FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Hannibal Lecter, Dokter Kanibal yang Penuh Kharisma




Hannibal Lecter saat memakai topeng penyumpal mulut. (Sumber)

Psikopat, ada yang pernah dengar kata itu? Itu adalah istilah untuk menyebut orang-orang yang suka melakukan perbuatan abnormal & tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan tanpa merasa bersalah, misalnya perbuatan membunuh. Karakteristik psikopat yang unik & identik dengan sosok yang menakutkan pada gilirannya membuat psikopat kerap dijadikan salah satu sumber inspirasi karakter jahat (antagonis) dalam karya-karya fiksi bertema horor. Dan dari sekian banyak karakter psikopat yang pernah diangkat oleh karya-karya fiksi, salah satu yang terkenal adalah karakter Hannibal Lecter. Siapa itu Hannibal Lecter & apa yang membuatnya terkenal?

Hannibal Lecter adalah salah satu karakter pembunuh berantai paling terkenal di dunia fiksi. Pertama kali muncul dalam novel "Red Dragon" buatan Thomas Harris yang diterbitkan pada tahun 1981, sosok Hannibal Lecter mulai meraih popularitas tinggi setelah ia ditampilkan dalam film "The Silence of The Lambs" pada tahun 1991. Ciri khas utama dari karakter Hannibal Lecter yang membedakannya dari sosok-sosok pembunuh berantai lainnya adalah bagaimana ia mengkombinasikan kejeniusannya yang luar biasa dengan pembawaannya yang kalem & nafsunya yang tinggi akan daging manusia.



SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)

Kreator dari karakter Hannibal Lecter tak lain & tak bukan adalah Thomas Harris, penulis novel-novel yang menampilkan sosok Hannibal Lecter. Total, ada 4 novel hasil karya Harris yang menampilkan karakter Hannibal Lecter di dalamnya. Keempat novel tersebut adalah "Red Dragon" (diterbitkan tahun 1981), "The Silence of the Lambs" (1988), "Hannibal" (1999), & "Hannibal Rising" (2006). Inti dari cerita novel-novel tersebut sendiri adalah mengenai perjalanan hidup Hannibal Lecter, seorang dokter ahli kejiwaan (psikiater) yang ternyata juga memiliki "pekerjaan sampingan" sebagai pembunuh berantai & kanibal.

Thomas Harris, sang pencipta
sosok Hannibal Lecter. (Sumber)
Tidak diketahui secara pasti sumber inspirasi utama bagi Thomas Harris saat membuat karakter Hannibal Lecter. Bila merujuk pada tulisan David Sexton yang menulis buku "The Strange World of Thomas Harris : Inside the Mind of the Creator of Hannibal Lecter" & mengklaim mendapatkan infonya dari seorang penjaga perpusatakaan sahabat Thomas Harris, karakter Hannibal Lecter terinspirasi dari kisah William Coyne, seorang pembunuh berantai yang kabur dari penjara pada tahun 1934 & sempat melakukan aksi-aksi pembunuhan serta kanibalisme di Cleveland (kota tempat tinggal Thomas Harris), negara bagian Ohio, AS.

Selain William Coyne yang disebut-sebut menginspirasi karakter Hannibal Lecter, sosok-sosok pembunuh berantai lainnya juga menjadi sumber inspirasi bagi Thomas Harris saat membuat karakter-karakter antagonis lain dalam novelnya. Karakter Jame Gumb alias "Buffalo Bill" dari novel "The Silence of the Lambs" misalnya, konon terinspirasi dari Ed Gein (pembunuh berantai yang terkenal suka menguliti korbannya) & Ted Bundy (pembunuh berantai yang memancing calon-calon korbannya dengan cara berpura-pura membutuhkan pertolongan agar ia bisa menjebak mereka ke dalam kendaraannya).

Karakter Hannibal Lecter pertama kali merambah ke dunia film setelah novel "Red Dragon" diadaptasi ke layar perak pada tahun 1986. Hal yang menarik adalah dengan alasan untuk menghindari bentrok hak cipta, beberapa perubahan dilakukan pada film tersebut agar sedikit berbeda dengan novel aslinya. Judul dari film adaptasi tersebut adalah "Manhunter" (bukan judul novelnya, "Red Dragon") & karakter Hannibal Lecter namanya dipelintir menjadi Hannibal Lecktor di mana karakter tersebut diperankan oleh aktor Brian Cox.

