FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Sejarah Berdirinya Kerajaan Arab Saudi




Arab Saudi seperti yang terlihat pada peta. (Sumber)

Arab Saudi. Itulah nama dari negara terbesar di Semenanjung / Jazirah Arab. Negara tersebut memiliki iklim yang panas akibat wilayahnya yang didominasi oleh padang pasir. Kendati demikian, penduduk Arab Saudi justru hidup dalam kemakmuran & kekayaan karena di balik hamparan padang pasir yang menyelimuti negara tersebut, tersimpan cadangan minyak bumi dalam jumlah yang sangat besar. Kalau dalam aspek agama, Arab Saudi terkenal karena di negara inilah terdapat kota Mekkah & Madinah, 2 kota yang sangat disucikan dalam agama Islam & menjadi destinasi impian umat Muslim seluruh dunia.

Negara Arab Saudi seperti yang kita kenal sekarang baru terbentuk di abad ke-20. Namun embrio dari negara tersebut bisa ditelusuri sejak abad ke-18. Pada periode tersebut, seorang ulama yang bernama Muhammad bin Abdul Wahab menjalin aliansi dengan Muhammad bin Saud, penguasa emirat kecil bernama Diriyah yang terletak di tengah-tengah Jazirah Arab. Wahab memanfaatkan wilayah milik Saud untuk mengajarkan pemahaman agama Islam versinya yang di masa kini dikenal sebagai aliran Wahabi. Sebagai gantinya, Saud memanfaatkan kharisma yang dimiliki oleh Wahab untuk memperoleh sekutu & pengikut tambahan.

Kerja sama antara keduanya lantas berujung pada meningkatnya kekuatan militer Diriyah. Secara berangsur-angsur, wilayah Diriyah terus bertambah luas hingga akhirnya mencakup hampir seluruh wilayah Jazirah Arab, tak terkecuali kota Mekkah & Madinah yang terletak di sebelah barat. Hal tersebut ganti menuai rasa tidak suka dari Kesultanan Ottoman selaku penguasa awal 2 kota tersebut. Jika Mekkah & Madinah dibiarkan berpindah tangan, maka masyarakat Muslim dunia dikhawatirkan bakal berhenti memandang Ottoman sebagai kekhalifahan yang sah. Ottoman juga khawatir kalau wilayah lain milik Ottoman yang terletak di Asia Barat nantinya juga akan dicaplok oleh Diriyah.

Reruntuhan kota Diriyah
di tahun 2012. (Sumber)
Sebagai respon atas semakin membesarnya kekuatan Diriyah, pada awal abad ke-19 Ottoman meminta Muhammad Ali Pasha - gubernur wilayah Mesir - untuk memerangi pasukan Diriyah. Awalnya pasukan Diriyah masih sanggup memukul mundur pasukan Ottoman / Mesir. Namun Ali Pasha masih enggan menyerah & ia kemudian mengutus anaknya yang bernama Ibrahim Pasha untuk memimpin gelombang invasi Mesir yang berikutnya. Keputusan jitu karena Ibrahim Pasha memanfaatkan kelihaiannya melobi & membujuk penguasa-penguasa lokal Jazirah Arab untuk membelot ke pihak Mesir. Hasilnya, kekuatan Diriyah pun menurun & pasukan Mesir berhasil merebut ibukota Diriyah pada tahun 1818. Sebagian anggota keluarga Saud & sekutunya berhasil ditangkap, namun sebagian lainnya berhasil melarikan diri.

Pasca runtuhnya negara Diriyah, cucu Muhammad bin Saud yang bernama Turki bin Abdullah mendirikan negara baru yang bernama Emirat Nejd. Tahun 1824, pasukan Nejd berhasil mengalahkan pasukan Mesir yang sedang menguasai Riyadh & kota tersebut lalu dijadikan ibukota Nejd yang baru. Perang antara pasukan Mesir & Nejd sendiri tidak berlangsung lebih jauh setelah pemimpin Nejd menyatakan kesediaannya untuk membayar upeti kepada Mesir. Periode damai tersebut sayangnya tidak berlangsung lama setelah pada tahun 1824, Turki dibunuh oleh sepupunya yang bernama Faisal bin Turki bin Abdullah. Karena Faisal enggan melanjutkan kebijakan penyetoran upeti, Mesir lalu menginvasi Nejd & sukses menangkap Faisal.

Mesir lalu mengutus Khalid bin Saud bin Abdul Aziz untuk menjadi pemimpin Nejd yang baru. Alasan kenapa Khalid yang dipilih adalah karena dia masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Saud & paham dengan kondisi sosial politik Jazirah Arab, namun ia kini menyatakan kesetiannya pada pemerintah Mesir. Tidak suka melihat kondisi tersebut, sepupu Khalid yang bernama Abdullah bin Thunayan lalu memberontak pada tahun 1841 & sukses menumbangkan rezim Khalid. Tidak lama kemudian, Faisal yang berhasil melarikan diri dari penjara Mesir kembali ke Jazirah Arab & kemudian membunuh Abdullah supaya dirinya bisa kembali berkuasa.



