SEJARAH      FAUNA       HIBURAN

Agama Pelangi, Makhluk Bersisik yang Berwarna-Warni




Agama pelangi jantan. (Sumber)

Di dunia zoologi, Agama adalah nama dari sebuah genus dalam tangga klasifikasi ilmiah yang beranggotakan kada-kadal menyerupai iguana. Nama "agama" untuk hewan ini sendiri diambil dari bahasa Latin yang bermakna "tidak kawin". Ada beberapa spesies kadal yang termasuk dalam genus ini, namun artikel kali ini - sesuai judulnya - akan fokus membahas kadal agama pelangi, spesies kadal agama yang paling terkenal & paling awal diidentifikasi oleh manusia

Agama pelangi (rainbow agama; Agama agama) adalah nama dari spesies kadal agama yang memperoleh nama demikian berkat sisiknya yang berwarna-warni bak pelangi. Selain dengan nama "agama pelangi", hewan yang sama juga memiliki nama-nama julukan lain seperti kadal agama batu kepala merah, kadal agama biasa, hingga kadal pelangi. Di kalangan pecinta reptil, hewan ini tergolong sebagai hewan yang populer berkat warna sisiknya yang indah & metode perawatannya yang relatif mudah.

Hanya kadal agama pelangi jantan yang memiliki tubuh berwarna-warni. Jika pejantan memiliki tubuh berwarna kombinasi biru & merah, maka betina berwarna pucat kecokelatan. Alasan mengapa pejantan memiliki warna mencolok diperkirakan ada kaitannya untuk memudahkan pejantan memikat betina pasangannya. Betina di lain pihak tidak memerlukan warna-warna mencolok supaya lebih mudah berkamuflase dari musuh-musuhnya.

Agama pelangi betina. (Sumber)
Agama pelangi hanya dapat ditemukan di Afrika, tepatnya di negara-negara yang berbatasan langsung dengan Gurun Sahara. Seperti banyak spesies reptil, agama pelangi memiliki kebiasaan berjemur pada pagi hari untuk menaikkan suhu tubuhnya. Namun ketika suhu lingkungan terlampau tinggi, agama pelangi akan pergi ke tempat yang teduh. Habitat favorit kadal ini adalah wilayah kering yang memiliki banyak tumbuhan kecil & serangga makanannya.

Agama pelangi adalah hewan insektivora yang berarti hewan ini menjadikan serangga sebagai makanan utamanya. Namun selain serangga, hewan ini diketahui juga mau memakan mamalia kecil, reptil kecil, biji-bijian, & buah. Untuk menemukan mangsanya, agama pelangi mengandalkan indra penglihatannya sambil bersembunyi di antara kerimbunan tanaman. Ketika melihat mangsanya, agama pelangi akan bergerak cepat ke arah mangsanya & kemudian mencaploknya dengan memakai lidahnya yang lengket.

Setiap agama pelangi jantan memiliki wilayah kekuasaannya sendiri-sendiri. Betina akan dibiarkan masuk & tinggal di wilayahnya, namun pejantan akan diusir oleh sang pemilik wilayah. Jika pejantan penyusup tersebut menolak untuk pergi, keduanya akan saling ancam sebelum kemudian saling berkelahi. Agama pelangi jantan bertarung dengan cara mencambukkan ekornya satu sama lain. Saat bertarung, warna sisik agama pelangi jantan juga terlihat semakin cerah supaya lawannya merasa terintimidasi.

Seekor agama pelangi jantan bisa memiliki beberapa ekor betina sekaligus sebagai pasangan kawinnya. Dalam kelompok yang sama, gerombolan pejantan yang berusia lebih muda & belum pernah melakukan perkawinan juga dapat ditemui. Agama pelangi tidak memiliki musim kawin yang jelas, namun perkawinan cenderung lebih sering terjadi pada musim hujan. Sesudah melakukan perkawinan dengan pejantan, betina akan menggali lubang memakai cakarnya, menaruh telurnya di dalam lubang tersebut, & kemudian menguburnya.

Agama betina bersama dengan
telur-telurnya. (Sumber)
Jumlah telur yang dihasilkan oleh betina di dalam liang bisa mencapai 7 butir. Layaknya penyu & buaya, jenis kelamin bayi agama ditentukan oleh suhu lingkungannya. Jika suhu liang ada pada kisaran 29 derajat Celcius / lebih, maka telur yang menetas semuanya berjenis kelamin jantan. Namun jika suhu liang ada pada kisaran 27 derajat Celcius / kurang, maka telur yang menetas semuanya berjenis kelamin betina. Jika suhunya berada di antara kisaran keduanya, maka bayi-bayi yang menetas bakal memiliki jenis kelamin yang lebih beragam.

Telur agama pelangi memerlukan waktu 8 - 10 minggu untuk menetas. Bayi agama pelangi yang baru menetas hidup dari memakan serangga, tanaman, & bahkan serpihan tanah. Agama pelangi memasuki usia kematangan seksual pada usia antara 14 bulan (betina) hingga 2 tahun (jantan). Di dalam tangkapan, agama pelangi bisa hidup hingga usia 10 tahun. Seekor agama pelangi bisa tumbuh hingga sepanjang 35 cm, di mana betina lazimnya berukuran sedikit lebih kecil dibanding pejantan.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Agamidae
Genus : Agama
Spesies : Agama agama



REFERENSI

Animal Diversity Web - Agama agama : Information
ReptilesNCritters.com - Red Head Agama Care Guide
The Reptile Database - Agama agama (Linnaeus, 1758)
Wikipedia - Agama (lizard)


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.