FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Tiberium, Mineral Luar Angkasa Pembawa Berkah & Bencana




Beberapa kendaraan penambang di tengah-tengah padang Tiberium. (Sumber)

Satu lagi artikel dari Republik yang akan bercerita soal Command & Conquer (C&C). Bagi yang belum tahu apa itu C&C, akan saya jelaskan sedikit. C&C adalah rangakaian game strategi (RTS) buatan Westwood Studio sebelum kemudian dilanjutkan pengembangannya oleh Electronic Arts (EA) sejak tahun 2007. Berkat metode permainannya yang menarik & inovatif sejak kemunculan pertamanya, game C & C pun kini menjadi salah satu game strategi paling sukses & menjadi barometer tersendiri untuk mengukur kualitas suatu game strategi.

Game C&C sendiri terdiri dari 3 versi cerita : versi orisinal yang bercerita soal konflik atas mineral Tiberium, versi Red Alert yang bercerita soal Perang Dingin, & versi Generals yang terfokus soal perang melawan terorisme (War on Terror). Nah, kali ini pihak Republik akan membahas soal Tiberium, suatu kristal atau mineral misterius dari game C&C versi orisinal. Tiberium ditampilkan sebagai benda yang unik karena kendati di satu sisi benda tersebut mematikan bagi manusia, di sisi lain Tiberium juga berharga tinggi karena berguna bagi pengembangan teknologi. Hal-hal itulah yang kemudian membuat Tiberium menjadi sumber konflik berkepanjangan dalam game Command & Conquer....



SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)

Saat merencanakan game C&C, Louis Castle & Brett Sperry - pendiri studio game Westwood - sudah berpikir mengenai konsep cerita awal dari game yang ingin mereka buat tersebut. Ada sebuah zat misterius yang tiba-tiba muncul di bumi. Zat itu kemudian menjadi sumber perebutan dari banyak pihak setelah manusia menyadari bahwa siapapun yang bisa memiliki zat itu bisa mendapatkan iming-iming kekayaan & kekuasaan, namun untuk mendapatkan zat itu mereka harus bersaing dengan pihak lainnya yang juga sama-sama tertarik akan zat tersebut namun memiliki tujuan berbeda.

Tampilan dari game "Command & Conquer" pertama. (Sumber)
Sebelum membuat game C&C sendiri, Westwood juga pernah membuat game strategi berjudul "Dune" dengan konsep serupa : seputar konflik atas perebutan suatu zat bernama "spice" yang berharga & banyak dicari-cari oleh manusia. Namun untuk mencegah adanya kesamaan antara Dune dengan C&C, Westwood memikirkan zat lain yang bisa digunakan sebagai poros utama dalam cerita C&C. Setelah melalui aneka pertimbangan, akhirnya dibuatlah Tiberium sebagai zat misterius tersebut. Louis Castle menambahkan, Tiberium memiliki wujud seperti kristal karena mereka juga mendapatkan inspirasi dari film lawas yang berjudul "The Monolith Monster".

Usai mendapat konsep awal mengenai zat misterius berharga yang mereka inginkan, pihak Westwood mulai mengembangkan cerita soal hal-hal penting yang berkaitan dengan Tiberium. Secara sederhana, Tiberium di dalam game diperlihatkan sebagai suatu zat yang datang dari luar angkasa melalui meteor. Ketika berada di bumi, Tiberium diperlihatkan bisa memperbanyak diri dengan cara "bertunas" ataupun dengan cara menginfeksi organisme lain. Tiberium lantas mulai menjadi sumber konflik ketika manusia menemukan cara untuk menambang & mengolah Tiberium.

Westwood dalam perkembangannya tidak bisa mengembangkan cerita seputar Tiberium lebih jauh setelah pada tahun 2003, mereka diakuisisi & dibubarkan oleh Electronic Arts (EA). EA lantas mulai mengembangkan hal-hal seputar Tiberium secara lebih mendetail untuk memberi kesan realistik & ilmiah dalam game C & C, misalnya soal struktur kimianya, efek radiasinya, & semacamnya. Tidak tanggung-tanggung, sekelompok ilmuwan dari Institut Teknologi Massachusetts disewa secara khusus oleh pihak EA untuk membantu menciptakan informasi-informasi ilmiah rekaan seputar Tiberium.



