FAUNA       SEJARAH       HIBURAN

Elang Botak, Burung Perkasa Lambang Negara Amerika




Elang botak yang baru saja menangkap ikan. (Sumber)

Elang botak (bald eagle; Haliaeetus leucocephalus) adalah sebutan untuk burung pemangsa yang hanya ditemukan di Amerika Utara. Tidak seperti namanya, burung ini sama sekali tidak botak karena kepalanya diselubungi oleh bulu lebat yang berwarna putih. Nama "botak" (bald) sendiri diberikan karena di masa silam, kata "bald" dalam bahasa Inggris juga bisa digunakan untuk mendeskripsikan kepala yang berwarna putih. Gambar elang botak yang tengah memegang anak panah & tangkai zaitun juga dapat dijumpai dalam lambang negara AS.

Elang botak tidak hanya memiliki bulu putih di bagian kepalanya. Bulu berwarna putih juga dapat dijumpai di bagian ekornya yang berbentuk menyerupai kipas setengah terbuka. Paruh & kakinya berwarna kuning, sementara bagian tubuhnya yang lain diselubungi oleh bulu berwarna cokelat gelap. Namun dalam kasus yang jarang, elang botak juga memiliki bercak-bercak berwarna putih di sekujur bulu tubuhnya. Fenomena tersebut disebabkan oleh mutasi yang dikenal dengan istilah "leukisme" (leucism).

Selain komposisi warnanya yang khas, burung ini juga mudah dikenali dengan melihat ukurannya yang besar. Panjang tubuhnya mencapai 96 cm, sementara panjang rentang sayapnya mencapai 2 m. Ukurannya tersebut sekaligus menjadikan elang botak sebagai salah satu spesies burung pemangsa terbesar di Amerika Utara. Elang botak betina memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dibandingkan pejantan. Persebaran elang botak membentang mulai dari negara bagian Alaska hingga wilayah Meksiko bagian utara.

Perbandingan ukuran manusia &
elang botak. (Sumber)
Seperti spesies burung elang lainnya, elang botak adalah hewan predator yang aktif pada siang hari & memiliki indra penglihatan yang tajam. Di habitat liarnya, elang botak berperan sebagai predator puncak dalam piramida makanan. Elang botak sendiri pada dasarnya bisa mengkonsumsi segala macam hewan kecil yang masih hidup & hewan besar yang sudah mati. Namun dari sekian banyak mangsa yang tersedia di sekitarnya, elang botak menjadikan ikan sebagai makanan utamanya. Jika makanan sedang langka, elang botak bisa berpuasa selama berhari-hari.

Ketika hendak berburu, elang botak akan bertengger di puncak pohon supaya bisa mendapatkan jarak pandang sejauh mungkin. Begitu sudah menemukan lokasi mangsanya, elang botak kemudian akan melompat dari tempatnya bertengger & terbang secepat mungkin ke arah mangsanya. Elang botak kemudian akan menyergap mangsanya & kemudian membawanya ke udara sambil membunuhnya memakai cakarnya yang tajam. Jika makanan yang didapat oleh elang botak tidak bisa habis sekali makan, burung ini akan menggantungkan bangkai mangsanya di atas pohon supaya bisa dimakan lagi di lain waktu.



GEMAR MENCURI SANTAPAN HEWAN LAIN

Elang botak bukan hanya bisa berburu dengan cara menemukan mangsanya sendiri. Hewan perkasa ini juga mau mencuri makanan dari burung pemangsa lain yang ukurannya lebih kecil. Normalnya taktik ini hanya dilakukan oleh elang botak yang sudah berusia tua & berukuran besar. Tidak jarang elang botak juga mencuri makanan dari hewan selain burung & bahkan manusia. Reputasinya sebagai hewan pencuri & "penindas" burung kecil sampai membuat Benjamin Franklin - tokoh perintis kemerdekaan AS - merasa keberatan ketika elang botak diusulkan menjadi lambang negara AS.

Sepasang bayi elang botak. (Sumber)
Elang botak adalah hewan monogami yang berarti sekali memiliki pasangan kawin, burung ini akan tetap setia dengan pasangannya hingga ajal menjemput salah satu di antara mereka. Ketika musim kawin tiba, pasangan elang botak akan melakukan manuver terbang yang spektakuler di udara seperti berputar-putar & kemudian menukik tajam ke arah tanah. Sarang elang botak dibangun di atas pohon & pengerjaannya dilakukan bersama-sama oleh jantan & betina. Sarang yang dibangun oleh elang botak bisa berukuran sangat besar. Sarang elang botak yang ditemukan Florida dilaporkan berusia 30 tahun & berbobot 2 ton saat jatuh dari pohonnya.

Telur yang dihasilkan induk elang botak berjumlah antara 1 - 3 butir & perlu dierami selama 35 hari supaya bisa menetas. Bayi elang botak yang baru menetas bulunya masih kasar & berwarna gelap. Selama 2 minggu pertamanya, induk betina bertugas menjaga bayi elang botak di sarangnya, sementara pejantan bertugas mencari makan. Elang botak muda akan belajar terbang pada usia 8 minggu & mulai hidup mandiri pada usia sekitar 5 bulan. Lalu pada usia 5 tahun, elang botak akan mengalami kematangan seksual. Di alam liar, elang botak memiliki rentang hidup rata-rata 18 tahun. Sementara di dalam tangkapan, harapan hidup burung ini meningkat menjadi 40 tahun lebih.

Elang botak dewasa tidak memiliki musuh alamiah di alam liar, namun telur & bayi elang rentan dimakan oleh hewan-hewan karnivora yang oportunis seperti gagak, rubah, wolverine, & lynx (sejenis kucing besar). Pada pertengahan abad ke-20, populasi burung ini sempat mengalami penurunan tajam karena penggunaan pestisida DDT menyebabkan telur elang botak tidak bisa menetas secara normal. Untungnya setelah penggunaan DDT dilarang di tahun 1972, populasi burung ini secara berangsur-angsur kembali meningkat. Sebelumnya di tahun 1940, pemerintah AS juga melarang perburuan elang botak.
Elang botak seperti yang terlihat dalam
lambang negara AS. (Sumber)

Sebelum digunakan dalam lambang negara AS, penduduk Amerika Utara sudah lama menaruh kekaguman tersendiri akan burung ini. Bulu elang botak digunakan oleh suku-suku Indian untuk membuat ikat kepala & kipas. Sementara cakar & tulangnya digunakan sebagai perkakas dalam ritual keagamaan. Supaya penduduk Indian AS yang masih tersisa bisa tetap menjalankan ritualnya dengan memakai bagian-bagian tubuh elang botak, pemerintah AS memberikan dispensasi kepada komunitas Indian melalui salah satu undang-undangnya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Accipitriformes
Famili : Accipitridae
Genus : Haliaeetus
Spesies : Haliaeetus leucocephalus



REFERENSI

American Bald Eagle Information
Animal Diversity Web - Haliaeetus leucocephalus : Information
Cornell Lab of Ornithology - Bald Eagle
Killsback, L.. 2013. "Crowns of Honor Sacred ... of the Great Plains". (file PDF)


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.