FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Makna Lirik Lagu Foster the People - Pumped Up Kicks




Cuplikan dari video klip "Pumped Up Kicks".

Foster the People (FtP) adalah nama dari sebuah band indie yang berasal dari California, Amerika Serikat (AS). Band tersebut beranggotakan 3 orang dengan komposisi sebagai berikut : Mark Foster sebagai vokalis & pemegang semua instrumen melodisnya (keyboard, gitar), Cubbie Fink sebagai vokalis pendukung & pemain gitar bassnya, serta Mark Pontius sebagai pemain drumnya. Pertama kali terbentuk pada tahun 2009, band ini mulai menjadi pusat perhatian pecinta musik dunia setelah mereka merilis lagu yang berjudul "Pumped Up Kicks" pada tahun 2010 lalu.

Popularitas yang diraih oleh lagu "Pumped Up Kicks" sendiri tidak muncul secara instan. Lagu "Pumped Up Kicks" awalnya muncul di media internet setelah Foster memajang tautan lagu tersebut di situsnya sendiri pada awal tahun 2010 sehingga semua orang bisa mengunduh lagunya secara bebas. Seiring berjalannya waktu, lagu "Pumped Up Kicks" pun mulai merambah media radio, televisi, kepingan CD, & unduhan berbayar. Hasilnya fantastis. Di AS, berdasarkan data yang dirilis pada tahun 2011, versi digital dari lagu tersebut berhasil terjual hingga lebih dari 3 juta kopi. Sementara di Kanada & Australia, hingga tahun 2012 lagu tersebut berhasil meraih 5 platinum (semacam simbol penghargaan untuk lagu yang berhasil terjual hingga puluhan ribu kopi).

Di luar aspek komersial, lagu "Pumped Up Kicks" juga berhasil menuai tanggapan positif dari khalayak musik dunia. Di Kanada misalnya, lagu "Pumped Up Kicks" terpilih sebagai lagu rock terbaik di tahun 2011 oleh para pendengar siaran radio CFNY-FM. Pada akhir tahun yang sama, lagu "Pumped Up Kicks" juga dinominasikan dalam ajang penghargaan bergengsi Grammy untuk kategori "Penampilan Grup Pop / Duo Terbaik". Dan sebagai bentuk penghargaan sekaligus kekaguman terhadap lagu yang bersangkutan, fans yang kreatif juga membuat versi aransemen ulang (remix) dari lagu "Pumped Up Kicks". Salah satu contoh versi aransemen ulang tersebut pernah dibawakan oleh Fatin Shidqia Lubis dalam ajang pencarian bakat "X-Factor Indonesia".

Sebelum menulis lagu "Pumped Up Kicks", Mark Foster bekerja sebagai penggubah musik untuk iklan-iklan komersial. Pengalaman bekerja tersebut lantas mengasah kemampuannya menciptakan musik dengan genre yang bervariasi sekaligus bisa diterima oleh industri musik profesional. Ide untuk menulis "Pumped Up Kicks" sendiri muncul dari pengalaman pribadi para personil FtP. Foster pernah menjadi sasaran pelecehan masal (bullying) oleh teman-temannya saat masih berada di bangku sekolah menengah, sementara Fink memiliki sepupu yang nyaris menjadi korban penembakan membabi buta di Sekolah Menengah Columbine pada tahun 1999. Bersama, keduanya lalu menciptakan lagu "Pumped Up Kicks" yang bercerita tentang seorang remaja yang melakukan penembakan membabi buta.

Para personil Foster the People. (Sumber)
Walaupun tema dari lirik lagu "Pumped Up Kicks" termasuk kelam, lagu yang sama juga memiliki melodi yang ringan & terkesan ceria. Menurut Foster, ia sengaja menggubah lagu tersebut sedemikian rupa supaya publik menaruh perhatian lebih terhadap fenomena remaja yang dikucilkan oleh lingkungannya. Foster juga mengaku kalau ia sama sekali tidak memiliki niat untuk mendukung aksi kekerasan yang melibatkan senjata api. Kendati demikian, sebagai akibat dari pemilihan melodi & kata-kata dalam liriknya, tetap banyak orang yang beranggapan kalau lagu tersebut memiliki potensi untuk mendorong terjadinya praktik kekerasan dengan senjata api. Buntutnya, pada bulan Desember 2012 lalu, sebuah stasiun radio di Los Angeles sempat berhenti memutar lagu "Pumped Up Kicks" pasca terjadinya insiden penembakan di SD Sandy Hook.

