FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Protoss, Ras Petarung dari Planet Aiur




Prajurit Protoss, Immortal, saat tengah beraksi di medan tempur. (Sumber)

Selamat datang kembali, para pengunjung. Kali ini pihak Republik ingin kembali membahas seputar ras dalam game StarCraft. Kalau sebelumnya pihak Republik pernah membahas soal ras Zerg, maka kali ini topik yang akan dibahas adalah seputar ras alien yang disebut-sebut sebagai ras paling superior dalam StarCraft : Protoss. Oke, daripada berlama-lama, langsung aja masuk ke topik bahasan pihak Republik kali ini...

Protoss adalah salah satu ras alien dari game StarCraft yang ditampilkan memiliki peradaban berteknologi sangat maju & memiliki ciri-ciri fisik yang sepintas menyerupai manusia. Dibandingkan 2 ras lainnya, - Terran & Zerg - Protoss memiliki kekuatan individu yang paling tinggi sehingga memberi mereka keunggulan dalam duel satu lawan satu di medan perang. Unit-unit Protoss dalam game secara eksplisit juga ditampilkan lebih "religius" & lebih fanatik dibandingkan 2 ras lainnya.



SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)

Bicara soal asal-muasal penciptaan Protoss versi dunia nyata, maka berarti kita harus bicara soal sejarah penciptaan game StarCraft sendiri. Pada awalnya, Blizzard ingin membuat game strategi (RTS) baru yang kualitasnya bisa melampaui Warcraft, game strategi andalan mereka yang lain. Awalnya setting game yang ingin mereka buat adalah seputar perang di bumi pasca kiamat, namun Blizzard akhirnya menarik ide tersebut & memilih setting perang di luar angkasa.

Gambar konsep yang menampilkan
prajurit Protoss (kiri) melawan
monster Zerg (kanan). (Sumber)
Salah satu konsep terobosan dalam game strategi baru yang ingin dibuat oleh Blizzard adalah pemakaian 3 ras yang bisa dimainkan dalam game - menggeser tren 2 ras yang sering dipakai oleh game-game strategi pada masa itu. Salah satu dari ras yang direncanakan tersebut tak lain adalah Protoss. Kata "Protoss" sendiri berasal dari bahasa Yunani 'protos' yang berarti 'pertama'; kemungkinan untuk menunjukkan bahwa di dalam cerita StarCraft, mereka adalah ras alien pertama ciptaan alien misterius Xel'naga. Blizzard juga menciptakan semacam bahasa & dialek sendiri bagi ras Protoss. Contoh kalimat dengan bahasa ras Protoss yang bisa dilihat dalam game adalah "Adun toridas" yang artinya "Adun menyembunyikan kami".

Versi alfa - versi yang belum dirilis - dari game StarCraft pada awalnya diperkenalkan dalam ajang pameran game E3 tahun 1996 & menuai reaksi dingin dari para kritikus yang menjuluki StarCraft sebagai "game Warcraft di luar angkasa" yang miskin inovasi. Pasca mendapat sambutan yang kurang menggembirakan dalam ajang E3, Blizzard pun melakukan perubahan besar-besaran pada game StarCraft. Contohnya adalah pada ras Protoss sendiri, ukuran pesawat induk Carrier diperkecil, robot Reaver masih diberi nama Trilobite, & warna kuning terang digunakan sebagai warna khas Protoss.

Perubahan-perubahan usai perilisan versi alfa itulah yang kemudian menjadi pondasi utama menjelang perilisan versi akhir dari game StarCraft. Usaha Blizzard melakukan aneka modifikasi pada akhirnya berbuah manis karena usai dirilis ke pasaran pada tahun 1998, game StarCraft langsung menuai pujian dari para kritikus karena berhasil menampilkan 3 ras yang punya keunikannya masing-masing, namun berimbang secara kekuatan. Dari segi metode permainan sendiri, ras Protoss ditampilkan sebagai ras yang punya unit-unit kuat namun berharga mahal sehingga saat membangun pasukan, pemain Protoss harus memprioritaskan kualitas unit yang dibangun ketimbang kuantitas atau jumlahnya.

