FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Laba-Laba Laut




(Sumber)

Salah satu hewan paling unik di lautan adalah laba-laba laut. Laba-laba laut? Bukankah laba-laba hanya bisa hidup di daratan karena tidak bisa bernapas di dalam air? Memang benar, tapi faktanya ada juga hewan yang berbentuk mirip laba-laba & hidup di laut sehingga mereka lantas diberi nama demikian. Masih bingung & penasaran? Silakan dilanjut biar rasa penasarannya segera terjawab...

Hewan yang disebut laba-laba laut ini adalah sejenis hewan tidak bertulang belakang yang tubuhnya beruas-ruas & berkaki banyak (Arthropoda) yang hidup di laut. Penyebab utama mengapa laba-laba laut diberi nama demikian adalah karena mereka (umumnya) memiliki 8 buah kaki yang panjang seperti laba-laba & bertubuh kecil memanjang. Namun faktanya, dari segi ilmiah laba-laba laut BUKAN laba-laba sungguhan.

Laba-laba laut di atas
tangan manusia. (Sumber)
Dasar utama dalam penggolongan ilmiah untuk menentukan suatu hewan bisa dikategorikan sebagai laba-laba adalah ada tidaknya kelenjar penghasil jaring & kaki berjumlah 8 pada hewan itu. Laba-laba laut sendiri hanya memenuhi syarat yang kedua. Lantas, mereka sebenarnya termasuk sebagai hewan apa? Well, fisik mereka yang unik & tidak mewakili golongan kelas Arthropoda manapun pada gilirannya menyebabkan mereka dimasukkan dalam kelas tersendiri yang juga menjadi sebutan ilmiahnya : kelas Pycnogonida.

Ada sekitar 1.300 spesies laba-laba laut yang sudah diketahui manusia & tersebar di berbagai belahan dunia - baik di laut maupun di air payau. Wilayah-wilayah perairan yang diketahui merupakan habitat mereka adalah perairan Australia, Selandia Baru, pantai barat AS, Laut Karibia, Laut Tengah (Mediterania), serta perairan kutub utara & selatan di mana spesies yang hidup di perairan dingin (kutub) umumnya berukuran lebih besar dibandingkan spesies yang hidup di perairan tropis.

Habitat favorit dari laba-laba laut umumya adalah perairan dangkal yang berbatu-batu & ditumbuhi alga. Kondisi habitat macam itu memberi mereka keuntungan untuk bertahan hidup di mana untuk melindungi diri mereka, laba-laba laut memanfaatkan fisiknya yang kecil untuk bersembunyi di balik batu atau di antara hutan alga laut. Selain di perairan dangkal, mereka juga bisa ditemukan di perairan sedalam 7.000 m di mana spesies yang hidup di perairan sedalam itu diketahui tidak memiliki mata karena hidup di dalam kegelapan abadi.



KARAKTERISTIK & CARA HIDUP

Laba-laba laut dilihat dari atas. (Sumber)
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, laba-laba laut umumnya memiliki 4 pasang kaki, namun beberapa spesies juga diketahui memiliki 5 atau bahkan 6 pasang kaki. Panjang kakinya sendiri bervariasi. Beberapa spesies kakinya tidak lebih panjang dari panjang tubuhnya, sementara spesies-spesies lainnya bahkan diketahui memiliki kaki yang panjangnya 7 kali panjang tubuhnya. Laba-laba laut sendiri diketahui memiliki 2 cara bergerak memakai kaki-kakinya : berjalan biasa di dasar laut, atau berenang dengan menguncup & mengembangkan kakinya secara bergantian - mirip-mirip dengan cara berenang ubur-ubur.

Tubuh laba-laba laut berbentuk panjang & sempit yang terbagi menjadi 2 bagian utama : bagian sefalotoraks (kepala-dada) & bagian abdomen (perut). Begitu sempitnya tubuh dari laba-laba sehingga mereka tidak memiliki organ pernapasan & proses pernapasan hanya dilakukan dengan jalan pertukaran gas-gas lewat permukaan tubuh (difusi). Bagian permukaan tubuhnya juga diselimuti oleh rambut-rambut kecil yang diperkirakan berfungsi sebagai semacam sensor kimia & getaran di air.

Jika diperhatikan, laba-laba laut memiliki fisik kebalikan dari laba-laba asli karena bila laba-laba asli bagian belakang tubuhnya (abdomen) lebih besar dibanding bagian depan, laba-laba laut justru memiliki bagian depan yang lebih besar dibandingkan bagian belakang tubuhnya. Umumnya, di bagian kepala terdapat 4 pasang mata untuk melihat, proboscis (belalai) untuk menghisap sari-sari makanan, & 4 pasang kaki kecil bernama keliserat (chelicerate) serta palp untuk membantunya memegang makanan.