Oke, itu tadi penjelasan singkat(?) soal bagaimana lagu "Pumped Up Kicks" tercipta hingga akhirnya bisa populer seperti sekarang. Dan sesuai dengan judul dari artikel, dalam kesempatan kali ini pihak Republik akan mencoba mengulas soal makna dari lirik lagu yang bersangkutan. Here it is...



ANALISA LIRIK

Bagian I

Robert's got a quick hand
He'll look around the room
He won't tell you his plan
He's got a rolled cigarette
Hanging out his mouth
He's a cowboy kid


Bagian ini bercerita tentang Robert, seorang remaja yang sedang memeriksa sebuah ruangan supaya dia bisa mendapatkan sesuatu untuk mewujudkan rencananya (look around the room). Rencana apakah itu? Tidak jelas, karena dia dengan sengaja merahasiakannya (he won't tell you his plan). Setelah melakukan pencarian, akhirnya dia menemukan rokok & kemudian menghisapnya (he's got a rolled cigarette, hanging out his mouth).

Kita semua tentu tahu bahwa adalah hal yang tabu bagi seorang remaja yang belum cukup untuk merokok, namun Robert justru melakukannya. Sebuah pertanda bahwa Robert merasa tidak peduli lagi dengan norma lingkungannya sehingga ia cenderung bersikap masa bodoh & bersedia melakukan hal apapun yang bisa membuat dirinya puas. Sikap Robert yang cenderung enggan diatur oleh lingkungan sekitarnya lantas membuat ia terlihat seolah-olah bagaikan bocah koboi (he's a cowboy kid) karena koboi terkenal sebagai sosok yang identik dengan kebebasan sekaligus kejantanan.


Yeah! He found a six-shooter gun
In his dad's closet
With the box of fun things


Setelah melakukan pencarian dengan tekun, Robert akhirnya berhasil menemukan pistol milik ayahnya (he found a six-shooter gun, in his dad's closet) beserta sebuah "kotak berisi benda menyenangkan" (box of fun things) yang kemungkinan adalah tempat ayahnya menyimpan peluru. Kenapa disebut "benda menyenangkan", karena apapun yang ingin dilakukan Robert dengan pistolnya, ia jelas memerlukan peluru supaya bisa menggunakan pistolnya untuk menembak. Adalah hal yang tidak menyenangkan bukan kalau seseorang harus menggunakan pistol tanpa peluru? Padahal pistol adalah senjata jarak jauh yang memerlukan peluru supaya bisa berfungsi sebagaimana mestinya.


Sambungan Bagian I & Reffrain

I don't even know what
But he's coming for you
Yeah, he's coming for you

All the other kids with the pumped up kicks
You better run, better run, outrun my gun
All the other kids with the pumped up kicks
You better run, better run, faster than my bullet


Sepatu Reebok Pump yang menginspirasi
istilah "Pumped Up Kicks". (Sumber)
Di akhir dekade 1980-an hingga permulaan 90-an, sepatu basket Reebok Pump merupakan sepatu yang sedang menjadi tren. Sepatu tersebut mendapat nama demikian karena bagian lidah sepatunya bisa dipompa hingga menyerupai bentuk bola basket. Sepatu Reebok Pump memiliki harga yang mahal sehingga hanya anak-anak dari keluarga kaya yang bisa membelinya. Kemampuan anak-anak pemakai sepatu Reebok Pump untuk memiliki barang-barang berharga mahal lantas menumbuhkan sikap arogan sehingga mereka kerap melakukan pelecehan kepada teman-teman sebayanya. Nah, istilah "Pumped Up Kicks" yang digunakan pada judul & lirik lagu ini merujuk kepada orang-orang yang memiliki perilaku negatif layaknya para pemakai sepatu Reebok Pump tadi.

