FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Pantai Gading, Negeri Makmur yang Diremukkan Perang Saudara (bagian 2)




Pasukan FRCI yang sedang berpatroli. (Sumber)


Sambungan dari bagian 1.


PERIODE DAMAI SEMENTARA

Sesudah dicapainya perjanjian damai di Ougadougou, perwakilan dari pemerintah Pantai Gading & pihak-pihak oposisi - termasuk kelompok pemberontak FN - beberapa kali melakukan pertemuan, salah satunya untuk menentukan waktu pelaksanaan pemilu. Beberapa kali waktu pelaksanaan pemilu ditentukan, namun rencana-rencana pemilu tersebut tidak ada yang berhasil terealisasi karena beragam alasan. Baru pada tahun 2010, pemilu yang selama ini tertunda-tunda akhirnya bisa dilaksanakan.

Berdasarkan pemilu presiden yang dilaksanakan pada bulan November 2010, Alassane Ouattara yang merupakan kandidat favorit dari komunitas Muslim berhasil keluar sebagai pemenang, mengalahkan Laurent Gbagbo yang saat itu masih menjabat sebagai presiden Pantai Gading. Namun bukannya mengakui kemenangan rivalnya, Gbagbo justru menolak turun dari tahtanya & melancarkan tuduhan bahwa hasil pemilu tersebut tidak sah karena adanya manipulasi hasil pemilu di Pantai Gading bagian utara, daerah yang kebetulan mayoritasnya memang merupakan pendukung Ouattara.

Laurent Gbagbo. (Sumber)
Pengamat yang diutus PBB sendiri menyatakan bahwa walaupun manipulasi hasil pemilu memang terjadi, namun jumlahnya dianggap tidak signifikan & tidak akan mengubah hasil akhir dari pemilu. Selain PBB, organisasi-organisasi multinasional Afrika seperti Uni Afrika & ECOWAS - organisasi yang beranggotakan negara-negara Afrika barat - juga menyatakan pengakuannya atas kemenangan Ouattara. Tak lama berselang, konflik sipil pun mulai merebak antara pasukan pemerintah & simpatisan Gbagbo melawan simpatisan Ouattara sehingga pecahnya kembali perang sipil menjadi tak terhindarkan.



BERJALANNYA PERANG SIPIL KEDUA

Sejak akhir tahun 2010, konflik sipil mulai timbul antara pasukan pemerintah & simpatisan Gbagbo melawan simpatisan Ouattara di mana aparat pemerintah Pantai Gading dilaporkan melakukan penyiksaan & pembunuhan kepada para simpatisan Ouattara. Ketika tahun berganti, konflik menjadi semakin panas setelah para simpatisan Gbagbo menyerang tentara perdamaian PBB. Merespon situasi tersebut, PBB pun memerintahkan pengiriman 2.000 tentara tambahan ke Pantai Gading.

Ouattara selaku pentolan kubu oposisi & presiden Pantai Gading yang diakui dunia internasional menyatakan bahwa satu-satunya cara mengakhiri konflik adalah dengan cara melengserkan paksa Gbagbo dari kursi kepresidenannya. Maka, konflik antara pasukan pemerintah Pantai Gading melawan pasukan FN pun tak lagi terhindarkan. Dalam perkembangannya, pasukan FN terlihat berada di atas angin setelah mereka berhasil merebut kota Zouan Hounien, Binhouye, & Touleplou yang terletak di dekat perbatasan Liberia pada akhir Februari 2011.

Pasukan PBB saat meninggalkan
markas mereka di Abidjan. (Sumber)
Bulan Maret 2011, FN mengganti namanya menjadi Force Republicaines de Cote d'Ivoire (FRCI; Pasukan Republik Pantai Gading) untuk menunjukkan bahwa mereka adalah tentara resmi dari pemerintahan Pantai Gading versi Ouattara. Tak lama kemudian, FRCI melancarkan serangan besar-besaran ke seantero Pantai Gading untuk merebut kota-kota yang masih dikuasai Gbagbo & simpatisannya. Pertempuran sengit pun tak terelakkan di mana hasilnya, pasukan RCFI berhasil menguasai kota-kota penting seperti Daloa, ibukota Yamauossoukro, & kota pelabuhan San Pedro, sebelum kemudian bertolak ke Abidjan, kota terbesar Pantai Gading.

Tanggal 31 Maret 2011, pasukan FRCI menyerbu Abidjan dari berbagai penjuru. Pasukan pro-Gbagbo awalnya berusaha melawan sekuat tenaga, namun pada akhirnya mereka berhasil didesak hingga akhirnya terpaksa berkumpul di sekitar Istana Kepresidenan untuk menjadi barikade pertahanan terakhir bagi Gbagbo. Di hari yang sama, pertempuran juga pecah antara pasukan PBB & Prancis melawan pasukan pro-Gbagbo setelah markas & iring-iringan kendaraan PBB mendapat serangan lebih dulu dari pasukan pro-Gbagbo.

Awal Maret 2011, pasukan PBB merebut bandara internasional Abidjan dari tangan pasukan pro-Gbagbo. Bandara tersebut lalu digunakan sebagai tempat mendarat bagi pasukan tambahan Prancis yang baru tiba di Pantai Gading. Di bulan yang sama, pasukan udara PBB & Prancis juga melakukan serangan-serangan udara ke pangkalan militer & persenjataan berat milik pasukan pro-Gbagbo. Di tempat lain, pada tanggal 5 April 2011 pasukan FRCI berhasil merebut Istana Kepresidenan, namun Gbagbo ternyata tidak berada di sana.

