FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Kepulauan Falkland, Arena Sengketa Inggris & Argentina




Foto udara dari Pulau Pebble, Kepulauan Falkland. (Sumber)

Para penggemar sepak bola internasional tentunya tahu kalau tim nasional Inggris & Argentina sudah sejak lama dikenal sebagai musuh bebuyutan. Ada banyak cerita menarik seputar pertemuan antara keduanya, mulai dari "gol tangan Tuhan" Maradona, kartu merah David Beckham, & lainnya. Namun, ketegangan antara keduanya ternyata bukan hanya di atas lapangan hijau. Inggris & Argentina juga bersitegang soal Kepulauan Falkland di mana ketegangan antara keduanya mengenai kepulauan tersebut bahkan sempat memuncak menjadi perang.

Kepulauan Falkland adalah nama dari daerah kepulauan yang terletak di Samudera Atlantik bagian selatan & berada di sebelah timur Benua Amerika Selatan. Daerah kepulauan tersebut terdiri dari 2 pulau utama yang dibedakan berdasarkan letaknya : Falkland Barat & Falkland Timur. Sejak ratusan tahun yang lalu, Kepulauan Falkland menjadi arena sengketa antara Inggris & Argentina. Di luar masalah sengketa, kepulauan tersebut kini dikelola oleh Inggris. Di Argentina sendiri, Kepulauan Falkland lebih populer dengan nama "Kepulauan Malvinas".



SEJARAH AWAL KEPULAUAN FALKLAND

Kepulauan Falkland pertama kali ditemukan oleh orang Eropa pada tahun 1592, tepatnya oleh pelaut Inggris yang bernama John Davis. Adapun orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di sana adalah John Strong - juga berkewarganegaraan Inggris - pada tahun 1690. John Strong pulalah yang memberikan nama "Falkland" untuk pulau tersebut di mana nama Falkland berasal dari nama Viscount Falkland, orang yang mendanai ekspedisi pelayaran Strong. Saat pertama kali didarati, Kepulauan Falkland masih belum dihuni oleh manusia.

Lokasi dari Kepulauan Falkland (Falkland Islands)
seperti yang terlihat dalam peta. (Sumber)
Walaupun sudah ditemukan sejak abad ke-16, orang-orang Eropa baru mulai mendirikan pemukiman di Kepulauan Falkland pada tahun 1764. Adalah orang-orang Perancis yang mendirikan pemukiman tersebut di Port Louis, Falkland timur. Bila orang Inggris menyebut kepulauan tersebut sebagai Falkland, maka Perancis menyebut kepulauan tersebut dengan nama "Iles Malouines" (Kepulauan Malouine). Nama tersebut berasal dari nama St. Malo, kota tempat orang-orang Perancis perintis pemukiman memulai pelayarannya.

Setahun sesudah Perancis mendirikan pemukiman di Kepulauan Falkland, Inggris selaku negara pertama yang menemukan Kepulauan Falkland mendirikan benteng di Port Egmont, Pulau Saunders, Falkland barat. Di tahun berikutnya, Inggris akhirnya mendirikan pemukiman permanen di lokasi yang sama. Hal yang menarik adalah, baik Inggris maupun Perancis awalnya sama-sama tidak menyadari keberadaan pemukiman milik negara rivalnya di Kepulauan Falkland karena lokasi masing-masing pemukiman yang saling berjauhan.

Tahun 1766, Perancis tidak lagi menguasai Falkland timur setelah daerah tersebut dijual ke pihak Spanyol. Oleh Spanyol, daerah Kepulauan Falkland lantas dinamai "Islas Malvinas" yang merupakan nama versi Spanyol dari Iles Malouines. Setahun kemudian, Spanyol mengganti nama Port Louis menjadi Puerto Soledad. Seiring berjalannya waktu, Spanyol akhirnya sadar bahwa mereka tidak sendiri di kepulauan ini setelah mereka mengetahui keberadaan pemukiman Inggris - negara musuh Spanyol saat itu - di Falkland barat.

