SEJARAH      FAUNA       HIBURAN

Makna Lirik Lagu Gary Jules - Mad World




Cuplikan dari video klip "Mad World". (Sumber)

"Mad World" (MW; Dunia yang Gila) adalah judul dari lagu keluaran tahun 1982 yang pertama kali dibawakan oleh Tears for Fears, grup band asal Inggris. Namun di masa kini, lagu yang sama lebih terkenal sebagai lagu yang dibawakan oleh Gary Jules beserta Michael Andrews. Pasalnya versi remix dari lagu yang dibawakan oleh Jules sempat digunakan sebagai lagu penutup dalam film "Donnie Darko", film bergenre fiksi ilmiah keluaran tahun 1982. Oleh khalayak penikmat film, film tersebut kerap disebut-sebut sebagai salah satu film dengan alur cerita paling rumit yang pernah ada.

Lagu MW versi Tears for Fears & versi Gary Jules sendiri memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan pertama adalah jika lagu versi Tears for Fears memiliki melodi yang terkesan ceria & menggunakan banyak instrumen pada musik latar belakangnya, maka lagu yang dibawakan oleh Gary Jules terkesan lebih kelam & akustik. Perbedaan lainnya, jika bagian reffrain pada lagu versi Tears for Fears dilantunkan sebanyak 3 kali, maka lagu versi Gary Jules hanya melantunkan bagian reffrain sebanyak 2 kali.

Lagu MW ditulis oleh Roland Orzabal, vokalis merangkap gitaris Tears for Fears. Orzabal mengaku bahwa ide untuk menulis lagu ini terlintas ketika ia masih tinggal di atas sebuah restoran pizza & menyaksikan hiruk pikuk perkotaan dari jendela kamarnya. Lagu MW sendiri pada intinya bercerita tentang cara kerja dari dunia dari sudut pandang seorang remaja yang tengah depresi. Jika pengunjung ingin mengetahui makna lebih detail dari lagu ini, segmen berikutnya dari artikel ini akan menjawa rasa ingin tahu pengunjung.



ANALISA LIRIK

Bagian I

All around me are familiar faces
Worn out places, worn out faces


Bagian ini ingin menceritakan rutinitas & keadaan di sekitar sang pelantun lagu. Setiap harinya, ia bertemu dengan wajah-wajah yang familiar (all around me are familiar faces). Baik dari orang yang ia kenal baik, maupun dari orang yang tidak ia kenal namun sering berpapasan dengannya. Ketika ia melihat wajah-wajah mereka dengan lebih seksama, ia lantas menyimpulkan kalau orang-orang tersebut berada dalam kondisi jenuh (worn out faces).

Jenuh akibat harus menjalani rutinitas harian yang melelahkan. Jenuh akibat harus menjalani kewajiban yang sebenarnya tidak mereka sukai. Saking seringnya mereka melintasi tempat-tempat yang sama setiap harinya dalam kondisi jenuh, tempat itu pun jadi ikut terlihat jenuh & membosankan (worn out places).


Gary Jules. (Sumber)
Bright and early for the daily races
Going nowhere, going nowhere


Di bagian ini, sang pelantun lagu ingin menganalogikan kondisi di sekitarnya sebagai sebuah tempat balapan. Setiap pagi di hari yang cerah (bright), orang-orang bergegas ke tempat kerjanya masing-masing untuk melakukan rutinitasnya di tempat kerja. Karena mereka semua harus tiba di tempat kerjanya tepat waktu, sang pelantun lagu pun melihat aktivitas mereka seperti sedang menempuh balapan setiap harinya (early for the daily races)

Dalam balapan yang sebenarnya, mobil atau motor peserta balapan akan bertolak dari garis Start hingga mencapai garis Finish. Lalu di manakah garis Start & Finish bagi rutinitas orang-orang ini? Tidak jelas, karena mereka selalu melakukan rutinitas kerja yang sama setiap harinya, bahkan hingga puluhan tahun kemudian. Sang pelantun lagu pun lantas beranggapan kalau orang-orang ini sedang melakukan balapan tanpa beranjak ke mana-mana (going nowhere). Tanpa menuju ke garis Finish yang entah kapan bisa dicapai.


