FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Alpaka, Unta Kecil Berbulu Domba




(Sumber)

Alpaka (alpaca; Llama pacos) adalah nama dari hewan mamalia khas Amerika Selatan. Melihat penampilannya, mungkin orang tidak akan mengira kalau hewan ini adalah sejenis unta karena adanya pola pikir di kalangan awam kalau yang namanya unta pasti berpunuk. Dalam tangga klasifikasi ilmiah sendiri, alpaka dikategorikan sebagai bagian dari keluarga unta (famili Camelidae) karena baik alpaka maupun hewan-hewan lain dalam famili terkait memiliki ciri-ciri berupa perilaku herbivora alias memakan tumbuhan, memiliki 2 bilah jari kaki, berleher agak panjang, berkepala lonjong, berkaki ramping, & meludah jika merasa terganggu. Adapun selain alpaka, spesies unta lain yang juga hidup di Amerika Selatan adalah llama, vikuna, & guanako.

Habitat asli alpaka terletak di Pegunungan Andes bagian tengah. Namun alpaka juga bisa hidup di dataran rendah yang bersuhu lebih hangat jika bulu / rambutnya dicukur sebagian. Alpaka memiliki penampilan yang serupa dengan llama & keduanya juga sama-sama sering dipelihara oleh penduduk asli Andes. Adapun perbedaan utama antara keduanya adalah alpaka berukuran lebih kecil daripada llama. Perbedaan ukuran tersebut lantas membuat llama & alpaka diternakkan untuk tujuan yang berbeda. Jika llama diternakkan untuk dijadikan hewan penjaga gembala & pengangkut barang, maka alpaka diternakkan untuk diambil rambutnya yang seperti wol. Alpaka juga bisa dibedakan lagi menjadi 2 macam varian berdasarkan penampakan rambutnya, yaitu varian huacaya (berambut bergelombang) & varian suri (berambut lurus).

Makanan utama alpaka adalah rumput. Tidak seperti kambing, alpaka memiliki lidah yang pendek sehingga alpaka tidak pernah menggunakan lidahnya untuk mencabut rumput hingga ke akar-akarnya. Hal tersebut lantas membuat alpaka memiliki dampak negatif yang lebih rendah terhadap ekosistem setempat karena tumbuhan yang dimakan alpaka bisa tumbuh kembali. Alpaka memiliki 3 buah lambung untuk membantunya mencerna serat tumbuhan seefisien mungkin. Proses pencernaan ini berlangsung lama sehingga ketika alpaka merasa gelisah, alpaka bisa mengeluarkan kembali sebagian isi lambungnya & meludahkannya ke arah makhluk yang mengganggunya.

Alpaka tipe suri. (Sumber)
Alpaka adalah hewan sosial yang hidup berkelompok & bisa hidup membaur dengan hewan dari spesies lain semisal domba. Suatu kelompok alpaca terdiri dari seekor pejantan, betina dewasa yang jumlahnya bisa mencapai 10 ekor, & alpaka-alpaka muda. Walaupun kelihatannya tidak berbahaya, alpaka jantan bisa melawan dengan gigih ketika ada hewan karnivora yang mendekati kelompknya. Alpaka menyerang musuhnya dengan cara meludah & menendang. Hal yang paling menarik dari perilaku berkelompok alpaka adalah alpaka bisa menggunakan tempat yang sama ketika membuang tinja. Alpaka tidak memiliki musim kawin yang spesifik & bisa melakukan reproduksi kapan saja. Jika seekor alpaka betina sudah melakukan perkawinan dengan pejantan, alpaka tersebut akan memasuki periode kehamilan yang berlangsung selama sekitar 8 bulan.

Bayi alpaka yang sudah lahir akan hidup dari air susu induknya hingga usia 8 bulan. Alpaka jantan mengalami kematangan seksual pada usia 3 tahun, sementara betina memasuki kematangan seksual pada usia 1 tahun. Alpaka jantan & betina sangat mirip secara fisik, namun masih bisa dibedakan dengan cara melihat giginya. Gigi depan alpaka jantan cenderung lebih panjang karena gigi tersebut juga digunakan untuk bertarung. Seekor alpaka diketahui bisa hidup hingga usia 20 tahun. Alpaka memiliki panjang badan maksimum 2,2 m, tinggi bahu maksimum 1,3 m, serta berat maksimum 65 kg. Ukuran tersebut lantas menjadikan alpaka sebagai spesies unta terkecil di dunia.

Alpaka memiliki rambut yang lembut namun kuat. Karakteristik tersebut lantas membuat rambut alpaka banyak dicari untuk diolah menjadi bahan pakaian. Adapun selain rambutnya, alpaka juga dibudidayakan untuk diambil daging, kulit, & tinjanya. Daging alpaka jelas dikonsumsi sebagai makanan & sumber protein hewani. Kulit alpaka berguna sebagai bahan karpet, ikat pinggang, & sepatu. Sementara tinjanya bisa digunakan sebagai pupuk & bahan bakar. Metode beternak alpaka masih bersifat tradisional di mana gerombolan alpaka dibiarkan makan dengan bebas di padang rumput sambil diawasi oleh penggembala & llama peliharaannya. Praktik memelihara alpaka dilaporkan sudah ada sejak 6.000 tahun silam.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Camelidae
Genus : Llama
Spesies : Llama pacos / Vicugna pacos



REFERENSI

Animal Diversity Web - Camelidae : Information
Animal Diversity Web - Llama pacos : Information
Alpaca Owners Association - About Alpacas



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.