Bagian ini menceritakan bagaimana Robert mewujudkan rencana misteriusnya. Ya, dia ingin menembaki "pumped up kicks" alias orang-orang yang selama ini sudah melakukan bullying kepada dirinya. Bagi mereka yang masih ingin selamat, sebaiknya segera melarikan diri (better run, outrun my gun) sebelum menjadi sasaran dari peluru Robert (better run, faster than my bullet). Berlarilah. Bersembunyilah. Pergilah ke tempat yang aman. Karena Robert memang datang untuk membalas dendam kepada kalian (yeah, he's coming for you). Kepada orang-orang yang selama ini melecehkan & mempermalukan Robert untuk kesenangannya sendiri.


Bagian II

Daddy works a long day
He be coming home late, and he's coming home late
And he's bringing me a surprise
'cause dinner's in the kitchen and it's packed in ice


Bagian ini menjelaskan bagaimana sibuknya kehidupan dari ayah Robert sehingga ia tidak memiliki banyak waktu bersama anaknya. Ia bekerja sepanjang hari (daddy works a long day) & baru pulang ke rumah saat sudah larut malam (coming home late). Dan selagi ayahnya masih sibuk bekerja, Robert terpaksa menyiapkan makan malamnya sendiri di mana makan malamnya masih tersimpan dalam kondisi beku di lemari es dapur (dinner's in the kitchen and it's packed in ice).

Secara tidak langsung, baris dari lirik ini juga menunjukkan kalau Robert tidak lagi memiliki ibu - entah karena sudah meninggal atau karena bercerai - karena tidak ada yang membantu menyiapkan keperluan Robert di rumah selagi ayahnya tidak ada. Kurangnya perhatian yang diterima Robert dari ayah & ibunya pada gilirannya membuat Robert menjadi sosok yang kesepian & kerap bermasalah dengan lingkungan sekitarnya.

Ketika ayah Robert akhirnya tiba di rumah, ia membawakan kejutan untuk Robert (bringing me a surprise). Kejutan apakah itu? Tidak jelas. Namun jika disambungkan dengan paragraf lirik berikutnya, kejutan tersebut nampaknya bukanlah hal yang menyenangkan. Silakan simak paragraf berikutnya untuk mendapatkan penjelasan lebih mendetail soal itu.


I've waited for a long time
Yeah the sleight of my hand is now a quick-pull trigger
I reason with my cigarette
Then say, "Your hair's on fire, you must have lost your wits, yeah?"


Fenomena pengucilan remaja & kekerasan
dengan senjata api menjadi tema utama
lagu "Pumped Up Kicks". (Sumber)
Bagian ini menunjukkan kalau ayah dari Robert akhirnya turut menjadi korban penembakan oleh putranya sendiri. Robert sudah menunggu begitu lama (I've waited for a long time) & sekarang dia memiliki kesempatan untuk mengakhiri nyawa ayahnya dengan memakai pistol (the sleight of my hand is now a quick-pull trigger). Sesudah menembak ayahnya, Robert lalu membakar ayahnya sendiri (your hair's on fire) dengan bantuan puntung rokok yang masih menyala (with my cigarette). Sebuah pertanda kalau Robert memendam kebencian yang begitu dalam kepada ayahnya sehingga ia tidak segan-segan menewaskan ayahnya sendiri.

Pernyataan berikutnya adalah, kenapa Robert bisa begitu membenci ayahnya sendiri, sosok yang harusnya ia hormati? Penjelasan paling logis, Robert kerap menjadi korban kekerasan fisik & verbal oleh ayahnya sendiri. Selama ini Robert selalu menahan diri ketika diperlakukan dengan semena-mena oleh ayahnya. Namun Robert akhirnya tidak tahan lagi sehingga ia memutuskan untuk mencabut nyawa ayahnya supaya penderitaannya lekas berakhir.


Reffrain

(lihat kembali segmen yang berjudul "Sambungan Bagian I & Reffrain")

© Rep. Eusosialis Tawon



SUMBER-SUMBER YANG MEMBANTU

Hai Online - "Pumped Up Kicks" Foster The People Ditarik dari Radio Amerika
SongFacts- Pumped Up Kicks by Foster the People
SongMeanings - Foster the People - Pumped Up Kick Lyrics
Wikipedia - Foster the People
Wikipedia - Pumped Up Kicks


Lirik lagu Foster the People - Pumped Up Kicks
Video klip lagu Foster the People - Pumped Up Kicks


     

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

4 komentar:




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.