FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

World War Z, Perang Melawan Wabah Zombie & Egoisme Manusia




(Sumber)

Bagi para penggemar film-film Hollywood, maka nama "World War Z" (WWZ) harusnya bukanlah nama yang asing. Betul, itu adalah judul dari film yang dirilis pada pertengahan tahun 2013 lalu & bercerita tentang perjalanan seorang agen PBB (diperankan oleh Brad Pitt) untuk menemukan obat penyembuh bagi wabah zombie yang sedang melanda dunia. Film WWZ sendiri diambil dari novel berjudul sama yang terbit 7 tahun silam. Bagi pihak Republik, novel WWZ adalah novel yang unik & brilian karena novel tersebut berhasil mengkombinasikan ide cerita mengenai wabah zombie dengan tema-tema sosial politik sehingga cerita dalam novelnya menjadi terkesan realistik & berbobot. Jadi, dalam kesempatan kali ini pihak Republik akan membahas soal versi novel dari WWZ.

Novel WWZ ditulis oleh Max Brooks & diterbitkan oleh perusahaan Crown Publishing Group pada tahun 2006. Dengan membaca judulnya saja, kita tentu sudah bisa menebak kalau novel WWZ bercerita tentang perang berskala global antara manusia melawan zombie. Novel WWZ memakai gaya penceritaan ala dokumenter di mana novel tersebut memaparkan alur peperangan melawan zombie dengan menampilkan kumpulan wawancara antara tokoh narator (seorang agen PBB) dengan tokoh-tokoh yang terlibat langsung dalam perang. Selain konflik antara manusia & zombie, cerita dalam WWZ juga mengangkat isu-isu sosial politik yang menyinggung sifat negatif manusia, misalnya soal egoisme & xenofobia (sentimen kebencian kepada orang asing).



SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)

Kreator dari novel WWZ adalah Max Brooks. Awal mula ketertarikan Brooks terhadap karya fiksi bertema zombie adalah ketika di masa kecilnya, ia menonton film horor yang menampilkan zombie. Brooks kecil merasa sangat ketakutan saat melihat film tersebut, namun ia juga terkesan karena ia mengaku tidak ada lagi monster fiktif selain zombie yang bisa membuatnya setakut itu. Rasa terkesan itu pula yang membuat Brooks tertarik untuk menulis novel mengenai zombie saat ia sudah beranjak dewasa.

Max Brooks. (Sumber)
Buku zombie pertama yang ditulis oleh Brooks adalah "The Zombie Survival Guide" (ZSG; Panduan Bertahan Hidup Zombie) yang dirilis ke pasaran pada tahun 2003. Isi dari buku tersebut adalah fiktif alias tidak benar-benar nyata, namun buku tersebut memakai gaya penulisan ala buku panduan mempertahankan diri yang sesungguhnya untuk memberi kesan kepada para pembacanya bahwa mereka memang sedang hidup di dunia yang dipenuhi oleh zombie. Pasca terbitnya ZSG, Brooks berencana menulis buku lain soal zombie, namun ia menghindari tema cerita petualangan yang menampilkan zombie karena menurutnya tema cerita macam itu sudah terlalu umum.

Brooks lantas memutuskan untuk menulis naskah novel terbarunya dengan gaya penceritaan ala dokumenter kompilasi wawancara. Menurut Brooks, ia terinspirasi untuk menulis dengan gaya tersebut usai membaca buku sejarah "The Good War" karangan Studs Terkel yang berisi kompilasi wawancara dengan para saksi hidup Perang Dunia II. Brooks juga mengaku kalau naskah novel buatannya banyak dipengaruhi oleh film-film zombie karya sutradara George A. Romero. Untuk membuat nuansa sosial politik dalam novelnya terkesan realistik, Brooks melakukan riset pribadi dengan membaca banyak buku ilmiah & melakukan konsultasi dengan para pakar di bidangnya.

