SEJARAH      FAUNA       HIBURAN

Sejarah Berdirinya Kanada, Negara Terbesar di Amerika




Bendera Kanada. (Sumber)

Jika kita membuka peta dunia & melihat peta Benua Amerika, kita akan mendapati Kanada sebagai negara terbesar di benua tersebut. Begitu besarnya luas wilayah Kanada lantas menjadikan negara ini sebagai negara dengan wilayah terluas ke-2 di dunia sesudah Rusia. Wilayah Kanada yang pada dasarnya memang luas & wilayah utaranya yang dipenuhi oleh pulau-pulau besar juga menjadikan negara berbendera daun maple ini sebagai salah satu negara pemilik garis pantai terpanjang di dunia

Kanada juga menjadi negara persemakmuran terbesar di dunia karena negara ini masih mengakui raja / ratu Inggris sebagai kepala negaranya.  Status politik unik yang dimiliki oleh Kanada tersebut tidak lepas dari fakta bahwa Kanada dulunya dikuasai oleh Inggris. Selain Inggris, Perancis dulunya juga pernah memiliki daerah kekuasaan di Kanada. Jika kita mundur lebih jauh lagi, kita bahkan bakal menemukan fakta kalau wilayah cikal bakal Kanada ternyata dulunya juga pernah dijamah oleh bangsa Viking.

Patung Leif Erikson di
Chicago, AS. (Sumber)
Berbeda dengan anggapan awam, orang Eropa pertama yang sampai di Benua Amerika bukanlah Christopher Columbus. Melainkan rombongan pelaut Viking pimpinan Leif Erikson yang diperkirakan sudah tiba di wilayah cikal bakal Kanada pada abad ke-11. Sesudah itu, rombongan pelaut Viking lainnya berduyun-duyun melakukan pelayaran ke Amerika Utara & sempat mendirikan pemukiman di sana. Namun karena tujuan mereka bermukim di Amerika Utara hanya sebatas untuk berdagang, hanya sedikit penduduk Viking yang menetap di sana. Pemukiman yang mereka dirikan sendiri nantinya terbengkalai seiring berjalannya waktu.

Tahun 1496, pelaut John Cabot diberi perintah oleh raja Inggris Henry VII untuk berlayar mencari daratan yang masih belum terjamah. Ia pun memulai pelayarannya ke arah barat setahun kemudian & berhasil menginjakkan kakinya di daratan Amerika. Cabot lantas mengklaim daratan yang baru dijamahnya tersebut sebagai wilayah milik Kerajaan Inggris. Namun seperti halnya Columbus yang mengira kalau ia sudah mencapai India, Cabot awalnya mengira kalau wilayah yang didaratinya ini adalah Benua Asia.



DIPEREBUTKAN INGGRIS & PERANCIS

Inggris bukanlah satu-satunya negara Eropa yang berminat mencari koloni baru di daratan yang masih asing. Tahun 1534, Jacques Cartier berlayar ke Teluk St. Lawrence & mengklaim daratan di sekitarnya sebagai wilayah milik Perancis. Sadar kalau daratan yang terbentang di sebelah barat adalah daratan yang sama sekali baru, rombongan pelaut Inggris yang dipimpin oleh Sir Humphrey Gilbert lantas berlayar ke arah barat untuk mendirikan pemukiman permanen di Amerika Utara. Rencana Gilbert untuk mendirikan pemukiman permanen berakhir dengan kegagalan. Namun ia berhasil mengklaim Newfoundland sebagai wilayah milik Inggris pada tahun 1583.

Adalah Perancis yang pada akhirnya berhasil mendirikan pemukiman permanen pertama di wilayah cikal bakal Kanada setelah pada tahun 1608, Samuel de Champlain & anak buahnya mendirikan pemukiman permanen yang bernama "Quebec". Oleh para imigran asal Perancis, Quebec dioperasikan sebagai pelabuhan dagang untuk menampung kulit bulu berang-berang yang berhasil diburu di sana. Tahun 1662, Perancis mencaplok Newfoundland & menghancurkan seluruh pemukiman Inggris yang ada di sana.

