FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Nila, Ikan yang "Memakan" Anaknya Sendiri




(Sumber)

Ikan konsumsi adalah sebutan untuk ikan yang ditangkap oleh manusia untuk diolah menjadi benda kebutuhan lain, misalnya bahan makanan. Berdasarkan habitatnya, ikan konsumsi bisa dibagi ke dalam 3 kategori utama : ikan laut konsumsi, ikan air payau konsumsi, & ikan air tawar konsumsi. Ikan air tawar konsumsi - sesuai namanya - adalah ikan konsumsi yang habitatnya berada di air tawar. Ada begitu banyak ikan air tawar konsumsi yang sudah diketahui & diternakkan oleh manusia. Satu dari sekian banyak ikan tersebut adalah ikan nila.

Nila / tilapia Nil (Nile tilapia; Oreochromis niloticus) adalah nama dari spesies ikan air tawar dengan persebaran yang luas. Nama "niloticus" pada nama spesies ikan ini berasal dari Sungai Nil, salah satu habitat pertama ikan yang bersangkutan. Ikan nila diketahui sudah mulai dibudiyakan manusia sejak era Mesir Kuno ribuan tahun sebelum Masehi. Lalu sesudah itu, ikan nila dibawa oleh manusia ke luar Afrika untuk dibudidayakan di negaranya masing-masing sehingga ikan nila sekarang juga bisa ditemukan di Benua Asia & Amerika. Ikan nila sendiri pertama kali memasuki Indonesia pada tahun 1969 setelah bibit ikan yang bersangkutan diimpor oleh lembaga perikanan setempat.

Nila dengan tipe pewarnaan
merah. (Sumber)
Tersebar luasnya habitat ikan nila di masa kini tidak lepas dari tingginya kemampuan adaptasi ikan yang bersangkutan. Ikan nila pada dasarnya bisa hidup pada perairan air tawar apapun selama kadar oksigen & suhu airnya tidak terlampau rendah. Sementara untuk urusan makanan, nila adalah ikan omnivora yang pada dasarnya mau memakan organisme apapun yang tersedia di perairan tempatnya hidup. Entah itu plankton, lumut, tanaman air, invertebrata air, & bahkan ikan lain yang berukuran lebih kecil.

Dari segi fisik, ikan nila bisa dibedakan dari spesies ikan air tawar lainnya dengan melihat adanya ciri-ciri berikut. Tubuhnya berpenampang pipih & berbentuk menyerupai daun. Sirip dadanya memiliki ujung yang lancip. Mulutnya berukuran kecil dengan bibir yang tebal. Warna sisik dari nila sangat bervariasi, namun pada umumnya ikan yang bersangkutan memiliki warna perak kehitaman. Sementara kalau untuk ukuran, ikan nila bisa tumbuh hingga sepanjang 60 cm di mana pejantan berukuran sedikit lebih besar daripada betina.



MENETAS DI DALAM MULUT INDUKNYA

Hal paling unik dari nila adalah perilaku reproduksinya. Bagaimana tidak, ikan nila betina ternyata memiliki kebiasaan "memakan" telur & anak-anaknya sendiri! Well, sebenarnya ikan nila betina tidak benar-benar memakan telurnya sendiri, tapi sekedar menyimpan telur di dalam mulutnya - tanpa menelannya tentu saja. Tujuan nila betina melakukan hal tersebut adalah untuk melindungi keturunannya dari ancaman hewan lain sehingga mereka memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup. Ketika sedang menyimpan telur & anak di dalam mulutnya, ikan nila betina akan berhenti makan untuk sementara waktu. Jumlah telur yang bisa dihasilkan & disimpan oleh betina mencapai 200 butir.

Bicara soal perilaku reproduksi, ikan nila jantan memiliki perilaku teritorial yang berarti ikan jantan memiliki kebiasaan untuk menjadikan suatu wilayah sebagai daerah kekuasaannya. Ikan betina akan dibiarkan masuk, namun ikan jantan lain akan diusir. Pejantan juga membuat cekungan di dasar perairan untuk menarik betina agar mau bertelur di daerah kekuasaannya. Ketika ada ikan betina yang merasa tertarik dengan pejantan & daerah yang dikuasainya, ikan betina akan mengeluarkan telur-telurnya ke dalam cekungan yang sudah dibuat oleh pejantan. Pejantan lalu melepaskan spermanya ke arah timbunan telur tersebut sehingga terjadilah pembuahan.

Nila betina dengan telur-telur
di mulutnya. (Sumber)
Telur-telur yang sudah dibuahi tersebut selanjutnya akan dikumpulkan & disimpan oleh nila betina di dalam mulutnya. Larva nila yang baru menetas bisa hidup tanpa makanan selama beberapa hari karena adanya cadangan makanan berupa kuning telur yang menempel pada tubuhnya. Jika kuning telurnya sudah habis, anak nila mulai berenang keluar mulut induknya untuk mencari makan & akan masuk kembali ke dalam mulut sang induk jika merasakan adanya bahaya. Sesudah sekitar 2 minggu, anak-anak nila akan meninggalkan induknya & mulai hidup mandiri. Seekor nila memiliki usia kematangan seksual 6 bulan & bisa hidup hingga usia 10 tahun lebih.

Sudah disinggung di bagian awal artikel kalau nila memiliki manfaat sebagai ikan konsumsi bagi manusia. Ikan nila banyak dibudidayakan oleh manusia karena ikan ini mudah berkembang biak, sanggup hidup dalam perairan tawar dengan kondisi apapun, cepat mengalami pertambahan ukuran, & memiliki rasa daging yang enak. Ikan nila juga bisa dipelihara bersama-sama dengan ikan lain selama ukurannya tidak berbeda jauh, di mana sistem budidaya macam itu dikenal dengan istilah "polikultur". Selain untuk keperluan konsumsi, ada juga yang memelihara ikan nila sebagai ikan hias karena beberapa nila memiliki sisik yang berwarna cerah & terkesan indah.

Nila di sisi lain juga memiliki dampak negatif bagi lingkungan karena nila bisa menjadi spesies invasif. Ketika ada nila yang lepas ke perairan liar & berkembang biak di sana, ikan nila akan memakan hewan-hewan air setempat yang berukuran kecil sehingga populasi mereka pun menurun tajam. Sementara bagi hewan air yang ukurannya tidak berbeda jauh dengan nila, nila mengancam keberadaan mereka secara tidak langsung dengan cara merebut makanan & ruang hidup yang awalnya merupakan milik mereka. Dikhawatirkan jika tidak ada tindakan serius untuk menanggulangi masalah tersebut, populasi hewan air penghuni asli habitat setempat bakal terancam punah akibat terdesak oleh nila.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Cichlidae
Genus : Oreochromis
Spesies : Oreochromis niloticus



REFERENSI

FAO - Oreochromis niloticus (Linnaeus, 1758)
FishBase - Oreochromis niloticus, Nile tilapia
ISSG - Oreochromis niloticus (fish)
 - . 2000. "Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus)". (file PDF)



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:

  1. terima kasih artikelnya bermanfaat, hususnya bagi saya yang sedang cari artikel cara berkembang biak ikan nila.

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.