FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Daftar Kelompok Bersenjata dalam Perang Sudan Selatan




(Sumber)

Sudan Selatan (Sudsel) adalah nama dari negara termuda di dunia yang baru mendapat kemerdekaannya dari tangan Sudan pada tahun 2011 lalu. Negara beribukota Juba ini berbatasan dengan Sudan di sebelah utara, Ethiopia di sebelah timur, Uganda, Kenya, & RD Kongo di sebelah selatan, serta Republik Afrika Tengah di sebelah barat. Alasan Sudsel melepaskan diri dari Sudan sendiri adalah karena Sudsel yang mayoritas penduduknya memiliki perbedaan kultural dengan wilayah sebelah utara merasa dianaktirikan oleh pemerintah pusat Sudan.

Usai merdeka, Sudsel tidak bisa langsung menikmati kemerdekaannya karena negeri kaya minyak tersebut masih harus berjibaku dengan konflik internal yang sudah berlangsung sejak Sudsel masih belum merdeka. Seolah itu masih belum cukup, pada tahun 2013 militer & pemerintahan Sudsel dilanda perpecahan antara faksi pendukung Salva Kiir yang didominasi etnis Dinka melawan faksi pendukung Riek Machar yang didominasi etnis Nuer. Akibat perang yang berlangsung antara bulan Desember 2013 hingga Maret 2016, 50 ribu orang menjadi korban tewas dan 2,2 juta lainnya terpaksa mengungsi.

Secara garis besar, Perang Sipil Sudsel bisa dideskripsikan sebagai konflik bersenjata antara pasukan pemerintah Sudsel (SPLA) melawan pasukan-pasukan dari beragam kelompok pemberontak. Kelompok-kelompok itu sendiri memiliki kepentingan yang beragam & bertindak secara terpisah dari kelompok pemberontak lainnya. Selain mereka, ada pula pasukan UNMISS milik PBB yang sengaja ditempatkan di Sudsel supaya kelompok-kelompok bersenjata setempat tidak menyerang warga sipil yang berasal dari etnis rivalnya secara membabi buta.



LATAR BELAKANG PERANG

1. Komposisi Rakyat Sudsel yang Sangat Beragam

Seperti halnya negara-negara lain di sebelah selatan Sahara, Sudsel memiliki komposisi kependudukan yang beragam. Dari segi etnis contohnya, ada lebih dari 7 etnis berbeda yang menghuni republik muda tersebut. Adapun dari sekian banyak etnis yang meghuni Sudsel, 2 etnis dengan populasi terbanyak adalah etnis Dinka & Nuer. Sementara dalam hal agama, penduduk Sudsel terbagi menjadi penganut kepercayaan tradisional, Kristen, & Islam.

Semasa masih menjadi bagian dari negara Sudan yang berbasis di Khartoum, rakyat Sudsel bisa kompak memusuhi Sudan karena mereka disatukan oleh sentimen anti utara. Namun mereka pun sebenarnya tidak benar-benar bersatu padu dalam perang memperjuangkan kemerdekaan. Pada dekade 90-an contohnya, SPLA selaku kelompok utama dalam pemberontakan melawan rezim Khartoum sempat terpecah menjadi faksi pimpinan John Garang, faksi pimpinan Riek Machar, & faksi pimpinan William Bany. Tidak mengherankan kalau para pejuang Sudsel lantas memerlukan waktu begitu lama untuk mewujudkan kemerdekaan wilayahnya.

Peta persebaran etnis di Sudan Selatan. (Sumber)

2. Masih Miskin & Terbelakangnya Kondisi Sudsel

Sejak era kolonial, pembangunan infrastruktur di Sudsel berjalan lambat & hanya terkonsentrasi di ibukota Juba akibat peran Sudsel yang dianggap kurang penting. Pasalnya, wilayah Sudsel penuh dengan serangga-serangga pembawa penyakit mematikan & Inggris selaku penguasa Sudan di abad ke-20 enggan terlibat konfik yang tidak perlu dengan etnis-etnis setempat. Meletusnya perang di Sudsel sejak dekade 1950-an kian mempersulit upaya modernisasi wilayah tersebut. Terbatasnya pembangunan infastruktur juga berdampak pada sulitnya pemerintah pusat Sudsel menjalankan pemerintahan ke seantero negeri secara efektif.

