FAUNA       SEJARAH       HIBURAN

Peacock, Gadis Pecinta Ledakan & Aksi Baku Hantam




Peacock saat menghunuskan pistol belatinya.

"Skullgirls" adalah nama dari game bergenre pertarungan 2 dimensi yang dirilis untuk konsol komputer pada tahun 2013 lalu. Jika dibandingkan game-game pertarungan lainnya semisal seri game "Mortal Kombat" atau "Street Fighter", Skullgirls jelas kalah terkenal karena game ini baru terdiri dari 1 judul & hanya dikembangkan oleh studio game indie. Namun kurang terkenal tidak lantas menjadikan game ini tidak menarik sama sekali. Dalam pembahasan kali ini, pihak Republik ingin membahas salah satu karakternya yang bernama Peacock.

Peacock adalah karakter gadis setengah robot dari game Skullgirls yang ditampilkan mengenakan gaun & topi tinggi. Desain Peacock yang terkesan ketinggalan zaman sedikit banyak terinspirasi dari beragam karya hiburan & produk budaya pop yang dibuat sebelum tahun 2000-an. Di dalam gamenya sendiri, Peacock diperlihatkan sebagai sosok yang bersedia menggunakan segala macam cara & segala macam barang untuk mengalahkan lawannya. Gaya bertarungnya yang begitu unik tersebut sekaligus menjadikan Peacock sebagai salah satu karakter game pertarungan paling menarik & kreatif yang pernah ada.



SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)

Peacock (kanan) saat muncul
dalam game "SkullgirlS".
Bicara soal sejarah Peacock, maka berarti kita harus membahas sejarah pembuatan game Skullgirls itu sendiri. Game Skullgirls secara resmi memang baru dirilis pada tahun 2012. Namun ide pembuatan mengenai game ini sudah muncul sejak hampir 1 dekade sebelumnya. Tepatnya saat Alex Ahad masih duduk di bangku SMA. Ketika ia memasuki bangku kuliah, Alex bertemu dengan programmer Ryan Tharp. Dengan bantuan Ryan, gambar-gambar konsep yang dibuat oleh Alex semasa SMA dikonversi ke media game.

Game Skullgirls versi mentah dirilis ke publik untuk keperluan uji coba pada tahun 2005. Game ini menggunakan judul "SkullgirlS" & hanya menampilkan 2 karakter yang bisa dimainkan, di mana Peacock adalah salah satu karakter tersebut. Desain visual Peacock dalam game ini secara umum serupa dengan Peacock yang muncul dalam versi final gamenya. Namun dari segi cerita, ia awalnya didesain sebagai karakter dengan mantera sihir yang tercetak pada tulang sebagai sumber kekuatannya. Ia juga sempat direncanakan memiliki penampilan menyerupai orang-orangan sawah (lihat gambar).

Karena aspek-aspek teknis dalam game SkullgirlS dianggap kurang memuaskan, pengembangan game ini dihentikan pada tahun 2009 & Alex memutuskan untuk membangun gamenya dari awal sambil tetap menyertakan konsep-konsep awal semisal desain karakter pada game "baru" tersebut. Tahun 2010, Alex & rekan-rekan barunya mendirikan studio game Reverge Labs / Lab Zero Games di Los Angeles, AS. Mereka juga meneken kontrak dengan perusahaan Marvelous & Autumun Games supaya kedua perusahaan tadi bisa membantu pemasaran game Skullgirls ketika sudah selesai dibuat.

Alex Ahad, pencipta karakter
Peacock. (Sumber)
Tahun 2012, game Skullgirls akhirnya resmi dirilis untuk konsol PlayStation 3 & Xbox 360. Setahun kemudian, game tersebut dirilis untuk media komputer. Baik kritikus maupun konsumen memberikan kesan yang umumnya positif terhadap game ini. Pujian umumnya diberikan kepada aspek visualnya yang menarik & penyajian gamenya yang seru namun bersahabat bagi pemula. Namun game ini juga dikritik akibat jumlah karakternya yang terlalu sedikit & unsur erotisme yang berlebihan pada desain mayoritas karakternya.