Novel terbaru Brooks tersebut lalu dirilis pada tanggal 12 September 2006 dengan judul lengkap "World War Z : An Oral History of the Zombie War" (Perang Dunia Z : Sejarah Lisan dari Perang Zombie). Tanggapan dari media-media yang mengulas novel terbaru Brooks tersebut umumnya bernada positif. Situs media hiburan "Entertainment Weekly" contohnya, memberi nilai "A" untuk novel WWZ sambil memuji kemampuan Brooks menampilkan kekacauan berskala global yang diakibatkan oleh wabah zombie. Dari segi penjualan, WWZ juga bisa dikatakan sukses karena berhasil menempati daftar best-seller keluaran "New York Times" selama 4 minggu & mencapai angka penjualan 1 juta kopi pada bulan November 2011.

Sampul novel "World
War Z". (Sumber)
Kesuksesan & popularitas WWZ lantas membuat novel perang zombie tersebut diangkat ke media lain, salah satunya film. Film yang dimaksud memiliki judul yang sama dengan novelnya & dirilis pada bulan Juni 2013 dengan Brad Pitt sebagai pemeran tokoh utamanya. Versi film dari WWZ memiliki banyak perbedaan bila dibandingkan dengan versi novelnya. Contoh yang paling terlihat jelas adalah jika novel WWZ memiliki gaya penceritaan ala dokumenter & kumpulan wawancara, maka film WWZ memiliki gaya penceritaan layaknya film-film bergenre action thriller. Perbedaan lain, jika zombie dalam novel WWZ hanya bisa bergerak lambat, maka zombie dalam film WWZ diperlihatkan bisa berlari cepat. Adanya perbedaan-perbedaan tersebut tidak lepas dari fakta bahwa Max Brooks tidak terlibat dalam kegiatan penulisan naskah filmnya.

Film WWZ merupakan film yang sukses dari segi finansial karena dengan biaya produksi mencapai 190 juta dollar, film tersebut berhasil meraup pendapatan hingga 500 juta dollar lebih di bioskop-bioskop seluruh dunia. Keberhasilan film WWZ di pasaran lantas membuat Paramount Pictures selaku perusahaan pemilik hak distribusi dari film yang bersangkutan menyatakan kesediaannya untuk mendukung pembuatan film lanjutannya. Selain film, WWZ juga diangkat dalam media video game di mana game yang bersangkutan dirilis pada bulan Mei 2013 alias sebulan sebelum filmnya ditayangkan di bioskop-bioskop umum. Hal yang agak disayangkan adalah, versi game dari WWZ hanya dirilis untuk perangkat iOS & Android sehingga mereka yang tidak memiliki kedua perangkat tersebut sudah pasti tidak akan bisa memainkan gamenya.



SEJARAH (VERSI FIKSI / NOVEL)

Wabah zombie pertama kali muncul di Cina ketika seorang anak yang sedang menyelam di perairan bendungan Three Gorges digigit oleh makhluk misterius. Pasca peristiwa tersebut, sang anak berubah menjadi zombie & menggigit penduduk desa lainnya yang kemudian juga berubah menjadi zombie. Insiden tersebut akhirnya terendus oleh pemerintah Cina yang kemudian melakukan kebijakan karantina & pemeriksaan massal kepada penduduk di wilayah yang diduga sudah terkena wabah. Untuk mencegah dunia mengetahui aktivitas pemberantasan wabah zombie di negaranya, pemerintah Cina melakukan intimidasi militer kepada Taiwan yang pada gilirannya menciptakan krisis politik internasional.

