SEJARAH      FAUNA       HIBURAN

Sejarah Berdirinya Kamerun, Negeri Miniatur Afrika




Bendera Kamerun. (Sumber)

Kamerun. Itulah nama dari negara yang terletak di Teluk Guinea, Afrika barat. Negara ini secara geografis berbatasan dengan Nigeria & Danau Chad di sebelah utara, Chad & Republik Afrika Tengah di sebelah timur, Gabon di sebelah selatan, serta Teluk Guinea & Nigeria di sebelah barat. Jika dibandingkan dengan Indonesia, Kamerun tergolong sebagai negara kecil karena luasnya masih kalah jika dibandingkan dengan Pulau Kalimantan. Kendati kecil, Kamerun memiliki tingkat keberagaman budaya yang tinggi untuk ukurannya.

Ada lebih dari 200 bahasa daerah berbeda yang digunakan di negara ini. Status tersebut lantas membuat Kamerun memperoleh julukan "miniaturnya Afrika". Selain ratusan bahasa daerah tadi, pemerintah Kamerun juga menetapkan bahasa Perancis & Inggris sebagai bahasa resminya. Hal yang dimungkinkan karena negeri multirasial ini dulunya memang pernah dijajah oleh kedua negara tadi. Jika kita mundur lebih jauh, kita juga bakal menemukan kalau Jerman dulunya juga pernah menguasai wilayah yang kelak menjadi wilayah negara Kamerun.

Awal mula dikuasainya Kamerun oleh negara-negara Eropa sendiri bermula ketika kawanan pelaut Portugis pimpinan Fernando po melakukan penjelajahan ke pesisir Teluk Guinea. Tahun 1472, mereka tiba di Sungai Wouri & menemukan kalau sungai tersebut penuh dengan udang lobster. Penemuan tersebut lalu menginspirasi mereka untuk menjuluki daerah yang bersangkutan dengan nama "Rio dos Camaroes" yang dalam bahasa Portugis berarti "sungai udang". Nama julukan tersebut lantas menjadi cikal-bakal nama negara Kamerun.

Peta lokasi Douala. (Sumber)
Pasca penjelajahan tadi, para pedagang Portugis yang lain berduyun-duyun datang ke Kamerun sejak abad ke-16 untuk melakukan perdagangan budak kulit hitam & membuka perkebunan gula. Tahun 1868, perusahaan dagang Jerman yang bernama Woermann mendirikan pos dagang di Duala (sekarang bernama Douala) yang terletak di muara Sungai Wouri. Langkah Woermann lalu diikuti oleh perusahaan Jantzen & Thormaehlen yang juga berbasis di Jerman, di mana perusahaan tersebut membeli lahan dari penduduk pribumi untuk dialihfungsikan menjadi perkebunan pisang & tanaman komersial lainnya.

Tahun 1884, atas permintaan dari perusahaan-perusahaan tadi, Gustav Nachtigal diutus oleh pemerintah Jerman untuk membuat kesepakatan resmi dengan kerajaan setempat supaya Jerman boleh menempatkan gubernur & penasihatnya di sana. Peristiwa ini sekaligus menandai berdirinya koloni Kamerun Jerman. Namun hal yang tidak disadari oleh Jerman adalah wilayah Kamerun pada waktu itu dihuni oleh kelompok-kelompok suku yang memiliki rajanya masing-masing. Dengan kata lain, tidak semua kepala suku setempat mengakui perjanjian yang dibuat oleh pemerintah Jerman & raja lokal tadi.

Hal ini lantas menjadi penyebab masalah yang timbul di kemudian hari. Di tahun awal berdirinya koloni Kamerun Jerman, penduduk dari desa-desa yang tidak terlibat dalam kesepakatan ini menyerang desa milik kerajaan sekutu Jerman & merobek bendera Jerman yang ada di sana. Jerman lantas membalasnya dengan cara membombardir pemukiman mereka memakai kapal perang Bismarck. Alih-alih jera, penduduk pribumi tadi membalas tindakan Jerman dengan cara membunuh pegawai Woermann yang sedang ditempatkan di Kamerun Jerman.



