FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Nene, Angsa Langka dari Kepulauan Hawaii




(Sumber)

Mendengar nama Hawaii, maka yang biasanya terlintas di benak orang adalah kepulauan tropis dengan pantai yang indah & penuh ombak tinggi. Sebagai akibat dari kondisi yang dimilikinya tersebut, Hawaii pun kini menjadi salah satu tempat wisata favorit para pelancong dunia. Selain terkenal berkat objek wisata pantainya, kepulauan yang terletak di Samudera Pasifik tersebut juga terkenal dengan gunung-gunung api lautnya. Dan di Hawaii pula, kita bisa menemukan salah satu unggas paling unik di dunia : nene.

Nene (bukan nenek) adalah nama dari sejenis angsa yang hanya ditemukan di Kepulauan Hawaii. Itulah sebabnya nene juga dikenal dengan nama lain "angsa Hawaii" (Hawaiian goose; Branta sandvicensis). Tidak seperti angsa pada umumnya yang berwarna putih, nene memiliki tubuh dengan pewarnaan yang bervariasi. Paruh & kepalanya berwarna hitam. Bagian samping kepalanya berwarna kemerahan. Bagian leher hingga ekornya berwarna putih kelabu dengan motif garis-garis hitam.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi habitatnya di Hawaii, nene memiliki sejumlah karakteristik yang tidak ditemukan pada spesies angsa lainnya. Tungkai kakinya lebih panjang & membran di antara jari kakinya lebih sempit daripada angsa kebanyakan sehingga nene bisa berjalan-jalan dengan mudah di atas lapisan lava beku yang memang banyak terdapat di Hawaii. Nene juga memiliki rentang sayap yang lebih pendek sehingga walaupun nene bisa terbang untuk menyeberangi pulau-pulau di Hawaii, nene tidak bisa terbang terlalu lama & terlalu tinggi.

Telapak kaki nene & angsa biasa. (Sumber)
Nene adalah unggas herbivora di mana makanan utamanya adalah rumput yang tumbuh di permukaan tanah. Ketika makan, nene menggunakan paruhnya untuk mencabut rumput langsung dari tempatnya bertunas. Selain rumput, nene juga mau memakan biji, buah, & bunga. Karena makanan utama nene adalah rumput, nene tidak memerlukan kolam atau sungai seperti halnya angsa-angsa lainnya. Namun, nene juga bisa berenang jika diperlukan. Untuk membersihkan bulu & menjaga bulunya kedap air, nene menghasilkan cairan berminyak yang berasal dari kelenjar di dekat ekornya.



BETINA MENGERAMI, PEJANTAN BERPATROLI

Nene memiliki musim kawin yang panjang, tepatnya mulai dari bulan Agustus hingga April. Ketika musim kawin tiba, pejantan akan mencari betina & mencoba memikatnya dengan cara memperlihatkan bagian bawah ekornya yang berwarna keputihan. Jika betina menerima tawaran kawin pejantan, kedua nene tersebut akan melakukan semacam tarian perkawinan. Sesudah itu, kedua nene tersebut akan membangun sarang di atas tanah. Betina menaruh telur di atas sarang & mengeraminya, sementara pejantan bertugas mengawasi kondisi di sekitar sarang.

Jumlah telur dalam 1 sarang nene bisa mencapai 5 butir. Telur nene sendiri memerlukan waktu 31 hari untuk menetas. Selama masa pengeraman, induk betina nene menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam per harinya untuk mencari makan sebelum kemudian kembali mengerami. Bayi nene yang baru menetas akan tetap bersama dengan induknya hingga usia 1 tahun. Nene sudah bisa terbang pada usia 3 bulan & mencapai kematangan seksual pada usia 2 tahun. Di dalam tangkapan, nene bisa hidup hingga usia 42 tahun. Sementara di alam liar, usia maksimal nene lebih pendek & diperkirakan hanya sekitar separuhnya. Seekor nene memiliki panjang maksimal 69 cm.

Nene sedang merentangkan
sayapnya. (Sumber)
Musuh utama nene adalah burung-burung pemangsa seperti burung hantu & elang Hawaii. Ketika manusia tiba, mereka juga turut membawa hewan-hewan seperti tikus, kucing, anjing, & babi. Akibatnya sungguh fatal karena hewan-hewan tersebut membuat populasi nene di alam liar menurun drastis. Selain akibat hewan-hewan yang datang dari luar Hawaii, ancaman lain untuk nene berasal dari perusakan habitat, pembangunan infrastruktur, & perburuan yang dilakukan secara sengaja oleh manusia. Banyak nene yang secara tidak sengaja cedera atau tewas akibat menabrak mobil & pagar karena nene sering terbang rendah.

Sebagai upaya untuk mencegah nene benar-benar punah, pemerintah setempat menetapkan nene sebagai hewan yang dilarang untuk diburu sejak tahun 1907. Kompleks penangkaran untuk membiakkan nene dalam tangkapan & melepasnya kembali ke alam liar juga sudah dibangun. Hasilnya, jika pada tahun 1949 populasi nene diperkirakan hanya sekitar 30 ekor, pada tahun 1999 populasi nene sudah meningkat menjadi 1.000 ekor. Untuk mendorong masyarakat Hawaii supaya ikut peduli akan kelestarian nene, pemerintah Hawaii juga menetapkan nene sebagai burung resmi negara bagiannya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Anseriformes
Famili : Anatidae
Genus : Branta
Spesies : Branta sandvicensis



REFERENSI

Animal Diversity Web - Branta sandvicensis : Information
ARKive - Nene videos, photos, and facts
State Symbols USA - Hawaii State Bird


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.