Collosus, unit terbaru Protoss
di game StarCraft II. (Sumber)
Protoss kembali dirilis dalam game sekuel ekspansi StarCraft, yaitu "StaCraft : Brood War" di mana dalam game tersebut, Protoss mendapat tambahan unit baru seperti infantri siluman Dark Templar & "penyihir" Dark Archon. Secara umum, teknik permainan Protoss dalam game sekuel ini tidak berbeda jauh dengan Protoss dalam game StarCraft. Bedanya, di sini Protoss memiliki taktik yang lebih bervariasi karena unit-unit baru yang dimiliki oleh Protoss memiliki aneka kemampuan khusus seperti kamuflase & menghipnotis unit milik musuh.

Protoss kembali diikutsertakan dalam game terbaru "StarCraft II : Wings of Liberty" yang dirilis tahun 2010. Sebagian unit-unit yang ada di game StarCraft & Brood War kembali diikutsertakan, sementara sebagian lainnya digantikan oleh unit-unit baru seperti Colossus, Void Ray, & Immortal. Dari segi visual, bangunan Protoss juga ditampilkan lebih elegan & berwarna-warni ketimbang game pendahulunya. Tidak ada porsi campaign - mode game yang disertai alur cerita - bagi Protoss dalam game Wings of Liberty, namun mereka direncanakan akan memiliki porsi campaignnya sendiri dalam game StarCraft II : Legacy of the Void yang belum diketahui kapan akan dirilis.



SEJARAH (VERSI FIKSI / GAME)

Protoss awalnya adalah ras alien yang dibuat oleh ras alien pengembara misterius yang bernama Xel'naga di Planet Aiur. Sejak pertama kali diciptakan, ras Protoss terus berkembang dengan sangat cepat sehingga Xel'naga pun memutuskan untuk mulai menunjukkan diri mereka di depan Protoss. Para Protoss lantas mulai mengkultuskan Xel'naga sebagai dewa & menyerap banyak ilmu dari mereka. Namun di sisi lain, rasa arogansi Protoss juga mulai timbul sehingga bermunculanlah kelompok-kelompok suku dalam masyarakat Protoss yang masing-masing menganggap kelompoknya lebih baik dibandingkan kelompok lain.

Suasana dalam perang saudara
kaum Protoss. (Sumber)
Munculnya sifat arogan kaum Protoss yang lebih memilih menutup diri ketimbang bersatu & mengembangkan diri membuat Xel'naga kecewa sehingga mereka memutuskan untuk pergi. Sepeninggal Xel'naga, kaum Protoss mulai saling menyalahkan satu sama lain sehingga kemudian timbullah perang saudara besar yang dikenal sebagai "Abad-Abad Perselisihan" (Aeon of Strife). Perang saudara itu akhirnya usai setelah seorang Protoss bernama Khas memakai kristal Khaydarin peninggalan Xel'naga untuk menciptakan kembali suatu ikatan kekuatan pikiran (psionik) antar individu Protoss & merumuskan ajaran baru bernama Khala untuk menyatukan kaum Protoss yang terpecah-pecah.

Ajaran Khala ternyata mendapat penolakan dari suatu kelompok kecil Protoss. Pihak Conclave - organisasi penganut aliran Khala yang kini menguasai Planet Aiur - lantas menyuruh salah satu petinggi militernya, Adun, untuk membunuh mereka. Adun diam-diam menolak & justru mengajari kelompok pembangkang itu teknik menyembunyikan diri. Namun, salah satu dari mereka kehilangan kontrol akan kekuatannya sehingga keberadaan mereka diketahui pihak Conclave. Pihak Conclave akhirnya mengasingkan mereka keluar Aiur & mereka yang diasingkan ini kelak dijuluki sebagai "Templar Kegelapan" atau "Nerazim".


- StarCraft

Suatu hari, Protoss tanpa sengaja menangkap sekumpulan satelit organik misterius di ruang angkasa. Mereka terkejut setelah tahu bahwa satelit-satelit organik tersebut dikirim oleh Zerg - ras alien lain hasil kreasi Xel'naga - untuk meneliti komunitas manusia (Terran) sehingga Zerg bisa mengembangkan dirinya menjadi lebih kuat. Sadar bahwa Zerg mungkin jauh lebih berbahaya dari yang mereka bayangkan, Conclave pun mengutus sepasukan kecil Protoss di bawah komando Tassadar untuk memusnahkan wilayah manusia yang sudah diinfeksi oleh Zerg.