Lukisan yang menggambarkan
suasana Puerto Soledad. (Sumber)
Sebagai tindak lanjut atas diketahuinya keberadaan Inggris di Falkland barat, tahun 1770 pasukan Spanyol mengusir paksa orang-orang Inggris di Port Egmont sehingga Spanyol pun sejak saat itu menjadi penguasa sepihak dari seluruh Kepulauan Falkland. Tindakan Spanyol tersebut jelas memancing kemarahan dari pihak Inggris yang mengancam akan menyatakan perang kepada Spanyol. Untungnya, perang yang ditakutkan tidak sampai meletus setelah pada tahun 1771, Raja Spanyol memerintahkan pasukan Spanyol untuk meninggalkan Falkland barat & membiarkan Inggris menguasai kembali daerah tersebut.

Tahun 1776, sebagai akibat dari krisis keuangan yang menimpa Kerajaan Inggris yang diperparah oleh perang kemerdekaan Amerika Serikat, orang-orang Inggris meninggalkan kepulauan tersebut di tahun yang sama tanpa menyatakan bahwa kepulauan tersebut bukan lagi milik Inggris. Situasi tersebut lantas dimanfaatkan oleh Spanyol yang kemudian memutuskan untuk menduduki Falkland barat & menghancurkan sisa-sisa pemukiman Inggris yang masih ada di sana pada tahun 1780. Walaupun sejak itu Kepulauan Falkland praktis dikuasai & dikelola oleh Spanyol, Inggris tetap menganggap Kepulauan Falkland sebagai daerah kekuasaannya walaupun tidak memberikan respon apa-apa terhadap tindakan Spanyol.



DIMULAINYA SENGKETA INGGRIS & ARGENTINA

Tahun 1816, daerah jajahan Spanyol di Amerika Selatan yang bernama Rio de la Plata memerdekakan diri menjadi negara yang sekarang dikenal dengan nama Argentina. Sejak merdeka, Argentina menyatakan bahwa seluruh wilayah yang dulunya adalah wilayah Rio de la Plata sebagai wilayah Argentina, termasuk Kepulauan Falkland. Beberapa tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1820, Argentina menegaskan klaimnya atas Kepulauan Falkland setelah Kolonel David Jewett mendarat di kepulauan tersebut & mengibarkan bendera Argentina.

HMS Clio, kapal perang yang digunakan Inggris saat
menguasai kembali Kepulauan Falkland. (Sumber)
Tahun 1829, Argentina mengangkat pebisnis Luis Vernet sebagai penguasa Kepulauan Falkland yang mewakili Argentina & memberikan izin monopoli perburuan anjing laut di kawasan tersebut. Inggris lantas memprotes tindakan Argentina tersebut via kedutaan besarnya di ibukota Buenos Aires, namun protes tersebut tidak mengubah pendirian pihak Argentina. Argentina bahkan bertindak lebih jauh lagi dengan mengirimkan rombongan tentaranya ke Kepulauan Falkland & mendirikan kompleks penjara terpencil di sana pada tahun 1832.

Merespon tindakan Argentina tersebut, Inggris akhirnya memutuskan untuk mulai bertindak tegas dengan mengirimkan kapal perang HMS Clio ke Kepulauan Falkland & mengusir otoritas Argentina yang ada di sana pada tahun 1833. Sejak periode inilah, Inggris mulai serius memperhatikan & mengembangkan Kepulauan Falkland. Richard Moody diangkat sebagai gubernur jenderal Kepulauan Falkland & Port Stanley dijadikan ibukota daerah tersebut. Seiring dengan meningkatnya aktivitas pembangunan, industri perikanan & peternakan domba di Kepulauan Falkland juga ikut tumbuh pesat hingga bisa menjadi sektor ekonomi andalan daerah tersebut.

Argentina sendiri sebenarnya tidak diam merespon situasi di Kepulauan Falkland. Sejak tahun 1833 alias di tahun yang sama saat militer Inggris mengusir otoritas Argentina di Kepulauan Falkland, Argentina beberapa kali melayangkan protes resmi kepada pihak Inggris, namun protes tersebut gagal mengubah sikap Inggris. Walaupun masalah soal Kepulauan Falkland tetap belum terselesaikan, perselisihan antara Inggris & Argentina pada periode ini untungnya masih belum sampai merambat ke tahap perang. Namun, belakangan diketahui kalau perang antara keduanya ternyata hanyalah masalah waktu...



