FAUNA       SEJARAH       HIBURAN

Barnakel Angsa, Penyaring Lautan yang Gemar Menumpang




Gerombolan barnakel angsa yang menempel di batang kayu. (Sumber)

Barnakel / teritip (barnacle) adalah sebutan untuk sejenis hewan laut dengan perilaku menyerupai tumbuhan. Sebabnya adalah karena begitu menempel pada suatu tempat, barnakel tidak akan pernah meninggalkan tempat tersebut seumur hidupnya (kecuali jika ada fenomena alam yang membuatnya terlepas dari tempatnya). Barnakel sendiri bisa menjalani pola hidup demikian karena hewan tersebut mendapatkan makannya dari menyaring plankton yang ada di laut.

Ada sekitar 1.000 spesies barnakel yang sudah teridentifikasi manusia & semuanya termasuk dalam subkelas Cirripedia. Hal yang menarik adalah dalam tangga klasifikasi ilmiah, barnakel justru ditempatkan dalam kelas Crustacea yang beranggotakan hewan-hewan air berkaki banyak seperti udang & kepiting. Padahal dari segi fisik & perilaku, barnakel lebih mirip spons atau kerang laut. Dasar dari penempatan itu sendiri adalah karena larva barnakel memiliki penampilan yang serupa dengan larva hewan-hewan Crustacea.

Sesuai dengan judulnya, artikel kali ini akan membahas spesies barnakel yang dikenal dengan nama "barnakel angsa" (goose barnacle; Lepas anatifera). Nama tersebut diberikan karena barnakel yang 1 ini memiliki cangkang yang bentuknya seperti kepala & leher angsa. Tubuh bagian atas barnakel angsa yang berwarna putih, berbentuk lonjong, & bertekstur kaku. Sementara bagian bawahnya yang panjang & lentur berwarna kehitaman. Seekor barnakel angsa bisa tumbuh hingga sepanjang hampir 10 cm.

Ilustrasi pohon mitos barnakel. (Sumber)
Barnakel angsa bisa ditemukan di hampir seluruh lautan dunia. Luasnya persebaran barnakel angsa tidak lepas dari kebiasaannya menempel pada batang kayu yang mengapung & bahkan badan hewan lain seperti penyu. Selain pada benda yang melayang atau mengapung di laut, barnakel angsa juga hidup menempel pada bebatuan yang ada di dasar laut. Barnakel angsa paling banyak ditemukan di perairan laut bersuhu antara 18 - 20 derajat Celcius dengan kedalaman maksimum kurang dari 3.000 m.

Kebiasaan barnakel angsa untuk hidup pada batang kayu yang hanyut lantas menjadi salah satu sumber cerita mitos penduduk Inggris di Abad Pertengahan. Bagaimana cerita lengkapnya? Jadi, di Inggris ada sejenis angsa berwarna hitam putih yang memiliki nama populer "angsa barnakel" (barnacle goose; Branta leucopsis). Angsa tersebut menjadikan Inggris sebagai habitatnya, namun terbang ke pesisir utara daratan Eropa ketika sudah waktunya berkembang biak.

Karena penduduk Inggris tidak pernah melihat angsa barnakel bersarang atau berkembang biak dengan mata kepala mereka sendiri, spekulasi & cerita mitos mengenai pola hidup angsa barnakel pun muncul. Menurut mereka, angsa barnakel aslinya berkembang dari sejenis pohon. Ketika dahan pohon tersebut ada yang patah & hanyut ke laut lepas, angsa-angsa yang masih belum dewasa akan mati bersama dengan potongan dahan tadi. Dan barnakel angsa yang menempel pada onggokan kayu dianggap sebagai bangkai dari angsa-angsa tersebut.

Barnakel angsa dengan cirri yang
terentang keluar. (Sumber)
Di bagian kepala / kapitulum barnakel angsa, terdapat semacam tentakel mini berjumlah 9 yang bernama "cirri". Ketika hendak makan, barnakel angsa akan merentangkan cirri miliknya untuk menjebak zooplankton yang melintas & memakannya. Cirri tersebut bisa ditarik masuk ke dalam kapitulum barnakel angsa jika hewan yang bersangkutan merasa kalau kondisi di sekitarnya sedang tidak bersahabat. Dan bicara soal kondisi yang tidak bersahabat, barnakel angsa memang memiliki predatornya sendiri. Salah satu hewan yang diketahui sebagai predator utama barnakel angsa adalah siput laut Fiona pinnata.

Barnakel angsa adalah hewan hermafrodit alias berkelamin ganda. Reproduksi terjadi secara mandiri yang berarti seekor barnakel berkembang biak dengan cara membuahi sel telur & sperma miliknya sendiri. Sel-sel telur yang sudah dibuahi selanjutnya akan ditampung untuk sementara sebelum kemudian dilepaskan ke laut ketika sudah berubah menjadi larva. Larva barnakel angsa hidup terombang ambing di laut layaknya plankton. Sesudah mencapai usia tertentu, larva akan menempel pada benda keras & kemudian menjalani fase hidup menetap hingga akhir hayatnya. Seekor barnakel angsa mengalami kematangan seksual pada ukuran 2,5 cm & diperkirakan bisa hidup hingga usia 6 tahun.

Bagi manusia sendiri, barnakel angsa dianggap sebagai hewan yang merugikan sekaligus menguntungkan. Disebut merugikan karena jika jumlah barnakel angsa yang menempel pada badan kapal sudah terlampau banyak, kapal tersebut menjadi lebih sulit mencapai kecepatan optimal. Untuk mengatasinya, barnakel-barnakel angsa yang menempel pada badan kapal pun harus dicabuti 1 demi 1. Namun pada saat inilah, barnakel angsa turut membawa manfaat bagi manusia. Daging hewan ini dianggap memiliki rasa yang lezat sehingga barnake-barnakel angsa yang sudah diambil selanjutnya bisa diolah menjadi makanan.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Maxillopoda
Ordo : Pedunculata
Famili : Lepatidae
Genus : Lepas
Spesies : Lepas anatifera



REFERENSI

Animal Diversity Web - Lepas anatifera : Information
ARKive - Goose barnacle videos, photos, and facts
 - . 2008. "Barnacle". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.


    

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.