FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Timothy McVeigh, Veteran AS yang Melakukan Pemboman di Tanah AS




Suasana pasca pemboman yang dilakukan McVeigh. (Sumber)

Bukan hal yang aneh kalau banyak orang menaruh kekaguman pada Amerika Serikat (AS) berkat prestasi & kemajuan yang berhasil direngkuhnya di banyak bidang. Namun di lain pihak, tidak sedikit pula orang yang membenci pemerintahan AS, tak terkecuali dari dalam negaranya sendiri. Salah satu dari orang tersebut adalah Timothy McVeigh, topik pembahasan dalam artikel kali ini. Siapa itu Timothy McVeigh & apa yang membuat sosoknya begitu menonjol di antara jutaan warga negara AS lainnya yang juga membenci pemerintah negaranya sendiri?

Timothy James McVeigh adalah pelaku utama dari serangan bom di Oklahoma pada tahun 1995, serangan teror paling mematikan di tanah AS sebelum peristiwa runtuhnya gedung kembar World Trade Center (WTC) di New York. Akibat aksi pemboman yang dilakukannya, 168 orang dilaporkan tewas & ratusan lainnya dilaporkan luka-luka. Sebelum melakukan aksi pemboman, McVeigh adalah anggota militer AS yang memiliki pengalaman terjun di medan konflik Timur Tengah semasa Perang Teluk masih berlangsung. Oleh orang-orang dekatnya, McVeigh dikenal sebagai sosok yang sangat terobsesi akan senjata api.



KEHIDUPAN AWAL

McVeigh adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara yang lahir pada tanggal 23 April 1968 di Lockport, New York. Ayahnya adalah seorang simpatisan Partai Demokrat yang berprofesi sebagai buruh pabrik mobil dengan jadwal kerja tengah malam. Masa kecil dari McVeigh tidak bisa dibilang indah karena pada usia 10 tahun, ia harus menyaksikan orang tuanya bercerai. Pasca perceraian tersebut, McVeigh hanya tinggal bersama ayahnya, sementara ibunya menikah kembali & pindah ke Florida.

McVeigh saat masih kecil. (Sumber)
Lingkungan tempat McVeigh tinggal adalah lingkungan yang dipenuhi oleh para pecinta olah raga berburu. Hal tersebut lantas menumbuhkan minat McVeigh pada senjata api. Minatnya akan senjata api akhirnya terlampiaskan setelah ayahnya membelikannya senapan sendiri. McVeigh muda lantas menggunakan senapan tersebut untuk berlatih menembak di tengah hutan yang berada di belakang rumahnya. Dengan keahliannya mengoperasikan senjata api pula, McVeigh membuat teman-teman sekolahnya terkesan dengan cara berpose layaknya polisi dengan memakai senjatanya.

Bicara soal sekolah, McVeigh dianggap memiliki bakat besar karena ia berhasil meraih nilai tinggi dalam tes standarisasi sekolah menengah sehingga ia berhak menerima beasiswa. Selama berada di sekolah menengah, ia juga tidak pernah absen 1 hari pun. Kendati demikian, selama berada di sekolah menengah, McVeigh tidak memiliki prestasi akademik yang menonjol & kurang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sementara dalam hal pergaulan, ia cenderung pemalu & tidak pernah berpacaran.

Usai lulus dari sekolah menengah, McVeigh mengikuti kursus komputer, namun keluar tak lama kemudian karena merasa bosan. Ia lalu bekerja sebagai supir truk pengantar paket uang. Kepada salah satu koleganya, McVeigh mengaku bahwa pekerjaan tersebut membosankan, namun ia tetap merasa senang karena pekerjaan tersebut membuat ia bisa mengenakan seragam & membawa senjata ke mana-mana. McVeigh juga sempat bekerja sebentar sebagai penjual senjata api untuk keperluan olah raga berburu.



MENJADI BINTANG DI KETENTARAAN

McVeigh saat menjadi tentara. (Sumber)
Tahun 1988, McVeigh diterima masuk ke dalam Angkatan Bersenjata AS (United States Army). Saat berada dalam ketentaraan inilah, McVeigh menunjukkan bakat terpendam & antusiasmenya. Sebagai contoh, dalam tes masuk ia mendapatkan nilai tinggi di bidang matematika, sains, & elektronik. Saat minggu pertama latihan, ia mengajari teman-temannya mengenai cara membuat bom molotov. McVeigh juga berhasil mendapatkan nilai sempurna dalam kompetisi menembak Kendaraan Tempur Bradley (Bradley Fighting Vehicle).

Walaupun terlihat sebagai sosok yang sempurna & tanpa cacat saat berada dalam ketentaraan, McVeigh tetap memiliki sisi negatif. Ia kerap melontarkan komentar-komentar bernada melecehkan terhadap orang kulit hitam & kerap merasa kikuk saat berada di dekat wanita. McVeigh juga memiliki sifat paranoid berlebihan karena ia percaya bahwa suatu hari nanti AS akan tertimpa bencana akibat serangan Uni Soviet. Kendati demikian, ternyata tetap ada orang dalam ketentaraan yang percaya dengan cara pandang McVeigh. Orang tersebut adalah Terry Nichols yang kelak membantunya saat melakukan aksi pemboman di Oklahoma.