Peta lokasi Newfoundland
(warna merah).
Sementara itu di Spanyol, Raja Charles II meninggal dunia pada tahun 1700. Namun sebelum meninggal, Charles II yang tidak memiliki keturunan sempat bertitah kalau Philip dari Anjou - cucu raja Perancis, Louis XIV - harus menjadi penerusnya. Hal tersebut tidak disukai oleh negara-negara rival Perancis seperti Inggris & Kekaisaran Romawi Suci karena penerusan tahta tersebut dikhawatirkan akan diikuti dengan menyatunya Spanyol & Perancis menjadi negara baru yang jauh lebih kuat. Perbedaan pandangan tadi akhirnya berujung pada pecahnya "Perang Suksesi Spanyol" (Guerra de Sucesion Espanola) sejak tahun 1701.

Perang baru berakhir pada tahun 1713 lewat perjanjian damai di Utrecht (sekarang terletak di Belanda). Berdasarkan perjanjian ini, Perancis setuju untuk menyerahkan wilayah-wilayah di sebelah timur Quebec kepada Inggris. Wilayah yang berpindah tangan tersebut terdiri dari Newfoundland, Nova Scotia & New Brunswick. Tahun 1754, sengketa atas wilayah di sekitar Sungai Ohio menyebabkan Inggris & Perancis kembali terlibat perang. Kombinasi dari memburuknya perekonomian Perancis & blokade yang dilakukan oleh kapal-kapal perang Inggris membuat Inggris berhasil memenangkan perang pada tahun 1763. Di tahun tersebut, Perancis terpaksa menyerahkan Quebec & Pulau Prince Edward ke tangan Inggris.



MENJADI KOLONI INGGRIS

Ketika mulai dikuasai oleh Inggris, Quebec dihuni oleh sekitar 60 ribu penduduk. Namun dikuasainya Quebec oleh Inggris membawa masalah baru karena mayoritas penduduk Quebec yang notabene berasal dari Perancis menganut agama Katolik. Sementara peraturan yang sedang berlaku di Inggris melarang penganut agama Katolik untuk memiliki wakil di badan pemerintahan. Untuk mengatasinya, Inggris pun mengeluarkan Undang-Undang Quebec (Quebec Act) pada tahun 1774. Berdasarkan UU baru ini, warga Katolik setempat diperbolehkan mempraktikkan agamanya secara bebas & menempati jabatan di pemerintahan lokal.

Peta Kanada di tahun
1791. (Sumber)
Sementara itu di sebelah selatan Quebec, terjadi perang kemerdekaan Amerika antara Inggris melawan 13 koloninya di Amerika Utara. Selama & sesudah perang, terjadi migrasi besar-besaran kaum loyalis - penduduk 13 Koloni yang tidak mendukung kemerdekaan AS - ke Provinsi Quebec & sekitarnya. Karena sebagian besar loyalis tersebut adalah keturunan Inggris, pemerintah Inggris pun mengeluarkan UU Konstitusional pada tahun 1791. Berdasarkan UU ini, Provinsi Quebec dipecah menjadi Provinsi Kanada Tinggi / Quebec (mayoritasnya berbahasa Perancis) & Kanada Rendah / Ontario (mayoritasnya berbahasa Inggris).

Karena wilayahnya saling bertetangga, bukan hal yang aneh kalau pemerintah AS & koloni-koloni Kanada memiliki perjanjian ekonomi mengenai penghapusan tarif perbatasan sejak tahun 1854. Namun sepuluh tahun kemudian, AS menyatakan kalau pihaknya berniat mengakhiri perjanjian tersebut. Untuk mencegah perekonomian koloni-koloni Kanada terpukul akibat keputusan AS tersebut, wacana supaya koloni-koloni di Kanada mendirikan perserikatan pun diapungkan. Alasan lain munculnya ide pendirian serikat koloni di Kanada adalah supaya serikat baru tersebut bisa mengimbangi pertumbuhan militer AS & mendapatkan wilayah baru di Amerika Utara.

Konferensi membahas pendirian serikat tersebut akhirnya digelar pada tahun 1864 di Charlottetown, Pulau Prince Edward. Tiga tahun kemudian alias pada tahun 1867, Nova Scotia, New Brumswick, & 2 provinsi Kanada sepakat untuk menyatu membentuk serikat konfederasi dengan nama "Kanada". Pendirian konfederasi tersebut disetujui oleh Inggris yang kemudian mengeluarkan UU Amerika Utara Inggris (British North America Act) di tahun yang sama. Pulau Prince Edward awalnya menolak untuk bergabung dengan Kanada. Namun krisis ekonomi yang membelit provinsi tersebut membuat mereka akhirnya berubah pikiran & setuju untuk bergabung ke Kanada pada tahun 1873.

