FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Sejarah Berdirinya Negara Persemakmuran Australia




Australia seperti yang terlihat pada peta.

Australia. Itulah nama dari negara terluas ke-6 merangkap benua terkecil di dunia. Bagi mereka yang tinggal di Indonesia, Australia bukanlah nama yang asing karena negara tersebut berada tepat di sebelah selatan Indonesia. Sebagai akibat dari lokasinya yang terisolasi dari benua lain, Australia pun memiliki banyak fauna yang unik & tidak bisa ditemukan di tempat lain. Mulai dari kanguru merah, platypus, setan Tasmania, koala, hingga wombat. Di Australia pulalah kita bisa menemukan Great Barrier Reef, barisan terumbu karang terbesar di dunia.

Australia dulunya pernah dikuasai oleh Inggris sehingga daerah tersebut sekarang menyandang status sebagai negara persemakmuran (commonwealth). Berbeda dengan pandangan orang awam, walaupun Australia berstatus sebagai persemakmuran yang berarti Australia mengakui Ratu Inggris sebagai kepala negaranya, adalah hal yang tidak tepat untuk mengatakan Australia masih dijajah oleh Inggris karena sekarang Australia memiliki kebebasan & kemandirian mutlak untuk menentukan kebijakan negaranya sendiri. Bila pengunjung penasaran bagaimana Australia bisa memiliki status politik yang demikian unik, maka artikel kali ini bakal menjawab rasa ingin tahu pengunjung.

Australia pertama kali ditemukan oleh orang Eropa pada tahun 1606 oleh kapal Belanda pimpinan Kapten Willem Janszoon. Teori lain menyebut kalau orang Portugal sudah lebih dulu menemukan Australia, namun teori ini diragukan karena kurangnya bukti yang meyakinkan. Lepas dari kontroversi mengenai orang Eropa mana yang lebih dulu mendarat di Australia, sejak abad ke-17 makin banyak orang Eropa yang melakukan eksplorasi ke Australia. Tahun 1770, Inggris yang diwakili Kapten James Cook mengklaim Australia bagian timur sebagai daerah koloni Inggris & riwayat Australia sebagai daerah bawahan Inggris pun dimulai.

Militer Inggris saat mendirikan koloni
pertama di Australia. (Sumber)
Sementara itu di Inggris, terjadi lonjakan ekonomi & modernisasi yang pesat akibat Revolusi Industri. Namun Revolusi Industri juga membawa dampak negatif berupa meningkatnya kesenjangan sosial & kriminalitas di kawasan perkotaan. Banyaknya orang yang ditangkap polisi lantas berdampak pada membludaknya tahanan di penjara-penjara Inggris. Untuk mengatasinya, opsi hukuman mati untuk kejahatan-kejahatan ringan semisal pencurian sempat diterapkan. Namun karena dianggap terlalu keras, kebijakan tersebut tidak dilanjutkan & pemerintah Inggris pun kembali memutar otak untuk mendapatkan solusinya.

Opsi mengasingkan para tahanan ke Australia akhirnya dipilih untuk mengatasi problem tidak cukupnya kapasitas penjara yang ada di Inggris. Tahun 1788, rombongan pertama tahanan yang berasal dari Inggris tiba di pantai Australia sekaligus merintis berdirinya "New South Wales", nama dari koloni Inggris di Australia. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang Inggris yang menempati Eropa di mana mereka yang menetap di sana bukan hanya tahanan & aparat, tapi juga orang-orang bebas yang ingin memulai kehidupan baru & menambang emas di Australia. Kebijakan pengiriman narapidana Inggris ke Australia sendiri baru dihentikan pada tahun 1868.



BEREVOLUSI MENJADI KOLONI & FEDERASI

Tahun 1829, seluruh wilayah Australia akhirnya berada di bawah kekuasaan Inggris setelah Inggris menjadikan wilayah Australia bagian barat sebagai koloninya. Seiring berjalannya waktu, semakin banyaknya imigran Eropa yang menempati daratan Australia lantas berdampak pada meningkatnya jumlah koloni yang terbentuk di Australia. Total, ada 6 koloni yang berdiri di Australia sebelum tahun 1900. Keenam koloni tersebut adalah New South Wales, Queensland, Victoria, Australia Selatan, Australia Barat, & Tasmania. Hal yang disayangkan adalah bertambahnya populasi imigran Eropa di Australia juga diikuti dengan menurunnya jumlah penduduk pribumi Australia (Aborigin) akibat konflik dengan para imigran.