Kemiskinan yang membelit mayoritas rakyat Sudsel lantas menjadikan mereka lebih gampang menggunakan jalur main hakim sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Ketika ada kasus pencurian ternak di kampung-kampung contohnya, aksi saling tuduh antar kampung tidak jarang membesar menjadi konflik antar etnis di kawasan pelosok. Bagi rakyat Sudsel, kepemilikan hewan ternak adalah hal yang penting karena jumlah hewan ternak menunjukkan status sosial seseorang. Bebasnya peredaran senjata selama & seusai perang kemerdekaan membuat intensitas konflik antar golongan kian parah.


3. Adanya Tuduhan Percobaan Kudeta

Riek Machar & Salva Kiir. (Sumber)
Ketika pertama kali merdeka, Sudsel dipimpin oleh presiden Salva Kiir yang berasal dari etnis Dinka. Sementara posisi wakil presiden diduduki oleh Riek Machar yang berasal dari etnis Nuer. Namun adanya perbedaan pandangan & rasa saling curiga membuat hubungan keduanya mulai memburuk. Tanggal 4 Juli contohnya, Machar dalam wawancaranya dengan surat kabar The Guardian menyatakan kalau Kiir sudah gagal memimpin Sudsel & ia berencana menantang Kiir dalam pilpres pada tahun 2015 mendatang. Kiir lantas meresponnya dengan cara mencopot Machar dari jabatan wakil presiden pada tanggal 23 Juli.

Kiir pada bulan-bulan berikutnya juga melakukan pemecatan massal kepada para pejabat Sudsel & menggantinya dengan orang-orang yang memiliki kedekatan dengan dirinya. Puncaknya adalah ketika pada tanggal 15 Desember, Kiir memerintahkan para pengawal presiden yang tidak berasal dari etnis Dinka untuk dilucuti senjatanya. Alih-alih menurut, para pengawal presiden tadi menolak karena merasa menjadi korban diskriminasi sehingga timbullah baku tembak yang sempat menjalar hingga ke luar Juba.

Sehari kemudian, aparat Sudsel melakukan penangkapan kepada tokoh-tokoh senior partai SPLM di ibukota Juba. Selain mereka, orang-orang etnis Nuer yang berasal dari beragam profesi juga turut menjadi sasaran penangkapan massal & pembunuhan. Machar rencananya juga hendak ditangkap atas tuduhan melakukan percobaan kudeta, namun ia berhasil menghindar berkat pertolongan pengawalnya & kemudian melarikan diri ke kota Bor yang terletak di sebelah utara Juba. Peristiwa ini kerap dianggap sebagai titik awal dimulainya Perang Sipil Sudsel kendati konflik domestik berskala lebih kecil sudah berlangsung lebih dulu.



KUBU PRO PEMERINTAH

Sudan People's Liberation Army

(Sumber)
Terjemahan : Tentara Pembebasan Rakyat Sudan
Nama lain : SPLA, SPLM
Tahun berdiri : 1983
Ideologi : nasionalisme Sudsel, fanatisme Dinka(?)

Angkatan bersenjata resmi negara Sudsel, sekaligus sayap militer dari partai Sudan People's Liberation Movement (SPLM). SPLA awalnya merupakan kelompok pemberontak yang dibentuk pada tahun 1983 sebagai respon atas meletusnya kembali perang sipil Sudan usai batalnya perjanjian damai di tahun 1972. Ketika Sudsel merdeka di tahun 2011, SPLA pun beralih menjadi militer resmi negara muda tersebut. Sejak perang sipil meletus di Sudsel pada akhir tahun 2013, komposisi SPLA menjadi didominasi oleh etnis Dinka. Etnis yang juga merupakan etnis asal presiden Sudsel, Salva Kiir.