RUNTUH UNTUK DIBANGKITKAN KEMBALI

Pasukan kavaleri unta. (Sumber)
Tahun 1865, Faisal menghembuskan napas terakhirnya. Pasca meninggalnya Faisal, Nejd langsung dilanda konflik perebutan tahta. Melemahnya kekuatan Nejd lantas dimanfaatkan oleh Emirat Jabal Shammar / Emirat Al-Rasyid untuk memperkuat kedudukannya di Jazirah Arab bagian tengah. Hasilnya, pada tahun 1891 pasukan Al-Rasyid berhasil menaklukkan Riyadh & mengakhiri riwayat Emirat Nejd. Abdul Rahman bin Faisal selaku raja terakhir Nejd sendiri berhasil melarikan diri ke Kuwait. Selama bermukim di Kuwait, Faisal & keluarganya mengintip peluang untuk bisa kembali berkuasa di Jazirah Arab.

Tahun 1902, putra Abdul Rahman yang bernama Ibnu Saud bertolak ke Riyadh dengan hanya ditemani oleh puluhan prajurit yang menunggang unta. Untuk mengakali masalah terbatasnya jumlah prajurit, Saud memutuskan untuk mengincar nyawa pemimpin Riyadh, Ibnu Ajlan. Harapannya adalah jika Ajlan berhasil dibunuh, maka Saud bisa mengklaim dirinya menjadi penguasa baru Riyadh. Rencana tersebut berhasil & Riyadh pun kini berada di tangan Saud. Tidak lama berselang, sisa-sisa pendukung Emirat Nejd yang masih bermukim di Riyadh kemudian beramai-ramai menyatakan dukungannya pada Ibnu Saud, sekaligus menjadi titik awal dari berdirinya negara Arab Saudi modern.

Keberhasilan Ibnu Saud dalam menaklukkan Riyadh & mengumpulkan para pendukung lamanya semakin mengobarkan semangat Ibnu Saud untuk mengembalikan kejayaan Emirat Nejd yang baru berdiri kembali. Keinginan Ibnu Saud tersebut jelas tidak disukai oleh Emirat Al-Rasyid. Sebagai akibatnya, konflik pun pecah antara pasukan Nejd melawan pasukan Al-Rasyid yang mendapat bantuan dari Kesultanan Ottoman. Adalah pasukan Nejd yang berhasil keluar sebagai pemenang sehingga kini wilayah kekuasaan Ibnu Saud pun meluas hingga mencakup wilayah Qasim, sebelah utara Riyadh. Memasuki tahun 1912, sebagai cara untuk menghasilkan prajurit-prajurit yang fanatik & terlatih, Ibnu Saud mendirikan organisasi militer yang bernama "Ikhwan".

Bendera Arab Saudi. (Sumber)
Setahun pasca pendirian Ikhwan, giliran wilayah Jazirah Arab bagian timur laut yang berhasil dikuasai oleh Emirat Nejd. Dua tahun berselang, Emirat Nejd terlibat kerja sama dengan militer Inggris karena keduanya sama-sama sedang terlibat konflik dengan Ottoman. Hasilnya manis. Terhitung sejak tahun 1921, seluruh wilayah Emirat Al-Rasyid berhasil dicaplok oleh Nejd, sekaligus menandai hilangnya sekutu Ottoman di Jazirah Arab. Tahun 1925, giliran Kerajaan Hejaz yang berlokasi di sepanjang pesisir barat Jazirah Arab yang ditaklukkan oleh Nejd, sekaligus menandai dimulainya kekuasaan Nejd atas kota suci Mekkah & Madinah. Memasuki dekade 1930-an, wilayah kekuasaan Nejd sudah mencakup hampir seluruh Jazirah Arab.

Tahun 1932, Ibnu Saud memutuskan untuk mengubah nama negaranya menjadi "Kerajaan Arab Saudi" (Al-Mamlaka Al-Arabiyya As-Su'udiyya), sekaligus menandai lahirnya negara modern Arab Saudi secara resmi. Periode ini juga ditandai dengan pembubaran paksa Ikhwan oleh pemerintah Saudi, karena aksi-aksi milisi Ikhwan di perbatasan Arab Saudi & koloni Inggris di Asia Barat menjadi semakin tak terkendali. Sementara itu di sebelah selatan (Yaman), komunitas Zaidi Syiah mendirikan kerajaannya sendiri pada tahun 1933. Arab Saudi awalnya mencoba menguasai Yaman lewat jalur militer, namun rencana tersebut tidak dilanjutkan setelah pada tahun 1934 pemerintah Saudi & Yaman menandatangani kesepakatan damai.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama resmi :
Al-Mamlaka Al-Arabiyya As-Su'udiyya
Tahun aktif : 1932 - sekarang
Ibukota : Riyadh
Bentuk pemerintahan : monarki absolut
Luas wilayah : 2.149.690 km persegi
Mata uang : riyal
Bahasa nasional : Arab