Tembok raksasa Israel. (Sumber)
Wabah virus zombie yang bermula di Cina akhirnya menyebar ke negara-negara lain lewat arus imigrasi ilegal & perdagangan gelap organ tubuh manusia. Indonesia termasuk salah satunya & dilaporkan mulai terkena wabah zombie ketika sedang menggelar pemilu. Sebelum dunia menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi, Israel berhasil mendeteksi wabah zombie tersebut lebih dulu & kemudian membangun tembok penghalang raksasa di perbatasan negaranya. Wabah zombie yang dimaksud akhirnya mulai diperhatikan oleh masyarakat dunia ketika wabah tersebut merebak di Afrika Selatan (Afsel). Namun, penduduk di Amerika Serikat (AS) cenderung bersikap agak santai karena mereka mengira kalau wabah tersebut hanyalah wabah rabies yang bisa ditangkal dengan vaksin anti-rabies.

Masyarakat AS akhirnya sadar kalau wabah yang sedang melanda dunia bukanlah wabah rabies, melainkan wabah virus zombie yang belum ada obat penangkalnya. Kerusuhan & kepanikan massal pun mulai pecah di seantero AS. Untuk menormalkan kembali keadaan & membasmi zombie yang sudah menjangkiti kota New York, pemerintah AS lalu menerjunkan militernya di Yonkers, New York. Namun naas, akibat kesalahan taktik & minimnya pengalaman tentara menghadapi makhluk seperti zombie, pertempuran di Yonkers berakhir dengan kekalahan telak militer AS. Merasa bahwa militer negaranya sendiri sudah tidak bisa lagi diandalkan, banyak penduduk AS yang mengungsi ke utara tanpa perbekalan memadai saat musim dingin tiba & akhirnya tewas akibat kedinginan serta kelaparan.

Cukup ironis untuk mengetahui kalau wabah zombie juga menjadi penyebab dari pecahnya konflik bersenjata antara sesama umat manusia. Israel sempat dihantam oleh perang saudara singkat antara militer negaranya melawan ekstrimis Yahudi Ortodoks yang tidak mau tinggal berdampingan dengan pengungsi Arab Palestina. Cina dilanda pemberontakan para tentara yang berujung pada tumbangnya rezim komunis di "Negeri Tirai Bambu" tersebut. Iran terlibat perang nuklir dengan Pakistan karena ingin menghentikan arus pengungsi yang datang dari negara tetangganya. Penduduk di negara-negara Karibia selain Kuba terlibat konflik dengan rombongan pengungsi bersenjata yang datang dari wilayah AS.

Tentara AS dalam pertempuran di Yonkers. (Sumber)
Sebagai upaya untuk bertahan dari wabah zombie, umat manusia di berbagai penjuru dunia pun mulai memikirkan cara supaya lolos dari kepunahan. Pemerintah Afsel merintis kebijakan yang dikenal sebagai "Rencana Redeker" (Redeker Plan). Dalam kebijakan tersebut, sebagian penduduk Afsel akan direlokasi ke kompleks pemukiman baru yang dikenal sebagai "zona aman", sementara sebagian lainnya dipindahkan ke kompleks pemukiman lain yang letaknya lebih terisolasi untuk memancing para zombie agar menjauh dari zona aman. Walaupun terkesan kejam, Rencana Redeker nyatanya mulai diadopsi oleh negara-negara lain & terbukti efektif menjaga kelangsungan hidup dari penduduk yang tersisa di masing-masing negara.

Sukses dengan upaya melindungi populasi penduduk yang tersisa, umat manusia kini berinisiatif untuk memusnahkan zombie di wilayah yang sudah terjangkit. Adalah pemerintah AS yang memulai inisiatif tersebut dengan melakukan operasi militer berslogan "Jalan Raya Menuju New York" (The Road to New York). Dengan memakai taktik & persenjataan militer yang dikembangkan khusus untuk melawan zombie, dalam kurun waktu 3 tahun pasukan AS berhasil menguasai kembali wilayah-wilayahnya yang sebelumnya dipenuhi oleh zombie. Keberhasilan AS tersebut lantas menginspirasi negara-negara lain untuk melakukan hal serupa. 12 tahun sesudah wabah zombie pertama kali muncul, perang dunia melawan zombie dinyatakan berakhir secara resmi. Namun dalam realitanya, perang masih berjalan dalam skala jauh lebih kecil karena masih banyak zombie yang tersisa di mana populasi mereka kini terkonsentrasi di daratan kutub utara & dasar samudera.