Anatomi kepala laba-laba laut. (Sumber)
Laba-laba laut adalah karnivora yang berarti mereka hidup dari memakan daging dari hewan-hewan lain, entah dalam kondisi hidup-hidup atau sudah mati. Makanan dari laba-laba laut yang diketahui mencakup hewan-hewan bertubuh lunak dengan mobilitas rendah semisal spons, cacing laut, bryozoa (hewan laut berbentuk mirip bunga), & cnidaria (hewan sejenis anemon). Namun, sejumlah spesies juga diketahui merupakan herbivora karena hidup dengan memakan tumbuhan laut semisal alga merah.

Hal yang menarik dari laba-laba laut adalah mereka bisa memilih makanan kesukannya sejak kecil di mana laba-laba laut yang pada fase mudanya memakan makanan tertentu, maka pada fase dewasanya akan memfokuskan diri untuk selalu bisa memakan makanan tersebut. Warna dari makanan laba-laba laut lebih lanjut diketahui juga mempengaruhi warna tubuhnya kelak. Sebagai contoh, laba-laba laut yang memakan hewan berongga (porifera) berwarna merah akan memiliki tubuh berwarna merah juga ke depannya.



REPRODUKSI & PERTUMBUHAN

Semua laba-laba laut adalah hewan berumah 2 yang berarti mereka terdiri dari jantan & betina (kecuali satu spesies bernama Aschorhynchus corderoi yang bersifat hermafrodit). Betina dicirikan dengan adanya sepasang indung telur (ovarium), sementara pejantan memiliki sepasang testis yang menghasilkan sperma yang terletak di atas saluran pencernaannya. Proses perkawinan & pembuahan antar laba-laba laut sendiri berlangsung eksternal alias berlangsung di luar tubuh.

Ilustrasi dari larva laba-laba laut. (Sumber)
Setelah kawin, jantan akan merawat telur-telur yang sudah dibuahi tersebut hingga menetas menjadi larva. Ada 4 macam larva laba-laba laut berdasarkan perilakunya : larva ensis (hidup menumpang dalam tubuh hewan berongga lain), larva pelekat (hidup melekat pada kaki bapaknya hingga fisiknya sempurna), larva protonimfon tipikal (larva yang usai menetas langsung hidup bebas sebagai plankton & merupakan jenis yang paling banyak ditemui), & larva protonimfon atipikal (campuran dari pola hidup protonimfon tipikal & ensis).

Bila seekor larva sudah selesai menjalani fase hidupnya, maka ia akan berubah menjadi fase baru bernama fase juvenil. Juvenil dari laba-laba laut memiliki fisik yang mirip dengan laba-laba laut dewasa, namun ukurannya lebih kecil & tubuhnya belum sempurna. Laba-laba laut fase juvenil ini kemudian akan mengalami pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnya menjadi dewasa. Ukuran maksimal laba-laba laut sendiri sangat bervariasi antar spesies, mulai dari 1 mm hingga yang terbesar bisa mencapai 90 cm.   -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Chelicerata
Kelas : Pycnogonida
Ordo : Pantopoda (Gerstaecker, 1863)



REFERENSI

The Earthlife - Pycnogonida (Sea Spiders)
Wikipedia - Sea spider


              

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

7 komentar:

  1. wah, skrang ad raba2 laut, udah ad anjing laut, kuda2 laut, tinggal kucing laut aj nihhhh

    ehmm saran saya klau buat REFERENSI GAMBAR jgan d letakkan d sana, sebaiknya kk psang link aj k gambarnya, jd langsung ad d fotonya

    BalasHapus
  2. @erwin
    Saya juga pengennya seperti itu, tapi belum tau tekniknya. Taunya cuma cara hotlinking langsung gambarnya dari situs aslinya. Masalahnya kalau pakai hotlinking, ntar dianggap makan kuota bandwidth situs sumbernya & kalau gambarnya dihilangin dari situs aslinya, gambar di blog ini juga ikutan ilang

    Untuk sekarang, saya coba-coba dulu aja nyisipin sumber referensinya di bagian keterangan gambar. Omong-omong, makasih buat masukannya

    BalasHapus
  3. Wah-wah luar biasa... ini,, perasaan kucing laut udah ada deh.. coba di search di om google

    BalasHapus
  4. @blogger tutorial
    Saya malah belum tau klo ada hewan yang namanya kucing laut. Tapi saya juga pernah dengar sih, di Jepang itu burung camar dipanggil dengan julukan yang kalau diterjemahkan kurang lebih berarti "kucing laut"

    BalasHapus
  5. Aduh, saya merinding lihat bentuknya.... gak peduli laba2 kecil atau kayak apa, saya langsung begidik takut kalo lihat laba-laba... Hiiiii :(

    BalasHapus
  6. hhiii....ngeerriiii...

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.