Poster film "The Silence
of the Lambs". (Sumber)
Kendati sudah diadaptasi ke layar perak sejak tahun 1986, Hannibal Lecter bisa dibilang baru meraih popularitasnya seperti sekarang setelah ia ditampilkan dalam film "The Silence of the Lambs" pada tahun 1991 berdasarkan novel berjudul serupa. Di dalam film tersebut, karakter Hannibal tidak lagi diperankan oleh Brian Cox, melainkan oleh aktor Antony Hopkins. Peran Hopkins dalam memerankan sosok Hannibal Lecter mendapatkan pujian dari banyak pihak hingga puncaknya, ia dihadiahi trofi penghargaan Academy Award. Tak hanya itu, American Film Institute (AFI; Institusi Film Amerika) juga menobatkan Hannibal Lecter versi Hopkins sebagai karakter jahat terbaik sepanjang masa dalam daftar 100 karakter pahlawan & penjahat terbaik versi mereka.

Salah satu kunci sukses mengapa karakter Hannibal Lecter versi Anthony Hopkins bisa melambung seperti sekarang adalah penampilan karakternya yang unik & lain daripada karakter pembunuh lain pada umumnya di mana Hannibal ditampilkan sebagai sosok yang ganas, tapi juga elegan & jenius. Sebagai akibatnya, karakter Hannibal Lecter pun menjadi ikon baru film horor yang kemudian menjadi salah satu sumber inspirasi bagi karya-karya fiksi lainnya, baik dalam versi serius maupun versi parodi. Leigh Whannel misalnya, menyebut bahwa karakter Jigsaw ciptaannya dalam film seri "Saw" menjadikan sosok Hannibal Lecter sebagai salah satu sumber inspirasinya.



SEJARAH (VERSI FIKSI / FILM)

- Hannibal Rising

Hannibal Lecter adalah anak dari keluarga bangsawan Lithuania (suatu daerah di sebelah barat Rusia) yang sejak kecil harus menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya tewas dalam Perang Dunia II. Hannibal kecil bersama adiknya, Mischa Lecter, lalu hidup menetap di sebuah gubuk kecil yang terpencil hingga pada suatu hari, gubuk mereka didatangi oleh sekelompok tentara pimpinan Vladis Grutas. Awalnya mereka hanya ingin tinggal sementara waktu hingga badai salju berakhir. Namun ketika kondisi cuaca semakin memburuk & makanan di gubuk Hannibal semakin menipis, para tentara itu pun kemudian membunuh Mischa & memakan dagingnya. Hannibal kecil yang menyaksikan peristiwa itu merasa sangat trauma sehingga dia bersumpah untuk membalas dendam kepada para tentara tersebut suatu hari nanti.

Hannibal Lecter saat
masih remaja. (Sumber)
Hannibal lalu pergi ke Perancis & bertemu dengan seorang janda Jepang bernama Murasaki yang juga kehilangan keluarganya akibat perang. Merasa memiliki kesamaan nasib dengan Hannibal, Murasaki lalu mengadopsi Hannibal & mengajarinya aneka ilmu baru seperti teknik bertarung ala prajurit samurai. Dalam waktu yang kurang lebih bersamaan, Hannibal juga diterima masuk sekolah kedokteran setempat. Saat menetap di Perancis pulalah, Hannibal melakukan aksi pembunuhan pertamanya kepada seorang tukang daging yang melakukan pelecehan kepada Murasaki saat Murasaki & Hannibal sedang berbelanja di pasar setempat.

Usai melakukan aksi pembunuhan pertamanya, Hannibal merasa semakin bersemangat untuk memburu orang-orang yang dulu memakan adiknya. Rencana balas dendamnya pada awalnya berjalan tanpa halangan setelah ia berhasil menjebak & membantai orang-orang tersebut satu demi satu. Namun sebelum ia menghabisi Grutas selaku pimpinan orang-orang tersebut, Grutas mengatakan bahwa Hannibal dulu juga ikut memakan daging Mischa tanpa sadar. Hannibal merasa sangat terkejut dengan fakta tersebut & lantas memakan wajah Grutas hidup-hidup. Akibat peristiwa tersebut, Hannibal pun muncul menjadi sosok baru yang ketagihan membunuh & memakan daging manusia


- Red Dragon

Penampakan asli dari pembunuh
berantai "Tooth Fairy". (Sumber)
Hannibal kemudian pindah ke AS & membuka praktik sebagai seorang psikiater (ahli kejiwaan). Selama berada di AS, ia juga masih terus menjalankan aksi-aksi pembunuhan & kanibalismenya tanpa ketahuan. Bahkan dalam suatu peristiwa, ia mengundang para koleganya untuk makan bersama di mana para koleganya tidak sadar kalau makanan yang dihidangkan sebenarnya adalah daging manusia. Namun, kegiatan Hannibal sebagai pembunuh berantai akhirnya terungkap setelah seorang polisi bernama Will Graham menemukan barang bukti pembunuhan di rumahnya. Hannibal pun ditangkap & kemudian dipenjara dalam sebuah sel isolasi.

