FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Lalat Apung, Sang Peniru Lebah yang Tidak Menyengat




Sepasang lalat apung yang sedang melakukan
perkawinan di udara. (Sumber)

Salah satu jenis lalat unik yang pernah diketahui oleh manusia adalah lalat apung (hoverfly). Apa yang unik dari lalat ini? Well, pertama, lalat apung adalah serangga yang memakan nektar bunga. Sebutan "lalat apung" sendiri diberikan karena perilaku hewan ini yang kerap terlihat terbang lambat di dekat bunga sehingga terlihat seperti "mengapung". Selain dengan nama lalat apung, mereka juga dikenal dengan nama lalat syrphid, lalat bunga, & lalat lebah.

Keunikan lalat apung tidak cuma sebatas pada perilaku makan & terbangnya, tapi juga pada pola warna tubuhnya yang berwarna hitam & kuning. Bukan tanpa alasan lalat apung memiliki penampilan demikian. Penampilan seperti itu akan membuat lalat apung terlihat seperti lebah atau tawon yang terkenal berbahaya akan sengatannya sehingga pemangsanya jadi ragu-ragu saat ingin menyerang lalat apung. Namun, lalat apung sendiri pada dasarnya bukanlah hewan yang berbahaya karena tidak memiliki sengat & alat pertahanan diri apapun.

Lalat lebah dari spesies Eristalis tenax
(kiri) bersama lebah madu. Perhatikan
kemiripan fisik keduanya. (Sumber)
Ada sekitar 6.000 spesies lalat apung yang sudah diketahui manusia & semuanya termasuk ke dalam famili Syrphidae. Kesemua lalat tersebut memiliki kesamaan berupa mata besar berwarna merah & tubuh berwarna hitam kuning. Selebihnya, masing-masing spesies lalat apung memiliki pola hidup, pola kombinasi warna, & ukuran abdomen yang bervariasi. Lalat apung bisa ditemukan di seluruh benua, kecuali di benua Antarktika yang berada di Kutub Selatan. Adapun spesies lalat apung yang memiliki persebaran paling luas di dunia adalah spesies Episyrphus balteatus.

Seperti halnya lalat biasa, lalat apung juga mengalami metamorfosis sempurna yang berarti mereka menempuh 4 fase selama hidupnya : fase telur, larva, kepompong, & dewasa. Lalat apung jantan memiliki wilayah kekuasaannya sendiri-sendiri di mana saat menjaga wilayahnya, pejantan akan mengusir lalat jantan lainnya, namun membiarkan betina masuk & melakukan perkawinan dengannya. Lalat apung jantan & betina memiliki fisik yang serupa satu sama lain. Namun jika dilihat lebih dekat, pejantan umumnya memiliki mata yang lebih besar ketimbang betina.

Lalat apung betina biasa menaruh telur-telurnya di tempat yang menyediakan makanan bagi larvanya kelak, misalnya di batang tumbuhan. Kebetulan mayoritas dari larva lalat apung adalah pemakan kutu daun (afid), namun ada juga sebagian kecil spesies lalat apung yang larvanya hidup di habitat-habitat seperti di dalam air, timbunan material tumbuhan, & bahkan di dalam sarang semut. Waktu yang diperlukan oleh lalat apung untuk menempuh metamorfosis penuhnya dari fase telur hingga dewasa bervariasi. Spesies Episyrphus balteatus contohnya, diketahui memerlukan waktu sekitar 1 bulan untuk menjalani metamorfosisnya secara penuh.

Larva lalat apung yang sedang
memakan kutu daun. (Sumber)
Bagi manusia sendiri, lalat apung adalah hewan yang bermanfaat. Serangga dewasanya membantu penyerbukan saat memakan nektar bunga, sementara fase larvanya (mayoritasnya) adalah pemakan kutu daun yang rakus sehingga keberadaan mereka membantu mengontrol populasi serangga hama tersebut. Di sejumlah tempat, petani sengaja menanam tanaman tertentu semisal peterseli untuk memikat lalat bunga agar mau beraktivitas di lahan pertaniannya. Larva lalat apung juga kadang-kadang dijual sebagai pakan ikan yang berprotein tinggi.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Diptera
Subordo : Brachycera
Superfamili : Syrphoidea
Famili : Syrphidae



REFERENSI

About.com - Maggots For Aquarium Fish
Mircroscopy UK - All About Hoverflies
Natural History Museum - Biology
Natural History Museum - Epishyrphus balteatus (marmalade hoverfly)
Wikipedia - Hoverfly


           

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. Pa kabar bray??
    Masih eksis ye.....

    BalasHapus
  2. @ale
    Masih kok. Ke mana aja le, baru kelihatan lagi?

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.