FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Cacing Tabung Raksasa, Pipa Hidup dari Dasar Samudra




Koloni cacing tabung raksasa di depan
cerobong bawah laut. (Sumber)

Cacing tabung raksasa (giant tube worm; Riftia pachyptila) adalah nama dari sejenis cacing laut yang memperoleh nama demikian sebagai akibat dari penampilan fisiknya yang memang tidak biasa. Hewan ini hidup dalam tabung / pipa berwarna putih yang terbuat dari kitin (bahan yang juga menyusun cangkang udang) di mana tabung tersebut tingginya bisa mencapai 3 m. Tabung tersebut menempel secara permanen di dasar laut sehingga cacing tabung raksasa pun memiliki pola hidup menetap alias tidak pernah bergerak ke mana-mana (sesil).

Cacing tabung raksasa memiliki tubuh berwarna transparan, namun tubuh bagian depannya memiliki warna merah mencolok & berbentuk mengerucut. Warna merah itu sendiri ada karena bagian tersebut dipenuhi oleh hemoglobin, zat yang bisa dijumpai dalam sel darah merah manusia & berfungsi mengikat partikel oksigen. Bagian tubuh itulah yang digunakan oleh cacing tabung raksasa untuk bernapas dengan cara menyerap oksigen yang terdapat dalam air laut. Jika merasa terancam, cacing tabung raksasa akan menarik bagian tubuh yang berwarna kemerahan tersebut ke dalam tabungnya & baru menyembulkannya kembali jika merasa kondisi sudah aman.

(Kiri-kanan) Cacing tabung dengan
tabung & tanpa tabung sarangnya.
Cacing tabung raksasa hanya bisa ditemukan di Samudra Pasifik, tepatnya di sekitar cerobong bawah laut dengan kedalaman maksimal 2.300 m. Sedikit info, cerobong bawah laut / lubang hidrotermal aslinya adalah lubang di dasar laut yang menyemburkan air bersuhu panas & berwarna kehitaman yang bercampur dengan belerang. Cerobong bawah laut banyak terdapat di daerah pertemuan antar lempeng tektonik & terbentuk akibat adanya air laut yang merembes ke celah-celah di dasar laut & muncrat kembali ke atas akibat terpapar oleh panasnya magma. Tidak banyak jenis hewan yang bisa hidup di sekitar cerobong bawah laut akibat suhu airnya yang tinggi & kandungan airnya yang beracun. Cacing tabung raksasa adalah 1 dari sedikit hewan tersebut.

Cacing tabung raksasa tidak memiliki mulut, mata, & rongga perut. Lantas, bagaimana caranya hewan ini memperoleh makanan & zat gizi yang dibutuhkannya supaya bisa tetap hidup? Jawabannya adalah, cacing tabung raksasa mendapatkan makanan dengan cara melakukan simbiosis mutualisme dengan bakteri. Di bagian dalam tubuh cacing tabung raksasa, terdapat organ bernama "trofosom" (trophosome) yang mengandung banyak bakteri. Simbiosis bermula ketika cacing tabung raksasa menyerap zat-zat kimia yang terdapat dari air laut di sekitar cerobong, misalnya hidrogen sulfida.

Bakteri-bakteri yang tinggal dalam tubuh cacing tabung raksasa lalu merombak zat kimia tersebut menjadi material organik yang bergizi. Bakteri mengkonsumsi sebagian kecil material organik tersebut sebagai makanan bagi dirinya sendiri, sementara sisanya diserap oleh cacing tabung raksasa. Dengan cara inilah, cacing tabung raksasa bisa mendapatkan makanan yang dibutuhkannya. Proses yang dilakukan oleh bakteri tersebut dikenal dengan istilah "kemosintesis" (chemosynthesis). Proses yang sama juga terjadi pada tumbuhan berklorofil. Namun bedanya, tumbuhan menggunakan cahaya matahari, air, & zat hara dalam tanah sebagai bahan baku untuk memproduksi material organik makanannya.

Cerobong bawah laut. (Sumber)
Proses perkawinan cacing tabung raksasa terjadi ketika cacing betina melepaskan sel telur & cacing jantan melepaskan sel sperma ke laut lepas. Jika sel telur sukses bertemu dengan sel sperma, sel telur tersebut lalu berkembang menjadi embrio larva cacing tabung. Ketika menjalani fase larva, cacing tabung raksasa tidak pernah makan & hanya hidup terombang-ambing mengikuti arus laut. Jika sudah menemukan lokasi di sekitar cerobong bawah laut yang menurutnya cocok untuk menjadi tempat tinggalnya yang baru, larva cacing lalu menempel ke dasar laut, membuat tabung sebagai tempat bersarang, & kemudian menghabiskan sisa hidupnya dalam fase hidup menetap.

Cacing tabung raksasa tidak memiliki hewan musuh / predator akibat kondisi habitatnya yang memang tidak bisa ditempati sembarang hewan. Ancaman justru datang dari perilaku cerobong bawah laut yang notabene sulit diprediksi. Bergantung dari kondisi magma & dasar samudra di sekitarnya, cerobong bawah laut bisa tersumbat dengan sendirinya atau bahkan menghasilkan letusan besar. Jika hal-hal tersebut sampai terjadi, maka koloni cacing tabung raksasa di sekitarnya bakal ikut musnah. Namun, populasi cacing tabung raksasa nampaknya akan selalu stabil karena jika suatu cerobong bawah laut menghilang, maka akan muncul cerobong bawah laut di tempat lain yang kemudian akan diikuti dengan munculnya koloni cacing tabung raksasa yang baru.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Annelida
Kelas : Pogonophora
Ordo : Riftiida
Famili : Riftiidae
Genus : Riftia
Spesies : Riftia pachyptila



REFERENSI

Animal Diversity Web - Riftia pachyptila : Information
ARKive - Giant tube worm videos, photos, and facts
NMNH - Giant Tube Worm : Riftia pachyptila


             

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.