FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Okapi, Kerabat Jerapah yang Tidak Berleher Panjang




(Sumber)

Okapi (Okapia johnstoni) adalah nama dari sejenis hewan asal Afrika yang jika dilihat penampilannya mirip kuda atau zebra. Faktanya, walaupun berleher pendek, okapi dianggap memiliki kekerabatan lebih dekat dengan jerapah & dimasukkan dalam famili Giraffidae dalam tangga klasifikasi ilmiah. Dasar dari penentuan kekerabatan tersebut adalah karena seperti halnya jerapah, okapi memiliki lidah panjang berwarna gelap & sepasang tonjolan kecil mirip tanduk di atas kepala yang dikenal sebagai "osikon" (ossicone).

Okapi hanya bisa ditemukan di hutan tropis Afrika bagian tengah. Mereka adalah hewan yang pemalu & sangat waspada sehingga mereka sulit ditemukan & diamati secara langsung di habitat aslinya. Sebagai akibatnya, orang-orang Eropa baru mengetahui keberadaan okapi pada tahun 1900 & pengetahuan mengenai cara hidup okapi didapatkan dengan mengamati okapi dalam tangkapan. Penduduk asli sendiri bisa mengetahui keberadaan okapi karena hewan tersebut kadang-kadang terjerat pada jebakan yang mereka pasang. Dari bahasa asli penduduk setempat pula, orang-orang Eropa memberi nama "okapi" untuk hewan yang bersangkutan.

Okapi sangat teradaptasi untuk hidup di hutan yang dipenuhi pepohonan lebat. Bulu dari okapi berwarna cokelat kemerahan dengan bokong & kaki berwarna putih bergaris-garis hitam sehingga ia bisa berkamuflase di antara kerimbunan tanaman hutan dengan mudah. Bulunya juga kedap air karena mengandung minyak sehingga saat hujan turun, kulitnya bisa tetap kering. Makanan dari okapi adalah tumbuhan setempat di mana beberapa spesies tumbuhan yang dimakan okapi diketahui mengandung racun. Untuk menetralisir racun dari tumbuhan yang dimakannya, okapi kerap memakan tanah liat & arang dari bangkai tumbuhan sisa-sisa kebakaran hutan.



SUKA BERSEMBUNYI & MENYENDIRI

Okapi betina bersama
anaknya. (Sumber)
Okapi memiliki pola hidup soliter alias menyendiri. Untuk menandai wilayah yang sudah dijelajahinya, mula-mula okapi akan mengeluarkan air seninya sambil menyilangkan kaki sehingga sebagian air seninya akan menempel pada kakinya. Sesudah itu, barulah ia mulai berjalan-jalan & beraktivitas sehingga bau dari air seninya akan tertinggal pada jalur yang dilewatinya. Walaupun memiliki perilaku menyendiri & wilayah jelajahnya masing-masing, okapi adalah hewan yang toleran karena ia tidak akan bersikap agresif pada okapi lain yang kebetulan menerobos masuk wilayah yang biasa ia jelajahi.

Okapi jantan & betina menampilkan dimorfisme seksual alias perbedaan fisik antar kelamin yang jelas. Cara paling mudah untuk membedakan okapi jantan & betina adalah dengan melihat kepalanya di mana okapi jantan memiliki osikon atau tanduk kecil, sementara betina tidak. Pejantan juga berukuran sedikit lebih kecil ketimbang betina. Perkawinan antara okapi terjadi ketika okapi jantan menaiki okapi betina. Sesudah perkawinan, keduanya lalu berpisah & betina akan memasuki masa kehamilan selama 14 - 16 bulan. Betina kemudian akan melahirkan bayi okapi di mana sang bayi diketahui sudah bisa berdiri hanya dalam waktu 30 menit sesudah lahir.

Bayi okapi lebih banyak diam bersembunyi di tempat yang dijaga induknya hingga usia 2 bulan & hidup menyusu hingga usia 6 bulan. Induk okapi sangat protektif dalam menjaga bayinya & akan menyerang siapapun yang berani mendekat ke tempat persembunyian bayinya. Untuk berkomunikasi dari jarak yang agak jauh, induk & anak okapi berkomunikasi dengan memakai suara infrasonik yang tidak bisa tertangkap oleh telinga manusia. Okapi mulai mencapai kematangan seksual pada usia 2 tahun & berhenti tumbuh pada usia 3 tahun. Di dalam tangkapan, seekor okapi diketahui bisa hidup hingga usia 33 tahun.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Cetartiodactyla
Famili : Giraffidae
Genus : Okapia
Spesies : Okapia johnstoni



REFERENSI

Animal Diversity Web - Okapia johnstoni : Information
ARkive - Okapi videos, photos, and facts
San Diego Zoo - Okapi


          

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.