FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Bagheera kiplingi, Laba-Laba yang Memakan Tumbuhan




(Sumber)

Laba-laba. Itulah nama dari hewan yang terkenal dengan kemampuannya menghasilkan jaring. Walaupun penampilannya menyerupai serangga, laba-laba aslinya bukanlah serangga. Jika serangga memiliki 3 pasang kaki, maka laba-laba memiliki 4 pasang kaki. Selama ini manusia mengenal laba-laba sebagai hewan karnivora alias pemakan daging. Namun percaya atau tidak, ternyata ada juga laba-laba yang makanan utamanya bukan daging. Bagheera kiplingi adalah nama ilmiah dari spesies laba-laba unik tersebut.

Dalam tangga klasifikasi ilmiah, laba-laba B. kiplingi termasuk dalam famili Salticidae alias laba-laba loncat. Selain B. kiplingi, laba-laba yang termasuk dalam famili ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut : tubuhnya berukuran kecil, makanannya terdiri dari serangga kecil semisal lalat, indra penglihatannya tajam, & bergerak sambil berburu dengan cara melompat-lompat. B. kiplingi memiliki ciri-ciri seperti yang disebutkan tadi, namun dengan tambahan ciri fisik yang khas berupa tubuh berwarna hitam & merah pucat.

B. kiplingi yang sedang berhadapan
dengan semut. (Sumber)
Habitat liar B. kiplingi berada di Amerika Tengah, tepatnya di wilayah yang ditumbuhi pohon akasia. Mengenai kenapa pohon akasia menjadi pohon favorit laba-laba ini akan dibahas nanti. Nama "Bagheera" pada laba-laba yang bersangkutan diambil dari karakter panther hitam bernama sama yang muncul dalam buku cerita populer "Jungle Book". Sementara nama "kiplingi" diambil dari Rudyard Kiplingi yang tidak lain merupakan penulis buku yang bersangkutan. Tidak diketahui nama awam yang lazim digunakan oleh penduduk setempat mengingat B. kiplingi memiliki ukuran yang kecil, sehingga hewan ini pun jadi kurang diperhatikan oleh manusia.

Jika kita ingin membahas perilaku makan B. kiplingi, mau tidak mau kita juga harus membahas sedikit soal pohon akasia. Pohon akasia adalah sebutan untuk pohon yang menyusun genus Acacia dalam klasifikasi ilmiah & memiliki percabangan yang strukturnya berbentuk horizontal. Pohon akasia dari spesies Vachellia collinsii mengembangkan simbiosis mutualisme dengan semut Pseudomyrmex spp.. Bagaimana mekanismenya? Jadi, pohon akan menumbuhkan bola berongga di sejumlah bagian pada rantingnya supaya bisa digunakan oleh semut untuk bersarang. Sebagai gantinya, semut akan melindungi pohon akasia dari hewan-hewan pemakan tumbuhan.

Pohon akasia juga menghasilkan struktur bernama "tubuh Belt" (Beltian body) di ujung daunnya, di mana tubuh Belt ini menjadi salah satu sumber makanan utama bagi semut yang tinggal di pohon akasia. Namun semut bukalah satu-satunya hewan yang memakan tubuh Belt. Laba-laba B. kiplingi juga menjadikan tubuh Belt sebagai makanan utamanya. Adapun selain tubuh Belt, laba-laba yang bersangkutan juga hidup dari memakan larva semut penghuni pohon akasia. Namun dengan merujuk pada hasil pengamatan langsung & analisa kimiawi pada jaringan tubuh B. kiplingi, para ilmuwan yakin bahwa makanan utama dari B. kiplingi tetaplah tubuh Belt & larva semut hanya dikonsumsi sesekali.

Daun akasia dengan tubuh Belt
di ujungnya. (Sumber)
Masih belum diketahui secara pasti bagaimana B. kiplingi bisa hidup di pohon akasia tanpa khawatir diserang oleh semut. Salah satu teori yang diajukan menyatakan bahwa B. kiplingi memanfaatkan kelincahan & ketajaman matanya untuk menghindar dari serangan semut. Teori lain menyebut kalau B. kiplingi mungkin memiliki tubuh yang dilumuri oleh feromon berbau semut, sehingga semut jadi mengira kalau B. kiplingi adalah rekan 1 sarangnya.

B. kiplingi memiliki perilaku quasi-sosial yang berarti hewan ini bisa hidup berdampingan 1 sama lain, namun melakukan aktivitasnya sendiri-sendiri. Sebuah fenomena unik mengingat laba-laba pada umumnya memiliki perilaku soliter yang agresif & akan menyerang laba-laba lain yang berada di dekatnya. B. kiplingi menampilkan dimorfisme seksual alias perbedaan fisik antar kelamin. Jika pejantan bertubuh ramping, maka betina memiliki abdomen yang besar. Selebihnya, masih belum banyak yang diketahui tentang laba-laba ini, termasuk siklus hidupnya. Seekor laba-laba B. kiplingi diketahui bisa tumbuh hingga sepanjang 6 mm.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Arachnida
Ordo : Araneae
Famili : Salticidae
Genus : Bagheera
Spesies : Bagheera kiplingi



REFERENSI

Salticidae - Bagheera kiplingi paintings
Salticidae - Bagheera kiplingi photo
Science 2.0 - Bagheera Kiplingi A Vegetarian In The Spider World
 - . 2008. "Acacia". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.
Jackson, D. E.. 2009. "Nutritional Ecology : A First Vegetarian Spider". Elsevier, AS.



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.