FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Makna & Sejarah Bendera Afrika Selatan




Bendera Afrika Selatan. (Sumber)

Afrika Selatan (Afsel) adalah nama dari negara yang - sesuai namanya - terletak di ujung selatan Benua Afrika. Ada banyak hal yang membuat negara ini terkenal di seluruh dunia selain karena lokasinya yang mudah dibayangkan. Bagi para penggemar sepak bola, Afsel bukan negara yang asing karena di negara inilah, turnamen Piala Dunia 2010 pernah digelar. Di luar ranah sepak bola, Afsel juga dikenal sebagai salah satu negara penghasil berlian terbanyak di dunia. Dan di Afsel pulalah, terdapat daratan bernama Tanjung Harapan Baik yang sempat disinggahi oleh pelaut termahsyur Portugis, Bartolomeu Dias.

Afsel juga memiliki sejarah kelam karena di negara inilah, pernah berlangsung kebijakan apartheid alias praktik diskriminasi & pemisahan penduduk berdasarkan warna kulitnya. Namun berkat tekanan dunia internasional & perjuangan gigih tokoh kulit hitam Nelson Mandela, kebijakan tersebut akhirnya tidak lagi dilanjutkan sejak tahun 1994 & sekarang penduduk Afsel yang berasal dari warna kulit apapun bisa hidup membaur 1 sama lain. Sejarah singkat transformasi masyarakat Afsel sendiri kini disimbolkan oleh motif yang terdapat dalam bendera nasionalnya.



MAKNA BENDERA

Bendera Afsel memiliki desain yang mudah dibedakan dari bendera-bendera nasional kebanyakan karena motifnya yang unik & sangat jarang ditemui. Di bagian tengah terdapat motif menyerupai huruf Y berposisi melintang dengan warna bagian dalam hijau, warna tepian kiri kuning, & warna putih di bagian tepi atas serta bawahnya. Di sebelah kiri motif huruf Y terdapat bidang berwarna hitam. Bidang yang terletak di atas motif huruf Y berwarna merah, sementara bidang di bawah motifnya berwarna biru.

Bendera nasional Afsel sebelum
tahun 1994. (Sumber)
Motif menyerupai huruf Y yang ada di bendera Afsel erat kaitannya dengan perjalanan sejarah Afsel itu sendiri. Seperti yang kita tahu, Afsel di masa silam pernah menerapkan kebijakan apartheid untuk mengkotak-kotakkan penduduk berdasarkan warna kulitnya. Sebagai gambaran singkat, di era apartheid penduduk kulit hitam mendapat gaji yang lebih rendah daripada kulit putih & tidak boleh menempati jabatan tinggi dalam pemerintahan. Namun memasuki dekade 90-an, kebijakan apartheid akhirnya dihapuskan & penduduk kulit hitam kini memiliki hak yang setara dengan penduduk kulit putih. Nah, motif huruf Y dalam bendera Afsel menyimbolkan kehidupan masyarakat Afsel yang awalnya dipisahkan oleh politik apartheid, namun sekarang sudah bersatu & hidup berdampingan 1 sama lain.

Total, ada 6 warna yang menyusun bendera Afsel. Banyaknya warna yang digunakan menyimbolkan komposisi masyarakat Afsel yang memang beragam & multietnis. Warna hitam, kuning, & hijau merupakan warna yang terdapat pada bendera African National Congress (ANC), partai yang awalnya didirikan untuk memperjuangkan hak-hak orang kulit hitam & berwarna. Sementara warna merah, putih, & biru diambil dari warna bendera Belanda & Inggris, 2 negara di mana mayoritas orang kulit putih Afsel berasal. Dengan kata lain, warna hitam, kuning, & hijau menyimbolkan penduduk asli Afrika, sementara warna merah, putih, & biru menyimbolkan orang Eropa.



SEJARAH BENDERA

Afsel awalnya merupakan daerah koloni Inggris sehingga sudah bisa ditebak kalau bendera koloninya pun menyisipkan simbol Union Jack, bendera nasional Inggris Raya. Awalnya koloni Afsel tidak memiliki bendera nasional yang jelas. Namun sejak tahun 1928, Afsel akhirnya memiliki bendera nasionalnya sendiri. Bendera tersebut menampilkan motif oranye-putih-biru yang tersusun secara horizontal dengan motif bendera kecil Union Jack, Negara Merdeka Oranje, & Transvaal di bagian tengahnya.

Warna oranye-putih-biru digunakan karena terinspirasi dari bendera Kerajaan Belanda sebelum penggunaan bendera bermotif merah-putih-biru. Sementara Negara Merdeka Oranje & Transvaal adalah 2 negara bentukan imigran Belanda (Boer) di wilayah cikal bakal Afsel. Motif Union Jack jelas disisipkan dalam desain bendera Afsel karena Afsel saat itu masih berstatus sebagai daerah bawahan Inggris. Ketika Afsel mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1957, pemerintah Afsel tetap menggunakan bendera yang bersangkutan sebagai bendera nasionalnya.

Frederick Brownell, perancang
bendera Afsel. (Sumber)
Semua elemen yang digunakan dalam bendera nasional Afsel mengandung unsur Eropa. Hal tersebut ganti menuai rasa tidak suka dari penduduk kulit hitam Afsel yang notabene populasinya jauh lebih banyak, namun diperlakukan sebagai warga kelas 2 di tanah kelahirannya sendiri. Ketika kebijakan apartheid akhirnya dihentikan pada tahun 1994, tekanan untuk mengganti bendera nasional pun turut muncul. Awalnya rakyat Afsel diminta membuat desain bendera versi mereka & kemudian mengirimkannya ke pemerintah. Namun dari sekian banyak desain yang masuk, tidak ada 1 pun desain bendera yang dianggap bagus & bisa merepresentasikan seluruh golongan di Afsel.

Pemerintah Afsel lalu menghubungi Fred Brownell pada akhir Februari 1994 & memintanya membuatkan desain bendera baru Afsel dalam kurun waktu seminggu. Brownell menyanggupi permintaan tersebut & mulai membuat beragam sketsa bendera. Awalnya simbol huruf Y yang ada dalam sketsa bendera buatannya memiliki 3 "jari" alih-alih 2. Namun atas masukan dari putri Brownell yang menganggap kalau motif dengan 3 jari terlalu mirip dengan motif perdamaian nuklir, Brownell memodifikasi desain benderanya hingga tinggal menyisakan 2 jari. Pemerintah Afsel menyukai desain bendera buatan Brownell & terhitung sejak tanggal 20 Maret 1994, desain bendera yang dibuat oleh Brownell diproklamasikan sebagai bendera nasional Afsel yang baru & masih bertahan hingga sekarang.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

BBC News - Fred Brownell : The man who made South Africa's flag
Flags of the World - South Africa
Flags of the World - South Africa (1928-1994)
Smith, W.. 2008. "South Africa, flag of." Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.