal memakai nama "harvestman" untuk menyebut hewan yang bersangkutan.



MIRIP, TAPI BUKAN LABA-LABA

Walaupun memiliki penampilan yang amat mirip dengan laba-laba, harvestman aslinya BUKAN laba-laba. Ada beberapa perbedaan penting antara keduanya sehingga harvestman tidak dikategorikan oleh para ahli sebagai laba-laba. Pertama, harvestman tidak menghasilkan racun & bersifat omnivora. Sementara laba-laba menghasilkan racun untuk mengubah jaringan tubuh mangsanya menjadi cair sehingga bisa dihisap, harvestman tidak menghasilkan racun & menelan makanannya bulat-bulat. Saat makan, harvestman biasa memakai kaki depannya untuk memasukkan potongan makanan ke dalam mulut & memakai taringnya untuk mengunyah. Harvestman juga tidak menghasilkan jaring seperti laba-laba karena tidak memiliki kelenjar penghasil jaring.

(Ki-ka) Lalat egrang, laba-laba gudang, & harvestman.
Perhatikan perbedaan fisik antara ketiganya. (Sumber)
Perbedaan lain antara harvestman dengan laba-laba adalah dari segi anatomi. Tubuh laba-laba terbagi menjadi 2 bagian utama : sefalotoraks (kepala-dada) & abdomen (perut) di mana batas antara kedua bagian tersebut (bagian pinggangnya) bisa terlihat jelas. Tubuh harvestman juga terdiri dari 2 bagian utama yang serupa, namun pinggangnya tidak terlihat sehingga keduanya terlihat seperti menyatu. Harvestman juga hanya memiliki sepasang mata (laba-laba memiliki beberapa pasang mata) & beberapa spesies harvestman bahkan diketahui tidak memiliki mata sama sekali.

Dengan tubuhnya yang umumnya berwarna kelam & kaki-kakinya yang panjang, harvestman terlihat agak menyeramkan di mata manusia. Hal itulah yang kemungkinan menyebabkan munculnya cerita-cerita miring soal mereka. Salah satunya cerita mitos di antara masyarakat setempat kalau harvestman adalah hewan paling beracun di dunia. Faktanya, harvestman sama sekali tidak berbahaya bagi manusia karena mereka tidak menghasilkan racun. Harvestman memang memiliki taring, namun ukuran taringnya terlalu kecil untuk bisa melukai kulit manusia.

Hewan-hewan yang termasuk sebagai harvestman dimasukkan dalam ordo Opiliones / Phalangida yang termasuk dalam kelas Arachnida di mana kelas tersebut juga mencakup kalajengking, laba-laba, & caplak. Hingga tahun 2006, ada sekitar 6.400 spesies harvestman yang sudah teridentifikasi manusia di berbagai belahan dunia dengan ukuran & warna tubuh yang bervariasi. Fosil harvestman tertua di dunia ditemukan dalam amber (tetesan getah tanaman yang sudah membatu) berusia 400 juta tahun di mana fosil harvestman tersebut memiliki struktur anatomi yang mirip dengan harvestman masa kini.



CARA HIDUP SI "LABA-LABA PALSU"

Harvestman sedang memakan
ekor kadal. (Sumber)
Harvestman adalah omnivora yang berarti harvestman mau mengkonsumsi hewan maupun tumbuhan sebagai makanannya. Makanan mereka mencakup hewan-hewan kecil, bangkai, kotoran burung, sari buah, material tanaman, & jamur. Lebih lanjut, mereka juga diketahui meminum tetesan embun & kerap ditemukan di sekitar sumber air. Harvestman biasa keluar untuk mencari makan & beraktivitas ketika matahari sudah terbenam, namun ada juga spesies berwarna cerah yang beraktivitas pada siang hari. Karena matanya hanya bisa dipakai untuk membedakan terang gelap & tidak bisa digunakan untuk melihat objek, harvestman biasa memakai pasangan kaki urutan keduanya sebagai semacam antena & alat peraba.

