FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Yak, Lembu Perkasa yang Berbulu Lebat




Seekor yak betina bersama anaknya. (Sumber)

Yak (Bos grunniens) adalah sejenis lembu yang banyak ditemukan di Pegunungan Himalaya & sekitarnya. Yak mudah dikenali dengan melihat bulu-bulunya (atau lebih tepatnya rambut) yang tebal & panjang. Sebagian besar yak memiliki bulu berwarna hitam atau coklat gelap, namun jenis pewarnaan lain semisal warna putih & bahkan keemasan juga bisa ditemukan. Selebihnya, yak memiliki kemiripan fisik dengan banteng seperti adanya sepasang tanduk yang mengarah ke depan, kepala yang agak merunduk ke bawah, & punggung bagian depan yang menonjol ke atas.

Yak benar-benar teradaptasi untuk hidup di habitat liarnya yang berupa pegunungan. Sebagai bentuk perlindungan terhadap udara dingin di sana, yak memiliki bulu yang tebal & sedikit kelenjar keringat untuk membantu agar suhu tubuhnya tetap hangat. Begitu sempurnanya sistem adaptasi dari yak untuk hidup di udara dingin sehingga jika ia harus hidup di kawasan yang bersuhu lebih hangat, yak bisa mati akibat kepanasan. Tak hanya itu, yak juga memiliki sel darah merah berjumlah sangat banyak & paru-paru berkapasitas besar untuk membantunya bernapas di udara tipis pegunungan. Namun jika suhu dalam habitatnya terlampau dingin, yak akan berendam di sungai atau danau.

Pegunungan habitat favorit yak adalah kawasan pegunungan yang banyak ditumbuhi oleh rumput & tumbuhan pegunungan lainnya. Aneka tumbuhan itulah yang menjadi makanan utama dari yak. Karena tetumbuhan tersebut memiliki kecenderungan untuk berkurang atau bertambah jumlahnya sesuai dengan perubahan musim, maka yak pun memiliki perilaku untuk hidup nomaden alias berpindah-pindah. Tak jarang yak harus menempuh perjalanan yang jauh hanya untuk bisa mendapatkan area yang dipenuhi tumbuh-tumbuhan makanannya, namun aneka keunikan & kelebihan fisiknya yang sudah disebutkan tadi membuat yak bisa tetap bertahan - bahkan sekalipun harus berjalan menembus badai salju.



POLA HIDUP YAK & RELASINYA DENGAN MANUSIA

Seekor yak jantan dengan tipe
pewarnaan putih. (Sumber)
Layaknya hewan-hewan mamalia herbivora pada umumnya, yak hidup dengan membentuk kelompok. Bedanya adalah jika pada hewan-hewan herbivora lain biasanya jantan & betina hidup bersama, maka pada yak suatu kelompok biasanya dihuni hanya oleh 1 jenis kelamin. Kelompok yak jantan anggota penyusunnya cenderung berjumlah lebih sedikit dibandingkan betina. Bila kelompok jantan anggota kelompoknya berkisar antara 1 - 12 ekor, maka pada kelompok betina - yang seringkali juga beranggotakan yak-yak muda - anggota penyusunnya bisa mencapai 200 ekor! Namun pada bulan September yang juga merupakan musim kawin yak, kondisinya akan sedikit berubah. Pada periode tersebut, yak jantan akan meninggalkan kelompoknya & bergabung untuk sementara waktu dengan kelompok yak betina.

Yak betina yang sudah kawin selanjutnya akan memasuki masa kehamilan selama 9 bulan. Bayi yak yang baru lahir selanjutnya akan terus menyusu pada induknya hingga usia 1 tahun & mencapai kematangan seksual pada usia antara 6 - 8 tahun. Seekor yak diketahui bisa hidup hingga usia maksimal 23 tahun dengan panjang tubuh maksimal 3,25 m, tinggi bahu maksimal 2 m, & berat maksimal 1 ton lebih! Dengan ukuran tersebut, yak pun menjadi spesies lembu (famili Bovidae) terbesar kedua di dunia. Yak betina sendiri memiliki ukuran tubuh maksimal hanya 1/3 dari ukuran maksimal pejantan. Yak yang sudah dijinakkan oleh manusia juga memiliki kecenderungan untuk memiliki ukuran tubuh maksimal jauh lebih kecil ketimbang yak di alam liar.

Bicara soal dijinakkan, orang-orang di kawasan Tibet, Cina barat daya, diketahui sudah menjinakkan yak sejak ratusan tahun silam. Bukan tanpa alasan manusia di kawasan tersebut menjinakkan yak. Karakteristik fisik & tenaga perkasanya menjadikan yak sebagai hewan yang ideal untuk membajak tanah pertanian, menjadi hewan pengangkut barang, & hewan tunggangan manusia di kawasan pegunungan. Bagian-bagian tubuh dari yak juga bermanfaat bagi manusia. Susunya bisa diminum langsung atau diolah menjadi makanan lain. Dagingnya bisa dimakan. Bulunya bisa dijadikan pakaian & kain tenda. Kotorannya bisa dijadikan pupuk kandang & bahan bakar lentera.

Sepasang yak di Tibet yang sedang
menarik alat pembajak tanah. (Sumber)
Hubungan yak dengan manusia tidak selalu merupakan hubungan yang saling menguntungkan. Di beberapa daerah di Cina & India, yak kerap diburu oleh manusia sehingga populasinya di kedua kawasan tersebut menurun drastis hingga tinggal tersisa belasan ribu ekor. Untuk mencegah yak punah seutuhnya, baik Cina maupun India sudah menetapkan yak sebagai hewan yang dilindungi hukum & dilarang untuk diburu. Selain perburuan, aktivitas perusakan habitat, penularan penyakit dari hewan ternak lokal, & pengawinan yak dengan jenis lembu yang lain juga disebut-sebut sebagai faktor yang menyebabkan yak di alam liar terancam punah. Yang agak melegakan, jumlah yak hasil penjinakan manusia masih cukup melimpah.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Bovidae
Genus : Bos
Spesies : Bos mutus / Bos grunniens



REFERENSI

Animal Diversity Web - Bos grunniens : Information
ARkive - Wild yak videos, photos, and facts
Wikipedia - Yak


          

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.