Uganda People's Defence Force

(Sumber)
Terjemahan : Tentara Pelindung Rakyat Uganda
Nama lain : UPDF
Tahun berdiri : 1981
Ideologi : nasionalisme Uganda

Angkatan bersenjata resmi negara Uganda, negara tetangga Sudsel di sebelah selatan. Pemerintah Uganda yang dipimpin oleh Yoweri Museveni memang sudah sejak lama mendukung perjuangan SPLA ketika Sudsel masih tergabung dalam wilayah Sudan. UPDF mulai melibatkan dalam perang sipil Sudsel setelah Kiir secara pribadi meminta bantuan militer kepada Uganda. Selain mengirimkan pasukan darat, UPDF juga turut mengerahkan pesawat tempurnya untuk membombardir sejumlah target yang sedang dikuasai oleh kubu pemberontak. Uganda baru menarik mundur seluruh pasukannya dari Sudsel pada bulan November 2015 sebagai bagian dari perjanjian damai antara faksi pendukung Salva Kiir & Riek Machar.



KUBU NETRAL

United Nation Mission in South Sudan

(Sumber)
Terjemahan : Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan Selatan
Nama lain : UNMISS
Tahun berdiri : 2011
Ideologi : -

Pasukan perdamaian yang diterjunkan oleh PBB di Sudsel. Awalnya UNMISS diterjunkan untuk membantu menjaga keamanan Sudsel sambil membimbing aparat negara setempat supaya mereka bisa mandiri begitu pasukan UNMISS ditarik mundur. Namun perpecahan yang terjadi di pemerintahan Sudsel membuat fungsi mereka bergeser menjadi pelindung warga sipil di kamp-kamp pengungsian & penengah antara pihak-pihak yang bertikai. Jumlah prajurit UNMISS mencapai lebih dari 17 ribu personil di mana komposisi mereka berasal dari banyak negara.



KUBU ANTI PEMERINTAH

Sudan People's Liberation Movement - In Opposition

(Sumber)
Terjemahan : Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan - Dalam
                    Perlawanan
Nama lain : SPLM-IO, SPLA-IO
Tahun berdiri : 2013
Ideologi : fanatisme Lou Nuer

Kelompok pemberontak pimpinan Riek Machar yang anggotanya terdiri dari para anggota SPLA & SPLM yang menentang kepemimpinan Salva Kiir. Keanggotaan SPLM-IO didominasi oleh etnis Nuer yang juga merupakan etnis asal dari Riek Machar. Sejak bulan Agustus 2015, SPLM & SPLM-IO sepakat untuk melakukan gencatan senjata sehingga Machar bisa kembali menjadi wakil presiden setahun sesudahnya. Namun adanya perbedaan pendapat mengenai sistem administrasi Sudsel & pembagian jatah di pemerintahan memunculkan kekhawatiran kalau konfllik antara keduanya bakal kembali meletus sewaktu-waktu.


South Sudan Liberation Army

(Sumber)
Terjemahan : Tentara Pembebasan Sudan Selatan
Nama lain : SSLA, SSLM
Tahun aktif : 2011 - 2013
Ideologi : fanatisme Bul Nuer

Kelompok pemberontak yang pertama kali terbentuk di tahun yang sama dengan merdekanya Sudsel. SSLA dibentuk oleh Peter Gadet & para pengikutnya karena mereka tidak puas dengan terlalu dominannya etnis Dinka di SPLM. Seperti halnya White Army, keanggotaan SSLA juga didominasi oleh etnis Nuer. Bedanya adalah jika etnis Nuer yang mengisi keanggotaan White Army umumnya adalah etnis Lou Nuer yang berasal dari negara bagian Jonglei di Sudsel timur, maka keanggotaan SSLA mayoritasnya berasal dari etnis Bul Nuer yang mendiami negara bagian Unity, Sudsel utara. SSLA memiliki sayap politiknya sendiri yang bernama South Sudan Liberation Movement (SSLM). Sejak akhir tahun 2012, aktivitas SSLA jauh berkurang setelah tokoh-tokoh kuncinya - termasuk Gadet - meletakkan senjata atau ditangkap militer Sudsel.


