FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Kepiting Laba-Laba Raksasa Jepang




Kepiting laba-laba Jepang dalam aquarium raksasa. (Sumber)

Kepiting. Saat mendengar kata tersebut, orang biasanya akan langsung membayangkan hewan air bercapit & bercangkang keras yang ukurannya paling banter hanya sebesar piring makan. Namun pernahkan para pengunjung melihat kepiting yang ukurannya sangat besar & hampir sebesar manusia dewasa? Jika belum & para pengunjung ingin tahu, maka berarti para pengunjung sedang berada di tempat yang tepat. Karena di artikel ini, pihak Republik akan membahas soal kepiting berukuran raksasa tersebut.

Kepiting berukuran raksasa yang dimaksud di sini adalah kepiting laba-laba raksasa atau kepiting laba-laba Jepang (Japanese spider crab;Macrocheira kaempferi). Sesuai namanya, kepiting laba-laba Jepang hanya ditemukan di Jepang, tepatnya di perairan selatan Jepang, mulai dari kedalaman 50 m hingga 600 m. Selain di Jepang, kepiting laba-laba Jepang juga bisa ditemukan di lepas pantai Su-Ao, Taiwan utara.

Bandingkan ukuran
kepiting ini dengan
manusia. (Sumber)
Kepiting laba-laba Jepang adalah spesies kepiting sekaligus Arthropoda (hewan beruas-ruas) terbesar di dunia. Cangkang badannya berdiameter nyaris 40 cm, sementara panjang kakinya bisa mencapai 3,8 m! Jika ditimbang, berat maksimalnya bisa mencapai 20 kg. Kepiting jantan capitnya sedikit lebih besar ketimbang kepiting betina. Walaupun kakinya panjang, kaki dari kepiting laba-laba Jepang terbilang lemah & mudah putus, namun kaki yang hilang tersebut bisa ditumbuhkan lagi saat kepiting berganti kulit.

Ukuran dari kepiting laba-laba Jepang yang sangat besar tidak lantas menandakan bahwa kepiting ini adalah hewan pemburu & pemakan segala yang ganas. Faktanya, kepiting laba-laba Jepang adalah hewan lambat yang sebagian besar makanannya terdiri dari sampah dasar laut seperti bangkai hewan laut & sisa-sisa material organik. Selain sampah dasar laut, kepiting laba-laba Jepang juga mau memakan hewan-hewan dasar laut yang berukuran lebih kecil & tidak bisa bergerak cepat semisal kerang.



RAKSASA YANG LAHIR DARI TELUR MINI

Musim kawin dari laba-laba Jepang berlangsung pada musim semi, tepatnya antara bulan Januari hingga Maret. Pembuahan berlangsung secara internal alias di dalam tubuh kepiting betina. Betina yang sudah kawin lalu akan melepaskan telur-telur yang diameternya kurang dari 1 mm & jumlahnya mencapai 1,5 juta butir ke laut lepas. Walaupun telur-telur yang dilepaskan berjumlah sangat banyak, namun hanya sedikit dari telur-telur tersebut yang bisa bertahan hingga menjadi kepiting dewasa.

Larva zoea. (Sumber)
Telur-telur dari kepiting laba-laba Jepang selanjutnya akan menetas menjadi larva zoea. Sesudah 2 - 5 minggu, larva zoea akan bermetamorfosis menjadi larva megalop yang bentuknya mirip udang kecil. Baik larva fase zoea maupun megalop menjalani perilaku planktonik alias hidup melayang-layang mengikuti arus laut. Sesudah 30 hari, larva megalop akan jatuh ke dasar laut & menjadi kepiting muda. Kepiting muda tersebut selanjutnya akan mengalami pergantian kulit berkali-kali hingga menjadi kepiting dewasa. Seekor kepiting laba-laba raksasa diperkirakan bisa hidup hingga usia 100 tahun, namun para ahli meyakini usia rata-rata mereka hanya separuhnya.

Walaupun berukuran besar & jarang terlihat oleh manusia, para nelayan setempat ternyata sudah sejak lama menangkap kepiting laba-laba Jepang untuk dijual sebagai makanan. Aktivitas penangkapan kepiting laba-laba Jepang sendiri terpusat di daerah Teluk Suruga. Sejak dekade 70-an, jumlah kepiting yang tertangkap oleh nelayan dari waktu ke waktu dilaporkan semakin sedikit sehingga tingkat konsumsinya juga semakin jarang. Selain untuk dimakan, kepiting laba-laba Jepang juga ditangkap untuk dikoleksi cangkang luarnya atau dipelihara dalam aquarium raksasa.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : Malacostraca
Ordo : Decapoda
Infraordo : Brachyura
Superfamili : Majoidea
Famili : Inachidae
Genus : Macrocheira
Spesies : Macrocheira kaempferi (Temminck, 1836)



REFERENSI

Animal Diversity Web - Macrocheira kaempferi : Information
Wikipedia - Japanese spider crab


         

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:

  1. panjang banget kakinya ya.. kalau kita melihat langsung di air dan disebelahnya pastinya ngeri tuh...

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.