FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Kuda Nil, Si Mulut Besar yang Doyan Berendam




Gerombolan kuda nil yang sedang berendam. (Sumber)

Kuda nil (hippopotamus; Hippopotamus amphibius) adalah sebutan untuk hewan mamalia asli Afrika yang mudah dikenali berkat tubuhnya yang gemuk, moncongnya yang besar, kakinya yang pendek, kulitnya yang gelap, & kebiasaannya menghabiskan waktu dengan berendam di dalam air. Kebiasaannya berendam pulalah yang menyebabkan kuda nil memiliki nama Inggris "hippopotamus", kata serapan dari bahasa Yunani Kuno yang berarti "kuda sungai". Namun walaupun memiliki embel-embel nama kuda (hippo), kuda nil sama sekali tidak memiliki kekerabatan dengan kuda.

Kuda nil adalah hewan darat terbesar di Benua Afrika sesudah gajah. Panjangnya mencapai 5,4 m, sementara beratnya mencapai 3,6 ton. Dengan melihat penampilan fisiknya yang gemuk & berkaki pendek, kuda nil nampaknya hanya bisa bergerak lambat. Namun faktanya, kuda nil ternyata bisa berlari hingga kecepatan 30 km/jam jika diperlukan! Kuda nil juga memiliki perilaku yang agresif & tidak segan-segan menyerang hewan lain yang berada di dekatnya. Mulut & gigi depan kuda nil yang besar membuat makhluk apapun yang diserang oleh kuda nil bisa menderita luka yang amat parah. Perilaku yang lantas membuat hewan sebuas buaya & singa sekalipun tidak berani mencari masalah dengan kuda nil dewasa jika tidak terpaksa.

Seekor kuda nil yang sedang membuka
mulutnya lebar-lebar. (Sumber)
Walaupun nama versi Indonesianya yang memiliki embel-embel kata "nil", kuda nil sebenarnya tidak cuma ditemukan di Sungai Nil. Hewan berbadan bongsor ini bisa ditemukan di perairan tawar & rawa-rawa yang tersebar di Afrika tengah, timur, & barat. Di masa lalu, kuda nil dipercaya memiliki persebaran yang lebih luas & bisa ditemukan di Afrika selatan serta Sungai Nil bagian utara. Menariknya, walaupun kuda nil menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air, kuda nil bukanlah hewan yang pandai berenang. Sebagai akibatnya, kuda nil pun lebih suka menghabiskan waktunya dengan cara berendam di bagian perairan yang berarus tenang & tidak terlalu dalam.

Alasan utama kuda nil menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air adalah supaya kuda nil bisa menghindari panas terik di siang hari. Sebagai bentuk perlindungan lebih jauh terhadap sinar matahari, kelenjar di kulit kuda nil menghasilkan semacam cairan berlendir yang menyerap gelombang ultraviolet & menghalangi pertumbuhan bakteri di kulit. Cairan tersebut tidak berwarna saat pertama kali dikeluarkan oleh kelenjar, namun saat terkena sinar matahari cairan tersebut berubah warna menjadi merah dalam hitungan menit. Itulah sebabnya di masa lalu, cairan tersebut dikenal dengan sebutan "keringat darah" (blood sweat).



HERBIVORA YANG GANAS & BERBAHAYA

Kuda nil adalah hewan herbivora di mana tumbuhan yang menjadi makanan utamanya adalah rumput yang tumbuh di sekitar perairan tempatnya hidup. Di siang hari, kuda nil menghabiskan waktunya dengan beristirahat sambil berendam. Ketika matahari terbenam, barulah kuda nil keluar dari air untuk makan. Kuda nil juga mau memakan bangkai hewan, namun hal tersebut jarang dilakukan oleh kuda nil karena sistem pencernaannya kurang cocok untuk mencerna daging. Jika kuda nil perlu membersihkan diri, kuda nil akan membuka mulutnya yang besar di dalam air sehingga sisa-sisa makanan yang menempel di bagian dalam mulut kuda nil bisa dimakan oleh ikan-ikan kecil.

Induk kuda nil bersama anaknya. (Sumber)
Kuda nil menampilkan perilaku yang menyerupai hewan sosial. Beberapa ekor kuda nil yang hidup di habitat yang sama akan membentuk kelompok beranggotakan 10 - 100 ekor kuda nil. Kelompok tersebut biasanya terdiri dari seekor kuda nil jantan sebagai pemimpinnya & beberapa ekor kuda nil betina beserta anak-anaknya. Tidak jarang terjadi perkelahian antara 2 ekor kuda nil jantan karena memperebutkan wilayah yang sama. Namun pertarungan antara sesama kuda nil jantan jarang berujung fatal karena ketika salah 1 kuda nil berhasil mendemonstrasikan kekuatan fisiknya yang lebih superior, maka kuda nil yang 1 biasanya akan mengalah & pergi menyingkir ke tempat lain.

Kuda nil tidak memiliki musim kawin yang spesifik, namun kuda nil memiliki kencederungan untuk berkembang biak lebih sering pada musim hujan. Kuda nil yang baru saja melakukan hubungan seksual dengan pejantan akan memasuki periode kehamilan selama sekitar 8 bulan. Sesudah itu, betina akan melahirkan bayinya di dalam air di mana jumlah bayi yang dikeluarkan sekali melahirkan biasanya hanya seekor. Bayi kuda nil kemudian hidup dari air susu induknya hingga usia 1 tahun. Usia kematangan seksual pada kuda nil jantan adalah 7 - 9 tahun, sementara pada kuda nil betina usia kematangan seksualnya adalah 8 - 10 tahun. Kuda nil jantan yang sudah mengalami kematangan seksual akan pergi meninggalkan kelompoknya untuk hidup sendiri atau membentuk kelompok baru.

Sebagai akibat dari ukuran tubuhnya yang besar & perilakunya yang agresif, kuda nil tidak memiliki banyak musuh. Di sisi lain, perilaku agresifnya pula yang membuat kuda nil kerap dibunuh oleh manusia. Kuda nil disebut-sebut sebagai salah satu hewan paling mematikan di Afrika sebagai akibat dari banyaknya orang yang tewas akibat serangan kuda nil. Seiring dengan semakin berkurangnya habitat liar & semakin berkembangnya pemukiman manusia, gesekan antara kuda nil & manusia pun jadi semakin sering terjadi. Selain karena faktor keselamatan, alasan lain manusia membunuh kuda nil adalah untuk mengambil kulit, daging, & gigi taringnya. Oleh lembaga pelestarian hewan IUCN, populasi kuda nil kini dianggap termasuk dalam kategori "rentan" (vulnerable).  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Cetartiodactyla
Famili : Hippopotamidae
Genus : Hippopotamus
Spesies : Hippopotamus amphibius



REFERENSI

Animal Diversity Web - Hippopotamus amphibius : Information
ARKive - Hippopotamus videos, photos, and facts
National Geographic - Hippopotamus
Wikipedia - Hippopotamus


     

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

4 komentar:

  1. Si gendut bermulut lebar ini memang berbahaya....

    BalasHapus
  2. geligi & mulutnya aneh, mungkin cara merumputnya mirip dgn dugong?

    BalasHapus
  3. kenapa tidakbisa di kopi paste boss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok. Petunjuknya sudah saya tulis di atas kotak komentar.

      Hapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.