Pasukan Zerg saat menginvasi Planet Aiur. (Sumber)
Tassadar mematuhi perintah Conclave untuk memusnahkan koloni Zerg di pemukiman manusia, namun diam-diam menolak perintah untuk membinasakan seluruh manusia yang ada di sana. Setelah gagal menghabisi pasukan Zerg yang menyerbu ibukota komunitas Terran, Tarsonis, Tassadar lalu bertemu dengan pemimpin Templar Kegelapan bernama Zeratul. Zeratul berhasil memusnahkan sebuah otak raksasa Zerg (cerebrate) yang bernama Zasz, namun tanpa sengaja saat membunuh Zasz, Overmind selaku pemimpin tertinggi Zerg berhasil membaca isi pikiran Zeratul untuk mengetahui lokasi planet kaum Protoss, Aiur. Tanpa berlama-lama, pasukan Zerg atas perintah Overmind langsung melancarkan invasi besar-besaran ke Planet Aiur.

Kelompok Protoss yang dipimpin Zeratul & Tassadar kemudian kembali ke Aiur untuk menghentikan Overmind, namun di sana mereka justru mendapat perlawanan dari kelompok Protoss setempat yang menganggap kelompok Templar Kegelapan sebagai kelompok terlarang. Setelah melalui situasi perang saudara antar Protoss yang alot, Tassadar akhirnya berhasil membunuh Overmind dengan cara meledakkan dirinya sendiri. Akibat kematian Overmind, rombongan Zerg di Aiur menjadi semakin liar sehingga komunitas Protoss yang masih berada di Aiur harus mengungsi ke Shakuras, planet dari kelompok Templar Kegelapan.


- StarCraft : Brood War

Saat berada di Shakuras, komunitas Protoss bertemu dengan Sarah Kerrigan - bekas agen Terran yang sempat dimanipulasi oleh Zerg - yang meminta bantuan Protoss untuk memusnahkan Overmind Baru yang dibentuk oleh cerebrate-cerebrate Zerg. Kendati awalnya menolak, Protoss akhirnya sepakat untuk membantu Kerrigan. Namun, Kerrigan akhirnya diusir dari Shakuras setelah Kerrigan membunuh salah seorang petinggi Protoss dalam percekcokan antar komunitas Protoss.

Zeratul (kiri) saat bertatap muka
dengan Kerrigan. (Sumber)
Tidak lama kemudian, Kerrigan kembali lagi ke Shakuras & berhasil menculik Raszagal, pemimpin dari Templar Kegelapan. Kerrigan lantas memaksa Zeratul untuk membunuh Overmind Baru secara permanen. Zeratul berhasil melakukannya, namun setelah mengetahui bahwa Kerrigan telah memanipulasi pikiran Raszagal, ia memilih untuk membunuh Raszagal. Usai membunuh Raszagal, Zeratul lalu pergi untuk mengembara & meninggalkan anggota Protoss yang lain.

Kematian Raszagal mengundang amarah dari kaum Protoss yang lain. Maka di bawah pimpinan Artanis, kaum Protoss pun lalu melancarkan serangan besar-besaran ke markas Zerg yang dipimpin Kerrigan di Planet Char untuk membalas dendam, namun gagal sehingga kini Zerg di bawah pimpinan Kerrigan menjadi kelompok terkuat di galaksi setempat. Di lain pihak, usai kekalahan itu Artanis mulai berupaya menyatukan kembali kaum Protoss dari Aiur dengan kaum Templar Kegelapan yang selama ini saling memusuhi.



KARAKTERISTIK

Morfologi

Protoss adalah ras alien humanoid yang berarti mereka memiliki ciri-ciri fisik utama yang mirip dengan manusia, namun tetap memiliki sejumlah perbedaan fisik yang mendasar semisal tubuhnya yang lebih tinggi dibandingkan manusia, kakinya yang memiliki sendi tungkai panjang, & tangannya yang berjari 4. Protoss juga tidak memiliki mulut atau telinga, namun mereka bisa berkomunikasi menggunakan telepati. Lebih lanjut, Protoss bisa hidup sangat lama di mana tetua-tetua Protoss biasanya berusia 1.000 tahun lebih.

Kaum Protoss pada dasarnya adalah kaum yang cinta damai, namun mereka bisa berperang dengan amat gigih ketika diperlukan, terlebih saat berperang demi planetnya. Menurut kepercayaan Protoss, tewas di medan perang dianggap sebagai cara yang terhormat untuk meninggalkan dunia & menuju dimensi Khala, suatu tempat bagi arwah-arwah Protoss yang gugur di medan perang. Dengan memakai suatu artefak khusus, kaum Protoss yang masih hidup juga bisa berkomunikasi dengan arwah Protoss yang bersemayam di dimensi Khala.