Beberapa tahun berlalu. Graham yang dulu berhasil menangkap Hannibal kemudian menemui Hannibal kembali di sel penjaranya demi mendapatkan petunjuk seputar "Tooth Fairy" (Peri Gigi), seorang pembunuh berantai misterius yang takut melihat wajahnya sendiri & selalu menempelkan pecahan cermin pada mata korban-korbannya. Melalui informasi Hannibal, Graham berhasil mengetahui bahwa Tooth Fairy pernah saling berkirim surat dengan Hannibal & terobsesi dengan sebuah lukisan berjudul "The Great Red Dragon" (Naga Merah Raksasa). Graham akhirnya berhasil menangkap & menembak Tooth Fairy setelah ia menyusup ke dalam rumah Graham & berniat membunuh keluarganya.


- The Silence of the Lambs

Beberapa waktu setelah berakhirnya kasus pengejaran Tooth Fairy, Hannibal dipertemukan kembali dengan anggota polisi. Kali ini orang yang menemuinya adalah seorang polisi wanita bernama Clarice Starling yang menduga Hannibal memiliki keterkaitan dengan "Buffalo Bill", pembunuh berantai yang memiliki kebiasaan membunuh & menguliti para korban wanitanya. Berkat aneka petunjuk dari Hannibal, Clarice berhasil mengetahui bahwa Buffalo Bill dulunya adalah bekas pasien Hannibal. Meskipun demikian, polisi masih belum berhasil mengendus tempat persembunyian Buffalo Bill.

Clarice Starling (kanan) dengan
sosok Hannibal Lecter di
belakangnya. (Sumber)
Menyusul diculiknya putri seorang senator AS oleh Buffalo Bill, Clarice yang kini  harus menemukan putri sang senator tepat pada waktunya mulai mengajukan tawaran baru kepada Hannibal. Hannibal akan dipindahkan ke kompleks penjara lain yang lebih "nyaman" bila ia mau memberikan petunjuk baru soal Buffalo Bill. Hannibal menerima tawaran tersebut, namun ia mengajukan syarat tambahan kepada Clarice di mana Clarice harus menceritakan masa kecilnya kepada Hannibal. Kendati sadar bahwa keinginan Hannibal bila dipenuhi bisa membahayakan dirinya, Clarice menerima syarat tambahan dari Hannibal. Usai pertemuan tersebut, Clarice mulai menyelidiki berkas-berkas Hannibal selama masih membuka praktik psikiatris, sementara Hannibal dipindakan dari sel isolasinya menuju sel kerangkeng.

Tak lama sesudah dipindahkan ke dalam sel kerangkeng, Hannibal tanpa diduga-duga berhasil melepaskan diri dengan cara merusak ikatan borgolnya & memakan wajah para penjaganya. Dengan cerdik, Hannibal lalu berpura-pura mati sambil memakai kulit wajah & pakaian polisi korbannya sehingga para polisi mengira bahwa Hannibal yang sedang menyamar tersebut adalah polisi yang tadi menjaganya. Tanpa curiga, polisi lantas mengangkut "polisi sekarat" tersebut ke dalam ambulans sehingga Hannibal bisa meloloskan diri keluar kompleks penjara tanpa bisa dihadang. Tak lama sesudah Clarice berhasil meringkus Buffalo Bill & menyelamatkan putri senator, Hannibal menelpon Clarice sebelum kemudian menghilang ke tengah-tengah keramaian masyarakat...


- Hannibal

Tahun demi tahun berlalu & tak ada yang tahu bagaimana nasib Hannibal kini, tak terkecuali Clarice. Hingga pada suatu hari, Clarice berkenalan dengan Mason Verger, salah satu bekas pasien Hannibal yang terobsesi untuk membunuh Hannibal setelah Hannibal menipunya untuk menguliti wajahnya sendiri. Untuk membantu mewujudkan obsesinya, Verger secara diam-diam juga membayar polisi Italia bernama Rinaldo Pazzi. Sadar bahwa tindakan Verger bisa berakibat fatal, Clarice pun mulai menelusuri jejak Hannibal dengan caranya sendiri.

