FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Unabomber, Spesialis Bom Paket dari AS




Ilustrasi ketika Unabomber sedang merakit bomnya. (Sumber)

Bila kita sering mengikuti perkembangan berita lokal di media, kita tentu tahu bahwa belakangan ini masyarakat sedang heboh membicarakan fenomena bom paket di mana sejumlah tokoh masyarakat diketahui menerima kiriman paket & setelah diperiksa, ternyata paket itu berisi bahan peledak. Fenomena tersebut lantas memicu ketakutan masyarakat luas karena sudah memakan korban cedera dari kalangan aparat & hingga sekarang pelakunya juga belum tertangkap.

Oke, itu tadi hanya sebatas kata pengantar awal. Kali ini pihak Republik bukan ingin membahas soal fenomena bom paket di Indonesia tersebut, tapi tentang kasus dengan metode serupa yang sempat merebak AS beberapa tahun silam. Bahkan bisa dibilang kasus yang terjadi di AS ini lebih ekstrim lagi karena berlangsung selama belasan tahun & sasarannya adalah pusat-pusat keramaian. Ingin tahu kisahnya? Just keep reading...

Antara tahun 1978 hingga tahun 1995, AS dilanda kepanikan menyusul maraknya kasus-kasus pengiriman paket berisi bom yang mengakibatkan beberapa orang terluka & bahkan meninggal. Federal Bureau Investigation (FBI; Biro Investigasi Federal) lantas turun tangan untuk memecahkan kasus tersebut dengan memakai kode sandi investigasi "University & Airline Bombing" (biasa disingkat "Unabom"). Dengan berdasarkan nama kode sandi investigasi itulah, media-media setempat lantas menjuluki pelakunya dengan sebutan "Unabomber".

Sosok asli dari Unabomber sendiri adalah seorang pria AS berdarah Polandia bernama Theodore "Ted" John Kaczynski. Sebelum menjadi Unabomber, Ted dikenal sebagai seorang pria tertutup dengan prestasi akademik yang gemilang. Berkat kepandaiannya menutupi jejak selama beraksi, FBI selalu gagal mengendus jati dirinya selama nyaris 20 tahun. Namun, petualangan Ted sebagai Unabomber pada akhirnya harus berakhir di balik jeruji besi setelah ia mengirimkan suatu tulisan berisi pandangan filosofisnya ke media massa & kerabat Ted mengenali gaya tulisannya.



KEHIDUPAN SEBELUM MENJADI "UNABOMBER"

Theodore John Kaczynski alias Ted lahir di Chicago, Illinois, pada tanggal 22 Mei 1942. Sosok Ted kecil sempat mengundang kecemasan orang tuanya karena sifatnya yang penutup & memiliki rasa takut kepada orang-orang serta bangunan. Sebagai contoh, bila ia berada bersama anak-anak lain, ia lebih suka bermain sendiri daripada harus bermain atau berinteraksi dengan anak-anak lainnya. Ted juga mengaku bahwa ia sering menjadi sasaran pelecehan dari kawan-kawannya saat memasuki bangku sekolah.

Ted saat masih menjadi asisten profesor di
Universitas Berkeley, tahun 1968. (Sumber)
Bakat brilian dari Ted kecil mulai terlihat ketika tes kecerdasan (IQ) yang dilakukan padanya di kelas 5 menemukan bahwa ia memiliki nilai IQ mencapai 167 sehingga ia berhak "lompat kelas" langsung ke kelas 7. Ketika memasuki bangku sekolah tingkat atas, ia mulai menumbuhkan minat & kecintaannya pada matematika. Ted akhirnya berhasil menamatkan pendidikan sekolahnya pada usia 15 tahun & diterima masuk ke Universitas Harvard pada usia 16 tahun.

Setelah Ted lulus dari Universitas Harvard, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Michigan & berhasil meraih gelar PhD (setingkat S2) di bidang matematika. Kecerdasannya sekali lagi mengundang kekaguman & pujian dari para pengajarnya. Tahun 1967, Ted diterima sebagai asisten profesor di Universitas California, Berkeley, namun kali ini ia menerima badai kritikan dari para mahasiswa yang tidak puas dengan cara mengajarnya. Tanpa alasan yang jelas, pada tahun 1969 Ted mengundurkan diri dari posisinya sebagai asisten profesor.

Tahun 1973, Ted kemudian tinggal di suatu gubuk yang sangat sederhana di Lincoln, Montana. Benar-benar sangat sederhana karena ia hanya hidup dengan sedikit uang & gubuk tempatnya tinggal sendiri tidak dilengkapi dengan listrik maupun aliran air. Ted sendiri dari awal memang sengaja ingin hidup mendiri & terpencil dari keramaian. Selama tinggal di gubuk itu, Ted mempelajari aneka metode bertahan hidup seperti bagaimana cara membuat peralatan sederhana & memanfaatkan tanaman liar sebagai makanannya.