Salah satu kemampuan unik individu Protoss yang membedakannya dari ras lain adalah kemampuannya mengendalikan energi psionik dari kekuatan pikiran. Dengan mengendalikan energi psionik, seorang prajurit Protoss bisa menciptakan senjata semisal belati & membuat suatu cangkang pelindung tambahan di sekujur tubuhnya. Beberapa prajurit elit Protoss seperti High Templar diketahui juga bisa menciptakan semacam ledakan energi dari kekuatan pikiran (Psionic Storm) yang berbahaya bagi makhluk hidup lain dalam radius ledaknya.
Ksatria High Templar yang diselimuti
oleh energi psionik. (Sumber)

Dibandingkan dengan ras Zerg atau Terran (manusia), Protoss memiliki teknologi yang jauh lebih maju dibandingkan 2 kaum lainnya itu. Hal tersebut terjadi karena Protoss menyerap ilmu langsung dari kreator mereka yang jelas-jelas berperadaban sangat tinggi, kaum Xel'naga. Beberapa contoh teknologi maju milik kaum Protoss adalah teknologi robotik, teleportasi, senjata antimateri, & cybernetic. Teknologi tinggi buatan Protoss di sisi lain juga memerlukan biaya tinggi sehingga pemimpin pasukan Protoss pun harus memilih : menciptakan pasukan berjumlah sedikit tapi efektif, atau menumpuk sumber daya sebanyak-banyaknya agar bisa menciptakan pasukan dalam jumlah besar pula.

Secara biologis, Protoss adalah kaum yang sulit berkembang biak sehingga jumlah mereka pun terbatas. Hal tersebut pada gilirannya menjadi masalah baru ketika timbul perang & mereka memerlukan prajurit dalam jumlah besar. Untuk membantu menambah jumlah prajuritnya & mencegah terlalu banyaknya prajurit Protoss yang gugur, Protoss pun menciptakan robot-robot untuk diterjunkan ke medan perang ataupun lokasi-lokasi yang berbahaya. Salah satu contoh robot buatan Protoss yang paling lazim adalah unit pekerja & pengumpul barang tambang yang bernama Probe.


Struktur Sosial

Masyarakat Protoss pada awalnya hidup dengan sistem tribalisme (kesukuan) di mana tiap-tiap suku memiliki keahlian & warna kulitnya masing-masing. Namun pasca Abad-Abad Perselisihan, kaum Protoss dianjurkan untuk menanggalkan pola hidup kesukuannya & melebur ke dalam sistem kasta Khala. Menurut Khas sebagai perumus sistem Khala, sumber perpecahan antar Protoss selama Abad-Abad Perselisihan adalah karena adanya konflik & pertentangan antar suku.

Ada 3 kasta utama dalam sistem Khala : Yudikator, Khalai, & Templar. Yudikator adalah kasta tertinggi dalam masyarakat Protoss yang tugasnya memerintah & mengatur masyarakat Protoss sesuai dengan pedoman Khala. Kasta ini dipimpin oleh tetua-tetua Protoss yang membentuk suatu lembaga bernama Conclave sebagai pengambil keputusan utama. Suku-suku penyusun utama dari kasta ini adalah suku Ara & Shelak.

Upacara inisiasi kaum Protoss. (Sumber)
Kasta kedua adalah kasta Khalai yang dari segi jumlah merupakan kasta yang paling dominan dalam masyarakat Protoss. Kasta Khalai terdiri dari kaum pekerja & peneliti yang menjadi tulang punggung utama dalam aktivitas-aktivitas kaum Protoss. Kasta Khalai sendiri tampaknya terbagi-bagi lagi di mana prajurit Protoss yang masih berada dalam kasta Khalai tingkat bawah dikenal dengan sebutan Zealot, prajurit Protoss yang paling dasar. Adapun, suku penyusun utama kasta ini adalah suku Furinax.

Kasta ketiga adalah kasta Templar, yaitu kasta militer yang bertugas melindungi Aiur. Salah satu divisi elit dalam kasta ini adalah divisi ksatria High Templar yang tidak lagi mengandalkan kekuatan fisik semata untuk bertarung, tetapi dengan teknik pengendalian energi & kekuatan pikiran untuk menyerang musuh dari jarak jauh. Ketika akan melakukan pertempuran, Conclave biasanya akan menunjuk seorang anggota kasta Templar yang dikenal sebagai "Eksekutor" untuk memimpin pasukan perang yang akan dikirim tersebut. Kasta Templar sendiri umumnya tersusun dari suku Akilae, Auriga, & Sargas.

