FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Pulgasari, Film Kaiju Buatan Korea Utara




(Sumber)

Kaiju adalah sebutan untuk film-film buatan Jepang yang menampilkan monster berukuran raksasa sebagai tema utamanya. Istilah kaiju belakangan ini semakin populer di kalangan orang-orang yang tidak familiar dengan film-film Jepang, karena istilah tersebut banyak disinggung dalam film Hollywood berjudul "Pacific Rim" keluaran tahun 2013 silam. Kesuksesan dari film-film bertema kaiju lantas mendorong industri film di negara-negara Asia lainnya untuk menggarap film yang mengusung tema serupa. Salah satu contoh film tersebut adalah Pulgasari, film yang berasal dari salah satu negara paling misterius di dunia.

Pulgasari adalah judul dari film kaiju produksi pemerintah Korea Utara (Korut) yang dirilis pada tahun 1985. Inti cerita dari Pulgasari sendiri adalah mengenai monster raksasa bernama sama yang terlibat konflik dengan sebuah kerajaan yang gemar menindas rakyatnya sendiri. Film ini memiliki tema propaganda implisit karena pemerintah Korut menggunakan film ini sebagai ajang untuk memprogandakan buruknya kapitalisme. Namun hal paling menarik dari film ini bukanlah soal cerita & temanya, melainkan seputar kisah di belakangnya karena film ini dibuat oleh sutradara Korea Selatan (Korsel) yang diculik oleh aparat Korut.



SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)

Shin Sang Ok. (Sumber)
Kreator dari Pulgasari adalah sutradara berkebangsaan Korsel yang bernama Shin Sang Ok. Awalnya pada tahun 1978, mantan istri Shin yang bernama Choi Eun Hee dilaporkan diculik di Hong Kong. Shin yang mendengar kabar tersebut kemudian terbang ke Hong Kong dengan harapan bisa menemukan keberadaan mantan istrinya. Namun naas, ketika sedang berada di Hong Kong, Shin juga diculik oleh orang yang tidak ia kenal. Belakangan diketahui kalau penculik dari Shin & Choi adalah orang suruhan Kim Jong Il, putra dari diktator Korut, Kim Il Sung.

Alasan kenapa Kim Jong Il memerintahkan penculikan Shin adalah karena ia ingin memanfaatkan media film sebagai sarana untuk mempropagandakan kehebatan Korut. Maka, Kim pun membawa paksa Shin ke Korut supaya Kim bisa memanfaatkan bakat yang dimiliki oleh Shin untuk membuat film yang berkualitas & sejalan dengan kemauan pemerintah Korut. Ketika Shin & Choi tiba di Korut, keduanya ditempatkan dalam penjara yang terpisah & berjauhan

Masa-masa Shin di balik jeruji besi berlangsung selama sekitar 4 tahun. Sesudah itu, Shin menulis surat permintaan maaf kepada pemerintah Korut & mulai menggarap film yang mereka inginkan. Film tersebut tidak lain adalah "Pulgasari" yang menampilkan sosok kaiju mistis pemakan logam. Nama Pulgasari pada karakter monster dalam film yang bersangkutan diambil dari makhluk mitos Korea yang bernama Pulgasari. Dalam kisah mitosnya, Bulgasari tercipta ketika seorang biksu membuat boneka mini dari nasi & kemudian menghidupkannya. Monster tersebut kemudian bertambah besar setelah memakan benda-benda logam di sekitarnya.

Cerita mitologi Korea bukanlah satu-satunya sumber inspirasi dari Pulgasari. Oleh pemerintah Korut, Pulgasari juga ditampilkan sebagai personifikasi dari ideologi kapitalisme. Menurut mereka, kapitalisme adalah ideologi yang berbahaya dalam jangka panjang karena para pelaku kapitalisme hanya memperdulikan kepentingannya sendiri. Sehingga seiring berjalannya waktu, orang kaya akan bertambah kaya, sementara orang miskin akan bertambah miskin akibat diperas & ditindas oleh orang yang lebih kaya. Dalam kisah Pulgasari sendiri, monster yang bersangkutan awalnya membantu warga desa mengalahkan raja yang menindas mereka. Namun setelah sang raja tewas, Pulgasari berbalik menjadi ancaman karena monster tersebut memakan segala macam perabotan logam yang dimiliki oleh penduduk desa.

