FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Kadal Berjumbai, Ahlinya Melakukan Gertak Sambal




(Sumber)

Kadal berjumbai (frilled lizard; Chlamydosaurus kingii) adalah nama dari sejenis kadal yang mendapatkan nama demikian sebagai akibat dari adanya struktur menyerupai jumbai yang lebar di lehernya. Dalam kondisi biasa, jumbai tersebut berada dalam kondisi terlipat. Keberadaan jumbai tersebut lantas membuat kadal berjumbai terlihat seperti hewan yang agresif & menakutkan. Namun jangan khawatir, kadal berjumbai bukanlah kadal yang beracun ataupun berbahaya bagi manusia. Fungsi utama jumbainya adalah untuk membuat penampilannya terlihat lebih menakutkan supaya makhluk lain tidak berani macam-macam dengannya.

Kadal berjumbai hanya ditemukan di Australia & Pulau New Guinea (sebutan lain untuk Pulau Papua). Habitat favoritnya adalah kawasan hutan & padang rumput, di mana kadal ini menghabiskan sebagian besar waktunya di batang pohon & jarang turun ke tanah. Tubuhnya berbentuk ramping dengan ekor yang panjang, sisik berwarna kecokelatan / kemerahan, & memiliki sepasang tonjolan di bagian lehernya di mana tonjolan tersebut tidak lain merupakan jumbainya yang sedang terlipat. Bagian punggung & ekornya dipenuhi oleh garis-garis tegak berwarna kehitaman. Jari-jari kakinya berbentuk panjang dengan cakar melengkung di ujungnya sehingga kadal ini bisa memanjat pohon dengan mudah.

Kadal berjumbai adalah hewan insektivora yang berarti kadal ini hidup dari memakan serangga & hewan-hewan kecil. Hewan ini adalah hewan diurnal yang berarti kadal berjumbai aktif mencari makan pada siang hari. Dan layaknya hewan-hewan penghuni alam liar lainnya, kadal berjumbai juga memiliki predator / pemangsa. Hewan-hewan yang diketahui memakan kadal ini antara lain dingo, elang, reptil yang berukuran lebih besar, & quoll (sejenis mamalia menyerupai luwak). Sebagai bentuk pertahanan diri yang paling dasar, kadal ini memanfaatkan warnanya yang kecokelatan untuk membantunya berkamuflase di batang pohon.

Kadal berjumbai dengan jumbai
yang sedang terlipat. (Sumber)
Jika hewan predatornya berhasil menemukan kadal berjumbai ketika sedang berada di atas tanah, kadal berjumbai akan berlari secepat mungkin ke tempat yang aman. Uniknya, kadal ini bisa berlari hanya dengan kedua kaki belakangnya. Namun jika si kadal sedang berada dalam kondisi terpojok, barulah kadal berjumbai menggunakan metode pertahanannya yang paling terkenal. Ia akan membuka mulutnya & merentangkan jumbainya sehingga tubuhnya jadi terlihat lebih besar. Harapannya, hewan yang tadinya berniat memakan kadal berjumbai menjadi kaget & takut sehingga ia tidak melanjutkan niatnya tadi.

Musim kawin kadal berjumbai terjadi pada musim penghujan waktu setempat, tepatnya antara bulan Oktober hingga Maret. Kadal jantan akan mengusir pejantan lain yang memasuki wilayah kekuasaannya dengan cara merentangkan jumbainya, namun membiarkan betina masuk. Sesudah melakukan perkawinan dengan pejantan, betina akan mencari tempat yang cocok untuk membuat sarang & menaruh telur-telurnya. Sarang kadal berjumbai berupa cekungan di atas permukaan tanah berpasir & tidak memiliki tanaman teduh di atasnya supaya telur-telurnya bisa mendapat panas matahari langsung untuk membantunya cepat menetas.

Betina menjaga & mengerami telur-telurnya selama sekitar 70 hari. Jumlah telur yang bisa dikeluarkan seekor kadal bisa mencapai 13 butir. Begitu telur-telurnya menetas, selesai sudah tugas betina karena bayi-bayi kadal berjumbai sudah harus hidup mandiri & mencari makan sendiri. Seekor kadal berjumbai bisa tumbuh hingga sepanjang 85 cm & hidup hingga usia 9 tahun. Betina berukuran sedikit lebih kecil daripada pejantan karena cadangan gizinya sebagian ada yang terkuras ketika sedang merawat telur-telurnya. Kadal yang hidup di Australia memiliki ukuran rata-rata yang lebih besar daripada yang hidup di Pulau Papua  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Agamidae
Genus : Chlamydosaurus
Spesies : Chlamydosaurus kingii



REFERENSI

Animal Diversity Web - Chlamydosaurus kingii : Information
Reptiles Magazine - Frilled Lizard Care Sheet
Wikipedia - Chlamydosaurus



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.