Seiring waktu, Ted mulai menyadari bahwa ia tidak bisa hidup dengan cara seperti itu terus-menerus setelah melihat wilayah kosong di dekat gubuknya semakin banyak yang tergerus oleh pembangunan modern. Perasaannya semakin kalut setelah melihat area liar favoritnya dihancurkan & digantikan oleh jalan raya. Ia pun lantas mulai membaca buku-buku filsafat & mempelajari teknik sabotase. Sejak itulah, dengan alasan untuk menyadarkan manusia akan konsekuensi negatif dari perkembangan teknologi & industrialisasi, ia memulai hidup barunya sebagai spesialis bom paket. Atau yang kelak akan dikenal dengan sebutan Unabomber...



DIMULAINYA TEROR BOM PAKET UNABOMBER

Pesawat American Airlines yang menjadi
sasaran teror bom Unabomber. (Sumber)
Sasaran pertama bom paket dari Ted adalah Profesor Crist pada bulan Mei 1978. Awalnya, Ted meninggalkan paket tersebut di lapangan parkir Universitas Illinois dengan alamat Crist tertera di sana sebagai alamat pengirim & informasi bahwa paket itu harus dikembalikan ke pengirimnya. Ketika Crist menerima paket tersebut, ia merasa curiga karena ia merasa tidak pernah mengirimkan paket tersebut & lantas meminta Terry Marker - petugas keamanan kampus setempat - untuk memeriksanya. Ketika Marker membuka paket tersebut, paket itu langsung meledak di tempat. Beruntung Marker berhasil selamat & hanya menderita luka-luka ringan.

Setahun kemudian, Ted kembali mengirimkan bom paket ke 2 tujuan berbeda, salah satunya disisipkan ke dalam kargo pesawat milik American Airlines yang hendak terbang dari Chicago ke Washington DC. Di tengah-tengah penerbangan, bom tersebut mulai mengeluarkan asap sehingga pilot pesawat yang bersangkutan terpaksa melakukan pendaratan darurat. Beruntung, bom tersebut berhasil diamankan tepat pada waktunya sehingga gagal meledak.

Usai percobaan peledakan pesawat tersebut, FBI mulai terlibat untuk memburu Ted karena kejahatan di pesawat termasuk dalam kategori kejahatan federal. Sebuah tim khusus pun dibentuk dengan kode sandi investigasi "University & Airline Bombing" (Pemboman Bandara & Universitas; biasa disingkat "Unabom") & beranggotakan 150 orang lebih. Nama Unabom itulah yang kemudian dipakai oleh media-media untuk menjuluki Ted - yang pada saat itu masih belum ketahuan sebagai dalang dari semua aksi bom paket itu.

Contoh bom paket Unabomber
hasil rekonstruksi FBI. (Sumber)
Kendati sudah mengerahkan semua yang bisa mereka lakukan, FBI belum berhasil mengungkap jati diri Unabomber yang sebenarnya. Salah satunya karena Unabomber merakit bom buatannya dari barang-barang bekas yang notabene bisa ditemukan di mana saja. Sebab lainnya adalah karena kemampuan Unabomber untuk meninggalkan jejak-jejak palsu. Sebagai contoh, Unabomber selalu meninggalkan jejak berupa plat metal bertuliskan FC (Freedom Club) pada sejumlah bomnya sehingga FBI sempat mengira pelaku aksi-aksi pemboman itu adalah suatu kelompok alias lebih dari 1 orang.

Kembali seputar bom-bom paket buatan Ted alias Unabomber. Bom paket buatannya akhirnya mengklaim korban jiwa pertama pada bulan Desember 1985. Orang malang yang harus kehilangan nyawanya tersebut adalah Hugh Scrutton, seorang pemilik toko komputer di Sacramento, California. Awalnya ia hanya ingin menyingkirkan batang kayu yang teronggok di lapangan parkir tokonya, namun akibatnya naas karena ternyata kayu itu adalah bom berisi paku-paku yang disamarkan. Pada dekade 80-an ini, Unabomber diketahui sudah mengirimkan total 11 bom paket.

Aksi-aksi teror dari Unabomber terus berlanjut pada dekade 90-an. Sasaran pertamanya pada periode itu adalah Charles Epstein - ahli genetika Universitas California - pada bulan Juni 1993. Epstein berhasil selamat dari ledakan tersebut, namun sebagai akibatnya ia harus menderita tuli di sisa hidupnya. Selama dekade 90-an, Unabomber total sudah mengirimkan 4 bom paket di mana 2 di antaranya berhasil merenggut nyawa sasarannya.