Harvestman memiliki banyak cara untuk mempertahankan diri. Cara paling umum yang dipakai adalah dengan menghasilkan cairan yang berbau menyengat sehingga musuhnya tidak lagi berselera untuk memakannya. Cara lain yang dipakai harvestman untuk mempertahankan diri adalah dengan memutuskan kakinya. Menariknya, kaki yang terlepas dari tubuhnya akan menggeliat-geliat seperti ekor cicak sehingga pemangsanya bingung & harvestman lalu memakai kesempatan tersebut untuk melarikan diri. Sayangnya, kaki harvestman yang putus tidak akan tumbuh lagi sehingga harvestman yang bersangkutan akan memiliki kaki yang buntung seumur hidup. Beberapa spesies harvestman juga bisa menempelkan material-material kecil pada tubuhnya untuk menyamar atau berpura-pura mati saat musuhnya mendekat.

Harvestman juga dikenal dengan perilaku menggerombolnya. Mereka kerap ditemukan di sekitar sumber air dalam jumlah besar atau saat saling merangkaikan kakinya ketika sedang menempel di dinding. Jumlah harvestman dalam suatu gerombolan bervariasi tergantung dari spesies & habitatnya, mulai dari yang "hanya" berjumlah ratusan ekor hingga yang mencapai 70.000 ekor! Para ahli berhipotesis harvestman melakukan perilaku demikian untuk meningkatkan peluang mereka bertahan hidup. Karena saat berkumpul, mereka terlihat lebih besar di mata pemangsanya & bau dari cairan yang mereka hasilkan juga menjadi semakin menyengat. Hipotesis lainnya, perilaku menggerombol tersebut membantu menciptakan suhu & kelembaban yang ideal bagi harvestman untuk hidup.

Sekelompok harvestman yang saling
merangkaikan kakinya. (Sumber)
Sebagian besar harvestman berkembang biak dengan cara kawin walaupun beberapa spesies juga diketahui bisa berkembang biak dengan cara partenogenesis (beranak tanpa kawin). Musim kawin harvestman biasanya terjadi pada musim semi, musim di mana merkea paling aktif. Usai melakukan perkawinan & pembuahan internal, harvestman betina akan menghasilkan telur yang disimpan dalam sarang atau tempat yang terlindung semisal di celah-celah tanah. Sebagian spesies meninggalkan begitu saja telur-telurnya usai dikeluarkan, sementara pada spesies lain pejantannya menjaga telur-telur tersebut hingga menetas.

Telur-telur harvestman memiliki waktu menetas yang bervariasi, mulai dari 20 hari hingga 6 bulan. Pada spesies Leiobunum rotundum misalnya, telur yang dikeluarkan pada musim gugur baru menetas pada musim semi. Anakan harvestman yang baru menetas mirip dengan harvestman dewasa, namun ukurannya lebih kecil. Anakan tersebut selanjutnya akan melakukan pergantian kulit setiap 10 hari atau lebih hingga 6 kali sebelum mencapai kedewasaan. Panjang tubuh harvestman bervariasi mulai dari 1 mm hingga 2,2 cm dengan panjang kaki yang bisa mencapai 10 kali panjang tubuhnya. Sejauh ini, ukuran kaki harvestman paling panjang yang diketahui bisa mencapai 16 cm.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Arachnida
Subkelas : Dromopoda
Ordo : Opiliones (Sundevall, 1833)



REFERENSI

ARKive - Harvestman videos, photos, and facts
Backyard Nature - Harvestmen (Daddy Longlegs)
The World of Davis Darling - Harvestman
Wikipedia - Opiliones


           

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

7 komentar:

  1. Wah mirip laba-laba ya.. Perasan pernah lihat hewan seperti itu di rawa2 deh

    BalasHapus
  2. (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Di Indonesia ada gak, ya?

    BalasHapus
  3. @attayaya
    Bukan laba-laba, tapi masih berkerabat. Intinya ya begitu

    @alamendah
    Ada kok. Saya pernah nemuin situs yg memuat soal harvestman di wilayah Indonesia timur. Cuma kayaknya harvestman di Indonesia masih banyak yg belum terdokumentasi

    BalasHapus
  4. wah, ini yang dibilang serupa tapi tak sama. semuanya mirip jadi agak susah dibedakan. mantap, :D

    BalasHapus
  5. Harvestman itu perasaan pernah liat..
    Dia biasanya ada di tempat lembap.
    Kakinya aja yang mirip laba-laba tapi dia lebih tipis.

    BalasHapus
  6. Ah syukurlah itu bukan laba-laba...
    karena saya...
    geli sama laba-laba...
    Rasa geli itu lama2 berubah menjadi takut.... :D

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.