FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Udang Belalang Merak, Makhluk Penghancur dari Dasar Lautan




(Sumber)

Udang belalang / udang sentadu (mantis shrimp) adalah nama dari sejenis udang laut yang penampilannya sepintas tidak berbeda jauh dengan udang lobster dari famili Homaridae, ordo Decapoda. Tubuhnya besar & berbentuk memanjang dengan ruas-ruas sempit di bagian abdomennya. Adapun perbedaan utama antara udang belalang dengan udang lobster adalah udang belalang tidak memiliki capit. Sebagai gantinya, udang belalang memiliki sepasang anggota badan yang ujungnya berbentuk bulat seperti gada & bisa dilipat layaknya kaki depan belalang sembah.

Ada lebih dari 400 spesies udang belalang yang sudah teridentifikasi oleh manusia & semuanya dikategorikan dalam ordo Stomatopoda. Sesuai dengan judulnya, artikel kali ini akan fokus membahas spesies udang belalang merak (peacock mantis shrimp; Odontodactylus scyllarus). Nama yang muncul karena udang ini memiliki cangkang yang berwarna-warni & terlihat indah layaknya burung merak jantan. Udang belalang merak dapat ditemukan di sepanjang perairan dangkal Samudera Hindia & Pasifik dengan kedalaman maksimal 40 m & suhu maksimal 28 derajat C.

Ilustrasi udang belalang yang sedang
menghantamkan gadanya. (Sumber)
Sudah disinggung sebelumnya kalau udang belalang memiliki sepasang "gada" sebagai pengganti capit. Walaupun kelihatan tidak berbahaya, jangan meremehkan kekuatan yang dimiliki oleh gadanya tersebut. Udang belalang menyandang julukan "pemutus jempol" (thumb splitter) karena hewan yang bersangkutan bisa mematahkan benda-benda keras dengan cara menghantamkan gadanya! Rahasia dari kekuatan capit udang belalang terletak pada lapisan gadanya yang keras & otot menyerupai pegas di lengan gadanya, sehingga udang belalang bisa menghantamkan gadanya dengan kecepatan yang sangat tinggi & pada gilirannya menimbulkan efek pukulan yang destruktif.

Walaupun hidup di perairan dangkal, udang belalang merak relatif jarang terlihat oleh manusia sebagai akibat dari pola hidupnya yang terkesan menutup diri. Hewan ini memiliki kebiasaan membangun sarang berupa terowongan berbentuk U di dasar laut sebagai tempat untuk beristirahat & bersembunyi. Udang belalang aktif mencari makan baik pada siang maupun malam hari di mana makanannya terdiri dari hewan-hewan bercangkang keras seperti kerang & kepiting. Ketika hendak makan, udang belalang akan melubangi cangkang mangsanya dengan memakai pukulan gadanya.

Udang belalang merak adalah hewan soliter (penyendiri) dengan perilaku teritorial & agresif. Jika ada udang lain yang memasuki wilayahnya, udang belalang merak akan menyerang tamu tak diundang tersebut. Udang belalang juga tidak segan-segan menyerang hewan dasar laut selain udang yang memasuki wilayahnya, misalnya gurita yang notabene dikenal sebagai pemangsa lobster & kepiting. Namun jika bertemu makhluk lain yang ukurannya jauh lebih besar atau yang tidak bisa ia serang, udang belalang akan memanfaatkan kecepatannya untuk melarikan diri & bersembunyi ke dalam lubang sarangnya.

Udang belalang merak bisa melakukan perkawinan kapan saja, namun intensitas perkawinnya cenderung lebih tinggi pada musim panas. Proses pembuahan telur terjadi secara eksternal alias di luar tubuh. Telur-telur yang sudah dibuahi akan dikumpulkan oleh betina memakai semacam cairan lengket & kemudian digendong di bawah dadanya. Betina tidak pernah makan & tidak pernah meninggalkan lubang sarang selama merawat telur-telurnya. Larva udang yang baru menetas selanjutnya akan menjalani 8 fase pertumbuhan & baru meninggalkan lubang sarang induknya pada fase pertumbuhan ke-4.

Larva udang belalang. (Sumber)
Larva udang memerlukan waktu sekitar 1 minggu untuk menjalani 3 fase pertumbuhan pertama. Lalu sesudah 1 minggu, larva udang akan memasuki fase ke-4. Sementara waktu yang diperlukan larva untuk menjalani fase-fase pertumbuhan berikutnya hingga dewasa adalah sekitar 6 minggu. Seekor udang belalang merak bisa hidup hingga usia 6 tahun & mengalami kematangan seksual pada usia 2 bulan. Udang belalang merak bisa tumbuh hingga sepanjang 18 cm.

Sebagai akibat dari penampilannya yang terkesan indah, udang belalang merak pun belakangan mulai banyak dicari untuk dijadikan hewan peliharaan eksotis. Kesulitan terbesar dari memelihara udang belalang merak adalah sebagai akibat dari perilakunya yang agresif, hewan ini harus diperlakukan dengan sangat hati-hati ketika pemiliknya hendak memindahkannya atau sekedar ingin membersihkan dasar akuarium. Udang belalang juga hanya bisa dipelihara sendirian karena udang ini akan menyerang hewan apapun yang ada di dekatnya. Dalam kasus yang jarang, udang belalang juga bisa meretakkan dinding akuarium dengan memakai pukulan gadanya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : Malacostraca
Ordo : Stomatopoda
Famili : Odontodactylidae
Genus : Odontodactylus
Spesies : Odontodactylus scyllarus



REFERENSI

Animal Diversity Web - Odontodactylus scyllarus : Information
National Aquarium - Peacock Mantis Shrimp
That Fish Blog - Mantis Shrimp (Order: Stomatopoda) – Part II....



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

3 komentar:

  1. Mantap gan infonya

    Btw kunjungi juga blog ane:
    http://insankarbit.blogspot.co.id/

    BalasHapus
  2. 'Tinju'nya ada 2 macem min, bentuk gada sama bentuk tombak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ada udang belalang yang "tangan"nya berbentuk tajam. Tapi udangnya berasal dari spesies yang berbeda.

      Hapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.