SEJARAH (VERSI FIKSI / GAME)

Kane yang sedang memegang
bongkahan Tiberium. (Sumber)
Tahun 1995 versi cerita dalam game, sebuah meteor misterius jatuh di Sungai Tiber, Italia. Karena itulah kemudian mineral misterius yang terkandung dalam meteor tersebut lalu disebut dengan nama "Tiberium". Namun versi lain menyatakan, orang yang pertama kali memberikan nama "Tiberium" untuk mineral tersebut adalah Kane - pemimpin dari organisasi rahasia Persaudaraan Nod (Brotherhood of Nod) - di mana Kane mengaku, ia tahu seputar asal-usul Tiberium lebih dulu & sumber nama mineral tersebut adalah dari nama Kaisar Romawi, Tiberius Julius Caesar Augustus.

Di luar klaim mengenai siapakah yang pertama kali memberikan nama untuk mineral tersebut, sejak pertama kali mendarat di bumi, mineral Tiberium mulai menjalar ke berbagai penjuru bumi & mengubah ekosistem di sekitarnya secara perlahan-lahan. Manusia pun mulai mempelajari & memanfaatkan Tiberium untuk aneka kepentingan. Ketika timbul perselisihan antara kelompok Nod dengan koalisi militer dunia Global Defense Initiative (GDI; Inisiatif Pertahanan Global) mengenai pemanfaatan Tiberium inilah, konflik skala besar antara kedua organisasi itu pun tak terhindarkan & meluas menjadi perang dunia.

Memasuki tahun 2030, perkembangan Tiberium menjadi semakin pesat di mana bukan hanya daratan yang terkena dampak dari Tiberium. Sebagian besar permukaan laut di dunia juga mulai tertutup oleh lapisan Tiberium sehingga aktivitas pelayaran & perikanan dunia menjadi terganggu. 5 tahun kemudian, penyebaran Tiberium di daratan sudah sedemikian parah sehingga banyak perkotaan yang menghilang dari muka bumi karena tidak bisa lagi ditempati oleh manusia. Pada periode ini pula, kelompok alien misterius yang bernama Scrin mulai menampakkan diri & menunjukkan aneka metode penggunaan Tiberium yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh manusia.

Sebagai solusi untuk memantau persebaran Tiberium & dampaknya pada populasi manusia, GDI pada periode ini membagi dunia menjadi 3 zona berdasarkan tingkat persebaran Tiberium. Zona pertama adalah Zina Biru (Blue Zone) di mana zona atau wilayah ini adalah zona yang belum terkontaminasi oleh Tiberium. Zona kedua adalah Zona Kuning (Yellow Zone) yang sudah terkontaminasi oleh Tiberium, namun masih bisa ditempati oleh manusia & merupakan zona yang persebarannya paling luas di bumi. Zona terakhir adalah Zona Merah (Red Zone) di mana wilayah ini memiliki tingkat pencemaran Tiberium yang paling parah & tidak bisa lagi ditempati oleh manusia.

Ketika persebaran Tiberium semakin parah,
semakin banyak kota besar dunia yang
berubah menjadi 'kota mati'. (Sumber)
Memasuki tahun 2062, penyebaran Tiberium menjadi semakin cepat & bahkan mulai mengkontaminasi kawasan Zona Biru yang sebelumnya dianggap tidak akan terpengaruh oleh penyebaran Tiberium. Tim peneliti dari pihak GDI memprediksi, bila situasi tersebut tidak berubah, maka populasi manusia diperkirakan akan punah hanya dalam kurun waktu beberapa tahun. Sebagai akibatnya, kubu GDI & Nod yang selama ini bermusuhan pun sepakat untuk menjalin aliansi demi menghentikan penyebaran Tiberium & menyelamatkan umat manusia.

