FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

ALF, Pelindung Satwa atau Peneror Manusia?




Sepasang anggota ALF bersama anjing-anjing
yang baru mereka bebaskan. (Sumber)

ALF atau lengkapnya Animal Liberation Front (Front Pembebasan Binatang) adalah nama dari sebuah organisasi pecinta lingkungan beraliran garis keras yang memiliki tujuan untuk membebasakan hewan-hewan yang - berdasarkan sudut pandang para anggotanya - mengalami penderitaan & eksploitasi oleh manusia. Awalnya dibentuk di Inggris oleh seorang aktivis hak-hak hewan bernama Ronnie Lee pada pertengahan dekade 1970-an, secara perlahan tapi pasti ALF berhasil melebarkan sayapnya ke negara-negara lain. Hingga tahun 2010, diperkirakan ada sekitar 40 negara lebih yang menjadi lokasi aktifnya ALF.

ALF terkenal karena kerap melakukan tindakan-tindakan berbau kekerasan semisal sabotase & penyerangan ke tempat-tempat yang dianggap mengeksploitasi binatang, misalnya rumah pemotongan hewan, laboratorium, peternakan, & sirkus. Kendati tindakan ALF tersebut terkesan merusak, para anggota senior ALF selalu menolak kalau tindakan mereka dianggap sebagai tindakan teror yang membahayakan karena para anggota ALF selalu diwanti-wanti untuk tidak melukai manusia & hanya diperbolehkan untuk merusak fasilitas yang dianggap bisa digunakan untuk mengeksploitasi hewan.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas para anggota ALF semakin lama terkesan semakin ekstrim karena tingginya jumlah kerugian finansial yang diakibatkan & tindakan sejumlah anggotanya yang mulai membahayakan nyawa manusia. Sebagai akibatnya, kelompok ini pun di sejumlah negara mulai dikategorikan sebagai kelompok terlarang & para anggotanya bisa dihukum penjara. Oleh organisasi FBI yang mengurusi masalah-masalah kriminal di AS, aksi-aksi yang dilakukan para anggota ALF dikategorikan sebagai "terorisme berorientasi lingkungan" atau "eko-terorisme" (eco-terrorism). Kendati demikian, kelompok ini tidak pernah berhasil dibasmi secara permanen & para anggotanya masih tetap beroperasi hingga sekarang kendati secara sembunyi-sembunyi.

Logo dari ALF. (Sumber)
Salah satu penyebab mengapa ALF begitu sulit dibasmi secara permanen adalah karena cara kerjanya yang bersifat sembunyi-sembunyi & struktur organisasinya yang tidak jelas. Saat beroperasi, para anggota ALF biasanya hanya bekerja sendiri-sendiri atau dalam kelompok kecil yang tidak dikendalikan oleh anggota ALF di luar kelompok kecil tersebut. Menurut salah satu juru bicara ALF, siapapun yang mencintai hewan & mau terjun langsung untuk membebaskan hewan-hewan yang sedang mengalami penderitaan pada dasarnya bisa langsung dikategorikan sebagai anggota ALF. Lebih lanjut, orang-orang yang ingin bertindak atas nama ALF juga diharapkan memiliki gaya hidup vegetarian alias tidak pernah makan atau mengkonsumsi benda-benda yang berunsur hewan.



LATAR BELAKANG & PEMBENTUKAN

Embrio dari organisasi ALF adalah Hunt Saboteurs Association (HSA; Asosiasi Penyabotase Perburuan), sebuah organisasi penentang aktivitas perburuan yang dibentuk oleh seorang jurnalis Inggris bernama John Prestige pada bulan Desember 1963. Menurut Prestige, dirinya mendirikan HSA sebagai bentuk protes & peneolakan kepada aktivitas perburuan setelah dalam salah satu aktivitas peliputannya, ia melihat beberapa orang pemburu menyerang & membunuh rusa hamil. Dalam perkembangannya, HSA berkembang menjadi sejumlah kelompok baru yang masing-masingnya bekerja secara terpisah, namun tetap mengusung nama & metode yang sama.