ELEMEN-ELEMEN DALAM WWZ

Zombie

Zombie dalam kisah WWZ pada dasarnya tidak berbeda dengan zombie-zombie yang banyak dijumpai dalam karya fiksi lainnya. Mereka adalah manusia yang tewas akibat terinfeksi semacam virus misterius & kemudian bangkit kembali sebagai makhluk tanpa akal yang memiliki rasa lapar akan bagian-bagian tubuh dari manusia yang masih hidup. Secara fisik, zombie dalam kisah WWZ memiliki penampilan yang tidak berbeda dengan manusia normal, namun dengan kulit yang pucat, mata yang lebar, & kantong mata yang agak cekung serta berwarna kehitaman. Zombie hanya bisa berjalan lambat & tidak memiliki akal serta kecerdasan, namun zombie bisa mengeluarkan suara lenguhan & memiliki panca indra yang berfungsi layaknya panca indra manusia normal.

Gerombolan zombie. (Sumber)
Penyebab utama kenapa manusia bisa berubah menjadi zombie adalah akibat infeksi oleh semacam virus yang karakteristiknya masih belum teridentifikasi secara jelas. Begitu virus yang dimaksud memasuki tubuh seseorang, virus tersebut akan menyebar ke seluruh tubuh lewat aliran darah hingga akhirnya sampai ke otak & mengubah sosok yang bersangkutan menjadi zombie. Cara penyebaran utama dari virus penyebab zombie adalah lewat gigitan zombie ke manusia, namun virus yang bersangkutan juga bisa menular jika organ tubuh dari orang yang terinfeksi dicangkokkan pada tubuh orang yang masih sehat. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan infeksi virus penyebab zombie sehingga jika ada orang yang terinfeksi, maka orang yang bersangkutan akan berubah menjadi zombie untuk selamanya.

Karena zombie pada dasarnya adalah mayat yang bisa bergerak, maka zombie memiliki metabolisme tubuh yang abnormal & karakteristik yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup. Beberapa contoh di antaranya adalah zombie mempunyai suhu tubuh yang rendah, tidak memiliki detak jantung serta aliran darah, & bisa tetap hidup walaupun berada dalam air atau membeku dalam jangka waktu lama. Jika zombie kehilangan anggota badannya, maka zombie tersebut akan tetap hidup selama kepalanya masih utuh. Satu-satunya cara untuk membunuh zombie secara permanen adalah dengan cara menghancurkan otaknya. Metode yang digunakan secara luas oleh umat manusia di seluruh dunia pada tahun-tahun terakhir perang dunia untuk membersihkan wilayah negaranya dari gerombolan zombie.


Planet Bumi & Umat Manusia

Sebelum wabah zombie meletus, kondisi dunia tidak berbeda jauh dengan kondisi dunia yang kita kenal sekarang. Dari aspek politik internasional misalnya, AS adalah negara adidaya dengan sistem pemerintahan demokratis & penduduk dengan sifat individualisme tinggi. Cina & Kuba di lain pihak merupakan negara-negara yang diperintah oleh rezim komunis yang otoriter. Rusia merupakan negara terluas di dunia & diperintah oleh rezim sekuler. Saat WWZ meletus, terjadi perubahan besar dalam kondisi sosial politik di masing-masing negara. AS contohnya, semasa WWZ menetapkan status darurat militer di seantero negeri sehingga negara adidaya tersebut berubah menjadi negara militeristik dengan kontrol pemerintah yang sangat kuat atas aspek-aspek kehidupan rakyatnya.