Hasil dari aliansi tersebut tidak sia-sia. Di tahun 2077, proyek gabungan antara GDI & Nod yang bernama "Jaringan Kontrol Tiberium" (Tiberium Control Network) selesai dibuat. Inti dari proyek tersebut adalah sejumlah besar Tiberium di bumi akan ditambang & diangkut ke dalam unit-unit pengolahan Jaringan Kontrol Tiberium untuk selanjutnya dikonversi menjadi bahan bakar listrik. Berkat keberhasilan proyek tersebut, jumlah mineral Tiberium di bumi pun berkurang tajam & sejumlah besar wilayah di bumi yang sebelumnya terkontaminasi oleh Tiberium kini mulai bersih kembali. Kendati demikian, jejak-jejak kerusakan yang ditinggalkan oleh Tiberium tetaplah ada & menjadi saksi bisu bagi masyarakat dunia yang masih tersisa...



KARAKTERISTIK UMUM

Kendati sudah cukup banyak yang diketahui soal Tiberium, karakteristik dari mineral itu sendiri belum benar-benar dipahami oleh manusia. Tiberium diperlihatkan memiliki karakteristik seperti makhluk hidup - khususnya tumbuhan - karena ketika berada di tanah, mineral Tiberium bisa menciptakan semacam akar & kemudian menyebar melalui akar tersebut. Untuk berkembang, Tiberium menyerap zat-zat hara dari tanah memakai akarnya sehingga seringkali suatu wilayah yang sudah dipenuhi Tiberium tidak bisa digunakan lagi untuk aktivitas pertanian.

Lambang kimia untuk Tiberium. (Sumber)
Bila Tiberium yang ada di permukaan tanah dicabut, Tiberium bisa tumbuh lagi selama akarnya masih tertanam di dalam tanah. Itulah sebabnya ketika suatu lahan yang dipenuhi Tiberium ditambang hingga habis, lahan itu akan kembali dipenuhi oleh Tiberium tidak lama kemudian. Lebih lanjut, ketika akar dari Tiberium sudah mencapai perairan, tidak lama kemudian kristal-kristal Tiberium akan bermunculan. Oleh manusia, rangkaian kristal Tiberium yang tumbuh di air kerap disebut sebagai "alga Tiberium".

Kristal Tiberium secara garis besar bisa dibagi menjadi 2 macam : kristal Tiberium hijau (Riparius) & kristal Tiberium biru (Vinifera). Kristal Tiberium hijau adalah kristal yang jumlahnya paling melimpah karena sangat mudah menjalar. Kristal berwarna biru jumlahnya lebih sedikit & struktur kimiawinya tidak sestabil Tiberium, namun nilai ekonomisnya juga lebih tinggi. Selain kristal berwarna hijau & biru, kristal Tiberium berwarna merah atau jingga juga ditemukan, namun jumlahnya sangat jarang & hanya ditemukan pada waktu-waktu tertentu.

Selain dalam wujud kristal, Tiberium juga bisa ditemukan dalam wujud cair & gas. Wujud cair dari Tiberium tidak bisa ditemukan di alam, namun bisa dibuat dengan cara melelehkan Tiberium melalui suatu teknik khusus. Tiberium dalam bentuk cairan haruslah diperlakukan dengan sangat hati-hati karena struktur kimianya yang tidak stabil & mudah meledak. Tiberium dalam wujud gas sendiri bisa ditemukan di alam di mana Tiberium dalam wujud tersebut berasal dari kristal-kristal Tiberium yang dicabut dari akarnya & dari hasil respirasi makhluk-makhluk hidup yang sudah terkontaminasi oleh Tiberium .