Lab Zero Games sadar kalau game yang mereka rilis masih jauh dari kata sempurna. Namun keterbatasan dana menyebabkan mereka tidak bisa melakukan perbaikan begitu saja. Untuk mengakalinya, Lab Zero Games pun meluncurkan kampanye penggalangan dana di situs Indiegogo. Kampanye tersebut memperoleh tanggapan positif sehingga Lab Zero Games bisa melanjutkan pengembangan game ini. Salah satu hasil dari dilanjutkannya pengembangan game ini adalah dirilisnya karakter Big Band, karakter menyerupai robot raksasa yang diceritakan sebagai sahabat dekat Peacock.



SEJARAH (VERSI FIKSI / GAME)

Patricia Watson adalah nama dari seorang gadis yatim piatu yang berasal dari suatu negeri antah berantah bernama Canopy Kingdom. Ia memiliki seorang sahabat dekat bernama Marie Korbel. Suatu hari, mereka berdua diculik oleh pedagang budak anak buah Mafia Medici. Karena Patricia dianggap terlalu sulit diatur, pedagang budak tersebut lalu membutakan mata Patricia sebelum kemudian memutilasi & membuangnya. Riwayat Patricia nampaknya sudah berakhir pada titik ini. Namun takdir berkata lain karena dirinya ditemukan oleh seorang ilmuwan yang bernama Dr. Avian.

Di laboratorium markasnya yang bernama Lab 8, Dr. Avian & rekan-rekan ilmuwannya menyelamatkan Patricia yang sudah sekarat dengan cara memasangkan perlengkapan robotik bernama Argus pada tubuh Patricia. Sejak itulah, Patricia terlahir kembali dengan nama Peacock & ia menjadi penghuni baru Lab 8. Nama "Peacock" (Merak) dipilih karena saat mengeluarkan serangan laser dari deretan mata yang ada pada lengan mesinnya, Peacock terlihat menyerupai burung merak.

Patricia sebelum menjadi
Peacock. (Sumber)
Tujuan Dr. Avian membangkitkan kembali Patricia sebagai Peacock adalah supaya Peacock bisa diterjunkan untuk mengalahkan Skullgirl, sosok misterius berkekuatan super yang mendapatkan sumber kekuatannya dari sejenis artefak legendaris yang bernama Skull Heart. Ketika Lab 8 mendeteksi kemunculan Skullgirl, Peacock & teman-temannya kemudian dikirim ke lokasi yang dimaksud. Bukannya menemukan Skullgirl, Peacock justru malah terlibat perkelahian dengan sejumlah orang yang kebetulan berseberangan dengannya.

Tak lama berselang, Peacock menerima pesan darurat dari Dr. Avian yang memintanya untuk segera kembali ke Lab 8. Sayang Peacock terlambat karena setibanya di Lab 8, laboratorium tersebut sudah berada dalam kondisi berantakan & dipenuhi oleh tubuh-tubuh yang bersimbah darah. Menjelang tewas, Dr. Avian sempat meninggalkan pesan terakhir kepada Peacock kalau pelaku serangan tersebut adalah Valentine, peneliti yang selama ini bekerja sama dengan Lab 8. Sambil diliputi kemarahan, Peacock pun kemudian mengejar Valentine yang belakangan diketahui aslinya merupakan anak buah Skullgirl.

Peacock juga akhirnya tahu kalau ternyata identitas asli Skullgirl adalah Marie, sahabat lama Patricia / Peacock. Marie terbukti merupakan lawan yang sangat tangguh, namun Peacock pada akhirnya berhasil mengalahkan Marie & menghancurkan Skull Heart. Sebelum menghilang, Marie sempat meminta maaf kepada Peacock sambil berkata kalau alasannya mengaktifkan kekuatan Skull Heart adalah untuk membalas orang-orang yang sudah membuat keduanya menderita. Setelah mengucapkan salam perpisahan kepada Marie, Peacock kemudian pergi ke gedung kediaman Medici untuk menuntaskan misi balas dendamnya.



