FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Pemakan Semut (Anteater), Sang Penghancur Gundukan Serangga




Pemakan semut raksasa betina & anaknya. (Sumber)

Semua orang pasti familiar dengan hewan yang namanya semut. Ya, serangga kecil ini memang sangat terkenal berkat perilaku sosialnya yang sangat kompak. Namun sebagai akibat dari ukurannya yang kecil pula, semut pun memiliki begitu banyak predator. Mulai dari yang sekecil undur-undur hingga yang sebesar pemakan semut. Apa itu pemakan semut & bagaimana hewan sebesar dirinya bisa kenyang dengan hanya memakan hewan kecil seperti semut?

Pemakan semut adalah sebutan untuk hewan mamalia yang mudah dikenali dengan melihat moncongnya yang panjang seperti selang & tubuhnya yang diselubungi bulu lebat. Nama "pemakan semut" (anteater) jelas diberikan karena semut memang menjadi makanan utama dari hewan ini. Namun tidak seperti namanya, makanan dari pemakan semut tidak cuma terbatas pada semut. Mengenai perilaku makannya akan dibahas pada bagian lain artikel ini.

Bandingkan ukuran pemakan semut raksasa
dengan manusia di sebelahnya. (Sumber)
Ada beberapa spesies hewan yang dikategorikan sebagai pemakan semut & semuanya termasuk dalam subordo Vermilingua. Dalam tangga klasifikasi ilmiah, pemakan semut masih memiliki kekerabatan dengan kukang karena keduanya sama-sama termasuk dalam ordo Pilosa. Artikel ini sendiri akan fokus membahas pemakan semut dari spesies Myrmecophaga tridactyla, spesies pemakan semut yang paling besar sekaligus yang paling terkenal. Dan berkat ukurannya pula, spesies yang bersangkutan bisa menyandang nama populer "pemakan semut raksasa" (giant anteater).

Pemakan semut raksasa hanya ditemukan di Amerika Tengah & Selatan dengan karakteristik habitat yang bervariasi. Hewan yang bersangkutan bisa ditemukan di dalam hutan, padang rumput, tepi rawa, hingga kawasan padat penduduk. Pemakan semut raksasa menghabiskan sebagian besar waktunya di atas permukaan tanah. Namun jika diperlukan, ia juga bisa memanjat pohon & berenang. Pemakan semut memiliki penglihatan yang buruk sebagai akibat dari ukuran matanya yang kecil. Namun sebagai gantinya, pemakan semut memiliki indra penciuman yang sangat tajam.



BERCAKAR KUAT, BERLIDAH PANJANG

Sekarang mari kita bahas soal perilaku makan dari pemakan semut. Pemakan semut memiliki fisik yang sangat terpesialisasi untuk memakan serangga-serangga kecil seperti semut, rayap, & larva serangga bertubuh gempal (misalnya larva kumbang). Ketika sudah menemukan gundukan semut atau rayap makanannya, pemakan semut akan menggunakan cakarnya yang kuat & melengkung untuk menghancurkan sarang mereka. Semut / rayap pemilik gundukan jelas akan melawan dengan gigitan atau semprotan kimianya. Namun bulu tebal yang dimiliki oleh pemakan semut membuat upaya bela diri dari serangga makanannya menjadi sia-sia.

Lidah pemakan semut. (Sumber)
Jika sudah berhasil menghancurkan gundukan, pemakan semut akan menjulurkan lidahnya yang panjang & lengket untuk memerangkap serangga makanannya, lalu menariknya masuk dengan cepat. Lidah dari pemakan semut sendiri dilaporkan memiliki panjang mencapai 60 cm! Pemakan semut tidak memiliki gigi, namun ia memiliki semacam kantung pencernaan yang berdinding keras & mengandung kerikil untuk menghancurkan tubuh serangga yang ditelannya. Seekor pemakan semut bisa mengkonsumsi 30.000 ekor semut dalam sehari.

Karena serangga yang dimakan oleh pemakan semut tidak mengandung begitu banyak nutrien (zat gizi), pemakan semut harus pandai-pandai menghemat tingkat konsumsi energinya. Salah satu caranya adalah pemakan semut hanya berjalan lambat ketika harus berpindah tempat. Sementara saat beristirahat, waktu yang bisa dihabiskan oleh pemakan semut untuk tidur dalam sehari adalah 16 jam. Bukan hanya itu, pemakan semut juga memiliki suhu tubuh yang relatif rendah - 32 derajat Celcius - sehingga jumlah bahan bakar yang diperlukan oleh sel-sel tubuhnya untuk keperluan metabolisme bisa ditekan lebih jauh lagi.



GEMAR MENUNGGANGI INDUKNYA

Pemakan semut adalah hewan soliter (penyendiri) yang pemalu sehingga perilaku reproduksi mereka sulit diamati secara langsung di alam liar. Pemahaman manusia mengenai perilaku reproduksi pemakan semut selama ini diketahui dari pemakan semut yang berada dalam penangkaran. Ketika pemakan semut betina selesai melakukan perkawinan dengan pejantan, hewan betina yang bersangkutan akan memasuki periode kehamilan selama hampir 7 bulan. Seekor induk pemakan semut hanya bisa mengandung 1 bayi.

Pemakan semut yang sedang memakan
serangga di dalam batang kayu. (Sumber)
Bayi pemakan semut yang baru lahir bentuknya mirip dengan pemakan semut dewasa, namun dengan bulu yang lebih tipis. Sesudah keluar dari rahim induknya, bayi pemakan semut akan memanjat ke punggung induknya. Jika merasa haus atau lapar, sang bayi akan meminum air susu induknya hingga usia 6 bulan. Sesudah usia 2 tahun, pemakan semut muda sudah harus hidup mandiri. Pemakan semut memiliki usia kematangan seksual 2,5 tahun & usia maksimal 25 tahun. Panjang tubuh maksimal dari pemakan semut adalah 2 m (termasuk ekor yang panjang maksimalnya 0,9 m), sementara berat maksimalnya adalah 55 kg.

Sebagai akibat dari ukurannya yang besar, pemakan semut tidak memiliki banyak musuh di alam liar. Musuh utama dari pemakan semut adalah kucing besar yang menghuni Benua Amerika seperti puma & jaguar. Jika berpapasan dengan musuhnya, pemakan semut akan melindungi dirinya dengan cara berlari sejauh mungkin dari musuhnya. Namun jika dirinya sudah terpojok, pemakan semut bisa menggunakan cakarnya yang tajam & kuat untuk membela diri. Tidak jarang hewan yang mencoba memangsa pemakan semut justru malah mati akibat terkena sabetan cakar pemakan semut.

Pemakan semut pada dasarnya bukanlah hewan yang berbahaya bagi manusia karena mereka hanya memakan serangga & lebih memilih untuk menghindar jika bertemu manusia. Namun hal tersebut tidak membuat pemakan semut luput dari incaran manusia karena penduduk setempat kerap memburu pemakan semut untuk mendapatkan daging & bulunya. Pemakan semut juga sering terbunuh secara tidak sengaja akibat tertabrak kendaraan ketika sedang berjalan melintasi jalan raya. Selain akibat perburuan & kecelakaan, pemakan semut juga terancam oleh aktivitas penggundulan hutan.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Pilosa
Famili : Myrmecophagidae
Genus : Myrmecophaga
Spesies : Myrmecophaga tridactyla



REFERENSI

Animal Diversity Web - Myrmecophaga tridactyla : Information
ARKive - Giant anteater videos, photos and facts
Mammalsrus.com - Pilosa -- Anteaters and Sloths...
Wikipedia - Giant anteater


   

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.