REFERENSI

History Today - Death of Ibn Saud
Wikipedia - Unification of Saudi Arabia
- . 2008. "Ikhwan". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.
- . 2008. "Saudi Arabia". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

17 komentar:

  1. Koreksi Sedikit nama aliran Muhammad bun abdul wahab itu bukan Wahabi tapi Muhammadiy . wahabi adalah sebutan bagi pengikut aliran khawarij Abdul wahab bin rustum

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngawur, anda gak paham sejarah kok komen, jd keliatan bodohnya. Penamaan yg ente sebut jg ngawur dari segi bahasa, emangnya pengikut mazhab Ahmad bin Hanbal disebut Ahmadi? kenapa disebut Hanbali?(sono belajar bahasa arab dulu).
      Dari komen ente jg kelihatan bhw ente adlah korban penipuan orang2 wahabi/salafi yg wahabinya tdk laku kemudian cari nama salafi sambil membersihkan nama dg cara melemparrkan penisbatan wahabi kpd Rustum wkwkwkwkkkk

      Hapus
    2. wkwkwk.... jika ndak mau disebut wahabi.. sebut aja saudi wes...
      intinya, penunggang onta yg haus darah... ndak pernah makan sayur..
      mereka bukan ciri orang islam walau mengaku muslim... apalagi si ikhwan

      Hapus
    3. @Besaiful Hadi yg dibilang si anon itu benar, makanya baca sejarah Maroko juga dan pelajari bahasa Arab.

      Hapus
  2. Yang jelas menulis sejarah yyang benar benar dapat dipertanggung jawabkan di dunia dan akhirat.

    BalasHapus
  3. Wahabi memang sebutan aliran / ajaran dari Muhammad Ibn Abdul Wahab bukan Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum.

    BalasHapus
  4. Sebelum misuh2 tidak jelas..
    Silahkan cari sumber sejarah saja jangan cari atas nama agama nanti banyak orang yang membelokkan

    Cari sejarah netral termasuk tentang hemper spy dari inggris.. Oke bro..

    BalasHapus
  5. Kamerad R-Wasp, foto Muhammad bin Abdul Wahhab yang Anda tampilkan tersebut sepertinya bukan foto dirinya, sebab beliau wafat pada tahun 1792; sesuai dengan yang Anda sebutkan, sementara gambar foto hasil jepretan kamera baru muncul pada tahun 1827 di Perancis oleh Nichephore Niepce. CMIIW.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar juga. Saya baru sadar kalau Abdul Wahab hidup puluhan tahun sebelum teknologi kamera ditemukan. Masalahnya banyak situs yang pernah saya singgahi memasang foto tersebut yang diklaim sebagai fotonya Abdul Wahab (termasuk beberapa situs luar). Salah saya yang kurang cermat saat mencari gambar.

      Untuk sekarang, saya ganti dulu fotonya dengan gambar lain yang lebih valid. Dan omong-omong, terima kasih untuk koreksinya.

      Hapus
  6. Saya pernah mendengar ceramah ustad bahwasa nya wahabi itu nama yg diberi org syiah kepada abdul wahab yg pada zaman nya menetang ajaran2 yg bertentangan dgn sunnah . Org syiah merasa ketakutan makanya mereka menamakan ajaran wahabi dan mereka mengklaim sesat pdhal kata dasar wahabi(wahab) itu 99 nama allah . Jadi hati2 dlm mengatakan wahabi sesat krn itu 99 nama allah . Wallahualam

    BalasHapus
  7. Ketahuan di sini siapa komentar yang membela saudi,baca sejarah nya dr awal,saya siap mempertanggung jawabkan nya,si Saud adalah duri bagi muslim,karena dia telah memberontak kpd khalifah muslim otoman yang sah dan bersekutu dengan inggris,akhirny karena pemberontakan arab dan saud,otoman runtuh dan kalah di perang dunia I karena pasukan nya di khinati arab dan saud....wahabi jgn lagi mengatakan dia suni,baik dia menjauh dr suni dan membuat mahzab baru....dsr penghianat