White Army

(Sumber)
Terjemahan : Tentara Putih
Nama lain : -
Tahun berdiri : 1992
Ideologi : fanatisme Lou Nuer

Kelompok bersenjata hasil pecahan SPLA di tahun 90-an yang awalnya dibentuk untuk melindungi hewan-hewan ternak milik komunitas Lou Nuer. Nama "White" (putih) pada kelompok ini merujuk pada kebiasaan etnis Nuer untuk melumuri kulitnya memakai debu supaya aman dari gigitan serangga. Ketika pertama kali didirikan, kelompok ini dipimpin oleh Riek Machar. Namun usai dicapainya perjanjian damai antara pemerintah Sudan & SPLA, Machar bergabung ke dalam keanggotaan SPLA & kelompok ini sempat menghilang. Namun ketika hubungan antara etnis Nuer & Dinka memburuk di akhir tahun 2013, Machar kembali menghidupkan White Army di mana keanggotaannya kali ini terdiri dari para pemuda etnis Nuer di kota Bor & sekitarnya.


South Sudan Democratic Movement - Cobra

(Sumber)
Terjemahan : Gerakan Demokratis Sudan Selatan - Kobra
Nama lain : SSDM-C, SSDA-C, Cobra faction
Tahun berdiri : 2010
Ideologi : fanatisme Murle

Kelompok bersenjata yang komposisi keanggotaannya didominasi oleh etnis minoritas Murle. SSDM/A pertama kali melakukan perlawanan bersenjata pada tahun 2010 di bawah pimpinan David Yau Yau. Setahun kemudian, pemberontakan berakhir setelah Yau Yau menyerahkan diri & diterima menjadi personil baru SPLA. Namun di tahun 2012, Yau Yau yang mendapat bantuan persenjataan dari Sudan kembali melakukan pemberontakan. Sejak periode ini pula, Yau Yau memodifikasi nama kelompoknya dengan tambahan nama "Cobra" untuk membedakan kelompok ini dari kelompok SSDM yang pertama kali terbentuk.

Tahun 2014, SSDM-C terlibat gencatan senjata dengan militer Sudsel setelah pemerintah Sudsel bersedia mendirikan daerah otonomi khusus bernama Pibor Raya untuk etnis Murle. Namun pada bulan September 2016, ribuan bekas anggota SSDM-C yang dipimpin oleh Khalid Botrous memutuskan untuk kembali melakukan pemberontakan karena janji pemerintah Sudsel untuk merekrut mereka menjadi tentara baru Sudsel tidak kunjung dipenuhi.


Arrow Boys

(Sumber)
Terjemahan : Pemuda Panah
Nama lain : South Sudan People's Patriotic Front, SSPPF
Tahun berdiri : dekade 1990-an
Ideologi : fanatisme Azande

Gabungan dari kelompok-kelompok milisi kecil yang awalnya dibentuk untuk melindungi kampung-kampung warga Ekuatoria Barat dari sasaran penyerangan LRA, kelompok bersenjata yang aslinya berasal dari Uganda. Arrow Boys memperoleh nama demikian karena para anggotanya menggunakan panah beracun untuk memerangi LRA. Pasca mundurnya LRA dari Sudsel, para personil Arrow Boys beramai-ramai kembali ke keluarganya. Namun menyusul terjadinya konflik antara para penggembala Dinka dengan warga lokal, tokoh-tokoh Arrow Boys seperti Wesley Welebe & Alfred Faluyo menjalin persekutuan dengan SPLM-IO sejak akhir tahun 2015, sambil mengadopsi nama baru SSPPF untuk kelompoknya.


Tiger Faction New Forces

(Sumber)
Terjemahan : Pasukan Baru Faksi Harimau
Nama lain : TFNF, Tiger
Tahun berdiri : 2015
Ideologi : fanatisme Shilluk

Kelompok bersenjata yang terbentuk hanya 2 bulan sesudah dicapainya perjanjian damai antara pemerintah Sudsel (SPLA/M) dengan faksi pemberontak utama (SPLA/M-IO). TFNF terbentuk sebagai wujud penolakan atas kebijakan pemerintah Sudsel untuk memekarkan paksa negara-negara bagian Sudsel, salah satunya Nil Atas. Menurut tuduhan pendiri TFNF, pemekaran tersebut dilakukan supaya sebagian daerah hasil pemekarannya bisa ditempati oleh anggota etnis Dinka. TFNF didirikan oleh Yoanes Okij & hampir seluruh anggotanya berasal dari etnis Shilluk yang populasinya terkonsentrasi di Nil Atas, Sudsel timur laut.