Their tears are filling up their glasses
No expression, no expression


Bagian ini ingin menggambarkan bagaimana sang pelantun lagu melihat perasaan orang-orang tadi. Mereka sebenarnya merasa sedih & frustrasi dengan rutinitas yang membelenggu mereka selama ini. Sehingga air mata mereka pun keluar & membasahi kacamata mereka (their tears are filling up their glasses). Namun karena mereka tidak ingin orang lain melihat perasaan asli mereka, orang-orang itu pun memasang wajah tanpa ekspresi (no expression) untuk mengesankan kalau hidup mereka baik-baik saja.


Hide my head I wanna drown my sorrow
No tomorrow, no tomorrow


Bagian ini ingin menunjukkan kalau sang pelantun lagu sendiri sebenarnya memiliki masalah pribadi. Hal inilah yang secara tidak langsung menjadi penyebab mengapa ia memandang kehidupan orang-orang di sekitarnya secara pesimis. Masalah apakah itu? Tidak jelas. Mungkin ia sering diganggu di sekolah. Mungkin ia memiliki masalah dengan keluarganya. Atau mungkin ia merasa tidak cocok dengan lingkungannya, namun tidak tahu lagi harus berbuat apa.

Sang pelantun lagu pun merasa kalau ia tidak lagi memiliki masa depan (no tomorrow). Dan untuk menenggelamkan / menghilangkan semua penderitaannya (drown my sorrow), ia merasa ingin menyembunyikan kepalanya sendiri (hide my head). Atau jika kita melihat kalimat ini sebagai kalimat perumpamaan, sang pelantun lagu ingin bunuh diri supaya tidak perlu lagi hidup dalam kondisi menderita.


Reffrain

Roland Orzabal, kreator asli
lagu "Mad World". (Sumber)
And I find it kind of funny
I find it kind of sad
The dreams in which I'm dying are the best I've ever had


Bagian ini merupakan kelanjutan langsung dari bagian sebelumnya. Sang pelantun lagu merasa kalau mimpi saat ia nyaris mati adalah mimpi terbaik yang pernah ia alami (the dreams in which I'm dying are the best I've ever had). Kalimat yang semakin mempertegas kalau sang pelantun lagu memang memiliki niat untuk bunuh diri supaya bisa lari dari penderitaannya. Sang pelantun lagu pun merasa kalau situasi tersebut adalah situasi yang menyenangkan (I find it kind of funny) sekaligus menyedihkan (sad) karena normalnya seseorang ingin hidup selama mungkin.


I find it hard to tell you,
I find it hard to take
When people run in circles it's a very, very
Mad world, mad world


Bagian ini merupakan kelanjutan dari 4 bait pertama di lirik lagu ini. Sang pelantun lagu menganalogikan kemauan seseorang menjalani rutinitas pekerjaannya setiap hari bak orang yang sedang berlarian dalam rute yang melingkar (people run in circles). Alias melelahkan & sia-sia saja. Ia pun kemudian berpendapat bahwa orang-orang tersebut sudah gila sehingga dunia yang menampung mereka terlihat seperti dunia yang gila (it's a very, very mad world).

Namun sang pelantun lagu sendiri tidak yakin kalau orang lain akan memiliki pendapat yang sama dengannya. Entah karena orang tersebut menganggap sang pelantun lagu sebagai orang yang aneh, atau karena pada dasarnya ia sendiri memandang dunia dengan cara yang berbeda. Sebagai akibatnya, kendati sang pelantun lagu merasa terheran-heran dengan kondisi di sekitarnya (I find it hard to take), ia tetap merasa enggan untuk mencurahkan isi pikirannya kepada orang lain (I find it hard to tell you).