MELUAS DI BAWAH JERMAN

Peta koloni Kamerun Jerman
di abad ke-19. (Sumber)
Lepas dari masalah tersebut, pemerintah Jerman tetap merasa kalau keberadaan koloni Kamerun Jerman tetap memiliki dampak positif. Maka, mereka pun mencoba memperluas wilayah Kamerun Jerman. Namun karena wilayah-wilayah di sekitar Kamerun Jerman sudah terlebih dahulu dikuasai oleh Inggris & Perancis, pemerintah Jerman lantas melakukan perundingan dengan perwakilan negara-negara tadi. Hasilnya, berdasarkan serangkaian perundingan yang dilangsungkan di kota Berlin pada tahun 1884 - 1885, wilayah Kamerun Jerman bertambah luas setelah mendapatkan tambahan wilayah dari koloni Inggris di sebelah barat & koloni Perancis di sebelah timur.

Selama mengelola Kamerun, Jerman membangun fasilitas-fasilitas modern seperti rumah sakit, jaringan telegram, & jalur rel kereta. Namun kekuasaan Jerman atas Kamerun juga memiliki sisi negatif. Untuk menggarap lahan perkebunan & mengerjakan pembangunan fasilitas-fasilitas modern tadi, penduduk pribumi setempat direkrut menjadi pekerja paksa. Kegiatan modernisasi yang dilakukan Jerman di kamerun juga relatif terbatas karena hanya menyentuh kawasan kota-kota besar seperti Douala & Yaounde.

Kamerun bukanlah satu-satunya wilayah di Afrika yang menjadi fokus perhatian Jerman. Negara Eropa Tengah tersebut juga terlibat persaingan dengan Perancis terkait sengketa wilayah Maroko. Perancis ingin menjadikan Maroko sebagai daerah bawahannya mengingat perairan utara Maroko merupakan pintu gerbang menuju Laut Mediterania & pantai selatan Perancis. Namun niat Perancis tersebut ditentang habis-habisan oleh Jerman yang tidak ingin membiarkan Perancis tumbuh terlampau kuat. Kedua negara tersebut bahkan nyaris terlibat perang setelah pada tahun 1911, Jerman mengirimkan kapal perang Panther ke lepas pantai Agadir, Maroko.

Tentara kolonial Jerman di
Dschang, Kamerun. (Sumber)
Perundingan pun digelar di Aljir (sekarang terletak di Aljazair) supaya perang tidak sampai terjadi. Hasilnya, pada tanggal 4 November 1911 dicapailah kesepakatan. Jerman setuju membiarkan Perancis menjadikan Maroko sebagai protektorat / daerah di bawah perlindungan militer Perancis. Sebagai gantinya, Perancis memberikan wilayah seluas 105.000 mil persegi di sebelah timur Kamerun kepada Jerman. Kesepakatan tersebut sekaligus membuat wilayah Kamerun Jerman bertambah luas.

Tahun 1914, pecah Perang Dunia I antara Blok Sentral yang beranggotakan Jerman melawan Blok Entente yang beranggotakan Inggris & Perancis. Karena wilayah Kamerun Jerman diapit oleh koloni Inggris & Perancis, Kamerun Jerman pun turut terkena imbas perang. Sejak tahun tersebut, pasukan Inggris menyerbu wilayah Kamerun Jerman dari arah Nigeria. Hanya dalam kurun waktu 2 tahun, seluruh wilayah Kamerun Jerman berhasil dikuasai oleh pasukan Entente.



