FAUNA       SEJARAH       HIBURAN

Kpinga, Bumerang Logam dari Afrika Tengah




(Sumber)

Kpinga (baca : ke-ping-ga, dengan pengucapan huruf 'e' seperti dalam kata 'elang') adalah senjata belati khas etnis Azande / Zande. Etnis yang sekarang mayoritas populasinya berada di Sudan Selatan, namun sebagian kecilnya juga dapat ditemukan di Repubik Afrika Tengah & RD Kongo. Kpinga memiliki bentuk yang bervariasi, namun semua kpinga memiliki ciri khas berupa adanya 3 bilah mata pisau yang mencuat ke arah yang berbeda-beda. Kpinga umumnya memiliki panjang lebih dari 50 cm.

Desain kpinga yang unik tidak lepas dari perannya sebagai senjata lempar layaknya bumerang atau kapak tomahawk. Ketika pengguna kpinga hendak menggunakan senjatanya, ia bakal memegang gagang bawah kpinga yang ditutupi kain & kemudian mengayunkannya ke depan. Bentuk kpinga yang aerodinamis membuat senjata tersebut bisa meluncur dengan luwes & mengenai targetnya secara akurat. Selain untuk digunakan sebagai senjata lempar, kpinga juga bisa digunakan sebagai senjata jarak dekat layaknya kapak.

Koleksi senjata logam suku Azande,
termasuk kpinga. (Sumber)
Di tangan yang terampil, kpinga bisa menebas anggota badan musuhnya hanya dalam sekali lempar. Bahkan kalaupun prajurit lawan bisa menangkis terjangan kpinga memakai tamengnya, kpinga tersebut bisa terpantul & mengenai prajurit musuh yang lain. Tidak jarang kpinga melayang sambil membelok usai dilemparkan sehingga upaya prajurit musuh untuk menangkis kpinga menjadi kian sulit. Kalaupun bagian kpinga yang kebetulan mengenai targetnya adalah bagian yang tumpul, kpinga tetap bisa menimbulkan cedera serius akibat daya tumbuk tambahan yang dimilikinya saat melayang dengan cepat.

Karena kpinga dibuat dari baja yang memerlukan teknik khusus dalam pembuatannya, kpinga oleh etnis Azande dianggap sebagai senjata elit yang menyimbolkan keperkasaan penggunanya. Dengan kata lain, tidak sembarang prajurit diperbolehkan menggunakan senjata ini. Prajurit dari golongan rendah & non-reguler lebih sering dibekali dengan lembing atau panah sebagai senjata jarak jauh.

Kpinga juga tidak diperbolehkan untuk disimpan oleh sembarang orang. Hanya raja, anggota klan Avoranga, & pria-pria terpilih yang memiliki hak untuk menyimpan kpinga di kediamannya. Raja juga memiliki gudang khusus untuk menyimpan kpinga, di mana stok kpinga tersebut baru akan diberikan kepada prajurit reguler Azande ketika mereka hendak dikirim ke dalam kampanye militer yang penting & spesifik.

Seorang prajurit Azande biasanya membawa 4 buah kpinga yang disimpan di balik tameng kayunya yang berbentuk lonjong. Bahkan ketika sudah berada di medan tempur, ada aturan & etika khusus yang mengatur penggunaan kpinga. Ketika hendak menggunakan kpinga yang dibawanya, sang prajurit diharuskan memberi tahu rekan-rekannya yang lain kalau dia berencana menggunakan senjata tersebut. Tujuannya untuk mencegah timbulnya pola pikir dari prajurit yang lain kalau sang pengguna kpinga membuang-buang senjata berharganya secara percuma.

Ilustrasi prajurit Azande yang sedang
memegang kpinga. (Sumber)
Kpinga digunakan bersama dengan senjata lainnya seperti makrigga (sejenis tombak bermata logam) & makraka (sejenis pedang menyerupai celurit). Taktik menyergap usai mengendap-endap di kerimbunan hutan & rerumputan menjadi taktik favorit pasukan Azande. Ketika menyerang suatu desa, pasukan Azande akan membantai habis warga lelaki dewasanya & kemudian membawa pulang wanita & anak-anaknya untuk dijadikan budak. Mereka juga menjarah harta benda yang ada di desa tersebut sebelum kemudian membakar habis gubuk-gubuknya.

Pertempuran yang dijalani oleh pasukan tradisional Azande hampir tidak pernah berlangsung dalam skala besar. Ketika salah satu kubu sudah kehilangan 5 - 6 prajuritnya, biasanya kubu yang bersangkutan akan menyerah & mundur dengan sendirinya. Kpinga digunakan sebagai senjata jarak jauh hingga abad ke-20 sebelum digantikan secara berangsur-angsur oleh senjata api. Di masa modern, kpinga lebih banyak digunakan sebagai benda untuk menghormati leluhur, mas kawin dari mempelai pria kepada pasangannya, atau untuk dikubur dalam upacara pemakaman orang penting.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

ERTribal - Throwing knife, kpinga basa
Pitt-Rivers Museum - Kpinga (1915.45.1)
Weapons and Warfare - Azande Warfare
(Film Dokumenter). 2010. "Deadliest Warriors" (ep. 5 mus. 2). MorningStar Ent..


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.