Aktivitas dari para anggota HSA sendiri secara garis besar terfokus pada kegiatan sabotase bersifat non-kekerasan yang ditujukan untuk mengacaukan & menghentikan kegiatan perburuan yang sedang berjalan, misalnya membuat jejak bau palsu untuk membingungkan para pemburu. Namun memasuki tahun 1972, situasinya mulai berubah ketika salah satu kelompok HSA pimpinan Ronnie Lee & Cliff Goodman memutuskan untuk menempuh jalur yang lebih ekstrim. Dengan mengusung nama lain Band of Mercy (BM; Gerombolan Belas Kasihan), mereka melakukan aneka aktivitas seperti merusak mobil para pemburu, membakar bangunan yang digunakan untuk aktivitas perburuan, & menyerang peternakan serta toko senapan.

Ronnie Lee, pendiri
ALF. (Sumber)
Aktivitas-aktivitas dari BM yang semakin lama semakin brutal pada gilirannya membuat HSA selaku organisasi induknya merasa bahwa mereka harus melakukan tindakan serius untuk menghentikan sepak terjang BM. Di bulan Juli 1974, mereka membuat sayembara di mana siapapun yang bisa membantu mengungkap aktivitas BM bakal mendapatkan imbalan 250 poundsterling (sekitar 3,75 juta rupiah). Upaya untuk menghentikan aktivitas BM akhirnya tercapai setelah Lee & Goodman selaku pentolan BM berhasil ditangkap pada bulan Agustus 1974. Di pengadilan, keduanya lalu dijatuhi hukuman penjara 3 tahun yang kemudian direvisi menjadi 1 tahun.

Walaupun berada di penjara, obsesi Lee untuk melindungi hak-hak binatang lewat cara-cara ekstrim tidak lantas padam, tapi malah semakin menggebu-gebu. Hal tersebut bisa dilihat di mana tak lama sesudah ia keluar dari penjara di tahun 1976, Lee kembali berkumpul dengan para anggota BM yang tersisa beserta sejumlah anggota baru yang bersimpati pada cara pandang Lee. Dengan modal orang-orang tersebut, Lee kemudian menghidupakn kembali aktivitas BM dengan nama baru Animal Liberation Front (ALF) dengan harapan nama tersebut bisa memberikan efek gentar lebih kepada mereka yang dianggap suka mengeksploitasi & menyiksa hewan-hewan.



AKTIVITAS ALF

Merusak Tempat Usaha untuk Melindungi Satwa

Sejak awal pendiriannya, para anggota ALF terlibat dalam sejumlah aktivitas penyerangan & vandalisme ke tempat-tempat seperti toko daging, rumah jagal, peternakan, laboratorium hewan, & restoran cepat saji. Selain melakukan penyerangan, mereka juga membebaskan hewan-hewan yang ada di tempat-tempat yang mereka serang. Begitu besar kerusakan yang disebabkan oleh aksi-aksi mereka sehingga di tahun pertama pendiriannya saja, kerugian material yang diakibatkan oleh aksi-aksi ALF diperkirakan mencapai 250.000 poundsterling.

Walaupun aksi-aksi yang mereka lakukan menimbulkan kerugian yang besar, di masa-masa awal pendiriannya ALF masih dicitrakan secara positif oleh masyarakat & media setempat. Penyebab utamanya adalah karena walaupun para petinggi ALF tidak melarang aksi-aksi kekerasan yang ditujukan kepada fasilitas-fasilitas penangkaran hewan untuk membebaskan para hewan di dalamnya, mereka melarang segala macam bentuk kekerasan secara langsung kepada manusia. Dalam salah satu kesempatan, para anggota ALF bahkan disanjung sebagai "Robin Hood-nya dunia hewan".