Seiring dengan semakin lamanya para imigran menetap di Australia, sentimen kedaerahan pun mulai timbul di antara mereka. Para imigran tersebut kini lebih suka menganggap dirinya sebagai orang Australia alih-alih Inggris. Buntutnya, ide agar koloni-koloni di Australia membentuk negara federal pun mulai muncul ke permukaan. Alasan lain di balik munculnya ide pembentukan federasi Australia adalah supaya ada badan pemerintahan yang bisa merumuskan kebijakan yang mengikat seluruh koloni Australia, misalnya seputar jalur transportasi antar koloni & pelarangan masuknya imigran yang berasal dari Cina.


Peta koloni-koloni di Australia pada tahun 1870.

Tidak semua penduduk Australia mendukung ide federasi. Mereka yang kontra beranggapan kalau pembentukan federasi akan menguntungkan koloni yang penduduknya sedikit. Masing-masing koloni juga memiliki kepentingannya sendiri-sendiri sehingga jika federasi Australia jadi dibentuk, ada kekhawatiran kalau pemerintahan federal tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya akibat adanya benturan kepentingan antar koloni. Lepas dari adanya penolakan tersebut, ide mengenai pembentukan federasi Australia tetap bergulir & upaya untuk mewujudkan pembentukan federasi terus berjalan.

Rapat untuk membahas isi rancangan undang-undang dasar / konstitusi Australia dimulai pada bulan Maret 1897 di Adelaide, Australia Selatan. Rancangan konstitusi yang dimaksud akhirnya selesai dirumuskan pada bulan Maret 1898 & referendum untuk menentukan pengesahan rancangan konstitusi federasi Australia digelar di tahun yang sama. Hanya 4 dari 7 koloni - Victoria, Tasmania, Australia Selatan, & New South Wales - yang menggelar referendum di mana referendum yang digelar di New South Wales berakhir dengan kekalahan golongan pendukung konstitusi. Karena adanya syarat kalau rancangan konstitusi tersebut harus disetujui oleh semua koloni, pengesahan konstitusi & pendirian federasi Australia pun batal terwujud - untuk sementara waktu.

Bendera nasional Australia dari tahun
1901 hingga 1903. (Sumber)
Tanggal 29 Januari hingga 3 Februari 1899, perwakilan dari koloni-koloni Australia menggelar pertemuan tertutup untuk menyelesaikan masalah perbedaan kepentingan antar koloni. Pasca pertemuan, barulah semua koloni Australia sepakat untuk menggelar referendum mengenai rancangan konstitusi federasi. Dengan pengecualian untuk Australia Barat yang baru menggelar referendum pada tahun 1900, semua koloni Australia menggelar referendum di tahun 1899. Hasilnya, mayoritas pemilih di semua koloni mendukung rancangan konstitusi federasi Australia. Tanggal 1 Januari 1901, Australia secara resmi menjadi negara federasi persemakmuran.



NAIK PANGKAT JADI PERSEMAKMURAN MANDIRI

Federasi Australia memiliki sistem pemerintahan yang mirip dengan Amerika Serikat (AS). Koloni-koloni penyusun federasi yang kini bertransformasi menjadi negara bagian memiliki kemandirian & kebebasan luas dalam mengelola urusan internalnya. Jika ada permasalahan domestik yang ruang lingkupnya mencakup beberapa negara bagian, barulah pemerintah federal Australia dilibatkan. Namun berbeda dengan AS yang memiliki kemandirian mutlak dalam menentukan kebijakan-kebijakan negaranya. Sebagai persemakmuran, Australia masih dianggap sebagai daerah bawahan Inggris sehingga Australia masih harus tunduk pada pemerintah Inggris untuk masalah-masalah tertentu, misalnya seputar hubungan luar negeri.

Tahun 1931, untuk memberikan kejelasan resmi mengenai status internasional yang dimiliki negara-negara persemakmuran, Inggris mengesahkan dokumen resmi yang dikenal sebagai "Statuta Westminster". Berdasarkan statuta tersebut, daerah-daerah bawahan Inggris yang berstatus sebagai negara persemakmuran kini statusnya dianggap setara dengan negara merdeka & berdaulat, yang berarti negara-negara persemakmuran memiliki kebebasan penuh dalam mengelola kebijakan dalam & luar negerinya. Khusus untuk Australia, walaupun statuta tersebut sudah disahkan sejak tahun 1931, baru pada tahun 1942 Australia menjalankan statuta tersebut.

