FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Merak India, Si Ekor Kipas yang Menyimbolkan Keindahan




Merak India betina & jantan. (Sumber)

Jika membicarakan unggas yang berbulu indah, maka salah satu burung yang bakal muncul di benak orang adalah merak India (Indian peafowl; Pavo cristatus). Hewan ini memang sangat terkenal berkat penampilannya yang indah & tudung ekornya yang bisa dikembangkan layaknya kipas. Merak India sendiri merupakan 1 dari 3 spesies merak yang sudah teridentifikasi oleh manusia. Dua spesies lainnya adalah burung merak hijau (Pavo muticus) yang hanya ditemukan di Asia Tenggara & merak Kongo (Afropavo congensis) yang habitat aslinya berada di pedalaman hutan Afrika bagian tengah.

Sesuai dengan namanya, habitat asli merak India memang berada di wilayah India & sejumlah negara tetangganya yang mencakup Pakistan, Bhutan, Bangladesh, & Sri Lanka. Burung ini sendiri pada dasarnya bisa hidup di habitat apapun selama habitat tersebut tidak terlampau panas ataupun dingin. Terbatasnya persebaran burung ini di Asia Selatan tidak lepas dari adanya benteng alam di sekitar habitat aslinya. Di sebelah timur terdapat Pegunungan Arakhan. Di sebelah utara terdapat Pegunungan Himalaya yang juga merupakan barisan pegunungan tertinggi di dunia. Sementara di sebelah barat terdapat gurun pasir.

Merak jantan dengan bulu tudung
ekor yang terkuncup. (Sumber)
Merak India adalah hewan omnivora alias pemakan segala. Makanannya terdiri dari biji-bijian, bunga, cacing, serangga, & hewan-hewan vertebrata kecil semisal katak. Dalam bahasa Sansekerta, burung merak dikenal dengan nama "mayura" yang berarti "pembunuh ular". Nama itu sendiri diberikan karena seringnya burung ini memakan anak ular kobra sehingga burung ini memiliki peran penting dalam mengendalikan populasi kobra di habitat yang ditempatinya. Burung merak India adalah hewan diurnal yang berarti burung ini baru aktif mencari makan pada siang hari. Sementara pada malam hari, merak India akan tidur sambil bertengger di atas dahan pohon supaya aman dari pemangsanya.

Hanya burung merak India jantan yang memiliki penampilan indah. Penampilan indah yang dimaksud di sini mencakup bulu berwarna biru mencolok & adanya bulu tudung berukuran panjang serta dipenuhi oleh motif menyerupai mata di bagian ekornya. Alasan mengapa burung merak jantan memiliki penampilan demikian adalah untuk menarik perhatian betina supaya mau kawin dengannya. Merak betina memiliki warna dominan cokelat supaya bisa berkamuflase dengan mudah ketika sedang mengerami telur-telurnya. Baik merak jantan maupun betina sama-sama memiliki jambul di kepalanya.

Berbeda dengan anggapan orang awam, bulu panjang yang ada di ekor merak jantan aslinya bukanlah bulu ekor, melainkan bulu tudung yang bisa dilipat & ditegakkan sesuai kebutuhan. Ekor asli pejantan berada di bawah bulu tudungnya & dapat dilihat dengan jelas dari belakang ketika pejantan sedang menegakkan bulu tudungnya. Panjang dari bulu tudung tersebut rata-ratanya adalah sekitar 1,2 m. Betina & anak merak juga memiliki bulu tudung ekor, namun ukurannya jauh lebih pendek & warnanya tidak semencolok tudung ekor milik pejantan. Dan untuk mencegah bulu yang dimilikinya rusak, burung merak India mandi memakai pasir alih-alih air ketika ingin membersihkan diri.