    BalasHapus
  8. sejak awal muhammad bin abdul al wahab dan idiologi nya sudah di jadikan senjata bagi inggis untuk melancarkan pemberontakan kepada kekhalifahan ottoman yg memang musuh besar inggris. saudi arabia sendiri resmi memakai paham wahabi sebagai paham negaranya. wahabi itu paham yg ingin memurnikan agama islam dari bid'ah dan praktek2 sesat mereka menganggap kelompok merekalah yg paling benar. sejak zaman muhammad bin abdul al wahab (nabi orang2 wahabi) mereka sudah haus darah membunuh orang2 yg tidak sepaham dengan mereka korbannya orang2 sunni, sufi dan pencinta ahlul bait. hingga hari ini liat al Qaida,isis dan kelompok2 teroris lainnya lahir dari rahim wahabi. di dunia ini gak ada nama negara yg diambil dari nama clan/kabilah suku selain dari saudi(bani saud) jadi hanya bani saud dan keturunannya lah yg menjadi penguasa negara tsb sungguh jauh dari ajaran rosulluloh.
    sungguh pahit diterima bagi para penggila saudi kenyataannya negara idolanya punya sejarah kelam persengkongkolan dengan kafir untuk melancarkan pemberontakan pada kekhalifahan. sekarang pun saudi negara penggalang dana terbesar bagi kelompok2 teroris yg membuat hancur citra islam di dunia. umat muslim menanggung derita di di fitnah luar biasa di dunia. wajar saja karna saudi tidak peduli pada islam mereka hanya mengamankan posisi mereka saja agar bani saud dan keturunannya bisa terus berkuasa.

    BalasHapus
  9. Pembaca yg terhormat. Mari kita renungkan bahwa Islam adalah agama yg rahmatan lil alamin. Agama adalah keyakinan kita dan sulit memaksakan kepada orang lain dan menyatakan kita adalah paling benar. Dinyatakan dengan dalil apapun kalau orang tidak percaya tidak bisa dipaksakan. Dibawah tekanan orang bisa mengatakan percaya, ttp tidak tulus didalam hati. Karena untuk bisa percaya prosesnya sangat panjang bahkan bisa antar generasi. Sunan Kalijaga butuh waktu panjang untuk mengubah niat orang ke kuburan dari minta sesuatu kepada leluhur menjadi mendoakan leluhur. Oleh karena itu menjadi penting bagi para ulama agar mendorong u at islam untuk belajar lebih banyak danmengetahui pertumbuhan dan perkembangan pola pemikiran islam khususnya setelah Nabi Wafat. Selaon itu juga perlu diajarkan sejarah perkembangan pemerintahan di negara timur tengah ygtidak pernah berhenti dari perang. Ini penting karena perebutan politik di sana kebanyakan dibungkus dengan berbagai aliran agama dan suku yg mengaku masing masing paling benar yg secara sain tidak bisa diverivikasi kebenara nya kecuali keyakinan masing masing. Padahal islam telah memberi pedoman lakum dinukum waliyadin. Meyakinkan orang lebih baik dengan ilmu bukan dengan perang. Kebesaran kekhalifahan adalah masa lalu sebagaimana kesaran majapahit, romawi, mongolia, dan kerajaan besar lainnya adalah sejarah. Kita boleh memimpikan seperti kejayaan masa lalu, ttp caranya tidak bisa seperti masa lalu. Menundukkan Israel saja umat islam belum mampu karena tidak bersatu dan sibuk perang antar sekte. Oleh karena itu berhentilah saling menyalahkan apalagi mengkafirkan sesama muslim, mari kita bersatu untuk kebaikan dan kekuatan umat islam. Saling mengingatkan adalah baik, ttp saling membunuh diantara muslim adalah kebodohan kita.

    Martono Jakarta Selatan

    BalasHapus
  10. Mohon kepada penulis blog, anda juga mencantumkan negara wahabiyah rustumiyah yang pernah berdiri di Maroko pada zaman Khilafah Abbasiyah masih ada, karena banyak orang termakan berita palsu bahwasanya Muhammad bin Abdul Wahhab adalah pencetus wahabi. Saya punya buku khusus yang juga merujuk kepada buku2 sejarah negara maroko.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena sesuai dengan judulnya. Topik pembahasan artikel kali ini adalah mengenai pendirian negara Arab Saudi. Saya sengaja tidak membahas terlalu jauh mengenai mazhab & semacamnya, karena fokus artikel-artikel saya selama ini adalah aspek historis & sosial politiknya.

      Omong-omong, apakah negara di Maroko yang anda maksud itu Dinasti Almohad? Kebetulan Almohad pernah menguasai sebagian wilayah Spanyol & kalau dibandingkan dengan dinasti-dinasti Muslim pendahulunya, Almohad memang cenderung bersikap lebih kaku & intoleran terhadap pihak-pihak yang tidak segolongan dengan mereka.

      Hapus
  11. Selain itu, juga dalam kaitannya dengan Inggris, bukankah ini fitnah inggris untuk mengadu domba utsmani turki dan saudi generasi awal? Sebagaimana kerajaan ternate dan tidore diadu domba dua negara eropa spanyol dan portugis?

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.