PERSELISIHAN YANG BERUJUNG PERANG

Kapal perang Inggris saat terkena
serangan udara Argentina dalam
Perang Falkland. (Sumber)
Sesudah berakhirnya Perang Dunia II di tahun 1945, daerah-daerah jajahan Inggris di Asia, Afrika, & Karibia secara beramai-ramai memerdekakan diri. Fenomena tersebut lantas berusaha dimanfaatkan oleh Argentina untuk mendapatkan kembali Kepulauan Falkland dengan cara mengangkat isu tersebut dalam sidang PBB. Inggris lantas menawarkan Argentina untuk menyelesaikan masalah sengketa Kepulauan Falkland di Pengadilan Kriminal Internasional yang bermarkas di Den Haag, Belanda, namun tawaran tersebut ditolak oleh pihak Argentina.

Bulan Maret 1982, hal yang selama ini ditakutkan akhirnya terjadi. Pasukan Argentina menyerbu Kepulauan Falkland sehingga pecahlah Perang Falkland / Perang Malvinas. Ada pendapat yang menyatakan bahwa tindakan Argentina untuk menyerang Falkland lebih dilatar belakangi oleh faktor politis karena tingginya tekanan rakyat Argentina terhadap rezim junta militer pimpinan Leopoldo Galtieri akibat krisis ekonomi nasional saat itu. Dengan mengangkat kembali isu Falkland, maka rakyat Argentina akan bersatu di bawah sentimen nasionalisme & melupakan kebencian mereka terhadap junta untuk sementara waktu.

Kembali ke medan konflik. Pasukan Argentina hanya membutuhkan waktu singkat untuk menguasai Kepulauan Falkland karena mereka memang lebih unggul jumlah & kekuatan militer dibandingkan dengan pasukan Inggris yang menjaga Kepulauan Falkland. Namun, keunggulan Argentina tidak bertahan lama setelah pada bulan April, Inggris mengirimkan bala bantuan dari negaranya untuk menggempur pasukan Argentina di Kepulauan Falkland. Berkat kegemilangan pasukan Inggris yang memang lebih cerdik & lebih terampil di medan perang, Argentina dipaksa mengibarkan bendera putih pada bulan Juni 1982 & kekuasaan Inggris atas Kepulauan Falkland pun berhasil dipertahankan.

Papan tanda di Argentina yang berisi
klaim bahwa Kepulauan Malvinas
adalah milik Argentina. (Sumber)
Sesudah berakhirnya Perang Falkland, Inggris mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru terkait daerah kepulauan tersebut. Jumlah personil militer Inggris yang ada di Kepulauan Falkland ditambah & pangkalan militer Mount Pleasant dibangun. Sejak tahun 1983, setiap warga Kepulauan Falkland kini diakui sebagai warga negara Inggris. Tahun 1985, status politik kepulauan tersebut diubah dari yang awalnya teritori dependen menjadi teritori seberang lautan. Dengan perubahan status politik tersebut, Kepulauan Falkland kini memiliki parlemennya sendiri di mana keanggotaan parlemen setempat ditentukan lewat pemilu daerah.

Tahun 1990, hubungan diplomatik antara Inggris & Argentina akhirnya terjalin kembali setelah sebelumnya sempat terputus akibat Perang Falkland. Kendati demikian, masalah sengketa kedua negara seputar Kepulauan Falkland masih belum tuntas karena Argentina masih enggan mengakui daerah kepulauan tersebut sebagai wilayah Inggris. Memasuki bulan Maret 2013, Inggris memutuskan untuk menggelar referendum di Kepulauan Falkland dengan hasil lebih dari 99% penduduk Kepulauan Falkland memilih untuk tetap menjadi bagian dari Inggris. Hasil referendum itu sendiri tidak diakui oleh pihak Argentina sehingga nampaknya masalah sengketa Kepulauan Falkland tetap tidak akan selesai dalam waktu dekat...  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

GlobalSecurity.org - Falklands / Malvinas War
GlobalSecurity.org - The Argentine Seizure Of The Malvinas [Falkland] Islands : History and Diplomacy
History World - History of Falkland Islands
Okezone - Usai Referendum, Sengketa Falkland Tetap Panas
Wikipedia - Falkland Islands
Wikipedia - History of the Falkland Islands


          

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. Saya ingat waktu pecah perang Falkland (Malvinas), Indonesia ikut terkena "demam" perang ini. Yaitu dengan munculnya..... Bakso Malvinas. Hehehe...

    BalasHapus
  2. menambah wawasan..pengetahuan umum

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.