TIBERIUM & MAKHLUK HIDUP

Efek bagi Ekosistem Bumi

Bagi makhluk hidup di bumi, Tiberium secara umum bersifat mematikan. Penyebabnya tidak lain karena Tiberium mengandung radiasi tinggi yang bisa mempengaruhi atau bahkan merusak sel-sel makhluk hidup. Bila terpapar pada kulit manusia atau hewan misalnya, maka kulit dari individu yang bersangkutan akan mulai melepuh. Sementara bila masuk ke saluran pernapasan, maka Tiberium akan mengkristal di dalam paru-paru & menyebabkan makhluk hidup yang bersangkutan mati tercekik akibat tidak bisa bernapas. Untuk mengantisipasi efek mematikan dari Tiberium, manusia yang melewati kawasan penuh Tiberium harus memakai pakaian pelindung khusus.

Pohon-pohon yang terinfeksi
oleh Tiberium. (Sumber)
Dalam kasus di mana seseorang terkena dosis Tiberium yang sangat tinggi dalam waktu singkat - misalnya karena melintasi padang Tiberium atau disemprot oleh Tiberium cair - maka sel-sel dari individu yang bersangkutan akan bermutasi tak terkendali. Sel-sel yang bermutasi tersebut selanjutnya akan membuat tubuh individu yang bersangkutan terlihat meleleh hingga akhirnya berubah bentuk menjadi visceroid. Visceroid adalah sejenis makhluk hidup yang bentuknya mirip lumpur & menyemprotkan gas atau cairan Tiberium secara terus-menerus dari dalam tubuhnya.

Kendati bersifat mematikan, namun dalam beberapa kasus makhluk hidup yang terpapar Tiberium tidak langsung mati, melainkan hanya sebatas mengalami mutasi yang efeknya juga terbatas. Pada manusia contohnya, bila ada individu yang tidak mati akibat paparan Tiberium, maka penampilan fisiknya akan berubah menjadi menyeramkan & kekuatan fisiknya juga meningkat. Mereka yang terpapar Tiberium & berubah menjadi makhluk mirip mutan ini tak jarang diusir dari pemukiman tempatnya tinggal. Ketika jumlah mereka yang terusir ini semakin banyak, mereka pun membentuk komunitas tersendiri bernama "The Forgotten" (Yang Terlupakan) yang mengisolasi diri dari dunia manusia.

Layaknya hewan & manusia, tumbuhan juga bisa mengalami mutasi akibat Tiberium, namun dengan proses yang sedikit berbeda. Tumbuhan yang terpapar oleh Tiberium akan mulai menumbuhkan benjolan-benjolan seperti tumor yang menyemprotkan gas-gas Tiberium ke udara secara perlahan-lahan. Dalam jangka panjang, tumbuhan yang bersangkutan akan mengalami penurunan kondisi & akhirnya mati. Pada kasus-kasus tertentu, tumbuhan yang terpapar Tiberium akan mengalami perubahan bentuk & mulai menumbuhkan bagian tubuh yang tidak ditemukan pada tumbuhan biasa, misalnya tentakel.


Manfaat bagi Manusia (serta Alien "Scrin")

Kendati Tiberium memiliki efek yang berbahaya bagi manusia, namun Tiberium juga memiliki banyak manfaat. Kristal-kristal Tiberium bila diolah bisa dimanfaatkan sebagai senjata berdaya rusak tinggi, pendorong mutasi sel makhluk hidup, sumber energi listrik, & sebagainya. Bom dari Tiberium cair misalnya, efek ledakannya konon lebih kuat dibandingkan ledakan bom nuklir sekalipun! Sebagai akibatnya, mineral ini pun semakin banyak dicari-cari manusia & ditambang dalam jumlah besar hingga akhirnya menjadi sumber konflik baru.

