SEJARAH      FAUNA       HIBURAN

Steaua Bukares, Klub "Bintang Jatuh" dari Negeri Drakula




(Sumber)

Rumania adalah nama dari negara yang terletak di Semenanjung Balkan, Eropa Timur. Negara ini juga dikenal dengan julukan "Tanah Drakula" karena di negara inilah, terdapat sosok Vlad Tepes. Panglima perang dari abad ke-15 yang menjadi sumber inspirasi dari tokoh fiksi Drakula. Kalau di ranah sepak bola, Rumania tidak dikenal sebagai tim yang bergelimang gelar. Namun mereka tetap dikenang karena pernah menelurkan pemain-pemain hebat seperti Gheorghe Hagi, Cristian Chivu, hingga Adrian Mutu.

Di Rumania pulalah, terdapat klub sepak bola yang bernama Steaua Bukares (Steua Bucuresti). Di masa sekarang, orang-orang mungkin lebih mengenal klub ini sebagai tim lemah dari Eropa Timur yang kerap menjadi bulan-bulanan di kompetisi Eropa. Namun jika mundur hingga puluhan tahun sebelumnya, klub ini ternyata pernah menjadi juara Piala Eropa (cikal bakal Liga Champions), sekaligus menjadi satu dari sedikit klub Eropa Timur yang pernah melakukannya. Mengenai hal tersebut akan dibahas di bagian lain artikel ini.

Pasukan Uni Soviet saat memasuki
ibukota Bukares. (Sumber)
Perjalanan sejarah Steaua erat kaitannya dengan perjalanan sejarah Rumania di era komunis. Saat Perang Dunia II masih berlangsung, pasukan Rumania awalnya ikut membantu pasukan Blok Poros menyerbu Uni Soviet di tahun 1941, karena Rumania ingin mencaplok sebagian kecil wilayah Uni Soviet di sebelah barat. Invasi tadi ternyata berhasil dipukul mundur oleh Uni Soviet, sehingga kini Rumania terancam digilas balik oleh Uni Soviet. Untuk mencegah hal tersebut benar-benar terjadi, pemerintah Rumania kemudian dikudeta pada tahun 1944 & rezim yang berpihak pada Uni Soviet lalu didirikan tak lama berselang.

Pasukan Uni Soviet kemudian memasuki ibukota Bukares seminggu kemudian. Di bawah tekanan Uni Soviet, pemerintahan baru yang berhaluan komunis lalu didirikan pada tahun 1947. Di tahun itu pulalah, klub yang menjadi cikal-bakal Steaua berdiri. Saat baru berdiri, Steaua menyandang nama "ASA Bukares" di mana klub tersebut berdiri sebagai sayap olah raga dari militer Rumania. Dalam bahasa Rumania sendiri, ASA memiliki kepanjangan "Asociatia Sportivă a Armatei Bucuresti" (Asosiasi Olah Raga Tentara).

Penggunaan nama ASA tidak bertahan lama setelah di tahun berikutnya, klub tersebut kembali berganti nama menjadi "Clubul Sportiv Central al Armatei" (CSCA; Klub Markas Pusat Tentara). Namun nama tersebut juga tidak berusia panjang setelah di tahun 1950, klub yang bersangkutan mengadopsi nama "Casa Centrala a Armatei" (CSA; Rumah Pusat Tentara). Dan entah ada kaitannya atau tidak, sejak mengadopsi nama CSA, prestasi klub ini mulai mengalami peningkatan signifikan.

Tahun 1949, CSCA berhasil meraih trofi perdananya usai mengalahkan CFR Cluj dengan skor tipis 2-1 di babak final Piala Rumania. Dua musim berselang, CSCA yang sekarang sudah mengusung nama CSA berhasil memenangkan liga Divizia A sekaligus Piala Rumania. Sepanjang dekade 1950-an, CSA mengukuhkan dirinya sebagai tim terkuat di Rumania dengan menyabet 5 gelar liga & 3 trofi Piala Rumania. Di luar Rumania, CSA pada periode ini juga sempat melakukan tur ke Inggris & berhasil menahan imbang tim-tim lokal seperti Arsenal & Sheffield Wednesday.


Logo Steaua / FCSB dari masa ke masa.


LAHIRNYA NAMA STEAUA

Tahun 1960, klub ini kembali melakukan pergantian nama. Kali ini nama baru yang mereka adopsi adalah "CSA Steaua Bucuresti" (Steaua Bukares). Dalam bahasa Rumania, kata "Steaua" berarti "bintang". Nama itu sendiri digunakan bukan semata-mata karena klub yang bersangkutan sudah menggunakan logo berunsur bintang merah sejak tahun 1948. Tetapi juga karena rezim Rumania saat itu mengusung ideologi komunis & simbol bintang merah merupakan simbol yang lazim digunakan oleh kelompok-kelompok komunis.