Bagian II

Children waiting for the day they feel good
Happy birthday, happy birthday
Made to feel the way that every child should
Sit and listen, sit and listen


Di bagian ini, sang pelantun lagu menggunakan pesta ulang tahun sebagai perumpamaan mengenai bagaimana manusia ditempa untuk berkembang menjadi sosok yang bisa diterima di masyarakat luas. Menurut sang pelantun lagu, pesta ulang tahun (happy birthday) yang digelar oleh anak lain adalah momen yang senantiasa ditunggu oleh anak-anak (children waiting for the day). Pasalnya dalam pesta ulang tahun, selain bisa bersenang-senang, mereka juga bisa membaur & mengakrabkan diri dengan anak lain (the day they feel good) sehingga mereka tidak dikucilkan dalam peragulan.

Ketika pesta ulang tahun tengah dilangsungkan, tidak jarang para hadirin diharuskan untuk diam & memperhatikan (sit and listen) ketika orang yang sedang berulang tahun hendak menyampaikan uneg-unegnya. Kenapa para hadirin harus melakukannya kendati mereka bisa saja tidak mematuhinya? Karena itu dianggap sebagai bagian dari etika untuk menghormati tuan rumah. Dengan kata lain, para hadirin dipaksa untuk melakukan apa yang dianggap lazim untuk dilakukan (made to feel the way that every child should).

Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan hubungan antara bos dengan anak buah, senior dengan yunior, & sebagainya. Mereka yang berkedudukan tinggi merasa berhak untuk memberikan instruksi sesuai dengan kemauan mereka, sementara mereka yang lebih muda / berkedudukan lebih rendah diharuskan mematuhi istruksi tersebut tanpa boleh menyanggah. Sebagai akibatnya, terciptalah generasi manusia seperti sekarang. Generasi yang harus bersedia memendam sikap kritisnya ketika berhadapan dengan orang yang kedudukannya lebih tinggi.


Cuplikan film "Donnie Darko", film
yang menggunakan lagu "Mad World"
sebagai lagu penutupnya. (Sumber)
Went to school and I was very nervous
No one knew me, no one knew me
Hello teacher tell me what's my lesson
Look right through me, look right through me


Bagian ini secara tidak langsung bisa menunjukkan mengapa sang pelantun lagu merasa depresi dengan hidupnya sendiri. Setiap kali ia hendak pergi ke sekolah, ia merasa sangat gelisah (went to school and I was very nervous) karena tidak ada orang yang mengenalnya (no one knew me) & menganggapnya sebagai sahabat dekat. Tapi apakah hanya karena itu, ia lantas merasa gelisah saat berada di sekolah? Tentu tidak.

Dalam kasus-kasus bullying yang selama ini terjadi, tidak jarang seseorang menjadi korban bullying karena dirinya tergolong siswa yang kurang populer & tidak memiliki banyak teman dekat. Sebagai akibatnya, ketika siswa lain melakukan bullying pada dirinya, tidak ada siswa lain yang bersedia melindunginya. Tidak ada siswa lain yang bersedia menjadi tempatnya berkeluh kesah. Akibatnya, sang korban bullying pun merasa begitu stress & tertekan dengan hidupnya sendiri.

2 bait berikutnya menunjukkan keinginan dari sang pelantun lagu supaya sang guru melaksanakan tugasnya sebagai pemberi ilmu (hello teacher tell me what's my lesson). Dan ilmu yang dimaksud di sini bukan sekedar mata pelajaran, tetapi juga mengenai bagaimana seseorang menjalani hidup & mengatasi permasalahan di dalamnya. Namun sang guru justru bersikap seolah-olah kalau sang pelantun lagu adalah makhluk tembus pandang yang tidak terlihat (look right through me). Entah karena sang guru bersikap kurang peka terhadap setiap anak didiknya. Atau karena pada dasarnya sang guru memang tidak peduli dengan hal-hal di luar masalah pelajaran.


Reffrain

(lihat bagian berjudul serupa)

© Rep. Eusosialis Tawon



SUMBER-SUMBER YANG MEMBANTU

Lyric Interpretations - Tears for Fears : Mad World Meaning
Songfacts - Mad World by Tears for Fears
Wikipedia - Mad World

Lirik lagu Gary Jules - Mad World
Video klip Gary Jules - Mad World
Video klip Tears for Fears - Mad World


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.