Hannibal (kanan) dengan polisi
Rinaldo Pazzi yang sudah terikat
di sebelahnya. (Sumber)
Hannibal sendiri belakangan diketahui sedang berada di Florence, Italia, dengan menyamar sebagai kurator museum setempat. Dengan melihat daftar buronan di situs kepolisian federal AS, Pazzi berhasil mengetahui identitas asli Hannibal & mulai merancang taktik untuk menangkap Hannibal. Namun yang terjadi adalah ia justru dijebak oleh Hannibal yang kemudian menggantungnya hidup-hidup. Hannibal lalu terbang kembali ke AS agar bisa melarikan diri dari para pengejarnya di Italia, namun jejaknya tetap berhasil terlacak oleh anak buah Verger yang kemudian berhasil menangkapnya di sebuah kompleks taman ria.

Hannibal lalu diangkut menuju kediaman Verger di mana Verger berencana membunuh Hannibal dengan cara menempatkannya ke dalam kandang berisi babi-babi yang memakan daging manusia. Namun, rencana Verger gagal terlaksana setelah Clarice datang tepat waktu untuk menyelamatkan Hannibal. Verger sendiri akhirnya tewas dimakan oleh babi-babi peliharaannya, sementara Clarice sempat kehilangan kesadaran usai terkena tembakan peluru bius dari salah satu anak buah Verger.

Hannibal yang baru saja bebas lalu membawa Clarice ke salah satu kediamannya. Di sana, ia mengajak Clarice untuk makan malam sambil bercakap-cakap. Clarice sempat berhasil menipu Hannibal & mencegahnya melarikan diri dengan memborgol lengannya dengan lengan Hannibal. Namun Hannibal tak kehabisan trik & nyali. Ia memotong tangannya sendiri dengan pisau dapur sebelum kemudian melarikan diri dari kejaran para polisi dengan memakai kapal menuju kegelapan malam. Sang dokter kanibal pun sekali lagi lepas dari kejaran para polisi...



KARAKTERISTIK & MODUS OPERANDI

Sosok yang tenang, tapi sangat
menghanyutkan...  (Sumber)
Hannibal Lecter adalah contoh bagus untuk menunjukkan seperti apa jadinya bila sifat sadis, jenius, & berjiwa seni tinggi digabungkan ke dalam satu sosok. Semua sifat-sifat tersebut lantas berhasil ditutupinya secara sempurna dengan berperilaku layaknya seorang pria beradab & penuh sopan-santun. Dikombinasikan dengan kemampuannya berpikir secara sistematis & memprediksi jalan pikiran manusia sebagai akibat dari latar belakang pekerjaannya dulu sebagai seorang ahli kejiwaan (psikiater), Hannibal pun menjelma sebagai sosok "mesin pembunuh" yang sempurna. Sosok yang tenang, tapi (sangat) menghanyutkan.

Motif Hannibal untuk membunuh sendiri tidak begitu jelas & berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Pada awalnya, ia membunuh hanya sebatas untuk membalas dendam kepada orang-orang yang dulu ia anggap sudah membunuh & memakan adiknya. Namun setelah mengetahui bahwa dulu ia juga ikut memakan daging adiknya, motivasi Hannibal berubah di mana ia kini membunuh lebih karena ia sendiri memang menikmatinya. Karena motif membunuhnya yang terakhir itulah, dokter penjara yang merawat Hannibal lantas menyimpulkan bahwa Hannibal adalah seorang "psikopat murni" yang melakukan pembunuhan murni untuk memuaskan dirinya sendiri.

Ciri khas dari Hannibal tentunya adalah sifatnya yang kanibal alias suka mengkonsumsi daging manusia. Begitu berbahayanya sifat kanibal dari Hannibal sehingga setiap kali sel penjaranya dibuka, kedua tangannya selalu diikat & mulutnya ditutup dengan semacam topeng penyumpal mulut agar ia tidak bisa menyakiti orang-orang di dekatnya. Sifat kanibal dari Hannibal bisa dibilang muncul pertama kali setelah ia menyadari bahwa saat dulu adiknya dibunuh & dimakan beramai-ramai oleh segerombolan tentara, ia tanpa sadar juga ikut memakan daging adiknya. Kemungkinan sebagai upaya untuk lari dari kenyataan masa lalunya & sebagai bentuk pelampiasan karena sudah terlanjur memakan daging manusia itulah, ia lantas mendedikasikan dirinya sebagai seorang kanibal.