KARAKTERISTIK

Desain & Sumber Inspirasi

Peacock & partner kecilnya George.
Tidak seperti karakter-karakter fiksi perempuan pada umumnya yang menonjolkan aspek sensualitas atau keimutan, Peacock mengandalkan penampilannya yang merupakan hasil parodi / plesetan dari kartun-kartun klasik yang diproduksi di AS sebagai daya tarik utamanya. Sebagai contoh, jika karakter-karakter lain dalam game "Skullgirls" memiliki bola mata & iris berukuran besar layaknya karakter anime, maka Peacock memiliki mata berwarna hitam polos layaknya tokoh-tokoh kartun macam Snoopy & Mickey Mouse di awal kemunculannya.

Ciri khas lain dari Peacock yang menunjukkan kalau desainnya terinspirasi dari kartun klasik AS adalah Peacock memakai sarung tangan berwarna putih & hanya memiliki 4 buah jari di masing-masing telapak tangannya. Ketika berlari ke depan, gambar melingkar menyerupai pusaran bakal terlihat di bagian bawah tubuhnya. Peacock juga diperlihatkan menggunakan benda-benda yang terkesan komikal seperti palu raksasa, meriam berbentuk vas, hingga karung gandum saat bertarung.

Untuk membuat nuansa berbau kartunnya semakin kentara, Peacock juga mengeluarkan beragam efek suara & dialog yang terinspirasi dari kartun-kartun klasik. Sebagai contoh, ketika hendak melakukan pertarungan melawan karakter Valentine yang berpenampilan menyerupai perawat, Peacock bakal berkata "Hello, nurse" (Halo, suster) yang terinspirasi dari dialog serupa di serial kartun "Animaniacs". Lalu sesudah memenangkan pertarungan, Peacock kadang-kadang berkata "that's all, folks" (itulah semuanya, saudara-saudara). Kalimat yang lazim ditampilkan pada bagian penutup film kartun "Looney Tunes".

Kreator Peacock bukan hanya menjadikan kartun klasik AS sebagai sumber inspirasi karakternya. Sejumlah film, komik, & video game lawas juga menjadi sumber inspirasi dalam proses pembuatan karakter ini. Contoh paling mudah dapat dilihat ketika pengguna Peacock menggunakan semacam jurus untuk memanggil benda-benda dari langit. Kadang-kadang benda yang jatuh adalah TV yang mengeluarkan wanita merangkak (parodi adegan film "The Ring") atau mesin penggilas yang pengemudinya memberikan tinju bertubi-tubi (parodi karakter Dio dari manga & game "JoJo's Bizzare Adventure").


Peacock saat menggunakan jurus Argus Agony yang membuat
dirinya terlihat menyerupai burung merak. (Sumber)

Gaya Permainan

Tahu karakter Dhalsim dari seri game "Street Fighter"? Atau mungkin anda pernah memainkan karakter Megaman & War Machine dari game "Marvel vs. Capcom"? Peacock memiliki gaya permainan yang serupa dengan karakter-karakter tadi. Benar, Peacock adalah karakter bertipe keep-away yang berarti karakter ini sangat ahli dalam menjaga jarak & membunuh lawannya dari jarak jauh. Kemampuan tersebut tidak lepas dari banyaknya serangan bertipe jarak jauh yang dimiliki olehnya. Mulai dari yang bergerak lambat di atas tanah hingga yang meluncur cepat di udara. Ia juga memiliki serangan jarak jauh bertipe vertikal alias yang jatuh menghujam lawannya dari atas.

Adalah hal yang alamiah bagi lawan Peacock untuk mencoba mendekat sesegera mungkin, entah dengan cara berlari atau melayang di udara. Namun begitu banyak & beragamnya proyektil yang dimiliki oleh Peacock membuat lawannya bakal senantiasa kesulitan untuk bisa sampai di hadapan Peacock. Kalaupun musuh pada akhirnya berhasil sampai di hadapannya, Peacock bisa melakukan teleportasi di atas tanah untuk berpindah tempat dengan cepat. Peacock juga memiliki serangan jarak dekat yang bisa melontarkan balik musuhnya sejauh mungkin.