Tahun 1991, pecah Perang Teluk & McVeigh menjadi 1 dari sekian banyak tentara AS yang dikirim ke Timur Tengah untuk melawan pasukan Irak. Berkat kegemilangannya selama berada di medan konflik, McVeigh pun menerima banyak medali penghargaan. Pasca perang, ia mencoba masuk ke dalam Baret Hijau - pasukan khusus AS yang tidak mengalami pemotongan jumlah personil pasca Perang Dingin - namun gagal karena ia tidak lulus dalam tes fisik. Dengan kegagalan tersebut, berakhir pula sepak terjang McVeigh dalam ketentaraan AS karena ia turut menjadi sasaran dari kebijakan pemotongan jumlah personil militer.

Kebakaran yang menimpa rumah Koresh
di dekat Waco, Texas. (Sumber)
Pasca keluar dari ketentaraan, McVeigh bekerja sebagai penjaga keamanan & semakin sering menunjukkan rasa frustrasinya pada pemerintah. Memasuki tahun 1993, terjadi insiden penyerangan FBI ke rumah David Koresh - seorang pemimpin sekte pecahan Gereja Adventis, semacam sekte Kristen - yang terletak di dekat Waco, Texas, atas tuduhan penyalahgunaan senjata api. Pengepungan tersebut berakhir dengan tewasnya puluhan pengikut Koresh akibat kebakaran yang melalap rumah Koresh. Insiden tersebut lantas semakin meningkatkan sikap kebencian & paranoid McVeigh kepada pemerintah AS, khususnya seputar kebijakan mereka mengenai penertiban senjata api.



TRAGEDI PEMBOMAN OKLAHOMA & SESUDAHNYA

Memasuki tahun 1994, McVeigh menunjukkan perubahan sikap yang semakin aneh & ekstrim. Ia mengubah rumahnya di Arizona menjadi seperti bunker & melakukan banyak tes memakai bom rakitan. Memasuki bulan September di tahun yang sama, McVeigh juga membeli amonium nitrat dalam jumlah besar & mencuri komponen peledak dari kompleks pertambangan. Dengan modal bahan-bahan tersebut, McVeigh yang dibantu oleh temannya Nichols mulai membuat bom berdaya ledak besar sambil merencanakan metode & lokasi pembomannya. Misi mereka jelas : "menghukum" pemerintah AS atas upaya mereka menertibkan kepemilikan senjata api & membalas tindakan aparat mereka dalam menangani insiden Waco.

Tanggal 19 April 1995 atau tepat 2 tahun pasca berakhirnya peristiwa pengepungan di Waco, McVeigh meledakkan sebuah truk berisi bom di depan Gedung Federal Alfred P. Murrah, Oklahoma, AS. Akibat ledakan tersebut, 168 orang kehilangan nyawanya & gedung yang bersangkutan mengalami kerusakan amat parah sehingga harus dihancurkan. McVeigh sendiri berhasil ditangkap di hari yang sama - bukan karena polisi langsung tahu bahwa McVeigh adalah pelaku pemboman, tapi karena ia berkendara tanpa memakai plat nomor.

McVeigh saat dikawal polisi. (Sumber)
Saat McVeigh hendak dibebaskan polisi 2 hari sesudah ditangkap, polisi akhirnya tahu bahwa McVeigh adalah pelaku pemboman di Oklahoma sehingga ia batal dibebaskan. Polisi juga berhasil meringkus Nichols di kediamannya pada hari yang sama. Proses persidangan keduanya lantas dimulai pada tahun 1997. Setelah melalui proses persidangan yang alot, hakim akhirnya memutuskan kalau Nichols "hanya" akan menjalani hukuman penjara seumur hidup, sementara McVeigh dijatuhi hukuman mati dengan memakai suntikan berisi zat mematikan. Eksekusi McVeigh akhirnya dilakukan pada tanggal 11 Juni 2001 & tubuhnya yang sudah tak bernyawa lalu dibakar.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama lengkap : Timothy James McVeigh
Tempat, tanggal lahir : Lockport, 23 April 1968
Tempat, tanggal wafat : Terre Haute, 11 Juni 2001 (usia 33)
Terkenal sebagai : pelaku pemboman Oklahoma (1995)



REFERENSI

BBC News - Timeline: Oklahoma bombing
BBC On This Day - 1993: Waco cult siege ends with inferno
Oklahoma City Bombing Trial - McVeigh Letter
Oklahoma City Bombing Trial - The Oklahoma Bombing Conspirators
The Washington Post - An Ordinary Boy's Extraordinary Rage


    

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. Anak keluarga demokrat, tapi pendukung senjata api....
    Menjadi bintang tentara di perang Irak, tapi tidak lulus tes fisik...
    Mendukung penggunaan senjata api dengan meledakkan gedung (menunjukkan parahnya ilmu kemiliteran di tangan yang salah)...

    Too much irony....

    BalasHapus
  2. Bigot terhadap kulit hitam, kiku ke cewek. Punya bakat elektronik & bikin bom, mahir dengan senjata.

    /pol/ banget :D

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.