Poster film Pulgasari. (Sumber)
Dalam proses pembuatan film Pulgasari, para staf dari Toho - perusahaan film Jepang yang terkenal dengan film-film bertema kaiju semisal Godzilla - juga dilibatkan untuk keperluan pembuatan kostum & efek khusus filmnya. Tidak seperti Shin & mantan istrinya, mereka melibatkan diri secara sukarela alias tanpa melalui peristiwa penculikan terlebih dahulu. Hasilnya, pada tahun 1985 film Pulgasari akhirnya resmi dirilis di mana hanya khalayak Korut yang bisa menikmati film tersebut. Namun hanya masalah waktu sebelum film tersebut beredar ke luar Korut & bisa dinikmati oleh orang-orang yang bermukim di luar Korut.

Shin & Choi sendiri tidak menghabiskan sisa hidupnya di Korut. Sukses membuat film Pulgasari membuat Shin & Choi berhasil mendapatkan kepercayaan dari Kim Jong Il. Tahun 1986, ketika sedang berada di Austria, Shin & Choi berhasil melarikan diri dari para pengawalnya untuk kemudian mencari perlindungan di gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS). Dari sana, Shin & Choi lalu bermigrasi ke AS & sempat menggarap beberapa film di sana. Baru pada tahun 1994, Shin & Choi kembali ke Korea Selatan. Tahun 2006, Shin akhirnya menghembuskan napas terakhirnya akibat penyakit hati, namun film Pulgasari yang dibuatnya akan tetap dikenang sebagai saksi bisu mengenai lika-liku hidupnya di antara 2 Korea.



SEJARAH (VERSI FIKSI)

Di suatu kerajaan klasik yang bertempat di Semenanjung Korea, hidup seorang pandai besi yang sudah tua. Suatu hari, desa tempatnya tinggal didatangi oleh para prajurit kerajaan yang mengambil paksa perabot-perabot logam di desa tersebut untuk dijadikan bahan membuat senjata. Mereka juga memerintahkan sang pandai besi untuk membuatkan persenjataan. Namun sang pandai besi menolak sehingga mereka kemudian menyiksa & menjebloskan dirinya ke dalam penjara. Ketika sedang berada di dalam kurungannya, sang pandai besi membuat boneka monster kecil dari sisa-sisa nasi makanannya sambil berdoa kepada dewa. Keesokan paginya, ketika ia sedang digotong keluar dalam kondisi sudah sekarat, ia memberikan boneka tersebut kepada putrinya yang bernama Ami.

Ami lalu membawa pulang boneka tersebut & menyimpannya. Ketika Ami sedang sibuk menjahit, jarinya tidak sengaja tertusuk hingga berdarah. Percikan darah tersebut tanpa sengaja mengenai boneka monster buatan ayah Ami & tanpa diduga-duga, boneka tersebut langsung bergerak layaknya makhluk hidup. Ami & saudaranya kemudian sepakat untuk merawat bayi monster bernama Pulgasari tersebut. Keesokan harinya, ketika pasukan kerajaan hendak mengeksekusi para pemuda dari desa asal Ami, Pulgasari secara tiba-tiba muncul & mengigiti pedang mereka. Hal tersebut lalu dimanfaatkan oleh para pemuda tadi untuk melarikan diri ke pegunungan bersama-sama dengan penduduk desa yang lain untuk memberontak terhadap kerajaan.

Pulgasari bersama pasukan milisi desa.
Ketika para prajurit kerajaan nyaris menangkap Ami yang sedang mencari makanan di tengah-tengah hutan, Pulgasari kembali menampakkan diri untuk menolong Ami. Sadar kalau Pulgasari bisa membantu penduduk desa terbebas dari penindasan raja, Ami lalu meminta milisi-milisi desa untuk merampas senjata & perisai dari para prajurit kerajaan, sehingga Pulgasari memiliki cukup makanan untuk membuatnya tumbuh hingga sebesar pohon. Pihak kerajaan merasa gentar begitu melihat ada monster raksasa yang berada di pihak lawan, namun mereka tidak kehabisan akal. Pasukan kerajaan secara diam-diam menculik Ami & kemudian memajangnya di tengah-tengah medan perang supaya Pulgasari mau masuk ke dalam kurungan raksasa yang sudah dibuat oleh militer kerajaan.

Untuk menjamin keselamatan Ami, Pulgasari terpaksa masuk ke dalam kurungan tersebut. Para prajurit kerajaan kemudian membakar Pulgasari hidup-hidup, namun tindakan tersebut ternyata gagal menewaskan Pulgasari. Para petinggi militer kerajaan terpaksa kembali memutar otak & mereka akhirnya berhasil mendapatkan siasat baru. Pulgasari akan dipancing ke dalam sebuah lubang jebakan raksasa & kemudian dikubur hidup-hidup. Siasat tersebut awalnya berhasil & Pulgsari sempat berhenti bergerak usai tertimbun bongkahan-bongkahan batu raksasa. Namun setelah Ami melukai dirinya sendiri agar darahnya merembes ke tempat Pulgasari tertimbun, Pulgasari langsung bangkit kembali dari lubang tersebut & kemudian melanjutkan perjalanannya ke istana raja bersama-sama dengan para milisi desa.