"MANIFESTO UNABOMBER" YANG MENJADI BLUNDER

Tahun 1995, Unabomber mengirimkan sejumlah surat berwujud karangan esai atau manifesto ke sejumlah mantan korban & kantor media massa. Karangan setebal kurang lebih 50 halaman & berjudul "Industrial Society and Its Future" (Masyarakat Industri & Masa Depannya) itu pada intinya berisi soal pandangan-pandangan Unabomber mengenai dampak negatif dari proses industrialisasi & ajakan kepada masyarakat dunia untuk menentang proses industrialisasi itu sendiri.

David Kaczynski, saudara
kandung dari Ted alias
Unabomber. (Sumber)
Saat esai dari Unabomber itu pertama kali sampai ke media tujuannya, sempat muncul perdebatan menyoal apakah esai itu sebaiknya dirilis karena berpotensi memantik histeria massa. Esai tersebut akhirnya diterbitkan oleh media-media yang bersangkutan setelah redaksi berkonsultasi dengan FBi & kepala Departemen Keadilan. Pihak FBI berharap bahwa begitu esai tersebut diterbitkan, akan ada orang yang mengenali gaya tulisan dari Unabomber & kemudian memberi petunjuk kepada FBI.

Bagaikan gayung bersambut, setelah esai itu dimuat di media massa, FBI menerima ribuan laporan per harinya mengenai kemungkinan siapakah sosok asli dari Unabomber. FBI sendiri sebelumnya memang sempat memuat pengumuman bahwa siapapun yang bisa menyediakan informasi penting mengenai keberadaan Unabomber akan mendapat hadiah 1 juta dollar AS. Namun dari sekian banyak laporan yang masuk tersebut, belum ada yang sanggup mengungkap seputar sosok Unabomber yang sebenarnya.

Di tempat lain, David Kaczynski - saudara kandung Ted - mulai mengira-ngira soal adanya kemungkinan bahwa saudaranya tersebut adalah Unabomber setelah membaca esai dari Unabomber yang dimuat di surat kabar & teringat bahwa dulu Ted juga sempat menulis surat berisi kritikannya akan dampak negatif industrialisasi. Selama ini, David hanya mengetahui bahwa Ted tinggal di sebuah gubuk kecil yang jauh dari pusat keramaian tanpa tahu aktivitasnya di sana. Untuk mengungkap misteri tersebut & mencegah campur tangan berlebihan dari FBI, David pun mulai melakukan penyelidikan pribadi dengan bantuan detektif sewaan Susan Swanson & pengacara Tony Bisceglie.

Awal tahun 1996, Bisceglie mengontak mantan agen FBI bernama Clinton R. Van Zandt untuk membantunya menyelidiki kemiripan antara esai buatan Unabomber dengan surat buatan Ted yang disediakan oleh saudara Ted, David. Berdasarkan sejumlah penyelidikan, Van Zandt yang dibantu oleh kolega-koleganya kemudian menyimpulkan bahwa sangat mungkin Ted jugalah yang menulis esai Unabomber tersebut.

Gubuk tempat tinggal Unabomber. (Sumber)
Selama penyelidikan pribadinya itu, David berusaha menutup-nutupi identitasnya untuk mencegah FBI campur tangan mengenai kemungkinan bahwa Unabomber adalah saudaranya sendiri. Namun pada akhirnya aktivitas David terungkap oleh FBI & ia beserta kerabat-kerabatnya pun diwawancarai oleh FBI. David pun kemudian memberikan surat tulisan Ted berikut informasi-informasi yang ia ketahui mengenai Ted yang kemudian menjadi modal FBI untuk menangkap Unabomber di kediamannya.




BERAKHIRNYA SEPAK TERJANG UNABOMBER

Tanggal 3 April 1996, tim dari FBI berhasil meringkus Ted alias Unabomber di gubuk sederhanya itu. Di dalam gubuk itu, tim FBI juga menemukan bahan-bahan untuk membuat bom, jurnal mengenai petunjuk membuat bom, & sebuah esai yang tampaknya merupakan versi asli dari esai "Manifesto Unabomber". Sejak itu, sepak terjang Ted sebagai Unabomber pun berakhir di tangan FBI.

Investigasi Unabom yang dilakukan oleh FBI menjadi investigasi termahal dalam sejarah organisasi tersebut. Dalam rentang periode aksinya yang berlangsung selama belasan tahun, Unabomber total telah mengirimkan 16 bom paket di mana akibat bom paketnya, 3 orang terbunuh & belasan lainnya mengalami cedera dengan tingkat keseriusan yang bervariasi. Cukup menarik juga untuk disimak bagaimana Ted alias Unabomber yang notabene hanya beraksi sendirian berhasil mengelabui para pengejarnya selama 17 tahun sebelum akhirnya tertangkap.