Polisi Will Graham (kanan) saat sedang
menanyai Hannibal di selnya. (Sumber)
Hal yang menarik adalah sekalipun memiliki sifat kanibal, Hannibal tidak lantas memakan daging korbannya secara membabi-buta. Begitu berhasil membunuh korbannya, Hannibal akan mengambil dagingnya & kemudian memasaknya menjadi aneka hidangan untuk dimakan. Begitu terampilnya Hannibal dalam mengolah daging manusia sehingga ketika Hannibal menawari para koleganya hidangan dari daging manusia, mereka tidak menyadarinya sama sekali. Namun bila ia tidak memakan daging manusia dalam jangka waktu lama semisal karena dipenjara, ia diketahui juga mau memakan daging manusia mentah-mentah & tak jarang melakukannya secara membabi-buta.

Hal lain yang menarik dari sosok Hannibal Lecter adalah semasa masih berada di penjara, ia sempat dimintai saran oleh polisi untuk membantu memberi petunjuk seputar buronan polisi yang lain. Sebabnya adalah karena Hannibal pandai memprediksi pola pikir manusia & adanya dugaan bahwa para buronan polisi tersebut sempat menjalin kontak dengannya mengingat Hannibal memang pernah memiliki beberapa pasien dengan gangguan jiwa saat masih bekerja sebagai psikiater.

Hannibal memiliki kebiasaan untuk berbicara berputar-putar alias tidak langsung pada intinya. Kadang-kadang, ia mengutip kata-kata dari puisi atau karya seni lain untuk memberi petunjuk secara tidak langsung kepada polisi yang sedang mengajaknya bicara. Hannibal juga diperlihatkan tidak suka dipaksa & tidak suka bila pembicaraannya dipotong. Hal tersebut bisa dilihat di mana saat Hannibal didesak oleh polisi yang menanyainya agar Hannibal langsung memberikan petunjuk seputar para buronan polisi, ia merespon balik dengan mengancam tidak akan memberikan petunjuk apapun bila ia masih terus didesak.

Hannibal kecil (kanan) bersama
adiknya, Mischa Lecter. (Sumber)
Di luar sifat-sifat sadisnya, Hannibal juga diperlihatkan masih memiliki sedikit sisi kemanusiaan di mana ia memiliki kenangan tersendiri soal Mischa Lecter, adiknya yang meninggal saat Hannibal masih kecil. Bahkan, bisa dikatakan bahwa secara tidak langsung, sosok Mischa-lah yang membuat Hannibal terjerumus menjadi seorang pembunuh berantai seperti sekarang. Hal itu bisa terjadi karena di awal-awal karirnya sebagai pembunuh berantai, motif awal Hannibal dalam melakukan pembunuhan lebih karena ingin membalas dendam kepada orang-orang yang dulu telah membunuh & memakan daging adiknya.

Hannibal juga diperlihatkan menaruh rasa respek yang menjurus romantis kepada Clarice Starling, polisi wanita yang sempat meminta petunjuk darinya untuk menemukan pembunuh berantai Buffalo Bill yang sedang dicari-cari polisi. Perasaan yang tidak biasa tersebut bisa muncul karena saat melihat Clarice, Hannibal mengaku bahwa adiknya yang sudah lama meninggal seolah-olah muncul kembali di hadapannya. Karena alasan yang sama pula, Hannibal selalu berusaha untuk berhubungan & menjalin kontak dengan Clarice setelah dirinya berhasil kabur dari penjara.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

truTV.com - Buffalo Bill
truTV.com - Revenge
Wikipedia - AFI's 100 Years... 100 Heroes and Villains
Wikipedia - Hannibal Lecter
Wikipedia - The Silence of the Lambs (film)
(Film) 1991. "The Silence of the Lambs". Orion Pictures.
(Film) 2001. "Hannibal". Universal Pictures, Metro-Goldwyn-Mayer, &  Scott Free Productions.
(Film) 2002. "Red Dragon". Universal Pictures, Metro-Goldwyn-Mayer, &  Scott Free Productions.
(Film) 2007. "Hannibal Rising". Metro-Goldwyn-Mayer & Weinstein Company.