Peacock saat mengarungi &
menginjak-injak musuhnya.
Kendati serangan jarak jauh adalah keahlian utamanya, Peacock bukanlah karakter yang tidak berdaya dalam pertarungan jarak dekat. Ia bisa merenggut & memberikan pukulan bertubi-tubi yang menyakitkan kepada lawan yang lengah. Peacock juga bisa melontarkan lawannya ke atas untuk menghajarnya lebih lanjut di udara. Seorang pengguna Peacock yang sudah terampil juga bisa melakukan teleportasi secara tiba-tiba ke belakang lawan & kemudian menyerangnya sebelum lawannya tersebut sempat bereaksi.

Walaupun sepintas terlihat kuat, Peacock bukanlah karakter tanpa kelemahan. Serangan-serangan jarak jauhnya memiliki jeda waktu usai dilepaskan sehingga jika proyektilnya meleset & lawannya berhasil tiba di hadapannya, Peacock bakal menjadi sasaran empuk. Peacock juga lemah dalam pertarungan di udara karena ia hampir tidak memiliki serangan jarak jauh ketika sedang melompat. Lalu ketika sedang berada di atas tanah & harus meladeni musuh yang datang dari atas, opsi serangan jarak jauh yang dimiliki oleh Peacock lebih terbatas & memiliki peluang lebih besar untuk meleset.


Penampilan & Kepribadian

Peacock secara umum memiliki kepribadian yang periang, kekanak-kanakan, & mudah marah. Sifat tersebut tidak lepas dari fakta bahwa Patricia masih berusia remaja ketika diubah menjadi Peacock. Ia juga memiliki hobi menonton film-film kartun klasik yang banyak menampilkan adegan kekerasan, sehingga bisa jadi tontonannya tersebut turut berdampak pada sifatnya. Namun lepas dari sifat-sifat tersebut, Peacock juga memiliki rasa setia kawan yang tinggi & tidak segan-segan membahayakan dirinya sendiri untuk membalas orang-orang yang sudah menyakiti para sahabatnya.

Avery yang menyembul dari dalam
topi Peacock. (Sumber)
Karena Peacock sudah kehilangan tangan & kakinya, ia pun menggunakan tangan & kaki buatan yang kuat namun lentur seperti per. Ia juga sebenarnya sudah tidak memiliki mata & apa yang terlihat sebagai mata di wajahnya aslinya hanyalah sepasang rongga mata yang kosong. Untuk keperluan penglihatan, Peacock mengandalkan deretan mata buatan yang terletak di sepanjang lengannya. Selain untuk melihat, deretan mata tersebut juga bisa mengubah bentuknya menjadi tajam layaknya belati & menembakkan sinar perusak.

Peacock bisa digambarkan sebagai alutsista berjalan karena di dalam tubuh setengah mesinnya tersebut, tersimpan beragam persenjataan berbahaya yang sulit diterima akal sehat. Mulai dari bom, revolver raksasa, sepatu roket, hingga gergaji mesin. Bahkan benda-benda yang terkesan tidak berbahaya semisal bola bowling & kaca pembesar menjadi berbahaya saat berada di tangannya. Peacock juga dilengkapi dengan teknologi lubang teleportasi untuk membantunya berpindah tempat & memanggil benda-benda yang bisa melukai musuhnya. Karena Peacock memiliki kebiasaan menjadikan pertarungan sebagai ajang untuk bersenang-senang, caranya bertarung terlihat brutal sekaligus mengundang tawa.

Peacock senantiasa terlihat mengenakan gaun & topi tinggi. Topi tersebut bukanlah topi biasa karena di dalam topi yang sama, terdapat sahabat kecilnya yang bernama Avery. Avery memiliki penampilan menyerupai burung gagak & ia kerap mengeluarkan beragam senjata semisal pisau untuk membantu Peacock dalam pertarungan. Selain Avery, Peacock juga dibantu oleh rekan-rekannya lain seperti George (robot-robotan bom kecil), Lenny (robot bom raksasa), Andy (makhluk humanoid berbentuk landasan pandai besi), & Tommy (makhluk pendek berbentuk balok trapesium logam).  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Metacritic - Read User Reviews and Submit....
Metacritic - Skullgirls Critic Reviews for PC
Shoryuken Wiki - Peacock
Skullgirls Wiki - Peacock/Quotes
Skullgirls Wiki - SkullgirlS
Wikipedia - Skullgirls
(Video Game) 2013. "Skullgirls". Lab Zero Games.


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.