FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Bongo, Antelop Cantik Penghuni Rimba Afrika




(Sumber)

Antelop adalah sebutan untuk sejenis hewan mamalia herbivora yang fisiknya menyerupai rusa, namun dengan tanduk yang panjang & tidak bercabang. Ada beberapa spesies hewan yang dikategorikan sebagai antelop & populasi mereka tersebar di seluruh dunia. Adapun dari sekian banyak spesies tersebut, salah 1 spesies yang bisa dikatakan istimewa jika dibandingkan antelop-antelop lainnya adalah bongo. Apa itu bongo & apa yang membuatnya berbeda dari antelop-antelop lainnya?

Bongo (Tragelaphus eurycerus) adalah nama dari spesies antelop yang hanya ditemukan di hutan Afrika, tepatnya di sebelah selatan Gurun Sahara & pedalaman Kenya. Bongo mudah dikenali dengan melihat pewarnaan tubuhnya yang terkesan cantik. Tubuh bongo berwarna merah kecokelatan dengan garis-garis putih vertikal di badannya. Tanduknya panjang, berwarna putih, & sedikit melengkung. Sementara moncong, ujung ekor, & sebagian kakinya memiliki pewarnaan hitam. Fungsi utama dari pewarnaan bongo sendiri adalah untuk membantu bongo berkamuflase di antara kerimbunan hutan.

Perbandingan ukuran bongo
& manusia. (Sumber)
Bongo adalah salah satu spesies antelop terbesar di Afrika. Panjang tubuhnya mencapai 2,5 m. Tingginya dari bahu hingga ujung kaki mencapai 1,3 m. Panjang tanduknya bisa mencapai hampir 1 m, sementara ekornya bisa tumbuh hingga sepanjang 65 cm. Untuk urusan bobot, bongo memiliki berat maksimum 400 kg lebih. Bongo jantan umumnya memiliki ukuran yang lebih besar daripada betina. Lokasi habitat juga menentukan ukuran rata-rata bongo karena jenis bongo yang hidup di Afrika bagian timur umumnya berukuran lebih besar dibandingkan bongo yang hidup di Afrika bagian barat. Baik bongo jantan maupun betina sama-sama memiliki tanduk.

Bongo aktif baik pada siang maupun malam hari. Namun di siang hari, bongo cenderung lebih berhati-hati & lebih banyak menghabiskan waktunya di antara kerimbunan tanaman. Jika bongo merasakan adanya bahaya, bongo bisa berlari dengan sangat cepat ke dalam hutan. Supaya tanduknya tidak tersangkut dahan pohon, bongo berlari dengan posisi kepala menjulur ke depan sehingga tanduknya terlihat menempel di atas punggungnya. Makanan bongo mencakup segala macam material tumbuhan seperti daun, buah, ranting, & bahkan arang kayu sisa-sisa kebakaran hutan. Bongo juga kerap menjilati batuan garam yang terdapat di seantero hutan untuk mencukupi kebutuhan mineralnya.

Bongo memiliki pola hidup berkelompok di mana 1 kelompok bongo terdiri dari seekor pejantan sebagai pemimpinnya beserta bongo-bongo betina & anak-anaknya. Kendati demikian, bongo bukanlah hewan yang agresif terhadap bongo di luar kelompoknya & beberapa kelompok bongo bisa terlihat membaur di tempat yang sama. Bongo jantan yang masih belum kawin hidup menyendiri & kadang membentuk kelompok kecil yang beranggotakan sesama bongo jantan yang masih perjaka. Tidak diketahui musim kawin bongo di alam liar karena bongo memiliki perilaku yang sangat pemalu & akan langsung melarikan diri begitu melihat manusia.

Sepasang bayi bongo. (Sumber)
Walaupun periode reproduksi bongo masoh belum diketahui, para ahli sudah berhasil mengetahui proses reproduksi dari hewan yang bersangkutan. Bongo betina yang sudah melakukan perkawinan akan memasuki periode kehamilan selama 9 bulan. Bongo yang baru lahir akan ditinggalkan sendirian di lantai hutan yang rimbun agar sulit ditemukan pemangsanya, namun betina akan mengunjungi tempat bayinya dilahirkan secara berkala untuk menyusui anaknya. Bongo betina mengalami kematangan seksual pada usia 806 hari alias sekitar 2 tahun lebih, sementara bongo jantan mengalami kematangan seksual pada usia 914 hari.

Bongo adalah hewan yang banyak diburu oleh penduduk setempat dengan menggunakan jebakan & anjing pemburu. Dikombinasikan dengan habitat hutannya yang semakin menyempit, bongo pun kini dikategorikan sebagai hewan yang mendekati kepunahan (near threatened). Populasi bongo utamanya paling terancam di Kenya, di mana jumlah bongo yang ada di alam liar setempat dilaporkan tidak sampai 100 ekor. Untuk mengatasinya, pemerintah Kenya kemudian menetapkan bongo sebagai hewan yang dilindungi. Sebuah hutan lindung juga dibuat khusus untuk menampung bongo di mana hutan lindung tersebut disterilkan dari hewan-hewan pemangsa bongo semisal singa. Bongo juga dibiakkan di AS di mana bongo hasil pembiakkan tersebut kemudian dilepas kembali ke alam liar Afrika.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Bovidae
Genus : Tragelaphus
Spesies : Tragelaphus eurycerus



REFERENSI

A-Z Animals - Bongo (Tragelaphus eurycerus)
Animal Diversity Web - Tragelaphus eurycerus : Information
ARKive - Bongo videos, photos, and facts



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.