Rombongan pengungsi di Abobo,
Abidjan bagian utara. (Sumber)
Tanggal 11 Maret 2011, Gbagbo akhirnya tertangkap setelah pasukan FRCI yang dibantu oleh kendaraan berat & helikopter tempur milik Prancis melakukan serangan ke rumahnya. Selain Gbagbo, pasukan FRCI juga berhasil menangkap istri & anak Gbagbo beserta puluhan tentara pengawal Gbagbo. Gbagbo & orang-orang dekatnya lalu dibawa ke Hotel Golf yang dijaga oleh pasukan PBB & selama ini menjadi kantor pemerintahan sementara bagi Ouattara. Dengan ditangkapnya Gbagbo, perang sipil Pantai Gading ke-2 yang sudah berlangsung selama beberapa bulan pun berakhir dengan kemenangan Ouattara & sekutunya.



KONDISI PASCA PERANG

Perang sipil Pantai Gading ke-2 mengakibatkan sekitar 3.000 orang kehilangan nyawanya di mana mayoritas dari korban tewas adalah warga sipil. Selain korban tewas, perang sipil Pantai Gading juga mengakibatkan ratusan ribu orang menjadi tuna wisma. Sebagian dari mereka ada yang kemudian memilih untuk mengungsi ke negara-negara tetangga Pantai Gading seperti Ghana & Liberia. Pasca berakhirnya perang, FRCI selaku kubu pemenang perang dirombak menjadi angkatan bersenjata Pantai Gading yang baru - menggantikan angkatan bersenjata sebelumnya yang dianggap masih loyal pada Gbagbo.

Walaupun perang sipil sudah berakhir, masalah-masalah pasca perang masih tetap mengendap. Sebagai contoh, proses pengadilan pasca konflik dianggap terlalu memihak pihak Ouattara & para simpatisannya yang mayoritas berasal dari utara karena tak satupun dari mereka yang dihukum, sementara sudah ratusan simpatisan Gbagbo yang dijatuhi hukuman. Untuk urusan keamanan, Pantai Gading juga masih bergantung kepada ribuan pasukan perdamaian PBB. Pada akhirnya, hanya waktu & kesungguhan dari rakyat Pantai Gading sendiri yang akan menentukan, apakah negara tersebut bisa meraih kembali predikat kemakmurannya yang hilang akibat perang.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



RINGKASAN PERANG

1. Waktu & Lokasi Pertempuran
    - Waktu : 2010 - 2011
    - Lokasi : Pantai Gading

2. Pihak yang Bertempur
    (Negara)  -  Pantai Gading
    (Grup)  -  COJEP, milisi-milisi pro-pemerintah
          melawan
    (Grup)  -  FN / FRCI
    (Negara)  -  Prancis, anggota kontingen PBB

3. Hasil Akhir
    - Kemenangan FN / FRCI & sekutunya
    - Alassane Ouattara menjadi presiden baru Pantai Gading
    - FRCI dirombak menjadi tentara nasional Pantai Gading yang baru

4. Korban Jiwa
    Sekitar 3.000 orang



REFERENSI

France 24 - First-ever video proof documenting murder of suspected Gbagbo militants
CNN - What's causing the conflict in Ivory Coast?
CNN - What's causing the conflict in Ivory Coast? - Page 2
CNN - What's causing the conflict in Ivory Coast? - Page 3
GlobalSecurity.org - Ivory Coast Conflict - 2010
GlobalSecurity.org - Ivory Coast Conflict - 2011
Time - A Year After the War: Promise and Peril in Ivory Coast
Wikipedia - Second Ivorian Civil War


         

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

6 komentar:

  1. Klo baca artikel sekilas terlihat bahwa yang menang ada lah pihak utara...
    Anehnya, kenapa pembangunan tetap tetap memihak ke selatan ??

    BalasHapus
  2. @gremory

    Maksudnya yang paragraf terakhir ya? Saya habis ngecek ulang referensinya & nampaknya ada kesalahan di paragraf terakhir. Pemenang perang sipil memang pihak utara, namun salah satu permasalahan utama pasca konflik adalah mengenai proses peradilannya yang dianggap terlalu pro-utara, bukan soal pembangunan pasca konfliknya.

    Udah saya perbaiki yang paragraf terakhir. Makasih buat pertanyaan & kejeliannya.

    BalasHapus
  3. Apakah pengungsi nya ada juga ke dakar ..senegal ...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada. Yang namanya kamp pengungsi adanya ya di sekitar negara lokasi konfliknya, karena fungsi kamp pengungsian adalah sebagai tempat tinggal sementara. Kalau mereka sudah tinggal secara permanen di negara lain, maka status mereka bukan lagi pengungsi.

      Sekedar info, kalau anda bertanya seperti ini karena menerima e-mail dari orang yang mengaku sebagai pengungsi Pantai Gading di Senegal, maka e-mail tersebut kemungkinan besar adalah semacam modus penipuan.

      Hapus
  4. pada rinkasan perang ko fn/frci dianggap pemberontak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena yang dilawan FN adalah militer Pantai Gading & pemerintahan berkuasanya. Kalau memakai analogi perang saudara Suriah, pasukan pendukung Gbagbo adalah pasukan pemerintah Suriah, sementara FN serupa dengan FSA & kelompok-kelompok penentang rezim Assad.

      Hapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.