Ratu Inggris, Elizabeth II, ketika
mengunjungi Australia pada
tahun 2011. (Sumber)
Australia memang masih mengakui Ratu Inggris yang diwakili oleh gubernur jenderal sebagai kepala negaranya. Namun dalam praktiknya, peran gubernur jenderal dalam aktivitas pemerintahan Australia lebih bersifat simbolik & tidak signifikan. Karena mayoritas rakyat Australia merupakan keturunan dari imigran Inggris, mereka menganggap Inggris sebagai negara leluhurnya sehingga mereka tidak keberatan untuk tetap mengakui Ratu Inggris sebagai kepala negaranya. Untuk alasan yang kurang lebih serupa, Australia mempertahankan motif Union Jack pada bendera nasionalnya.

Tidak semua rakyat Australia ingin mempertahankan sistem negara federasi persemakmuran. Sebagian rakyat Australia ingin mengubah Australia menjadi republik yang berarti Australia tidak lagi mengakui Ratu Inggris sebagai kepala negaranya. Harapannya, jika Australia menjadi republik, masyarakat dunia akan berhenti memandang Australia sebagai negara yang masih berada di bawah bayang-bayang Inggris. Untuk merespon situasi tersebut, Australia lantas menggelar referendum mengenai sistem republik pada tanggal 6 November 1999. Referendum tersebut gagal dimenangkan oleh golongan pendukung republik sehingga status Australia sebagai negara persemakmuran yang mandiri pun tetap tidak berubah hingga sekarang.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama resmi : Commonwealth of Australia
Tahun aktif : 1901 - sekarang
Ibukota : Canberra
Bentuk pemerintahan : monarki parlementer, dengan Raja / Ratu Inggris sebagai kepala negara
Luas wilayah : 7.617.930 km persegi
Mata uang : dollar Australia
Bahasa nasional : Inggris



REFERENSI

ABC Archives - Australia votes 'no' in the Republic referendum
BBC News - Australia profile - Timeline
Documenting Democracy - Statute of Westminster Adoption Act 1942
Wikipedia - Convicts in Australia
Wikipedia - European exploration of Australia
 - . 2005. "Country Profile : Australia". (file PDF)
 - . 2009. "Getting It Together : From Colonies to Federation". (file PDF)
 - . 2008. "Australia". Encyclopaedia Britannica, Chicago.


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

10 komentar:

  1. @republik eusosialis tawon nama blog yg unik n asyik untuk di baca...btw d sni gk da kolom search ya?adain kolom search nya ya bang. sya tertarik tntang negara malaysia n trmaasuk 14 negara bagian malaysia n sistim pmrntahannya...d antaranya kelantan.selangor.johor.sabah n sarawak dll...trutama sya tertarik tntang sarawak n sabah...thanks ya RET(Republik Eusosialis Tawon)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kok. Silakan klik tulisan "Cari Artikel..." di bagian atas halaman situs. Soal Malaysia, untuk sekarang artikel saya yang topiknya seputar Malaysia baru 1 (soal pemberontakan komunis di Malaka).

      Hapus
  2. @R-wasp buat artikel tentang perang vietnam-kamboja dong

    BalasHapus
  3. Mungkin inggris telah belajar dari merdekanya amerika serikat melalui perang yg melelahkan hingga memberlakukan australia sedikit melunak.

    BalasHapus
  4. Thank you for the insightful article

    BalasHapus
  5. Saya tamu yg baik..sipp deh artikelnya

    BalasHapus
  6. Terima kasih atas tulisannya. Jadi tambah ilmu mengenai negara2 luar. Rakyat Australia sangat gigih untuk membangun negaranya. Kita rakyat Indonesia patut mencontoh kegigihan mereka supaya Republik Indonesia bisa menjadi negara maju.

    BalasHapus
  7. Sebagai negara yg berdekatan, semoga hubungan indonesia dn australi dalam selalu keadaan bagus, ya walau australi pernah menyadap petinggi wkkkk.
    semoga kedua negara saling menghargai & menghormati satu sama lain.

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.