Sejak periode tersebut, Steaua masih menunjukkan kedigdayaannya sebagai salah satu raksasa sepak bola Rumania. Sepanjang dekade 1960 hingga akhir 1970-an, mereka berhasil memenangkan 8 Piala Rumania. Namun di kompetisi liga, Steaua pada periode ini tidaklah sedominan sebelumnya akibat semakin membaiknya performa klub-klub rival Steaua seperti Dinamo Bukares, UTA Arad, & Petrolul Plioesti. Pada periode yang sama, Steaua hanya berhasil menyabet 3 gelar juara liga. Tepatnya pada tahun 1968, 1976, & 1978.

Punggawa tim Steaua saat berpose
bersama trofi Piala Eropa. (Sumber)
Dekade 1980-an menjadi periode terpenting bagi Steaua. Bermula dari tahun 1985, Steaua yang sudah puasa gelar liga selama 6 musim akhirnya kembali berhasil menjuarai liga. Berkat prestasi tersebut, Steaua pun berhak tampil sebagai wakil Rumania di turnamen Piala Eropa 1985/86. Dalam turnamen tersebut, Steaua secara mengejutkan berhasil sampai ke final setelah menyingkirkan tim-tim seperti Budapest Honved & Anderlecht. Namun kejutan Steaua awalnya dipercaya hanya sampai di sana, karena di final mereka harus berhadapan dengan Barcelona. Selain karena berstatus sebagai salah satu tim kuat Eropa, Barcelona juga diunggulkan karena partai final dilangsungkan di kota Sevilla, Spanyol.

Namun Steaua enggan menyerah pada nasib. Dengan mengusung taktif defensif & penuh kedisiplinan, Steaua berhasil meredam serangan Barcelona selama 120 menit, sehingga pertandingan berakhir 0-0 & harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada tahap inilah, Helmuth Duckadam selaku kiper Steaua menunjukkan aksi heroiknya. Ia berhasil menggagalkan 4 tendangan penalti Barcelona, sehingga Steaua berhasil memenangkan adu penalti & keluar sebagai juara Piala Eropa. Sayang, peruntungan Steaua gagal berlanjut keluar Eropa. Dalam turnamen Piala Interkontinental yang mempertemukan juara Eropa & Amerika Selatan, Steaua harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari wakil Argentina, River Plate.

Kegagalan Steaua di Piala Interkontinental mungkin ada hubungannya dengan kisah misterius yang menimpa Duckadam. Seusai menjadi pahlawan dalam partai final Piala Eropa, Duckadam secara misterius menghilang & baru kembali aktif di ranah sepak bola profesional 3 tahun kemudian. Duckadam mengklaim ia terpaksa absen lama karena menderita penyakit pada darahnya. Namun menurut teori konspirasi yang ramai beredar, Duckadam aslinya diancam oleh aparat Rumania karena bersikap terlalu kritis kepada pemerintah usai berhasil membawa Steaua menjuarai Piala Eropa.

Ghenchea, stadion kandang Steaua
hingga tahun 2015. (Sumber)
Kisah miring antara Steaua & pemerintah masih belum berhenti sampai di sana. Pada tanggal 26 Juni 1988, Steaua berhadapan dengan Dinamo Bukares di babak final Piala Rumania. Hingga menit ke-90, pertandingan berjalan imbang 1-1. Namun sesudah itu, pemain Steaua berhasil mencetak gol setelah kiper Dinamo gagal memotong umpan silang pemain Steaua dengan sempurna. Para pemain Steaua awalnya bergembira, namun kegembiraan mereka langsung terhenti setelah wasit menganulir gol tersebut dengan alasan offside.

Para pemain Steaua langsung mengerubungi wasit, namun wasit tetap kukuh pada keputusannya. Atas perintah dari Valentin Ceausescu - presiden klub Steaua merangkap putra presiden Rumania, Nicolae Ceausescu - pemain-pemain Rumania kemudian melakukan aksi walk out sebagai bentuk protes. Karena Steaua enggan melanjutkan pertandingan, Steaua pun dinyatakan kalah & Dinamo menjadi pemenang. Namun masalah ini ternyata masih berlarut-larut. Keesokan harinya, badan sepak bola Rumania menyatakan kalau gol yang dianulir wasit adalah gol yang sah & Steaua ditetapkan sebagai juara Piala Rumania.

Setahun berselang, rezim komunis Ceausescu tumbang menyusul timbulnya revolusi rakyat di Rumania. Pasca tewasnya Nicolae Ceausescu akibat dieksekusi, Steaua menawarkan Piala Rumania 1988 kepada Dinamo sebagai bentuk itikad baik mereka. Namun bukannya gembira, pihak Dinamo justru menolak menerima trofi tersebut karena menganggapnya sudah ternodai dengan ketidakadilan. Hingga sekarang, kedua belah pihak sama-sama tidak mau mengklaim piala tersebut, sehingga kini Piala Rumania 1988 berstatus sebagai kejuaraan tanpa pemenang.