       

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

30 komentar:

  1. Hanibal terkesan sbg seorang yg ingin bls dendam, tak tampak kriteria psikopat.

    BalasHapus
  2. @anonim
    Inti dari definisi psikopat adalah dia melakukan aneka tindakan yang tidak manusiawi tanpa merasa bersalah sedikit pun. Di awal-awal, motifnya memang cuma sebatas balas dendam. Tapi sesudah itu, dia melakukan pembunuhan lebih karena dia menikmatinya, sekalipun orang yang dibunuhnya tidak ada kaitan apapun dengan dirinya sebelumnya. Jadi saya rasa julukan psikopat ya cocok untuk Hannibal

    BalasHapus
  3. Bagus banget pembahasannya, komplit sekomplit komplitnya :)

    BalasHapus
  4. tulisan yang bagus dan sumber refrensi yg jelas. Rasanya kaya baca wikipedia, tertata rapi apa yang ingin dibahas.
    Yang lebih hebat lagi sih penulisnya, bisa menciptakan sosok psikopat yang jenius begitu :D

    BalasHapus
  5. kondisi yang memprihatinkan n tertekan membuat seseorang mampu berbuat melampaui batas norma yang berlaku atau yang dipegangnya, hal ini bisa memicu perubahan secara halus n mendalam pada kondisi kejiwaan seseorang.

    BalasHapus
  6. Mantap deh filmnya. Bener horor banget namanya.

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. Betul, km kan seperti monster tapi bukan pemangsa manusia, melainkan pemangsa kucing, Ha..ha...ha??

      Hapus
  8. Keren ulasannya tentang Hannibal. TV seriesnya jangan dilewatkan ya :)

    BalasHapus
  9. he doesn't have right reason to kill people

    BalasHapus
  10. mantapp banget uraiannya...dari 4 novel dan film itu, sy plg suka the silence of the lambs. Dr lecter emang menarik, tp ttp aja, nyawa manusia sgt berharga, dan yg paling keren tentu sj, manusia yg memanusiakan org lain.

    BalasHapus
  11. 4 sequel film ini keren semua, baca reviewnya disini jadi kangen untuk nonton lagi.
    terutama silence of the lambs & Hannibal the rising.

    BalasHapus
  12. Sumpah keren pembahasanya gan bisa jadi inspirasi buat novel ah :D mampir juga ya gan adlibidtum

    BalasHapus
  13. Kereenn banget ceritanya, terasa seperti lagi nonton filmnya...
    Bagus banget...^_^

    BalasHapus
  14. Nice and detail descriptive! complete and perfect! <3

    BalasHapus
  15. halo semua dimana bisa nonton film hannibal (2001) online yg ada subtitle indonya?????
    klo yg 3 sekuel lainnya uda nonton>>
    klo yg hanniball uda cari ga dapet'' ni ???
    plisssssssss

    BalasHapus
    Balasan
    1. lihat the silence of lambs dulu gan

      Hapus
  16. Apa jadinya jika hannibal ketemu jigsaw....pasti seru,sama2 jenius...

    BalasHapus
  17. cerita yang sangat menarik , semoga terus di update terus.

    Agen casino

    BalasHapus
  18. pembahasannya bagus, detail (y)

    BalasHapus
  19. Hannibal lecter emang suangar. sampek kebawa mimpi abis nonton filmnya.

    BalasHapus
  20. Tulisan yang sangat bagus. Terima kasih, walaupun ga baca novelnya dan ga liat filmya. Aq bisa bayangin seperti apa gambaran si Hanibal ini. Bravo.

    BalasHapus
  21. ini mah copy dari wikipedia makanya rapih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba, anda tunjukkan di sini tautan artikel wikipedia yang anda maksud & format isi artikelnya SAMA PERSIS dengan artikel ini (selain penggunaan bahasa yang berbeda). Karena saya tidak akan menulis artikel sedetail ini kalau saya sendiri belum pernah menonton film & memperhatikan per adegannya.

      Hapus
    2. Ini dia Randi Apriliyadi, contoh orang yang langsung komen gk pake mikir.

      Hapus
  22. Luar biasa. Tiap detailnya terinci dengan jelas dan akurat.

    BalasHapus
  23. Sangat rapi tulisannya. Bagus sekali pemaparannya. Ini di luar konteks tulisanmu tapi tentang karakter Hannibal itu sendiri berkembang. Menurut saya, karena awalnya hanya dibuat trilogi dan menjadi tetralogi karena adanya prekuel, sosok Hannibal yang dikisahkan seperti itu sepertinya agak terlalu dipaksakan jika seseorang yang penuh kasih sayang pada adiknya berujung menjadi psikopat(yang tak punya hati nurani). Terkadang memang lebih baik tidak diungkap semua demi kemisteriusan karakter psikopat itu sendiri.

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.