Setelah mengalahkan sisa-sisa pasukan kerajaan yang dilengkapi dengan meriam, Pulgasari berhasil menewaskan sang raja dengan cara meruntuhkan istananya. Pasca gugurnya raja, penduduk desa langsung berpesta pora sambil menyumbangkan semua perkakas logam yang mereka miliki untuk dimakan oleh Pulgasari. Namun tindakan tersebut ganti menuai kekhawatiran dari Ami karena jika semua perkakas logam di wilayah kerajaan habis, maka Pulgasari harus menyerang kerajaan lain supaya selera makannya akan logam bisa tetap terpenuhi. Tidak ingin melihat hal tersebut terjadi, Ami pun mengorbankan dirinya dengan cara berdoa sambil bersembunyi di dalam lonceng logam yang hendak dimakan Pulgasari. Tak lama sesudah Pulgasari selesai mengunyah lonceng tersebut, tubuh raksasa Pulgasari langsung membatu & hancur berkeping-keping. Sementara jiwanya bersatu dengan jiwa Ami.



KARAKTERISTIK

Bayi Pulgasari yang sedang
memakan jarum.
Tidak seperti monster-monster kaiju lainnya yang asal-muasalnya berunsur ilmiah, Pulgasari adalah monster dengan asal-usul yang bernuansa mistis. Pulgasari merupakan kombinasi dari harapan seseorang yang sedang ditindas, jasad mini yang dibuat dari makanan sumber kehidupan orang banyak (beras), & kekuatan pemberian dewa. Sebagai akibat dari asal-usulnya tersebut, Pulgasari pun memiliki banyak karakteristik unik & cenderung berbau gaib. Sebagai contoh, Pulgasari hanya bisa dibunuh & dihidupkan jika manusia memohon kepada dewa.

Asal-usul mistis yang dimiliki Pulgasari pada gilirannya membuat makhluk yang bersangkutan memiliki karakteristik biologis yang tidak kalah aneh. Ketika pertama kali muncul di dunia, Pulgasari hanya berukuran sebesar boneka. Namun hanya dalam kurun waktu beberapa hari, Pulgasari bisa tumbuh hingga seukuran gedung bertingkat. Cepat lambatnya pertumbuhan Pulgasari bergantung pada sebera banyak makanan yang ia konsumsi. Semakin besar ukuran Pulgasari, maka semakin banyak pula makanan yang diperlukan olehnya. Pulgasari tidak bisa berkomunikasi dengan manusia & hanya bisa mengeluarkan suara menggeram, namun Pulgasari bisa memahami apa yang dikatakan manusia kepadanya.

Pulgasari memiliki penampilan fisik yang terlihat seperti campuran dari banyak hewan. Kepalanya memiliki sepasang tanduk yang panjang layaknya kerbau. Moncongnya panjang & dipenuhi gigi tajam layaknya buaya. Sekujur tubuhnya diselubungi oleh sisik besar layaknya hewan reptil. Bagian belakang tubuhnya dilengkapi dengan barisan tonjolan sisik & ekor yang pendek. Tubuhnya tambun dengan bagian dada & perut yang kekar layaknya gorila. Sementara dalam hal postur, Pulgasari adalah makhluk humanoid alias berpostur menyerupai manusia. Dengan kata lain, Pulgasari bisa berdiri tegak, berjalan memakai 2 kaki, & memegang benda memakai kedua tangannya.

Pulgasari adalah makhluk yang memiliki keterikatan kuat dengan logam. Makanan utama dari monster ini adalah segala macam benda yang berunsur logam. Pulgasari juga memiliki tubuh yang dilapisi oleh logam walaupun makhluk yang bersangkutan aslinya berasal dari boneka nasi. Dikombinasikan dengan ukurannya yang besar, Pulgasari pun menjelma menjadi makhluk yang sangat kuat & tahan terhadap segala macam seragan fisik. Namun walaupun kuat, Pulgasari tidak benar-benar kebal karena ia masih bisa dilukai di bagian matanya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Eat Your Kimchi - Korean Mythological Creatures
Monster Pictures -Kim Jong Il's Monster : The Making....
The Economist - Shing Sang-Ok
(Film) 1985. "Pulgasari". Korean Film Studio.


Tonton film Pulgasari di YouTube



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.