DIBAGI INGGRIS & JERMAN

Tahun 1918, Perang Dunia I resmi berakhir dengan kekalahan Jerman & sekutunya. Setahun kemudian, Inggris & Perancis sepakat untuk membagi Kamerun menjadi 2. Inggris mengelola sebagian kecil wilayah Kamerun di sisi barat. Sementara wilayah sisanya dikelola oleh Perancis. Hal ini dalam jangka panjang menjadi penyebab mengapa penduduk Kamerun sekarang mayoritasnya menggunakan bahasa Perancis.

Tahun 1958, Charles de Gaulle yang berhaluan nasionalis terpilih menjadi presiden Perancis. Salah satu wacana kebijakan yang diusung oleh Gaulle adalah memberikan kemerdekaan sesegera mungkin kepada daerah-daerah jajahan Perancis di Afrika. Maka, di tahun tersebut koloni Kamerun Perancis / Cameroun dijadikan daerah otonomi dengan Ahmadou Ahidjo sebagai perdana menterinya. Dua tahun berselang, Kamerun akhirnya benar-benar menjadi negara republik merdeka dengan Ahmadou Ahidjo sebagai presiden pertamanya.

Peta wilayah Kamerun yang
mayoritas penduduknya
berbahasa Inggris. (Sumber)
Peristiwa pemberian kemerdekaan kepada Kamerun sendiri tidak benar-benar bebas dari konflik bersenjata. Sejak dekade 1950-an, kelompok Union des Populations du Cameroun (UPC; Serikat Rakyat Kamerun) melakukan pemberontakan supaya bisa memerdekakan Kamerun menjadi negara yang sesuai dengan kemauan mereka. Karena UPC mengusung aliran komunis & anti-Eropa, Perancis pun mencoba membungkam pemberontakan tersebut secara paksa. Ketika Kamerun akhirnya dimerdekakan, UPC memilh untuk terus melanjutkan pemberontakannya secara sporadis hingga dekade 1990-an.

Negara Kamerun yang baru merdeka wilayahnya sedikit lebih kecil dibandingkan negara Kamerun yang sekarang. Pasalnya wilayah di sebelah barat masih berstatus sebagai bagian dari koloni Nigeria milik Inggris. Inggris sendiri juga berencana memberikan kemerdekaan pada koloni Nigeria. Karena Kamerun Inggris & Perancis dulunya berstatus sebagai 1 wilayah, Inggris pun menggelar referendum di tahun 1961 untuk menentukan masa depan Kamerun Inggris. Hasilnya, wilayah utara yang mayoritasnya Muslim memilih untuk tetap bersatu dengan Nigeria. Sementara wilayah selatan memilih untuk bergabung ke Kamerun.

Ketika Kamerun & Nigeria merdeka, masalah baru langsung timbul karena keduanya bersengketa soal wilayah Semenanjung Bakassi yang kaya akan minyak. Pasukan kedua negara bahkan sempat terlibat kontak senjata singkat di tahun 1996. Konflik untungnya tidak berlanjut lebih jauh & kedua negara sepakat untuk membawa masalah ini ke pengadilan internasional. Tahun 2002, lembaga pengadilan internasional ICJ memutuskan kalau Bakassi adalah wilayah milik Kamerun. Kendati pemerintah Nigeria enggan melepaskan klaimnya atas Bakassi hingga sekarang, Nigeria setuju untuk menarik mundur seluruh tentaranya dari Bakassi pada tahun 2006.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama resmi : Republique du Cameroun
Tahun aktif : 1960 - sekarang
Ibukota : Yaounde
Bentuk pemerintahan : republik
Luas wilayah : 475.442  km persegi
Mata uang : franc CFA
Bahasa nasional : Perancis, Inggris



REFERENSI

BBC News - Cameroon profile - Timeline
Cameroon Home Page - History of Cameroon
GlobalSecurity.org - German Kamerun
GlobalSecurity.org - Union of the Peoples of Cameroon
History World - History of Cameroon
 - . 2008. "Morrocan crises". Encyclopaedia britannica, Chicago, AS.


  

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.