Pasca WWZ, Rusia berubah menjadi
negara kekaisaran & wilayahnya
bertambah luas. (Sumber)
Jumlah korban tewas akibat WWZ diperkirakan mencapai milyaran orang. Ironisnya, jumlah korban tewas sebanyak itu mayoritasnya timbul bukan akibat dibunuh oleh zombie, melainkan akibat tindakan dari sesama manusia sendiri. Sebagai contoh, di AS banyak penduduk yang tewas akibat menjadi korban penembakan dari penduduk lain yang sedang panik / sedang melakukan penjarahan. Ada juga kasus kematian massal para pengungsi AS akibat kedinginan & kelaparan karena mereka nekat mengungsi ke kawasan beriklim dingin di Kanada tanpa membawa perbekalan yang cukup. Di negara-negara Teluk & Pakistan, banyak penduduk yang tewas akibat terkena senjata & radiasi nuklir yang digunakan oleh negara-negara setempat. Sementara di Ukraina, banyak pengungsi yang tewas dibom oleh militer negaranya sendiri karena ingin mencegah penyebaran wabah zombie lebih jauh.

Wabah zombie yang melanda seluruh dunia pada gilirannya turut andil dalam mengubah peta geopolitik bumi. Banyak negara yang menghilang / berganti rezim semasa WWZ. Kuba & Cina berubah menjadi negara demokratis dengan iklim sosial politik yang jauh lebih terbuka. Tibet memisahkan diri dari Cina sebagai negara komunis. Rusia berubah menjadi negara monarki agama dengan nama resmi "Kekaisaran Rusia Suci" & mengalami perluasan wilayah usai menaklukkan wilayah negara-negara tetangganya yang populasi penduduknya sudah menurun jauh. Beberapa negara Karibia melebur membentuk negara baru yang bernama "Federasi Hindia Barat". Negara Islandia tidak lagi eksis karena minimnya kekuatan militer yang dimiliki oleh negara pulau tersebut untuk menanggulangi wabah zombie.

WWZ juga membawa kerusakan yang amat serius bagi lingkungan. Ironisnya, kerusakan tersebut lagi-lagi diakibatkan oleh ulah manusia sendiri. Banyak spesies ikan & hewan darat yang lenyap dari muka bumi akibat diburu secara besar-besaran oleh para pengungsi yang kelaparan. Wilayah negara-negara Teluk & Pakistan terkontaminasi oleh radiasi nuklir yang mematikan sehingga tidak bisa lagi ditempati oleh manusia. Jumlah polutan di udara meningkat drastis akibat asap dari kebakaran yang melanda kota-kota di seantero bumi sehingga sebagian wilayah di bumi tidak bisa ditembus sinar matahari & mengalami penurunan suhu. Lautan menjadi area yang ditakuti manusia karena masih banyaknya zombie yang berkeliaran di dasarnya. Situasi yang membuat tentara PBB melakukan patroli rutin untuk menembak zombie-zombie yang terapung ke permukaan laut secara tidak sengaja.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Entertainment Weekly - World War Z (2006)
SciFiNow - World War Z's "fast zombies are....
The Statesman - Max Brooks Talks About Book....
Wikipedia - World War Z
Wikipedia - World War Z (film)
Zombie Wiki - World War Z
Brooks, Max. 2006. "World War Z". Crown Publising Group, AS.


   

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

5 komentar:

  1. Saya sudah nonton film ini. Manteb banget, banyak situasi yg bikin tegang.
    Pantas kalo film ini diberi rating 8/10.

    BalasHapus
  2. Keren nih blog, lengkap banget dah... Yg buat blog'a niat banget... Film'a bagus, cocok di kasih rating 9/10.. Dan untuk pembuat blog'a, cocok di ksih rating 8/10...

    BalasHapus
  3. kalau di Versi Layar Lebar..rada berusaha untuk diringkas sih.. lebih baik berharap ada yg Membuatnya ke Versi TV Series yg menampilkan cerita lebih komplek

    BalasHapus
  4. kalo mau beli buku novelnya di Indonesia, belinya dimana ya ? kira2 ada yang mau minjemin gk ya ? hehe

    BalasHapus
  5. Bos cara membunuh lv 7 gimana

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.