Di luar 3 kasta tersebut, ada pula kelompok Protoss yang dikenal sebagai kelompok Templar Kegelapan atau - menurut bahasa lokal Protoss - Nerazim. Kaum ini oleh kaum Protoss di Aiur dianggap sebagai kaum terbuang & sesat karena enggan mengikuti ajaran Khala. Ciri khas dari kaum ini adalah memakai jubah berwarna gelap & memiliki kemampuan mengendalikan cahaya di sekitar tubuhnya agar tidak bisa dilihat. Pada awalnya kaum Templar Kegelapan memiliki pola hidup nomaden, namun belakangan mereka hidup menetap di Planet Shakuras untuk mempelajari artefak Xel'naga yang ada di sana.


Taktik Perang

Secara umum, pasukan Protoss menitik beratkan pada kekuatan individu & kemampuan memanipulasi alur perang. Prajurit Zealot & Immortal misalnya, adalah andalan utama Protoss dalam perang frontal di darat. Stalker bisa menembak jatuh musuh di udara & melakukan teleportasi jarak dekat untuk berpindah tempat dengan cepat, sementara robot Sentry bisa melumpuhkan pergerakan musuh untuk sementara waktu. Dari semua itu, unit Protoss yang paling ditakuti di darat adalah robot raksasa berkaki 3 bernama Colossus yang bisa menembakkan sepasang sinar berdaya rusak tinggi.

Mothership, piring terbang raksasa
andalan pasukan Protoss. (Sumber)
Protoss tidak hanya kuat dalam pertempuran di darat. Mereka juga superior dalam pertempuran di angkasa. Pesawat lincah Void Ray & jet ruang angkasa Phoenix adalah tulang punggung utama armada terbang Protoss. Satelit kecil Observer sangat berguna untuk mengintai markas musuh secara sembunyi-sembunyi. Kapal induk antar galaksi Carrier bisa mengontrol pesawat-pesawat tempur kecil bernama Interceptor. Jika semua itu belum cukup, Protoss juga bisa menurunkan senjata pamungkas mereka : piring terbang raksasa bernama Mothership.

Untuk mendirikan markas di suatu lahan baru dengan cepat, kaum Protoss sangat mengandalkan teknologi teleportasi (warping). Saat pertama kali terjun ke medan perang, kaum Protoss biasanya hanya akan menerjunkan robot-robot Probe yang bisa menciptakan semacam portal antar dimensi untuk menteleportasi bangunan bernama Pylon yang memancarkan energi dari kristal khaydarin. Jika lahan tersebut sudah mendapatkan pancaran energi dari Pylon, barulah Probe bisa menteleportasi bangunan-bangunan lain ke wilayah tersebut. Andaikan Pylon di suatu area hancur, maka semua bangunan non-Pylon di sekitarnya pun akan mengalami kekurangan energi & berhenti berfungsi untuk sementara waktu.

Bangunan-bangunan yang sudah dipindahkan oleh Probe ke lahan baru selanjutnya bisa digunakan untuk menteleportasi unit-unit Protoss di mana bangunan tertentu hanya bisa menteleportasi unit tertentu. Bangunan Nexus misalnya, hanya bisa digunakan untuk menteleportasi Probe, sementara bangunan Stargate hanya bisa digunakan untuk menteleportasi pasukan udara. Selain untuk menteleportasi unit, bangunan-bangunan Protoss lain juga bisa digunakan untuk tujuan lain semisal pengembangan teknologi (misalnya Forge) & basis pertahanan (Photon Cannon). Dikombinasikan dengan keahlian bertarungnya yang tinggi & kemampuan Eksekutor merancang taktik, Protoss pun selalu menjadi ras yang tidak bisa diremehkan oleh lawan-lawannya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

CreepColony's Skillful StarCraft - StarCraft II Protoss Building & Units
StarCraft : Legacy - StarCraft Evolution
StarCraft Wiki - Protoss
Wikipedia - Species of StarCraft
Wikipedia - StarCraft II: Wings of Liberty
Metzen, Chris, dkk.. 1998. "StarCraft : Manual". Blizzard Entertainment, AS.
(Video Game) 1998. "StarCraft". Blizzard Entertainment, AS.
(Video Game) 1999. "StarCraft : Brood War". Blizzard Entertainment, AS.


           

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.