Berperang demi Tiberium! (Sumber)
Kubu GDI & Nod memiliki cara pandang yang sedikit berbeda mengenai Tiberium. Bila GDI sebatas menganggap Tiberium sebagai mineral yang bermanfaat namun berbahaya, Nod menganggap Tiberium sebagai era baru umat manusia. Menurut kubu Nod, bila seluruh manusia di bumi terpapar oleh Tiberium, maka manusia akan menjadi makhluk yang lebih sempurna. Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, kubu Nod berkali-kali melakukan tindakan yang terkesan gila, misalnya berencana menginfeksi manusia di seluruh dunia dengan cara meledakkan roket bermuatan Tiberium di atmosfer. GDI menganggap tindakan Nod dalam memanfaatkan Tiberium terlalu berbahaya bagi kelangsungan umat manusia sehingga selama puluhan tahun, mereka selalu terlibat konflik dengan Nod.

Bukan hanya manusia yang tertarik untuk memanfaatkan Tiberium. Suatu kelompok alien misterius bernama Scrin yang bentuknya mirip serangga-serangga logam juga memiliki ketertarikan sendiri terhadap Tiberium. Scrin sendiri menyebut mineral Tiberium dengan nama "Ichor". Bila dibandingkan dengan manusia, Scrin memiliki tingkat penguasaan teknologi pemanfaatan Tiberium yang jauh lebih tinggi. Beberapa contoh teknologi tersebut adalah bangunan perangsang pertumbuhan Tiberium, proyektil senjata yang terbuat dari Tiberium, pendeteksi radiasi Tiberium di seluruh permukaan bumi, & laser yang bisa menumbuhkan Tiberium.

Begitu besar keterikatan Scrin dengan Tiberium sehingga ketika mereka tidak mendapatkan radiasi Tiberium, maka unit-unit mereka akan berhenti berfungsi seketika. Pengetahuan Scrin yang luas mengenai Tiberium & ketergantungan Scrin yang begitu tinggi akan mineral tersebut pada akhirnya memunculkan banyak spekulasi mengenai Tiberium. Salah satunya adalah mengenai spekulasi bahwa sebenarnya yang mengirim Tiberium ke bumi adalah Scrin di mana Scrin disebut-sebut melakukan itu untuk menciptakan suatu lingkungan yang bisa mereka tempati. Namun spekulasi itu sendiri tetaplah memerlukan pembuktian & misteri-misteri lainnya seputar Tiberium masih menunggu untuk diungkap.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Command & Conquer Wiki - Tiberium
ComputerAndVideoGames.com - Command & Conquer Origins
ComputerAndVideoGames.com - Games that changed the world : Command & Conquer
Wikipedia - Tiberium
(Video Game) 2002. "Command & Conquer : Renegade". Westwood Studio.
(Video Game) 2007. "Command & Conquer 3 : Tiberium Wars". EA Los Angeles.


       

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

9 komentar:

  1. Gan, tau situs lain yg mbahas game gak?
    thx

    BalasHapus
  2. @anonim
    Kalau situs luar, coba kunjungi Gamespot, IGN, atau Gamefaqs. Wikipedia juga punya beberapa sub-site yang khusus membahas game-game tertentu. Misalnya CnC wiki, starcraft wiki, & lainnya

    Kalau situs lokal sih, saya taunya cuma VGI sama Game Station

    Semoga membantu....

    BalasHapus
  3. Gila... bisa aja ngumpulin informasi tentang Tiberium. Jadi sebenernya tuh benda ada ngga sih di dunia nyata?

    BalasHapus
  4. @uki
    Nggak ada. Itu cuma ada di dalam game

    BalasHapus
  5. Tambah lagi gan, Konsep Tiberium milik Westwood berbeda dari milik EA. kalau Milik Westwood (di mana gw lebih percaya westwood) Tiberium itu gibrida antara kristal dan tanaman, di EA pod milik Tiberium hilang abis dan ajdi murni kristal dan ada inkonsistensi cerita

    BalasHapus
  6. Game ini tentang tiberium sampai perang ke 4 itu udah terkhir iya gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Yang terakhir rilis Command & Conquer 4 : Tiberian Twilight

      Hapus
  7. Gan ada link cnc3kw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang anda maksud link download bajakan gamenya, nggak ada

      Hapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.