Peta Amerika Utara di tahun 1867. (Sumber)

EKSPANSI KE BARAT & UTARA

Tahun 1870, wilayah Kanada di sebelah barat semakin bertambah luas setelah pemerintah Kanada membeli kepemilikan Tanah Rupert (Rupert's Land) & Teritori Barat Laut (Northwest Territories) dari perusahaan Hudson's Bay Company dengan harga 300 ribu poundsterling. Namun pemerintah Kanada tidak tahu kalau wilayah yang baru dibelinya tersebut sudah lebih dulu dihuni oleh suku-suku pribumi setempat. Serangkaian perjanjian pun dibuat antara pemerintah Kanada dengan kepala-kepala suku tadi. Perundingan berjalan relatif lancar karena suku-suku pribumi tadi khawatir mereka bakal bernasib seperti orang-orang Indian di AS jika mereka sampai menolak.

Tahun 1871, koloni Kolumbia Inggris (British Columbia) yang terletak di pantai barat Amerika Utara setuju untuk bergabung dengan Kanada setelah pemerintah Kanada berjanji membuatkan jalur rel yang menghubungkan wilayah Kolumbia Inggris dengan wilayah Kanda timur. Rel yang dimaksud sendiri akhirnya selesai dibangun pada tahun 1881. Tahun 1880, giliran wilayah di sebelah utara yang bertambah luas setelah Inggris setuju untuk menyerahkan pengelolaan Kepulauan Arktik ke pemerintah Kanada. Hingga lebih dari setengah abad kemudian, wilayah Kanada tidak mengalami perubahan sebelum kemudian Newfoundland setuju untuk bergabung pada tahun 1949 via referendum.

Lautan massa yang sedang mengibarkan
bendera Provinsi Quebec. (Sumber)
Kendati pemerintah Kanada memiliki kemandirian luas untuk mengelola urusan domestiknya, masalah hubungan luar negeri Kanada masih menjadi tanggung jawab Inggris hingga permulaan abad ke-20. Namun hal tersebut mulai berubah setelah Kanada diperbolehkan memiliki wakilnya sendiri di organisasi perdamaian Liga Bangsa-Bangsa yang baru dibentuk pada tahun 1920. Tahun 1931, Kanada & daerah-daerah persemakmuran lainnya akhirnya memiliki kemandirian penuh untuk mengelola urusan luar negerinya setelah parlemen Inggris mengesahkan Statuta Westminster di tahun tersebut.

Menjelang berakhirnya abad ke-20, luas wilayah Kanada nyaris berkurang setelah Provinsi Quebec yang mayoritas penduduknya berbahasa Perancis menggelar referendum kemerdekaan di tahun 1995. Referendum itu sendiri berhasil dimenangkan oleh kubu penentang kemerdekaan dengan perolehan suara 50,58 persen. Berbeda tipis dari kubu pendukung kemerdekaan yang hanya berhasil mengumpulkan 49,42 persen suara. Lepas dari ketatnya hasil referendum tersebut, Quebec pada akhirnya gagal menjadi negara tersendiri & wilayah negara persemakmuran Kanada tetap tidak berubah hingga sekarang.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama resmi : Canada (Kanada)
Tahun aktif : 1867 - sekarang
Ibukota : Ottawa
Bentuk pemerintahan : monarki parlementer, dengan Raja / Ratu Inggris sebagai kepala negara
Luas wilayah : 9.984.670 km persegi
Mata uang : dollar Kanada
Bahasa nasional : Inggris, Perancis



REFERENSI

CBC.ca - Newfoundland Decides its Future
National Geographic - Evidence of Viking Outpost Found in Canada
Newfoundland Heritage Web Site - The Treaty of Utrecht, 1713 
North Carolina Digital History - The French and Indian War 
The Canadian Encyclopedia - Constitutional Act 1791
SLMC - The Treaty of Paris (1763) and North America 
Wikipedia - Quebec referendum, 1995
Wikipedia - War of the Spanish Succesion 
WorldAtWar - League of Nations Chronology
 - . 2008. "Cabot, John". Encyclopaedia Britannic, Chicago, AS.
 - . 2008. "Quebec". Encyclopaedia Britannic, Chicago, AS.
 - . 2008. "Quebec Act". Encyclopaedia Britannic, Chicago, AS.
 - . 2008. "Westminster, Statute of". Encyclopaedia Britannic, Chicago, AS.  
Hall, R. D.. 2008. "Canada". Encyclopaedia Britannic, Chicago, AS.


 

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.