Ted alias Unabomber saat dikawal polisi
menjelang persidangannya. (Sumber)
Pengadilan kemudian mengadili Ted pada bulan yang sama dengan tuduhan kegiatan pembuatan bom secara ilegal & pembunuhan. Pada awalnya pihak jaksa ingin supaya Ted dihukum mati, namun pengadilan kemudian memutuskan bahwa Ted hanya akan dihukum penjara seumur hidup tanpa kemungkinan untuk mengajukan pembebasan bersyarat. Ted pun kemudian dipenjara di kompleks penjara Florence ADMAX USP di Colorado dengan pengamanan super maksimum.

Usai penahanannya, gubuk tempat tinggal Unabomber selama ini dipindahkan & kemudian disumbangkan ke Newseum di Washington DC pada tahun 2008. David Kaczynski di lain pihak sempat memberikan santunan ke sejumlah keluarga korban kejahatan Unabomber. Dan Ted? Ia tetap aktif menulis di penjara di mana hasil tulisannya akan dijual & hasil penjualannya akan didonasikan kepada para korban teror bom paketnya. Salah satu contoh hasil tulisannya yang sudah diterbitkan adalah "Technological Slavery" (Perbudakan Teknologi) yang diterbitkan oleh perusahaan Feral House pada tahun 2010.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama lengkap : Theodore John Kaczynski
Tempat, tanggal lahir : Chicago, 22 Mei 1942
Terkenal sebagai : pelaku bom paket berantai di AS (1978 - 1995)



REFERENSI

FBI - FBI 100 : The Unabomber
Wikipedia - Unabomber


"Kapalnya Orang-Orang Tolol" -  cerpen karya Ted Kaczynski
"Industrial Society and Its Future" - manifesto dari Unabomber / Ted Kaczynski


           

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

12 komentar:

  1. Artikel yang sangat menarik. Entah kenapa saya malah bersimpati dengan si Unabomber itu... Niatnya memang baik sih, tapi caranya saja yang kurang benar ya

    BalasHapus
  2. jadi pengen mbaca esainya itu
    industrialisasi yg berlebihan tanpa keseimbangan mungkin yg tidak disukainya

    BalasHapus
  3. @attayaya
    Kalau pengen baca esainya, liat aja di artikel yang dimuat situs wikisource yang judulnya "industrial society and its future". Alamat situsnya juga dah saya pasang di bagian referensi

    BalasHapus
  4. orang yg menarik,,sayangnya sepertinya dia menderita gangguan mental atau ideologi yg salah.mungkin menarik jika difilmkan

    BalasHapus
  5. aku punya essainya si unabomberdan beberapa cerpen yang di buat si ted ini. tapi ngesharenya gimna yah :), aku rada oon di dunia maya.

    BalasHapus
  6. ini link sebuah blog yang ada manifestonya si unabomber
    http://timkatalis.blogspot.com/2010/05/manifesto-unabomber.html

    dan ini cerpenya si ted judulnya "kapalnya orang-orang tolol
    http://penghitamlangit.tk/

    selamat menikmati :)

    BalasHapus
  7. @polusi
    Sip. Saya modifikasi sedikit ya link-nya biar yang ngeklik bisa langsung nyambung ke link-nya

    Sama sedikit komen aja soal link yang anda kasih. Link yang pertama itu isi manifestonya kurang lengkap karena manifesto Unabomber yang asli itu nyampe 200 poin lebih, sementara di link yang anda kasih manifestonya cuma sampe poin 142. Tapi cukup membantu lah untuk yang ingin membaca manifesto versi Bahasa Indonesianya

    Kalau link yang kedua saya modifikasi dikit biar lebih spesifik & langsung nyambung ke cerpennya


    Manifesto Unabomber

    Kapalnya Orang-Orang Tolol (cerpen)


    Kalau ada link tambahan lagi yang menarik soal Unabomber, silakan share lagi ya disini :)

    BalasHapus
  8. menarik. munculkan lagi artikel tentang kisah2 yang lainya lagi ya.... saya tunggu. karena berbobot. 150 ton buat anda

    BalasHapus
  9. informasi yang menarik. mungkin si unabomber ini niatnya baik tapi caranya yang kurang tepat. mungkin jika di filmkan akan lebih menarik

    BalasHapus
  10. Sepertinya esai industrial society and it's future sudah dihapus. Kira2 ada link lain gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya masih menyimpan file offline yang dari wikisouce. Kalau anda punya e-mail, saya bisa mengirimkannya ke anda.

      Hapus
    2. Kalau bisa kirimi donk ke trirahmadani123@gmail.com

      Hapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.