Peternakan ayam di Jerman yang hancur
akibat serangan ALF. (Sumber)
Memasuki akhir dekade 1970-an, ALF yang selama ini hanya aktif di wilayah-wilayah Inggris akhirnya mulai menampakkan sepak terjangnya di daratan Amerika Serikat (AS). Salah satu aksi ALF di AS yang paling menonjol di awal-awal sepak terjangnya adalah ketika di tahun 1981, anggota ALF yang dibantu oleh sesama kelompok pembela hak-hak hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA; Masyarakat untuk Perlakuan Etis kepada Binatang) berhasil menekan aparat hukum setempat untuk membebaskan monyet di laboratorium Silver Spring, Maryland, AS timur, yang dijadikan subjek percobaan untuk meneliti sistem kerja otak primata & menemukan metode pengobatan alternatif bagi pasien stroke.


Terpecahnya ALF & Terbelahnya Opini Masyarakat

Seiring berjalannya waktu & semakin populernya ALF, gerakan ini pun berhasil menarik perhatian orang-orang untuk menjadi simpatisan & anggota baru. Namun, masalah baru muncul karena banyak dari mereka yang menjadi anggota baru ALF tersebut kerap melanggar aturan-aturan dasar yang sudah ditetapkan oleh para pendiri ALF. Sebagai contoh, sejak tahun 1982 para anggota ALF beberapa kali mengirimkan surat ancaman & paket bom ke sejumlah orang. Di tahun 1984, salah satu anggota ALF juga mengklaim bahwa produk-produk makanan dari merk Mars Bars sudah diracuni oleh ALF (belakangan diketahui bahwa klaim ALF tersebut ternyata tidak benar). Akibat klaim tersebut, produk-produk makanan dari Mars Bars yang sudah terlanjur beredar di seantero Inggris harus dimusnahkan & mengakibatkan Mars Bars menanggung kerugian 4,5 juta dollar AS.

Walaupun aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh ALF semakin sering menuai kecaman, dukungan kepada ALF tidak lantas surut. Filsuf Peter Singer dari Universitas Princeton contohnya, menyatakan bahwa aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh ALF merupakan cara yang paling efektif untuk mengungkapkan kekejaman pada hewan bila cara-cara lain tidak berhasil. untuk memperkuat pendapatnya, Singer mengutip kasus percobaan hewan di Universitas Pennsylvania di tahun 1994 di mana dalam kasus tersebut, rekaman tersembunyi yang dibuat oleh ALF berhasil mengungkap bahwa hewan-hewan subjek percobaan di sana ternyata diperlakukan secara tidak etis. Akibat kasus itu pula, perdebatan mengenai etis tidaknya pemakaian hewan sebagai subjek percobaan di kalangan para ilmuwan jadi semakin menghangat.

Logo dari ARM. (Sumber)
Kembali ke soal ALF. Menyusul semakin tidak terkendalinya aksi-aksi yang dilakukan oleh beberapa anggota ALF, petinggi ALF memutuskan untuk turun tangan & meminta mereka yang tidak bisa mematuhi peraturan-peraturan dasar ALF untuk keluar mendirikan kelompok sendiri. Merespon hal tersebut, di tahun 1984 muncullah kelompok yang menyebut dirinya Animal Rights Militia (ARM; Milisi Hak-Hak Hewan). Filosofi & metode dari ARM pada dasarnya serupa dengan ALF. Bedanya adalah jika ALF melarang para anggotanya mengancam & menyerang manusia, ARM tidak segan-segan untuk melukai & bahkan membahayakan nyawa manusia. Selama beraksi, para anggota ARM kerap menyerang tempat-tempat sasarannya dengan memakai bom api.


Kerja Sama dengan Sesama Pelindung Lingkungan

Memasuki dekade 1990-an, aktivitas-aktivitas yang melibatkan para anggota ALF tidak kunjung menurun, tapi malah semakin meningkat. Sebagai contoh, antara tahun 1991 - 1992 para anggota ALF disebut-sebut terlibat dalam aksi-aksi penyerangan terhadap ratusan truk pengangkut daging, rumah jagal, supermarket, & peternakan hewan di seantero Inggris. Banyak dari peternakan tersebut yang dipaksa tutup hingga waktu yang tidak ditentukan usai diserang oleh para anggota ALF. Sejak tahun 1996, para anggota ALF juga aktif bekerja sama dengan gerakan Stop Huntingdon Animal Cruelty (SHAC; Stop Kekejam Binatang Huntingdon) untuk menutup Huntingdon Life Sciences (HLS; Sains Kehidupan Huntingdon), laboratorium percobaan hewan terbesar di Eropa.