ADA YANG PUTIH & ADA YANG BIRU

Merak putih. (Sumber)
Berdasarkan warnanya, burung merak India dapat dibedakan ke dalam 2 varian utama. Varian pertama sekaligus yang paling banyak jumlahnya adalah varian berwarna dominan biru dengan bulu tudung ekor berwarna-warni. Sementara varian kedua memiliki warna putih layaknya merpati. Varian ini bukanlah albino karena burung dari varian yang bersangkutan tetap memiliki mata berwarna gelap. Jika burung jantan & betina dari varian putih melakukan perkawinan, maka keturunannya akan memiliki warna putih pula. Varian berwarna putih tercipta akibat adanya gen resesif yang memberikan efek bulu putih pada burung pemilik gennya.

Merak India memiliki pola hidup soliter alias gemar menyendiri. Ketika musim kawin tiba, pejantan akan bertindak agresif untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya dari pejantan lain. Betina menentukan pasangan kawin dengan melihat tudung ekor pejantan. Semakin panjang & indah tudung ekor yang dimiliki oleh pejantan, maka betina akan semakin tertarik. Dalam setiap musim kawin, seekor pejantan bisa mengawini 6 ekor betina sekaligus. Namun persaingan memperebutkan pasangan kawin bukan hanya terjadi antara sesama pejantan. Tidak jarang sesama betina terlibat perkelahian satu sama lain ketika bertemu dengan pejantan yang sesuai seleranya.

Begitu selesai melakukan perkawinan, betina akan mencari tempat yang sesuai di lantai hutan untuk membangun sarang & menaruh telur-telurnya. Hanya betina yang terlibat dalam kegiatan mengasuh telur & anak merak. Jumlah telur yang bisa dikeluarkan oleh seekor betina bervariasi antara 3 - 12 butir. Telur-telur tersebut memerlukan waktu kurang lebih 28 hari untuk menetas. Anak merak yang baru menetas sudah memiliki bulu & bahkan sudah bisa terbang pada usia 1 minggu. Namun anak-anak merak akan tetap hidup dengan induknya hingga usia 2 bulan. Seekor merak India mencapai kematangan seksual pada usia 3 tahun & usia maksimum 25 tahun. Merak India bisa tumbuh hingga sepanjang 2,3 m & seberat 6 kg.

Merak India yang sedang terbang. (Sumber)

Walaupun penampilannya terlihat kikuk, burung merak India adalah hewan yang sangat lincah & waspada. Penglihatannya yang tajam membantu burung ini mengawasi kondisi sekitarnya. Jika merak India tanpa sengaja berpapasan dengan pemangsanya yang terdiri dari musang, anjing hutan, & kucing besar, merak India bisa berlari dengan sangat cepat atau terbang dalam jarak dekat. Itulah sebabnya hewan-hewan yang ingin memangsa merak India mengandalkan taktik mengendap-endap supaya bisa memangsa burung yang bersangkutan. Merak India jantan memiliki resiko dimangsa yang lebih besar daripada betina akibat warnanya yang mencolok & tudung ekornya yang besar ketika ditegakkan akan membatasi penglihatan burung ini.

Merak India memiliki hubungan bak 2 sisi mata koin dengan manusia. Di 1 sisi, burung ini dikagumi oleh manusia berkat penampilannya yang anggun. Pemerintah India bahkan menetapkan burung ini sebagai burung nasional sejak tahun 1963. Namun di sisi lain, aktivitas manusia membawa ancaman tersendiri bagi burung ini. Di sejumlah lahan pertanian, merak India dibunuh secara sengaja akibat kebiasaannya memakan biji & tunas tanaman. Burung ini juga diburu untuk diambil daging & bulu tudung ekornya. Untungnya di luar semua ancaman tadi, populasi merak India di habitat liarnya masih sangat melimpah & diprediksi tidak akan terancam punah dalam waktu dekat.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Galliformes
Famili : Phasianidae
Genus : Pavo
Spesies : Pavo cristatus



REFERENSI

Animal Diversity Web - Pavo cristatus : Information
ARKive - Indian peafowl videos, photos, and facts
The Times of India - Why Is Peacock the National Bird....


 

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.