FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Echidna, Hewan Berduri yang Bertelur & Menyusui




Echidna dari spesies Tachyglossus aculeatus. (Sumber)

Echidna adalah nama dari hewan yang tidak ada duanya. Bagaimana tidak, hewan ini memiliki moncong yang panjang dengan cakar yang melengkung & punggung yang diselimuti oleh duri. Namun keunikan yang dimiliki echidna belum sampai di sana. Hewan ini berkembang biak dengan cara bertelur, namun anak echidna yang baru lahir akan hidup dari meminum air susu induknya! Adapun selain echidna, hewan lain yang juga bertelur & menyusui adalah platypus di mana keduanya sama-sama dimasukkan dalam ordo Monotremata.

Karakteristik unik yang dimiliki echidna pulalah yang membuat hewan ini memperoleh nama "echidna", tokoh setengah manusia setengah ular dalam mitologi Yunani. Nama tersebut digunakan karena echidna terlihat seperti campuran antara mamalia & reptil. Semua hewan yang dikategorikan sebagai echidna termasuk dalam famili Tachyglossidae, di mana famili ini tersusun dari 2 genus utama : genus Tachylossus (echidna moncong pendek) & genus Zaglossus (echidna moncong panjang).

Echidna merupakan 1 dari sedikit hewan mamalia yang tubuhnya diselimuti oleh duri. Hanya tubuh bagian atas echidna yang tertutup oleh duri, di mana fungsi dari duri tersebut adalah untuk melindungi echidna dari musuh-musuhnya. Sebagai bentuk perlindungan diri lebih jauh, echidna juga bisa menggulung dirinya menjadi seperti bola sehingga duri-durinya menegak & pemangsanya menjadi tidak bisa menyerang bagian tubuh echidna yang tidak tertutup duri. Duri dari echidna terbuat dari keratin, zat yang juga menyusun rambut & kuku pada manusia.

Bayi echidna yang sedang
menjulurkan lidah. (Sumber)
Semua jenis echidna hanya ditemukan di Pulau Papua (New Guinea) & Benua Australia. Echidna adalah insektivora alias pemakan serangga, di mana makanan dari echidna mencakup hewan-hewan tanah seperti semut, rayap, & cacing tanah. Ketika mencari makan, echidna memanfaatkan penciumannya yang tajam & cakar depannya yang kuat untuk menggali tanah serta menghancurkan kayu yang mungkin digunakan oleh mangsanya untuk bersarang. Begitu echidna sudah menemukan mangsanya, echidna lalu menggunakan lidahnya yang panjang & lengket untuk menangkap mangsanya. Selain pandai menggali, echidna juga bisa berenang jika diperlukan.



BEDA HABITAT, BEDA POLA HIDUP

Karena makanan utama echidna adalah serangga, echidna pada dasarnya bisa ditemukan di habitat manapun selama makanannya mencukupi. Entah itu hutan, pegunungan bersalju, ladang pertanian, hingga kawasan gersang macam padang gurun. Bervariasinya habitat yang bisa dihuni oleh echidna pada gilirannya membuat hewan yang bersangkutan memiliki pola hidup yang bervariasi pula. Di habitat yang bersuhu panas, echidna baru aktif pada malam hari. Sementara di habitat yang bersuhu lebih rendah, echidna bisa terlihat aktif pada siang hari. Ketika sedang tidak beraktivitas, echidna akan menghabiskan waktunya dengan cara beristirahat di tempat-tempat teduh seperti di dalam batang kayu, semak-semak, & lubang tanah.

Echidna adalah hewan penyendiri (soliter), namun akan aktif mencari lawan jenisnya ketika musim kawin tiba. Pada periode tersebut, tidak jarang beberapa echidna jantan akan berbaris mengikuti betina dengan harapan betina mau kawin dengan salah satu dari mereka. Sesudah melakukan perkawinan dengan pejantan, betina akan mengeluarkan telur yang sudah dibuahi 3 minggu kemudian, lalu kemudian menaruhnya di kantung yang terletak di bagian perutnya. Telur tersebut memerlukan waktu selama 10 hari untuk menetas & bayi echidna yang baru menetas akan tetap tinggal di dalam kantung sambil menghisap air susu induknya hingga usia 2 bulan.

Telur echidna (tengah). (Sumber)
Kendati sudah meninggalkan kantung induknya, echidna muda akan tetap hidup dari air susu induknya hingga usia 6 bulan. Lalu pada usia sekitar 1,5 tahun, echidna akan memasuki kematangan seksual. Seekor echidna diketahui bisa hidup hingga usia 50 tahun. Usia yang termasuk panjang untuk hewan sebesar dirinya. Dan bicara soal ukuran, spesies echidna moncong panjang (Zaglossus bruijni) selaku spesies echidna terbesar di dunia diketahui bisa tumbuh hingga sepanjang 77 cm & seberat 16 kg.

Bagi penduduk tradisional Papua, echidna sudah lama dimanfaatkan sebagai makanan. Selain akibat diburu oleh manusia, echidna juga terancam oleh pengrusakan habitat, masuknya hewan-hewan predator yang dibawa secara sengaja oleh manusia (misalnya kucing), & kecelakaan jika echidna kebetulan sedang melintas di jalan raya. Echidna yang hidup di Australia populasinya masih melimpah, namun echidna yang hidup di Pulau Papua populasinya mulai terancam. Semoga saja hewan yang menginspirasi karakter Knuckle dalam video game terkenal "Sonic the Hedhehog" ini tidak sampai punah, mengingat hewan dengan karakteristik unik macam echidna ini bukanlah hewan yang umum & bisa dijumpai di mana saja.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Monotremata
Famili : Tachyglossidae



REFERENSI

ARKive - Short-beaked echidna videos, photos, and facts
Animal Diversity Web - Tachyglossus aculeatus : Information
Animal Diversity Web - Zaglossus bruijni : Information
Wikipedia - Echidna
Wikipedia - Short-beaked echidna



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.