Dekade 1990-an juga menandai munculnya kelompok ekstrimis pembela lingkungan baru yang bernama Earth Liberation Front (ELF; Front Pembebasan Bumi). Cikal bakal ELF memiliki kemiripan dengan cikal bakal ALF di mana para anggota ELF awalnya merupakan anggota dari organisasi Earth First! (EF; Bumi Dulu!), organisasi pecinta lingkungan yang menentang aksi-aksi penebangan hutan. Namun ketika sebagian anggota EF bertindak semakin ekstrim & kerap melakukan tindakan yang membahayakan nyawa manusia, mereka pun dikeluarkan dari keanggotan EF & membentuk kelompok baru yang bernama ELF di tahun 1992. Sejak tahun 1993, para anggota ELF mulai bekerja sama dengan para anggota ALF untuk melakukan aksi-aksi penyerangan bersama yang terkoordinir.

Foto yang menampilkan para anggota
ALF cabang Meksiko. (Sumber)
Di luar Eropa, para anggota ALF juga semakin sering terlibat dalam aksi-aksi berbau vandalisme di seantero AS. Menurut laporan FBI, aksi-aksi penyerangan yang dilakukan oleh para anggota ALF antara tahun 1992 - 2002 telah mengakibatkan industri-industri bulu setempat merugi hingga 45 juta dollar AS! Sebagai akibatnya, sejak tahun 1993 FBI pun mulai menambah jumlah agennya hingga 1.600 orang lebih untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan ALF. Menyusul kebijakan "Perang Melawan Teror" (War on Terror) yang dicanangkan oleh Presiden George W. Bush di tahun 2001, ALF juga turut menjadi sasaran dari kebijakan tersebut. Oleh badan keamanan AS, ALF ditetapkan sebagai kelompok teroris domestik.

Sejak tahun 2004, Inggris sebagai negara tempat lahirnya ALF telah membentuk tim khusus untuk mengawasi aksi-aksi yang dilakukan oleh ALF & organisasi ilegal pelindung hewan lainnya. Dukungan & kecaman terhadap aksi-aksi yang dilakukan ALF juga terus bermunculan silih berganti, baik dari sesama kelompok pembela hak-hak hewan maupun dari golongan masyarakat awam. Namun lepas dari itu semua, ALF nyatanya masih bisa bertahan selama puluhan tahun hingga sekarang.

Lantas pertanyaan berikutnya adalah, apakah tindakan ALF yang mengedepankan kekerasan ini bisa dianggap sebagai tindakan yang benar? Untuk yang satu ini, biar para pembaca sendiri yang menyimak & memutuskan. Satu hal yang pasti, keberadaan ALF ibarat jawaban dari sesama manusia sendiri mengenai apa yang terjadi bila masih ada manusia yang berbuat semena-mena kepada hewan yang notabene masih merupakan makhluk hidup seperti halnya manusia.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama resmi : Animal Liberation Front
Tahun aktif :
1976 - sekarang
Area operasi : global
Ideologi : anarkisme hijau, perlindungan hak-hak satwa



REFERENSI

Animal Liberation Front - Mission Statement
FBI - The Threat of Eco-Terrorism
Wikipedia - Animal Liberation Front
Wikipedia - Eco-terrorism
Nocella, A. J.. 2007. "Unmasking the Animal Liberation Front Using Critical Pedagogy". (file PDF)



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. mangtafff
    ternyata ada organisasi yang militan kayak gitu

    BalasHapus
  2. setuju dengan dengan ALF. kekejaman manusia terhadap hewan harus dibalas dgn kejam juga. hewan punya hak untuk hidup normal dan perlindungan. jadi kalau bukan kita. trus siapa lagi yg melindungi hewan_?

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.