South Sudan Federal Democratic Party

Peta lokasi Ekuatoria Timur. (Sumber)
Terjemahan : Partai Demokratik Federal Sudan Selatan
Nama lain : SSFDP, South Sudan Armed Forces, SSAF
Tahun berdiri : 2015
Ideologi : fanatisme Latuka / Otuho

Kelompok bersenjata yang keanggotaannya didominasi oleh etnis Latuka / Otuho yang populasinya terkonsentrasi di daerah Ekuatoria Timur, Sudsel tenggara. Menurut pernyataan Anthony Ongwaja selaku pendiri merangkap pemimpin kelompok ini, SSFDP dibentuk untuk mengupayakan berubahnya Sudsel menjadi negara dengan sistem pemerintahan federal.

Ketika merdeka, pemerintah Sudsel sempat mempertimbangkan untuk mengubah nama angkatan bersenjata utamanya (SPLA) menjadi SSAF. Namun munculnya konflik di pemerintahan & adanya kesulitan untuk melebur seluruh kelompok bersenjata Sudsel ke dalam militer negara membuat rencana penggantian nama tersebut tidak terwujud hingga sekarang. SSFDP pun lantas mencatut nama SSAF untuk menyebut sayap militer yang dimiliki kelompoknya.


Islamic Movement for Liberation of Raja

Peta kota-kota di Sudan Selatan,
termasuk Raga & Wau. (Sumber)
Terjemahan : Gerakan Islam untuk Pembebasan Raja
Nama lain : IMLR
Tahun berdiri : 2016
Ideologi : Islam

Kelompok pemberontak paling baru yang muncul di Sudsel. Nama "Raja" (ditulis juga sebagai "Raga") pada kelompok ini berasal dari nama kota bernama sama di Sudsel barat laut. IMLR pertama kali muncul ke permukaan ketika mereka terlibat baku tembak dengan polisi Sudsel di kota Wau, Sudsel tengah, pada akhir bulan Juni 2016. Menurut pemerintah Sudsel, IMLR dipimpin oleh bekas menteri Sudsel yang bernama Ali Tamim Fartak. Pemerintah Sudsel juga menuduh kalau Ali mencoba membawa konflik di Sudsel menjadi konflik antar agama.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

AllAfrica.com - Uganda : Last UPDF Battalion Leaves South Sudan
BBC News - South Sudan : What is the fighting about?
BBC News - South Sudan President Salva Kiir signs peace deal
GlobalSecurity.org - South Sudan - Tribal Warfare 2013-201?
GlobalSecurity.org - South Sudan Civil War
GlobalSecurity.org - White Army
Gurtong - Government Says New Islamic Rebellion Has....
NPR - Sudan's 'Arrow Boys' Challenge Militants
Reuters - U.N. official says at least 50,000 dead in South Sudan war
Small Arms Survey Sudan - SSDM/A-Cobra faction
Small Arms Survey Sudan - SSLM/A
Sudan Tribune - Cobra faction of ethnic Murle defects from....
Sudan Tribune - New rebel group formed in South Sudan....
Sudan Tribune - S. Sudan’s Otuho rebels unveil objectives....
United Nations - UNMISS Facts and Figures
HSBA. 2016. "Conflict in Western Equatoria". (file PDF)
HSBA. 2016. "Timeline of Recent Intra-Southern Conflict". (file PDF)
Young, J.. 2007. "The White Army : An Introduction and Overview". (file PDF)
Collins, R. C.. 2008. "Sudan, history of the". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.


 

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:

  1. wow situs ini sangat lengkap akan artikel sejarahnya. Diulas dengan sangat mendalam,Jelas, dan padat. saya sangat suka membaca artikel di situs re-tawon.com. Terima Kasih atas Ilmu Pengetahuannya

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.