PEMILIK BARU, PETAKA BARU

Gigi Becali. (Sumber)
Tahun 1998, Steaua yang selama ini berada di bawah kendali militer akhirnya berpindah kepemilikan, setelah Departemen Pertahanan Rumania setuju untuk melepas klub tersebut kepada sekelompok investor swasta yang dipimpin oleh Viorel Păunescu. Pasca pergantian kepemilikan ini, nama klub yang bersangkutan diubah sedikit menjadi "Fotbal Club Steaua Bucuresti". Namun krisis finansial yang membelit Steaua menyebabkan klub tersebut kembali dijual. Tahun 2003, Steaua akhirnya kembali berganti pemilik setelah pengusaha properti Gigi Becali membeli saham mayoritas Steaua.

Masuknya Becali awalnya disambut baik oleh publik Steaua, karena Becali berjanji akan menjadikan Steaua sebagai tim berprestasi yang produktif dalam mengembangkan talenta lokal. Namun rentetan keputusan kontroversial yang dibuat oleh Becali menyebabkan dirinya kian tidak populer di mata pendukung Steaua. Sebagai contoh, Becali diketahui pernah ikut campur soal masalah taktik, berkelahi dengan wartawan, membuat komentar-komentar bernada rasis, memecat pelatih hingga belasan kali, & membeli pemain muda asal Amerika Selatan seharga 2 juta euro - harga yang tergolong tinggi untuk ukuran klub Rumania - hanya untuk ditempatkan di tim cadangan, sebelum kemudian dilepas secara cuma-cuma.

Jika masalah tersebut masih belum cukup, pada tahun 2011 Menteri Pertahanan Rumania melayangkan tuntutan resmi supaya pihaknya bisa kembali menjadi pemilik atas semua atribut & trofi milik Steaua. Perang panjang antara Steaua dengan Kemenhan pun dimulai di meja hijau. Di saat masalah sengketa tersebut masih berlanjut, Bicali pada tahun 2014 dijatuhi hukuman penjara 3 tahun atas tuduhan penipuan dalam transaksi lahan. Namun Bicali sendiri akhirnya tidak menjalani hukuman tersebut secara penuh setelah dia menerima pengampunan & dibebaskan di tahun berikutnya.

Steaua saat memenangkan Piala
Rumania 2015. (Sumber)
Sudah jatuh tertimpa tangga, di tahun 2014 pengadilan juga memutuskan kalau Steaua tidak boleh lagi menggunakan nama & logo resminya. Sebagai akibatnya, saat Steaua menjadi tuan rumah dalam pertandingan liga misalnya, papan skor tidak menampilkan nama Steaua & hanya menampilkan tulisan "Tuan Rumah". Sementara bagian yang harusnya menampilkan logo hanya menampilkan kotak kosong berwarna hitam. Dokumen & atribut yang menampilkan tulisan "Steaua" juga dihapus & hanya menyisakan tulisan "Bukares".

Tidak ingin melihat situasi mengenaskan ini berlanjut, jalan tengah pun diambil oleh pihak klub. Logo resmi klub diubah & nama resmi klub diubah menjadi "FCSB", supaya pihak klub bisa tetap menggunakan nama berunsur Steaua Bukares tanpa menampilkannya secara eksplisit. Simbol bintang bersudut 5 yang selama ini menjadi ciri khas Steaua dimodifikasi menjadi bintang bersudut 8. Seragam resmi Steaua / FCSB juga tidak luput dari perubahan. Jika selama ini Steaua menggunakan atasan garis-garis berwarna merah & biru, maka sejak era FCSB klub menggunakan atasan berwarna merah polos.

Di pihak yang berseberangan, setelah sukses mengklaim hal-hal resmi seputar Steaua, Kemenhan Rumania pada tahun 2017 mendirikan klub baru dengan nama "CSA Steaua Bucuresti". Karena klub ini berstatus sebagai klub baru, CSA Steaua pun harus memulai musim perdananya dari divisi terbawah liga Rumania (Liga 4). CSA Steaua sendiri memasang target promosi di setiap musim supaya bisa tampil di divisi teratas sesegera mungkin. Semoga impian mereka lekas terlaksana, karena nantinya pertandingan antara 2 Steaua pastinya bakal menjadi pertandingan yang menarik & penuh dengan nuansa rivalitas yang unik.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Outside of the Boot - Rivals : Steaua Bucharest vs Dinamo Bucharest
The Guardian - Where the team has no name : the fight over....
These Football Times - How Gigi Becali failed Steaua Bucharest
These Football Times - Red Star Belgrade and Steaua Bucharest
Wikipedia - FC Steaua Bucuresti
Wikipedia - History of FC Steaua Bucuresti
V.S. Cucu & D. Turnock. 2008. "Romania". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.